
"tunggu....!!!!, ada satu hal lagi yang ingin aku ketahui, bagaimana kau bisa tahu aku menempel di belakang mu?," ucap Yang Tian
Xiao Zhou berjongkok di hadapan Yang Tian, dan menatap mata nya,
"apa kau ingat seledang pedang ku?, seledang pedang itu dapat mengejar lawan nya kemanapun dia menghidar, beberapa kali dia mengarah, dan menyerang tubuh ku, jadi aku pikir kau bersembunyi di dalam tubuh ku, jadi aku hanya beruntung saja menebak kali ini" ucap Xiao Zhou.
"baiklah... kemampuan mu terlalu bagus untuk aku bunuh, kelak kau akan berguna untuk ku, katakan apa kau mau jadi pengikut ku, nyawamu adalah milikku, saat suatu waktu aku menginginkan nya kau akan menyerahkan padaku apa kau setuju?" tanya Xiao Zhou
wajah Yang Tian terlihat berusia sekitar 25 tahun, tidak terlihat ekspresi apapun dari wajah itu,
"kau sangat lemah, hanya suatu keajaiban saja kali ini kau menang, kau ingin menjadi tuanku? seperti nya kau tidak layak bocah, kecuali wajah mu saja yang jauh lebih tampan dariku.
baiklah... mulai saat ini kau akan menjadi tuanku, walaupun kemampuan kita sama" ucap Yang Tian dengan wajah datar.
Xiao Zhou tersenyum bola matanya kembali normal,
" kepala desa, bawa pelayan ku ini ke desa bulbul dan berikan pengobatan" ucap Xiao Zhou
"baik tuan muda" ucap Lou fang dan memapah Yang Tian dan terbang keudara menuju pulau mengambang.
"kenapa bicara mu sekarang sangat arogan suamiku,?" tanya Li Mei yin, dan menatap wajah Xiao Zhou dalam-dalam
wajah dingin Xiao Zhou perlahan menghilang,
"maafkan aku, tapi sepertinya jiwa Zhen lu lebih mendominasi saat ini, aku akan mencoba menekan nya" ucap Xiao Zhou
"iya... tapi kesombongan mu itu menunjukkan kau seorang penguasa yang tegas dan bawahan mu akan menyukai seseorang pemimpin yang tegas, aku juga menyukai nya" ucap Li Mei yin memeluk lengan panjang Xiao Zhou
"sebaiknya kita pulang sekarang, aku akan membuatkan ramuan untuk luka dalam mu" ucap Li Mei yin dan mereka berdua terbang ke arah istana mereka di pulau mengambang itu.
Li Mei yin membuatkan ramuan untuk luka dalam Xiao Zhou,
"kenapa kau selalu bertarung dan membuat aku khawatir?", tanya Li Mei yin sambil menyerahkan mangkuk berisi ramuan.
"sebenarnya aku ingin menghindari pertarungan, tetapi hal itu selalu saja mendatangi ku, dan aku akan selalu siap untuk itu" ucap Xiao Zhou dan menelan ramuan buatan Li Mei yin
__ADS_1
"aku tahu... suamiku bukanlah orang sembarangan, tapi rasa khawatir selalu membayangi ku" ucap Li Mei yin duduk di samping Xiao Zhou dan mengelus rambut nya.
"tenanglah... aku akan baik-baik saja, percaya padaku" ucap Xiao Zhou menggenggam jemari Li Mei yin dan mencium lembut bibir indah Li Mei yin
Li Mei yin mengimbangi ciuman lembut Xiao Zhou,
"aku pikir usul untuk menjadi perampok kecil-kecilan itu cukup menjanjikan, dan menyenangkan" bisik Li Mei yin di telinga Xiao Zhou sambil tersenyum.
"aku akan menjadi Dewi perampok, hihihi" seperti nya bagus, baiklah adik kecil... saatnya kita istirahat sekarang" ucap Li Mei yin bangkit dari tempat duduknya dan menarik lengan Xiao Zhou menuju ranjang indah mereka.
Li Mei yin tidur menggunakan lengan Xiao Zhou sebagai bantal, hanya hitungan menit mereka sudah terlelap dalam mimpi.
......
........
di istana kekaisaran Ming.
uhukkkkk... suara batuk keluar dari bibir seorang pria, terlihat darah hitam keluar dari sudut bibirnya, pria itu tidak lain adalah kaisar Ming.
"Yang Mulia... putri anda Ming Mei ingin bertemu, kau harus mengusir nya, apa kau mengerti!!!" ucap orang berada di samping kaisar Ming, yang tidak lain adalah panglima Huang yang kini menjabat sebagai penasehat kaisar.
