
sebuah gubuk di atas gunung tertinggi di kekaisaran Wang,, seorang pria duduk bermeditasi dengan jenggot menyetuh perut,, dan rambut putih terurai,, tampak lipatan keriput di wajah nya, menandakan usia nya sangat tua,,
dan mata nya terbuka,, terlihat pancaran kemarahan dari sorot mata nya itu,,
"siapa yang membunuh murid kesayangan ku" guman pria itu dan berdiri menghentikan meditasi nya,,
pelahan tubuh nya melayang dan melesat keudara....
mata xiao Zhou hanya melirik kearah wanita yang mendekati nya,, wanita itu duduk dan mengangkangi pangkuan xiao Zhou,,
maaf kan aku bocah,, aku sudah melakukan kesalahan besar" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Zhang Rui
ilustrasi Zhang Rui....
xiao Zhou tidak menjawab dan kembali meneguk guci kecil itu,,
"aku ingin menebus semua kesalahanku,, maukah kau memaafkan aku" ucap Zhang Rui lagi,, wajah nya begitu dekat dengan wajah xiao Zhou....
"aku sangat menghargai ucapan terimakasih mu Ratu,, tapi aku tidak akan bisa mendampingi mu di sini, beberapa hari lagi aku akan pergi dari kekaisaran ini,, aku memiliki rumah, dan istri di luar sana" ucap xiao zhou....
mata Zhang Rui terlihat sedikit kecewa dan mulai memerah, hatinya tiba-tiba terasa sakit,
apa ini?? dulu suamiku menikahi wanita lain setiap hari, sedikit pun tidak ada kesal dalam hatiku, selama ini hatiku tidak pernah sakit seperti ini" batin Zhang Rui,, dan dengan cepat menguasai diri nya lagi,,,
Zhang Rui mencium pelan dan ringan bibir xiao zhou,, dan melepaskan nya
jangan bicara lagi,, kau sudah berulang kali menyelamatkan hidup ku,, dan kini kau menyelamatkan ayahku,, hadiah ini tidak akan pernah cukup untuk mu" ucap Zhang Rui sambil menggoyangkan sedikit tubuh nya.. dan terasa begitu geli di beberapa bagian tubuh nya,, Zhang Rui berbisik di telinga xiao Zhou...
"lakukan apapun yang kau inginkan,, aku tidak akan memintamu untuk menikahi aku, atau pun tetap tinggal di sini,,, sekarang kau diam saja,, biarkan aku yang berkerja," ucap Zhang Rui dan dengan cepat tangan nya sudah bekerja di bawah...
xiao Zhou hanya mengangguk dan tersenyum,, dan bibir mereka bersatu lagi.... emmmmsss... hanya itu yang keluar dari sela-sela bibir mereka...
mata Zhang Rui membelalak,,
" bocah apa kau yakin usia mu masih 20 tahun,, ini terlalu besar" bisik Zhang Rui dan matanya kembali sayu.... dan menggigit bibir bawah nya menahan rasa sakit walaupun sebentar, yang duduk masih dengan posisi seperti awal..
desahan Zhang Rui mulai terdengar di ruangan itu,, bahkan jika ayah nya tidak tertidur karena pengaruh obat,, mungkin bisa mendengar desahan Zhang Rui,, yang kini sudah seperti teriakan saja,,
malam itu berlalu dengan indah, terutama bagi Zhang Rui itu terasa begitu lama dan nyata....
__ADS_1
.... ....
pagi itu Zhang gong sudah duduk di meja makan, menunggu putri nya untuk bergabung,,
tak lama Zhang Rui dan xiao Zhou terlihat masuk ke ruang makan itu...
"ayah kenapa tidak berbaring dulu,, ayah masih belum begitu sehat" ucap Zhang Rui berjalan pelan dan sedikit tertatih, menuju meja makan nya, yang di bantu oleh xiao Zhou...
ayah mertua bagaimana keadaan anda? tanya xiao zhou berbasa-basi, yang sebenarnya sudah tahu keadaan Zhang gong yang sudah pulih 50 persen...
