Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
putra mahkota kekaisaran Wang.


__ADS_3

siang itu tampak dua orang bocah kecil sedang bertarung melawan seekor ayam hutan,


"tuan kecil kau harus memukul dengan benar" teriak tetua Zhifu menyemangati kedua bocah itu


diatas pohon tampak beberapa orang sedang mengawasi dua bocah itu,


"tuanku bagaimana jika aku membantu tuan kecil membunuh ayam hutan itu" ucap Yang Tian


"apa kau sudah gila, itu adalah ujian buat kedua cucuku" ucap Lou fang tampak sedikit tegang, tangannya begitu gemas ingin mencekik ayam hutan itu


Xiao Zhou hanya duduk dengan tenang,


"bocah... aku bisa menghisap setengah jiwa ayam hutan itu, jika kau mau" ucap Fei yu


"sudahlah kalian anakku tidak selemah itu" ucap Xiao Zhou kesal dengan orang-orang di sekeliling nya.


tampak di semak-semak tidak jauh dari kedua bocah itu Yang Dong sedang mencekik dua serigala api yang sedang lewat di tempat itu,


"sebaiknya kalian menjauh dari bocah kecil itu, jika masih ingin bernafas" ucap Yang Dong dengan suara berat nya, kedua serigala hanya mengangguk, dan itu berlari dan tidak berani keluar dari sarangnya nya lagi.


*****


di istana iblis, tampak seorang wanita dewasa dengan bibir merah darah selesai di periksa beberapa tabib.


"Ratu anda tidak sedang sakit, kelelahan yang sering anda alami karena.." tabib itu tidak melanjutkan bicara nya, mata para tabib itu saling bertatapan.


"karena apa tabib? katakan saja"ucap wanita dewasa itu yang tidak lain adalah Yun Li Wei.


"maafkan kami Yang Mulia Ratu, kami sudah berkali-kali memeriksa dari tadi tapi hasil nya selalu sama, pemeriksaan kami menunjukkan jika Yang Mulia Ratu sedang mengandung" ucap tabib itu gugup dan berlutut, karena setahu mereka bahwa Ratu mereka tidak memiliki suami.


mata Yun Li Wei melebar, nafasnya terasa berat, tidak ada kata yang keluar dari bibir merah gelap nya, jari-jarinya lentik nya mengelus lembut perut dari luar pakaian tipis nya.


"Zhou'er... kau akan menjadi ayah dari bayi di dalam perut ku, aku sungguh bahagia, kau tenang saja, aku akan menjaga nya, meskipun kita tidak bersama, aku sangat merindukan mu saat ini, dan membagi kabar bahagia ini dengan mu" batin Yun Li Wei air mata bahagia mulai terjatuh dari mata indahnya membasahi topeng yang dikenakan nya.


"kalian keluar semua, dan jangan ada yang masuk ke tempat ini" ucap seorang pria tampan dan wanita cantik yang wajah nya tampak membeku mendengar ucapan tabib itu.


Yun Li Wei sangat terkejut, yang tidak menyadari kedatangan putera nya yaitu pangeran Long Fei, dan menantu nya Wang Jia Li.


"aku tidak akan mengulangi pertanyaanku ibu, siapa ayah dari bayi yang ibu kandung" ucap Long Fei dingin, matanya terlihat menghitam penuh kemarahan.


bibir Yun Li Wei bergetar,


"bayi ini adalah anak dari suamiku, Xiao Zhou" ucap Yun Li Wei yang kini berubah menjadi tegar, entah tenaga dari mana yang membuat nya menjadi kuat setelah mengucapkan kata Xiao Zhou,


bommmm......

__ADS_1


sebuah pukulan keras di keluarkan oleh Long Fei, dan gelombang energi begitu besar melewati tubuh Yun Li Wei, dan menghancurkan dinding di belakang nya, tapi tidak ada ketakutan di wajah Yun Li Wei, bahkan sekarang dia berdiri dan mendekati Long Fei dengan wajah tegak.


