Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
kota kecil


__ADS_3

tidak jauh dari bukit Junan Xiao Zhou dan kedua teman nya memasuki sebuah penginapan. tampak penginapan itu begitu ramai, dan di lantai pertama yang merupakan tempat makan tamu hari itu penuh dengan suara mangkuk berdenging begitu riuh.


"hahaha... kakak Chu kita sangat beruntung, kita mendapatkan kamar terakhir, dan juga termewah, penginapan ini sudah penuh sekarang. hahaha... kita akan tidur di penginapan mewah malam ini" ucap seorang teman nya sambil memasukkan kunci kamar ke dalam jubah nya.


Xiao Zhou mendengar ucapan kedua orang itu, dan menghadang langkah orang yang di panggil kakak Chu itu yang ingin keluar dari penginapan itu.


Han Yui dan Jung Min Ha yang awal nya begitu dekat mengekor Xiao Zhou kini sedikit menjauh, karena merasakan hawa pembunuh mulai tercium dari tubuh Xiao Zhou.


"berikan kamar kalian padaku!!!" ucap Xiao Zhou dengan wajah tenang dan pandangan acuh ke arah lain.


"hei bocah sialan, apa kau tidak tahu siapa kami? seperti kau sudah bosan hidup bocah" ucap teman kakak Chu itu.


"aku tidak suka mengulang kata-kata ku" ucap Xiao Zhou, hawa tiba-tiba terasa menjadi dingin di tempat itu.


sriiikkkk....


jempol tangan kirinya sudah mendorong gagang pedang panjang nya, sehingga pedang panjang itu sudah tercabut beberapa sentimeter, dan memperlihatkan kilau dari mata pedang itu.


tatapan mata Xiao Zhou juga berubah menjadi begitu dingin dan terlihat senyum tipis di bibirnya.


"kau akan ma-ti..." belum selesai bicara teman dari kakak Chu itu, tiba-tiba orang yang di panggil kakak Chu itu menahan dada nya sebagai isyarat untuk diam.


"adik ma... berikan kunci kamar kita pada kakak ini" ucap kakak Chu sedikit gugup.


"apa?? kakak Chu?" ucap pria yang di panggil adik Ma itu.


"adik ma apa kau tidak mendengar? cepatlah" ucap kakak Chu sedikit berteriak, keringat dingin membasahi wajah brewok nya.


"tentu... tentu kakak chu' ucap adik Ma dan buru-buru merogoh jubah nya dan mengeluarkan kunci kamar dengan tangan bergetar.


"hawa pembunuh dari bocah ini begitu mematikan, rumah makan yang awal nya penuh kebisingan ini, tiba-tiba terasa dingin dan hening seperti kuburan, aku merasa kematian ku sudah tiba" batin kakak Chu.


"silakan kakak, kami mohon diri" ucap kakak Chu dan hanya beberapa detik sudah menjauh dari penginapan itu.


mereka bertiga beristirahat di lantai tiga penginapan itu, kamar itu di terangi lentera yang bersinar temaram kemerahan, kamar itu memiliki dua ranjang yang begitu empuk dan di lindungi kelambu merah yang transparan di sekeliling nya.


"kamar ini begitu hangat dan nyaman, aku menyukai nya" ucap Han Yui dan menatap Xiao Zhou yang sedang berdiri di balkon kamar itu dan menatap ke jalanan.


"tatapan bocah itu masih saja begitu dingin, dan seperti sedang tertekan, apa kematian nona Lun membuat nya seperti itu?" batin Han Yui yang terus mengamati wajah Xiao Zhou dari jauh.


"besok aku akan ke suatu tempat, apa tidak apa-apa aku meninggalkan bibi Yui hanya berdua saja dengan iblis kecil itu?" tanya Jung Min Ha


"kau akan pergi kemana Min Ha?" tanya Han Yui, hatinya sedikit bergetar mengingat akan tidur berdua di kamar hangat itu.


"aku ada urusan bibi Yui, dan kau iblis kecil besok antar kan aku, kau boleh meninggalkan aku setelah sampai di tempat tujuan ku, sekarang kalian ikut dengan ku, aku ingin melihat-lihat kota ini" ucap Jung Min Ha menatap Xiao Zhou.


"baiklah... kau ini benar-benar menyebalkan" teriak Xiao Zhou, dan melangkah di belakang Jung Min Ha.


Xiao Zhou melangkah melewati ruang makan di lantai pertama, dan tiba-tiba langkah nya terhenti, saat melihat seseorang memasuki rumah makan di penginapan tempat Xiao Zhou menginap.


seorang wanita cantik, dengan rambut di Gelung ke atas, sehingga memperlihatkan leher jenjang nya, dengan kulit putih bersih di balut pakaian berwarna merah gelap, dengan motif kupu-kupu, wanita itu tiada lain adalah Lun Zhing Yue.