Kaisar Ming hanya mengangguk, tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir nya.
pintu aula terbuka, tidak ada pejabat yang hadir di aula tersebut, susana dalam aula yang dulunya begitu indah dan terang, kini seperti dalam gua, semua pencahayaan di tutup kain hitam, terlihat sarang laba-laba di berbagai sudut,
"Yang Mulia kenapa anda memerintahkan putra mahkota menangkap pemberontak Han dengan hanya membawa dua ribu prajurit?, itu sama saja dengan membunuh nya, dan juga menarik pajak dari kekaisaran Xia begitu besar, ingat ayah kita yang harus nya membesarkan Kekaisaran Xia saat ini, bukan menghacurkan nya" teriak putri Ming Mei
bola mata Kaisar Ming, sedikit bergetar bibirnya ingin bicara, tapi tidak ada kata yang mampu keluar.
"maaf puteri Ming, seperti nya ayah anda sedang tidak sehat, sebaiknya jangan membahas itu saat ini, putra mahkota adalah calon kaisar kelak, dia harus bisa mengatasi masalah kecil itu sekarang, dan juga kekaisaran Xia sudah saatnya membayar bantuan kita" ucap penasehat Huang.
"ayah... aku mohon sadarlah, iblis ini sudah meracuni pikiran mu ayah" teriak putri Ming Mei mendekat ke arah Kaisar Ming yang hanya diam dan duduk di atas singasana nya.
penasehat Huang merapal mantra, dan perlahan mata Kaisar Ming menatap penasehat Huang dengan begitu benci, dan mata itu kembali menjadi mata dengan tatapan kosong
__ADS_1
"pengawal, bawa Putri Ming Mei pergi dari hadapan ku, dan jangan ada yang berani masuk ke aula ini" teriak Kaisar Ming, dan darah hitam kembali menghiasi sudut bibirnya.
"ayah... sadarlah" teriak putri Ming Mei dan beberapa pengawal menyeret nya keluar aula itu.
"hahahah... bagus Yang Mulia, kau masih mencoba melawan ku rupanya, hahahah.... sebentar lagi putra mahkota akan mati di tangan pemberontak Han, dan tinggal putri, dan cucumu saja penerus terakhir mu, dan aku akan membunuh semua secara perlahan" ucap penasehat Huang.
Kaisar Ming sedikit menggelengkan kepalanya,
"kau biadab.... uhukkkkk... " Kaisar Ming tertunduk dan tertidur karena pengaruh dari mantra penasehat Huang.
.....
.....
pagi itu Xiao Zhou sudah terlihat sedikit segar,
"paman Zhifu aku akan pergi ke kekaisaran Ming, mungkin akan sedikit lama karena perjalanan ke sana cukup jauh, paman Zhifu bantulah Ratu Li mengurus urusan istana" ucap Xiao Zhou
Zhifu hanya mengangguk dan tersenyum,
"tuan muda, anda bisa menggunakan pintu sembilan gerbang yang ada di lantai dua istana anda, jadi anda tidak harus melakukan perjalanan berhari-hari, dan juga di istana sudah ada pejabat yang sangat ahli dalam bidang nya, jadi Ratu Li tidak akan mengalami kesulitan, aku hanya sebagai penjaga pulau ini, dan sudah tugas ku melindungi Ratu Li, tuan muda tidak usah khawatir" ucap Zhifu sopan
mata Xiao Zhou menyipitkan menatap kearah tangga menuju pulau berikut nya, yaitu pulau di tingkat kedua.
terlihat segel kuno menutup gerbang menuju pulau tingkat kedua
"tuan muda sebaiknya anda tidak mencoba memasuki pulau tingkat kedua saat ini" ucap Zhifu dengan nada yang begitu serius
"aku Zhifu penjaga tingkat pertama, selama ini belum pernah ada penguasa yang memasuki tingkat kedua, aku juga tidak tahu siapa penjaga tingkat kedua itu" ucap Zhifu lagi
mata Xiao Zhou memerah, terlihat seringai menyeramkan dari wajah nya, seperti tidak mendengar ucapan Zhifu mendekati gerbang menuju pulau tingkat ke dua,
"tuan muda... sebaiknya jangan, kita tidak tahu mahluk seperti apa yang menjaga tempat itu" teriak Zhifu yang tangan nya sudah memegang pedang besar, dan bersiap akan kedatangan tamu dari pulau tingkat kedua
.........
__ADS_1
..........