"aku adalah ibu dari bayi ini, dan aku akan melindungi nya dari semua yang ingin mengancam nya, termasuk dari dirimu, kau dengar itu" ucap Yun Li Wei dengan nada menantang.


"aku akan menghabisi bocah kurang ajar itu" ucap Long Fei dan meninggalkan Yun Li Wei.


Wang Jia Li tersenyum mendekati Yun Li Wei,


"selamat ibu mertua, kau akan memiliki bayi yang lucu dari bocah nakal itu" ucap nya dan memeluk tubuh Yun Li Wei.


Yun Li Wei membalas pelukan menantu nya,


"terimakasih menantu, ibu sangat senang dengan kehamilan ini, bagaimana dengan mu apa kau sudah mengandung?" tanya Yun Li Wei.


"aku akan bicara dengan kakak Fei agar tidak bertarung dengan zhou'er" ucap Wang Jia Li


"itu tidak perlu menantu, saat ini zhou'er jauh lebih kuat dari anakku Long Fei, dan aku sangat tahu jika suami kecilku itu tidak akan mencelakai Long Fei, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan," balas Yun Li Wei wajahnya terlihat tenang.


mereka berdua duduk di taman belakang melewati dinding yang di hancurkan Long Fei.


"aku belum mengandung ibu mertua, padahal kami sangat mengharapkan nya" ucap Wang Jia Li terlihat sedikit muram.


"bersabarlah menantu, suatu saat kalian akan mendapatkan nya" ucap Yun Li Wei.


"ibu mertua... kapan ibu dan bocah itu melakukan itu, apakah bocah kurus itu perkasa?" tanya Wang Jia Li wajah nya sedikit memerah dan menunduk.


"sudah kuduga jika kalian berdua sudah sering melakukan nya hihi... tapi bagaimana bisa ibu mertua menyukai nya? semua tahu jika ibu sangat membenci pria, apalagi pria mesum seperti bocah itu" guman Wang Jia Li penasaran.


"ibu juga tidak menyangka akan bisa menyukai nya, dari awal bocah itu tidak pernah mendekati ibu seperti semua pria lain yang ibu kenal, mereka pasti akan mencari perhatian ibu, dan itu membuat ibu membenci para pria itu..


tapi zhou'er begitu berbeda, dia begitu dingin dan juga hatinya begitu tulus, membuat hati ibu tidak bisa berpaling dari nya, hingga ibu sendiri lah yang sering mencari perhatian nya, bahkan ibu lah yang menggoda nya untuk melakukan itu" ucap Yun Li Wei sambil menutup bibirnya dengan jari-jari indah nya.


"ibu mertua memang nakal... apa ibu melakukan di kamar bocah itu?" tanya Wang Jia Li


Yun Li Wei menggeleng,


"tidak menantu, kau tahu sendiri Dewi Li begitu ketat menjaga nya, ibu melakukan pertama di dalam peti pusaka itu, dan juga di rumah hiburan di kota huangdong, walaupun hanya sedikit saja yang masuk hihi... aahhh kenapa bibir ku tidak bisa ku kendalikan seperti ini" ucap Yun Li Wei menyesal sudah banyak cerita.


"tidak apa-apa ibu mertua aku senang mendengar nya, sudahlah ibu saat ini ibu jaga kehamilan ibu, aku akan menenangkan kakak Fei, mungkin kami juga akan ke rumah hiburan di kota huangdong itu" ucap Wang Jia Li dengan nada menyindir ibu mertua nya, membuat wajah Yun Li Wei memerah.


*****


malam itu di pulau keseimbangan, semua terlihat tegang, para dayang begitu sibuk, dan beberapa tabib wanita sedang ada di kamar Zhang Rui.


Zhang gong tampak tegang, kedua tangan nya saling meremas, mata nya terpejam seperti berdoa.

