
100 hari setelah berakhirnya peperangan di langit, hari berkabung sudah berakhir dan saat hari pernikahan di gelar.
pagi-pagi buta para dayang dan pelayan terlihat begitu sibuk, bahkan para pejabat dari suku bul-bul dan suku Fiji terlihat tidak ada yang tersenyum, mereka terlihat begitu serius dan terlihat penting, memastikan acara pernikahan itu berjalan lancar.
istana keseimbangan sudah di tata sedemikian rupa, ornamen pernikahan sudah di pasang di berbagai tempat, belum ada tamu undangan yang terlihat, namun dua orang dengan mengenakan caping bercadar sudah memasuki gerbang pulau keseimbangan, dari bentuk tubuh mereka di pastikan mereka adalah seorang pria dan wanita.
Xiao Zhou terlihat terburu menghampiri kedua nya di depan gerbang dan membungkuk.
"aku pikir Yang Mulia tidak datang," ucap Xiao Zhou.
"diam lah menantu, kami sedang menyamar apa pelindung tubuh ku tidak bisa menutupi penyamaran kami, secara aturan kami tidak boleh datang ke tempat ini, tapi aku ingin melihat Puteri ku di hari yang sudah begitu di impikan nya." ucap Orang yang di panggil Yang Mulia itu.
"ohh seperti Yang Mulia tidak ingin di kenali, aku mengerti, maafkan aku, seperti nya aku salah mengenali orang," teriak Xiao Zhou kencang, menatap sekeliling, yang sekarang berpura-pura tidak mengenali orang itu
"hemm... dasar menantu bodoh, bagaimana Puteri ku bisa memilih mu? saat ini yang duduk di singgasana di istana langit hanya ilusi ku, cepat hantarkan kami ke tempat yang sedikit tersembunyi," ucap orang bercaping itu.
Xiao Zhou sedikit membungkuk dan mengantar kedua orang itu, dan duduk paling belakang dan sedikit tersembunyi.
Matahari sudah mulai terlihat, tampak para undangan sudah mulai berdatangan, hanya beberapa orang saja yang di undang, kerabat para istri Xiao Zhou sudah datang beberapa hari sebelum pernikahan, mereka menginap di rumah tamu yang di siapkan.
Setiap malam mereka semua menghabiskan malam dengan minuman, hampir semua ayah mertua, dan kerabat Xiao Zhou memiliki kemampuan kultivasi tinggi.
Lou Fang, Lun Xiang Tien, Zhang Gong ayah dari Kaisar Zhang Rui adalah mantan jendral kekaisaran Wang, Long Fei putera Yun Li Wei, Dewa kebijaksanaan, dan juga bawahan Xiao Zhou mereka berkumpul setiap malam, dan di penuhi dengan cerita tentang masa lalu mereka yang menggetarkan bumi.
Di ruangan Xiao Zhou Yun Li Wei sedang membantu suami nya berpakaian, beberapa kali wanita itu harus memukuli nya agar mau mengenakan hiasan seorang mempelai pria.
Wajah Yun Li Wei terlihat sedikit pucat, dan mendekati Xiao Zhou yang sudah rapi dan mengenakan pakaian serta hiasan mempelai pria, pemuda tampan itu menatap dalam istrinya itu.

ilustrasi Yun Li Wei.
"hihi.... suami kenapa kau menatap ku seperti itu, apa aku terlihat begitu cantik?" goda Yun Li Wei.
"kau benar-benar cantik, tapi Wei'er... beristirahatlah kau terlalu sibuk," ucap Xiao Zhou, dan ujung jari panjang nya menyentuh tahi lalalt di ujung mata indah istrinya itu.
"aahhh... tidak apa-apa, aku juga ingin menikmati kebahagiaan ini bersama keluarga kita," ucap Yun Li Wei.
"aku mengerti, tapi bagaimana dengan putera kita?" ucap Xiao Zhou.
"Putera kita sedang bermain di taman dengan saudara nya, dia terlihat begitu nakal, Dewa Pengetahuan terlalu memanjakan nya," ucap Yun Li Wei, tersenyum.