__ADS_1


Lun Zhing Yue melangkah, dengan tatapan begitu dingin, matanya lurus ke arah belakang Xiao Zhou, dan melangkah melewati nya tanpa menatap sedikit pun kearah nya, mereka berdua berpapasan seperti orang asing.


"bibi Yui kau juga di sini?" ucap Lun Zhing Yue yang mengenal Han Yui, dan mereka tampak mulai berbincang, mata Han Yui juga seperti tidak percaya apa yang di lihat nya, tapi terlihat jika Han Yui hanya jadi pendengar dan mempelajari situasi.


"apa yang telah terjadi malam itu di tepi jurang itu? Lun Zhing Yue tidak mengenaliku" batin Xiao Zhou.


"iblis kecil, seperti nya telah terjadi sesuatu, bukan kah wanita itu yang membantu mu di malam itu? sekarang wanita itu tidak mengingat mu sama sekali" ucap Jung Min Ha.


"dia tidak mengenal ku, justru itu lebih bagus," ucap Xiao Zhou dan melangkah keluar dari penginapan itu tanpa ekspresi.


mereka berdua berjalan-jalan dan sesekali membeli makanan kecil di kota kecil yang tampak semakin ramai.


"ada apa dengan iblis kecil itu, wajah nya terlihat sedikit berbeda dari sebelumnya, dan terlihat lebih hangat, mungkin karena wanita cantik tadi?" batin Jung Min Ha yang melihat perbedaan dari sorot mata Xiao Zhou saat mereka melihat-lihat kota kecil itu.


keesokan harinya.


Han Yui sedang membantu pelayan mengatur hidangan di atas meja di kamar nya, sesekali mata nya menatap kearah Xiao Zhou yang terus memberontak karena Jung Min Ha sedang mencoba menyisir rambut panjang Xiao Zhou yang sudah memutih di beberapa bagian.


"lepaskan aku gadis busuk, aku tidak suka" teriak Xiao Zhou.


"diam lah bajingan kecil, atau aku benar-benar marah" sengit Jung Min Ha yang tidak mau kalah.


Han Yui hanya tersenyum, sambil menggeleng melihat kelakuan dua orang itu, dari balik manik-manik yang tersusun rapi memanjang, yang di gantung berjejeran sebagai sekat antara ruang makan dan ruang tidur.


tidak berselang lama Han Yui memanggil Xiao Zhou dan Jung Min Ha.


"anak-anak, kemarilah sarapan kita sudah siap" ucap Han Yui dan duduk menunggu kedua orang itu yang tidak pernah berhenti saling membentak.



ilustrasi Xiao Zhou.


"hemmm... sorot mata bocah ini terlihat begitu tenang, dan menyejukkan" batin Han Yui.


"ehemmm" deheman Xiao Zhou membuyarkan lamunan Han Yui, dan dengan cepat menguasai kesadaran nya lagi.


"sebaiknya kita cepat sarapan" ucap Han Yui dan mereka bertiga makan dengan sedikit keributan dari Jung Min Ha, yang memaksa Xiao Zhou memakan apa yang di isi ke mangkuk nya.


beberapa saat kemudian.


"apa kau pergi sekarang?" tanya Han Yui.


"iya... gadis busuk sudah menunggu ku di depan pintu" ucap Xiao Zhou dan melangkah keluar, tapi di tarik oleh Han Yui.


"tunggu, aku ingin memberimu sedikit hadiah, karena sudah menyelamatkan ku di gudang bangsawan Cha" ucap Han Yui dan mendekatkan wajahnya ke arah Xiao Zhou, mata mereka bertatapan penuh makna.


kedua nya kini berpelukan dan saling *******, Han Yui yang masih memakai pakaian tidur yang sangat lentur, dengan mudah tangan Xiao Zhou masuk ke balik pakaian itu, dan menjelajahi tubuh nya, hanya beberapa detik, pakaian Han Yui sudah terlepas bagian atas nya memperlihatkan pundak dan lengan putih dan kurus, berbanding terbalik dengan paha nya yang besar dan panjang.


"sudah cukup, jangan di teruskan, jika kau teruskan aku tidak akan tahan lagi, ingat Min Ha sedang ada di luar, kita tidak punya banyak waktu" ucap Han Yui saat bibir Xiao Zhou bermain di leher nya, dan mulai kebawah.