__ADS_1


"tuan Zhang tenanglah, adik Zhang begitu kuat aku yakin dia akan melewati ini dengan baik" ucap Xue sambil menuangkan teh untuk ayah Zhang Rui.


"terimakasih Xue, kau sangat baik aku bisa sedikit lebih tenang saat ini" ucap Zhang gong dan meminum teh yang di sajikan Xue.


Xiao Zhou dan Li Mei yin berada di kamar Zhang Rui


"kakak Zhang tarik nafas dalam-dalam dan beri tekanan sedikit lagi" ucap Li Mei yin.


Xiao Zhou menggenggam tangan Zhang Rui


"Rui'er kau harus kuat," ucap Xiao Zhou sambil mengelus rambut Zhang Rui yang tampak berantakan.


"iya suami... terimakasih kau sudah ada di samping ku saat ini, jika bersama dengan mu, aku akan bisa menahan rasa sakit lebih dari ini suami, tapi apa aku masih terlihat cantik?" tanya Zhang Rui sengaja menghibur Xiao Zhou yang terlihat begitu tegang, dan seperti tidak tega melihat sakit yang di alami nya.


"kakak Zhang tekan sedikit lagi" ucap Li Mei yin.


dan tidak beberapa lama suara tangisan bayi terdengar dari kamar Zhang Rui, tampak Zhang gong semakin tidak sabar dan memasuki kamar Puteri nya.


bagaimana keadaan Puteri ku dan bayi nya Dewi Li ? tanya Zhang gong


"tuan Zhang semua berjalan lancar, kakak Zhang sangat kuat dan sekarang hanya butuh istirahat, dan cucu anda seorang laki-laki yang sangat lucu" ucap Li Mei yin sambil tersenyum.


"terimakasih Dewi Li, terimakasih dewa, istriku terimakasih kau pasti sedang menjaga Puteri kita dari surga, cucu kita sangat tampan, wajah nya seperti wajah mu istriku" ucap Zhang gong air matanya mengalir, dan menatap cucu pertama nya.


semua istri Xiao Zhou masuk dan memberi selamat kepada Zhang Rui, malam itu semua begitu bahagia, bahkan kegembiraan menjalar sampai keluar istana, bahkan penduduk suku bulbul merayakan kelahiran itu dengan suka cita.


"menantu kenapa bawahan mu itu selalu saking memukul setiap bertemu" ucap Zhang gong berdiri di atas balkon dan menatap Yang Tian dan Fei yu bergulat dan saling menarik rambut lawan nya.


"biarkan saja ayah mertua, kedua nya memiliki mata yang kecil tapi mereka sama-sama menyangkal nya" ucap Xiao Zhou yang ikut menonton kedua ahli pedang itu bergulat sampai akhir nya Yang Dong mengangkat kaki mereka tinggi-tinggi.


"apa kalian bisa berhenti bertengkar sekarang hah," teriak Yang Dong


"seperti kami akan berbaikan" ucap Fei yu dengan kepala di bawah


"tuan batu lepaskan kami, aku tidak akan bertengkar dengan orang bermata kecil itu" ucap Yang Tian yang juga dalam posisi tergantung terbalik.


"apa kau bilang, mataku ini begitu indah, kau saja yang tidak bisa melihat karena begitu sipit" ucap Fei yu.


Yang Dong memejamkan matanya, dan sedikit menggelengkan kepalanya.


"diammmmmmmm" ucap Yang Dong kesal dan melempar kedua nya ke arah yang berbeda. terlihat Xiang yu sibuk berlari membantu Yang Tian dan memapah nya.


****


pemandangan begitu berbeda terjadi di kota shinjong, wajah para kultivator dari berbagai kekaisaran begitu tegang melihat jumlah pasukan musuh yang begitu banyak.

__ADS_1


"kali ini kita tidak akan selamat" ucap salah satu kultivator itu.


__ADS_2