"maksud ku bukan Wei Jin istriku, tapi Putera kita yang satu ini," ucap Xiao Zhou sambil mengelus perut Yun Li Wei dan memasukkan tangannya ke perut wanita cantik itu dan semakin lama sedikit agak kebawah membuat wanita itu sedikit terpekik.
__ADS_1
"mmmsss.... apa maksud mu suami? lepaskan tangan mu, aahhsss... i-tu hampir masuk," ucap Yun Li Wei memejamkan matanya, dan tiba-tiba tersadar dengan apa yang di ucapkan suami nya, matanya terbelalak dan menatap mata biru Xiao Zhou.
"suami.... kau sedang tidak bercanda bukan?" ucap Yun Li Wei dan meraba nadi nya.
"suami.... aku hamil lagi," ucap Yun Li Wei kegirangan tubuh nya hampir meloncat-loncat.
"ada apa ini? kenapa ibu begitu terlihat bahagia?" tanya Long Fei menatap ibu nya.
"dan kau bocah lepaskan tangan mu dari tubuh ibuku," ucap Long Fei lagi.
Yun Li Wei yang baru tersadar jika jemari Xiao Zhou sedang berada di bibir milik dengan cepat menutupi pandangan Long Fei dan menghempaskan jemari nakal Xiao Zhou tetapi pelan agar tidak terlihat jika tangan itu keluar dari milik nya oleh Long Fei.
"Putera ku... ibu begitu bahagia, seperti nya sedang mengandung lagi," ucap Yun Li Wei mendekati putera pertama nya yang sedang menggendong Wei Jin di punggung nya.
Long Fei tersenyum lebar mendengar kabar dari ibunya itu,
"hahaha... Wei jin apa kau dengar, seperti kita akan memiliki saudara lagi, haha... itu bagus, aku dengan senang hati akan menindas adik-adik ku ini," ucap Long Fei.
"kakak Long, aku yang akan menindas mu saat aku seperti mu kelak," ucap Wei Jin.
"hahaha... baiklah kau boleh menindas ku, asal kau memiliki kemampuan, kakak akan mengajarimu cara agar kau mampu menindas kakak mu ini," ucap Long Fei sambil mengusap kepala Wei jin.
Dewa pengetahuan sudah masuk ke ruangan itu, dengan sedikit mengendap-endap,
"hihihi... Dewa Chan kau tidak perlu terlalu sungkan, kau datang saja kami sudah beruntung," ucap Yun Li Wei.
"Dewa pengetahuan kau sedang tidak melakukan kejahatan bukan? kau terlihat begitu gugup," ucap Long Fei kesal.
Dewa pengetahuan melambaikan tangan nya seperti mengisyaratkan tidak ucapan Long Fei,
"aahhh... bukan itu pangeran iblis, kami para Dewa memiliki aturan, kami tidak boleh menghadiri pernikahan bagi pelanggar perintah Kaisar Langit, Puteri Yun Qixuan adalah orang yang dulu melanggar perintah Kaisar Langit, jadi aku datang secara sembunyi-sembunyi," ucap Dewa Pengetahuan.
dan tiba-tiba saja Wei Jin datang memeluk Xiao Zhou.
"ayah apa itu rute punggung serigala?" ucap Wei Jin yang kelak bergelar Sastrawan tangan Dewa
Xiao Zhou memeluk Putera nya, dan Dewa pengetahuan memejamkan matanya dalam-dalam.
"demi pengetahuan.... apakah sudah waktunya, dia masih begitu kecil," ucap Dewa Pengetahuan.
"apa maksud mu Dewa Pengetahuan? suami apa maksud semua ini?" tanya Yun Li Wei yang melihat perubahan wajah Xiao Zhou.
"putera ku Yun Wei Jin, mulai hari ini kau ikut lah dengan kakak mu Long Fei, belajar lah dari nya," ucap Xiao Zhou.
__ADS_1
"ayah.... apa aku melakukan kesalahan lagi? kenapa aku harus berpisah dengan mu dan juga ibu?" tanya Wei Jin.