"aahhh...." Han Yui sedikit terpekik saat tubuh nya kini sudah di baringkan dengan sedikit kasar di atas ranjang empuk yang berkelambu merah.

__ADS_1


kedua nya saling bergumul, dan saling menggesekan milik mereka masing-masing.


"emmmsss... ini sungguh nikmat" batin Han Yui.


"ahkkk..." Han Yui terpekik kembali, mata nya sedikit terbelalak, bibirnya terbuka, saat merasakan sesuatu yang besar menyetuh permukaan milik nya,


Han Yui tidak menyangka jika milik mereka sudah saling bertemu karena mereka masih menggunakan pakaian lengkap, walaupun pakaian nya yang dikenakan nya berbahan dari jenis yang begitu lentur dan tipis, dan baru menyadari bahwa Xiao Zhou sudah menyiapkan nya sedikit kesamping.


"aku benar-benar menikmati perlakuan bocah ini di tubuh ku, sampai aku tidak menyadari pakaian ku sudah tidak berbentuk lagi" batin Han Yui.


"apa kau yakin ingin melakukan nya sekarang?" ucap Han Yui suaranya terputus-putus karena birahi yang sudah begitu memuncak, yang awalnya hanya ingin berpelukan sebentar dan tidak menyangka akan berlanjut seperti ini.


"apa kau menginginkan nya?" Xiao Zhou berbalik bertanya.


"i-ya... aku benar-benar menginginkan nya saat in-i lebih dari apapun juga, tolong lakukan!!! milik mu ini sangat besa-r, bisakah kau memulai nya dengan sedikit pelan" ucap Han Yui dengan berbisik di telinga Xiao Zhou, dan sudah tidak peduli lagi jika Jung Min Ha sedang menunggu Xiao Zhou, atau bahkan sekalipun memergoki mereka.


mata Han Yui mulai terpejam, ingin menikmati setiap kenikmatan di tubuhnya, dan menggigit bibir bawahnya, menahan gejolak di tubuh nya


ahhhh....


bibir Han Yui sedikit terbuka, mata nya terpejam, saat ujung besar benda itu mulai menyetuh milik nya, Xiao Zhou sedikit mendorong pelan dan ujung benda itupun perlahan mulai tertelan masuk.


aahh- aahhkkk... desahan Han Yui...


"benda ini begitu nikmat, bahkan aku hanya ujungnya saja sudah membuat ku gila seperti ini" batin Han Yui wajah cantik nya kini terlihat begitu menikmati proses itu, bibir nya terbuka memperlihatkan lidah nya yang yang bergerak, ingin bertemu lidah Xiao Zhou.


Xiao Zhou yang mengerti tidak melanjutkan dorongan nya dan menciumi Han Yui, dan di sambut oleh Han Yui dengan senang.


"bocah ini sangat tahu apa yang harus di lakukan" batin Han Yui dan menaikan pinggul nya ingin benda itu memasuki nya lebih, karena hanya baru sebagian kecil saja dari ujung nya yang masuk, dan mencoba menelan ujung benda besar itu dengan milik nya.


aahhhhhss.... desahan Han Yui sedikit kencang, saat ujung besar itu memasuki nya.


"in-i begitu besa-r" ucap Han Yui menatap Xiao Zhou dengan begitu sayu, dan kembali memejamkan matanya, tangan nya mulai meraba dan ingin menarik pinggang Xiao Zhou.


brakkkkkk......


"iblis kecil cepat turun dari tubuh bibi Yui, apa kau ingin menyakiti nya lagi hah?" teriak Jung Min Ha dari balik manik-manik yang tersusun memanjang, sebagai pemisah antara ruangan.


"oohhh... tidakkkk.... kenapa selalu seperti ini....." guman Han Yui pelan, dan tubuh nya terbaring lemas, dengan tangan mengepal karena kesal, dan menghembuskan nafas nya dengan panjang, dan masih terbaring tidak berdaya, dan mengatur nafasnya normal kembali.


****


beberapa saat kemudian.


"bocah.. gunakan semua kemampuan mu untuk bisa cepat kembali, malam ini ranjang kita, dan aku akan menunggu mu, aku menyiapkan sesuatu yang liar khusus untuk mu, hingga kau tidak akan pernah bisa melupakan nya" bisik Han Yui di telinga Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya tersenyum,


"bibi Yui kami pergi" ucap Jung Min Ha, sambil memeluk pergelangan tangan Xiao Zhou.


"baiklah... kalian berhati-hatilah" ucap Han Yui sambil melambaikan tangan nya kearah Jung Min Ha,

__ADS_1


Xiao Zhou dan Jung Min Ha menjauh dari penginapan itu.


__ADS_2