Zhang gong tersenyum,,
"aku tidak pernah merasa sesehat ini ayo sebaiknya kita mulai makan" ucap Zhang gong...
ayo putriku makan yang banyak, dan kau juga menantu makan yang banyak, kalian pasti sangat lelah,, aku terbangun menjelang pagi dan mendengar teriakan-teriakan putriku,, hahaha,, sebentar lagi aku pasti memiliki seorang cucu... aahhh ini sangat menyenangkan" ucap Zhang gong
makanan Zhang Rui menyembur ke wajah xiao Zhou... muka nya begitu merah, mata nya melebar,,
"ayaaahhhhh,, tidak bisakah tidak membicarakan itu di depan kami???" teriak Zhang Rui kesal dan sangat malu,,
xiao Zhou hanya membeku, dan tertunduk,,
"kalian berdua ini kenapa?? itu hal yang wajar,, tapi kalau bisa kau Rui'er ,, ruang tidur kalian sebaiknya temboknya dilapisi lagi biar lebih tebal, jadi"....
dan mereka melanjutkan makan tanpa banyak bicara....
"zhou'er aku ingin bicara dengan mu sebentar" ucap Zhang gong dengan nada sedikit serius...
wajah Zhang Rui sedikit terkejut,
ada apa ayah? tanya Zhang Rui terlihat ke khwatiran di wajah cantiknya...
"hahaha.. tenang lah putriku aku, ayah hanya meminjam suami mu sebentar saja,, ayah ingin berlatih beberapa jurus yang ringan,," ucap Zhang gong..
Zhang Rui terlihat lega,,
"baiklah hari ini aku akan menerima beberapa utusan, kita akan makan malam bersama," ucap Zhang Rui... dan menarik lengan panjang xiao Zhou menjauh dari ayah nya dan berbisik di telinga xiao Zhou...
"terimakasih bocah,, kau sudah membuat hidupku dan ayahku menjadi sempurna,,"
tangan Zhang Rui mengelus wajah tanpa cela xiao Zhou, seperti tidak ingin terpisah, entah kenapa air matanya tiba-tiba menetes....
__ADS_1
"kau tidak apa-apa kan Rui'er" tanya xiao zhou, dan mengusap mata Zhang Rui yang masih berair,, perasaan nya sedikit tidak tenang,,
"iya aku baik-baik saja", ucap Zhang Rui, dan menikmati elusan tangan lembut xiao Zhou di mata nya,
mereka pun berpisah.....
.....
Zhang gong dan xiao Zhou berjalan di halaman istana,
zhou'er menantuku, puteri ku sangat mencintai mu,, untuk pertama kalinya aku melihat putriku begitu tulus menatap seorang pria, kau sayangi lah dia, ucap Zhang gong
baiklah ayah mertua... ucap xiao zhou dan tiba-tiba beberapa prajurit berlari kearah aula kaisar,, xiao Zhou dan Zhang gong pun melesat menuju aula istana...
xiao Zhou dan Zhang gong terkejut melihat pemandangan di depan mereka,,,
Zhang Rui terlihat tak sadarkan diri masih duduk di atas singasana kaisar... dan beberapa jendral sedang bertarung melawan beberapa utusan,,
xiao Zhou, melayang dan mendarat di samping Zhang Rui terlihat pakaian Zhang Rui terdapat noda darah di bagian dada,, mata xiao Zhou melebar,, tidak,, ini tidak mungkin" ucap xiao zhou... dan menotok jantung Zhang Rui menggendong nya ke arah kamar tidur Zhang Rui...
....
"apa yang terjadi dengan putriku?" tanya Zhang gong menatap tajam kearah Xiao Zhou...
Xiao Zhou hanya menggelengkan kepalanya,
"jantung nya, terkena jarum beracun, jantung ini akan berhenti berfungsi beberapa menit lagi,," ucap xiao Zhou begitu marah,,
Zhang gong terduduk,
"apa tidak ada yang bisa kita lakukan?" tanya Zhang gong
xiao Zhou hanya menggeleng...
"ya dewa kenapa harus terjadi saat semua begitu sempurna" ucap Zhang gong, air matanya mengalir,,
beberapa tabib istana memeriksa dan tertunduk, seperti tidak berdaya...
"maafkan kami tuan besar" ucap para tabib istana itu,
.........
__ADS_1
terimakasih kasih bagi zhou'er lovers udah like dan komen juga vote yang berharga itu, maaf alur nya sedikit melambat udah ga bisa di potong-potong lagi,, kalau di paksain di potong, cerita nya bakal jadi aneh... jadi sabar aja baca nya