Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
sekte giok biru


__ADS_3

Sudah dua hari badai salju tanpa henti melanda sebagian Kekaisaran Ming, udara dingin membuat tidak seorang pun ingin di luar rumah mereka.


begitu juga para penghuni villa kabut rindu, Xue memperkejakan lima pelayan di tempat itu, mereka semua dari binatang roh yang sudah mampu berubah wujud menjadi manusia. semua hanya tinggal di dekat perapian, karena halaman manjadi hamparan putih bersalju, pepohonan kebanyakan sudah tidak memiliki daun hanya meninggalkan ranting-ranting hitam, hanya sebagian jenis pohon cemara dan pinus yang masih memperlihatkan daun nya.


di atas danau beku kini sudah berdiri rumah panggung berlantai dua yang terbuat dari kayu, sangat indah, yang sekarang merupakan kediaman dari Xiao Zhou.


Rumah terapung itu terhubung dengan bangunan induk dari villa kabut rindu, melalui sebuah jembatan.


Xiao Zhou sedang sibuk membaca sebuah kitab di ruang baca rumah terapung itu.


'ini kitab pemberian dewa formasi tentang gerbang dimensi ruang, tehnik teleportasi atau membuat gerbang teleportasi tingkat menengah, hanya bisa berpindah tempat di bumi saja, batin Xiao Zhou, dan mulai giat berlatih tehnik ini, dalam satu bulan Xiao Zhou hanya mampu menguasai nya lima persen saja, ini sangat berbanding terbalik jika dirinya belajar tehnik bertarung.


"Tehnik ini sangat hebat, sayang tehnik ini tidak bisa di gunakan untuk bertarung karena membutuhkan waktu yang lama untuk berpindah" batin xiao zhou.


Saat makan malam bersama di villa kabut rindu.


"Istriku aku akan mendaftar masuk sebuah sekte," ucap Xiao Zhou kepada dua wanita yang duduk mengapit nya setelah hidangan makan malam masuk ke perut mereka.


"aku harus mendapatkan gelar alchemis, tanpa gelar itu pil yang aku hasilkan tidak akan bisa di pasarkan, dan di anggap pil berbahaya," ucap Xiao Zhou menjawab tatapan bingung kedua istri nya.


"apa itu lama suami kecil ku?" tanya Xue


"mungkin sekitar dua tahun," jawab Xiao Zhou seperti tidak yakin.


"baiklah suamiku.... tapi sering-seringlah pulang, kau tahu kami tidak bisa kau tinggalkan lama" bisik Liu Fenghua


"kami akan merindukan mu suami kecil ku terutama barang mu yang nakal ini" bisik Xue, sambil memegang kebanggan Xiao Zhou, yang memiliki ukuran satu setengah kali lipat orang dewasa pada umum nya.


Liu Fenghua mengangguk,


"itu benar" ucap Liu Fenghua setuju dengan perkataan Xue.


"Jadi kapan kau akan berangkat?" tanya Liu Fenghua lagi."


"Mungkin 10 hari lagi," ucap Xiao Zhou sambil menggelengkan kepalanya.


"baiklah suamiku jadi kita masih ada banyak waktu untuk itu," bisik Xue di telinga Xiao Zhou.


"Sebaik nya kita tidak membuang-buang waktu" ucap Xue lagi sambil menarik kerah leher pakaian Xiao Zhou dan menyeret nya ke ranjang nya.


Liu Fenghua hanya tertawa geli melihat kelakuan kedua orang itu.


"tunggu aku kakak rubah," teriak Liu Fenghua sambil berlari.


***


Raijuta sudah lebih awal berangkat ke ibukota.


Xiao Zhou merapal mantra nya sambil berkonsentrasi penuh, dan mulai terlihat lingkaran hitam di lantai sekeliling nya, dan tubuh nya tertelan ke dalam lingkaran hitam itu dan menghilang.