"kau sama sekali tidak melakukan kesalahan murid ku sayang, kau hanya mulai menjalankan takdir yang sudah di garis kan untuk mu," ucap Dewa Pengetahuan.
"apa maksud mu bocah tengik? berani nya kau memisahkan ibu ku dengan putera yang begitu di sayangi nya," ucap Long Fei memegang kerah pakaian Xiao Zhou.
Yun Li Wei terdiam tatapan nya kosong dan mendekati putera dan memeluk nya,
"Putera ku... ingat pesan ibu mu ini, belajar lah yang giat, dan jangan nakal dengan kakak mu, ibu dan ayah mu akan sering mengunjungi mu," ucap Yun Li Wei dan mengeluarkan air mata nya.
Long Fei melepaskan tangannya di kerah pakaian Xiao Zhou dan menunduk mendekati Wei Jin yang sedang di peluk ibu nya.
"ibu... jangan khawatir aku akan menjaga nya seperti putera ku sendiri, bahkan lebih," ucap Long Fei yang memang begitu menyayangi Wei Jin semenjak kecil.
"aku percaya panda mu," ucap Yun Li Wei dan berdiri.
"kakak Long.... apa kakak memiliki buku metode nafas api," tanya Wei Jin.
"hemmm.... itu, tentu saja, biar nanti kakak belikan untuk mu," ucap Long Fei sedikit gugup dan meninggalkan tempat itu sambil menggendong Wei Jin di punggung nya, dan diikuti oleh Dewa Pengetahuan.
Yun Li Wei merebahkan kepalanya di dada Xiao Zhou
"suami kenapa seperti ini? dan apa itu rute punggung serigala?" ucap Yun Li Wei.
"itu awalnya adalah jalur perdagangan, rute itu membentang dari pesisir barat kekaisaran Wang hingga berakhir di sebelah timur reruntuhan kota tua bismir, jauh di timur kota tizmir ibukota kekaisaran zharzantium.
selama ribuan tahun jalur itu berganti fungsi dan di kuasai oleh para perampok, dan iblis berkekuatan tinggi, semakin lama kemampuan penghuni jalur itu semakin tinggi, tidak ada yang berani melewati jalur itu lagi, bahkan dewa sekalipun segan untuk sekedar lewat di tempat itu," ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou memegang kedua pipi Yun Li Wei, dan keduanya bertatapan
"semua orang akan menjalani takdir mereka istri ku Wei'er, putera kita tidak kemana-mana, dia akan menjadi raja di rute punggung serigala, kita tidak boleh menghalangi nya, setelah belajar dari Dewa, dia harus belajar pada raja iblis, itu akan membuat nya menjadi kuat, dan mengenal wajah palsu semua orang di sekitar nya, dia akan mendapatkan kehormatan nya sendiri, dan aku adalah salah satu raja di jalur itu di kehidupan pertama ku," ucap Xiao Zhou pelan
Mata Yun Li Wei sedikit melebar, dan mengangguk,
"sekarang aku bisa tenang jika kau sudah pernah menjadi salah satu raja di tempat yang akan di datangi Putera kita," ucap Yun Li Wei sambil tersenyum, meremas jemari Xiao Zhou di kedua pipinya dan mencium lembut bibir basah Xiao Zhou dan saling ******* dengan buas, tangan Xiao Zhou menarik pinggang ramping Yun Li Wei dan merasakan sesuatu menekan milik nya.
"aahhhsss.... suami tiba-tiba saja aku sedikit panas," ucap Yun Li Wei, dan menarik bokong suaminya sehingga benda itu semakin terasa.
wanita itu menggigit bibir menahan gejolak jiwanya,
"sebaiknya kita menyambut para tamu," ucap Xiao Zhou, tangan nya mulai masuk ke sela-sela belahan gaun Yun Li Wei
"tentu saja.... kita akan menyambut nya setelah urusan kita yang satu ini selesai, kita bisa melakukan nya tanpa melepaskan pakaian kita," ucap Yun Li Wei menarik lengan panjang suami nya.
__ADS_1