__ADS_1


Xue dan Liu Fenghua saling memeluk, saat melihat Xiao Zhou di telan lingkaran hitam di lantai kediaman mereka.


"kakak aku akan merindukan nya" ucap liu Fenghua sambil menatap lingkaran hitam di lantai itu sudah hilang.


"aku juga adik Liu, jawab Xue


****


Di ibukota di sebuah bangunan rumah makan lantai 5


lingkaran hitam di lantai muncul, Xiao Zhou merasa sudah sampai, mulai membuka matanya, dan tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di hidung nya..


plak.....


bommmm....


tubuh Xiao Zhou terlempar menabrak dinding,


"apa itu anda tuan muda?" tanya seorang wanita itu tak lain adalah Yumiko,


Xiao Zhou perlahan menatap kearah suara itu, terlihat wajah cantik yumiko dengan rambut di gelung keatas, dan sedikit basah pada ujung nya, dengan leher jenjang nya yang putih.


Mata remaja itu melihat semakin kebawah, betapa kaget nya Xiao Zhou melihat tubuh Yumiko hanya menggunakan beberapa kain saja, yang tidak sanggup menutupi bagian-bagian tubuh nya.


"maafkan aku nyonya, aku tidak tahu jika keluar di tempat seperti ini," ucap Xiao Zhou.


hari-hari Yumiko menjadi begitu berwarna, setelah kedatangan Xiao Zhou keduanya lebih sering menghabiskan waktu berdua, menikmati suasana ibukota atau sekedar membuat makanan di kediaman mereka.


satu bulan telah berlalu.


adalah sekte Giok Biru, adalah sekte yang di pilih oleh Xiao Zhou, karena memiliki nama besar, sehingga kelak pil yang di hasilkan Xiao Zhou memiliki nama yang cukup di segani karena memiliki lencana dari sekte Giok Biru.


sekte Giok Biru begitu tersohor, dan merupakan sekte terbesar ke dua di kekaisaran Ming, mereka memiliki murid dari para pembesar istana, dan yang paling membanggakan semua kerabat istana pernah belajar di sekte ini.


ini membuat sekte Giok Biru menjadi incaran bagi Putera-puteri pejabat dan bangsawan, ingin menjalin relasi dengan generasi baru istana.


merasa memiliki latar keluarga yang hebat, membuat para kultivator muda ini menjadi begitu sombong dan arogan, mereka memilih teman-teman dari kelas yang hampir sama saja, dan menindas yang di bawah nya.


dan saat ini Wei Jilli adalah penguasa kelas tertinggi, putera seorang perdana menteri, dan memiliki calon istri seorang puteri Kaisar maka lengkaplah sudah kekuasaan nya di sekte Giok Biru, bahkan para tetua sekte begitu hormat pada pemuda arogan ini.


Xiao Zhou sudah resmi menjadi murid sekte giok biru di bidang akademi alchemis, meski usia nya sudah 17 tahun, Xiao Zhou tetap dapat belajar alchemis, tidak ada pembatasan usia untuk masuk akademi ini, karena jarang ada yang memiliki bakat di bidang alchemis.


Xiao Zhou menyembunyikan tingkatan kultivasi di ranah mahir tingkat tiga, dimana pada tingkat mahir para murid sudah mulai memiliki kemampuan menggunakan unsur elemen.


***


dan bibit permusuhan dengan Xiao Zhou mulai muncul sejak kedatangan nya di tempat itu, dengan wajah yang begitu rupawan, dan dan senyum bersih di padu dengan postur tubuh yang tinggi, membuat Xiao Zhou menjadi bintang baru di kalangan gadis-gadis, sikap dingin dan acuh membuat setiap gadis menjadi penasaran.


hal ini membuat Wei Jilli begitu kesal, belum ada selama ini yang mampu berpaling dari nya, tetapi kini semua mata seperti sedang berpindah ke arah remaja dengan wajah acuh itu. dan kini Xiao Zhou sepenuhnya menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


****


Siang itu Xiao Zhou melangkah menuju tempat membuat ramuan, yang ada di gedung yang melewati bangunan untuk para kultivator.


Xiao Zhou melihat beberapa orang yang sedang berdiri, mereka adalah para penguasa di sekte Giok Biru.


"kau bocah... tunggu dulu," ucap seseorang yang baru saja Xiao Zhou lewati.


langkah Xiao Zhou terhenti dan berbalik sambil membungkuk.


"anda memanggil saya tuan muda?" ucap Xiao Zhou sopan.


"kau... mulai saat ini setiap aku lewat di depan mu kau harus membungkuk, kau mengerti?" ucap pemuda berusia sekitar 25 tahun itu.


Xiao Zhou yang tidak ingin terlibat keributan mengangguk.


"mengerti tuan muda," ucap Xiao Zhou


"sekarang aku akan memaafkan mu, tapi kau harus berlutut di depan ku dan memberi hormat" ucap nya lagi.


Xiao zhou yang merupakan reinkarnasi Sang Pembantai, sudah tidak tahan lagi, hampir menebas kepala orang itu, dirinya tidak pernah berlutut pada orang yang tidak tepat,


"aku tidak bisa melakukan nya tuan muda," ucap Xiao Zhou tenang, dan menahan kemarahannya.


pemuda itu tersenyum dengan sungging licik di sudut kiri bibir nya,


"apakau bilang? namaku Wei Jilli, aku adalah tunangan dari Puteri Kaisar Ming cepat berlutut," ucap Wei Jilli, sambil memukul perut Xiao Zhou, pemuda itu tidak merasakan apapun, tapi hanya berpura-pura kesakitan, melihat pimpinan mereka memukuli Xiao Zhou, teman-teman Wei Jilli pun ikut menghajar remaja itu.


Xiao Zhou yang mengetahui sifat pemuda seperti Wei Jilli, tidak akan puas jika lawan nya menyerah, membaringkan tubuhnya di tanah dan berpura-pura pingsan.


melihat Xiao Zhou pingsan, Wei Jilli pun tampak puas dan pergi meninggalkan xiao zhou yang tergeletak di tanah dengan pakain sobek, tidak ada yang berani membantu nya.


"kau tidak apa?" ucap seorang wanita membatu Xiao Zhou berdiri.


"aku tidak apa-apa nona terima kasih," ucap Xiao Zhou pergi meniggalkan wanita itu


Mata wanita itu terbelalak, melihat wajah Xiao Zhou.


"kauuu....???" cuma itu kata yang keluar dari bibir wanita itu, yang tak lain adalah puteri Ming Mei,


Puteri Ming Mei baru saja kembali masuk ke sekte Giok Biru setelah mendapatkan misi keluar dari sekte tersebut, dan tidak mengetahui gosip tentang Xiao Zhou di sekte nya.


Xiao Zhou mendaftar di sekte hanya fokus untuk mendapatkan gelar alchemis nya secepatnya, dan keluar setelah mendapat gelar itu, sehingga dirinya selalu menghindari segala masalah, dan menjadi pria yang dingin, tidak mempunyai teman, bahkan di hajar dan di ejek pun dirinya tidak peduli.


sikap dingin nya dan wajah tampan tak bercela nya ini menjadi bumerang bagi dirinya, semakin hari semakin banyak wanita yang menyukai sikap acuh nya itu, dan diam-diam Xiao Zhou selalu menjadi perbincangan di antara para wanita.


selain Wei Jilli, para pria menjadi iri dan kesal pada Xiao Zhou dan selalu ingin mencari gara-gara dengan nya, Xiao Zhou sebisa mungkin menghindar dari tatapan orang dan selalu memilih tempat-tempat sepi jika sedang istirahat.


.......

__ADS_1


__ADS_2