
pagi datang setelah sarapan Tang Bao berlatih memanah di pinggiran rumah mewah itu, dan melaporkan semua kejadian di rawa yang cukup jauh dari kota binjong.
"kita hanya perlu membunuh mahluk itu, maka tidak ada pil yang akan tercipta lagi," ucap Tang Bao sambil melepaskan tali busur nya, dan anak panah dari busurnya sudah bersarang tepat di sasaran nya.
"kelihatannya seperti itu," ucap Xiao Zhou dan matanya menatap ke arah seorang wanita dengan wajah begitu cerah dan halus dengan rambut di ikat ekor kuda dan mengenakan ikat kepala berwarna merah, mulai membidik papan sasaran dengan busur nya.
"wusshhhssss.... teeerrrrr....." suara anak panah bergetar menancap di papan sasaran.
"kakak Min Ji.... hari ini kau terlihat begitu sehat," ucap Park Geun Soo, yang melihat kakak sepupu nya begitu bersemangat.
"kau benar adik, aku belum pernah merasa sesehat ini sebelum nya," ucap Park Min Ji dan menyipitkan satu mata nya membidik sasaran.
pangeran ke empat berdiri menempel di belakang kekasihnya itu, tangan kirinya sesekali memegang lengan kiri Park Min Ji seperti memberikan pelajaran,
"ji'a.... posisi mu kurang tepat, lakukan seperti ini, dan tarik nafas dalam-dalam, dan juga tali busur bersamaan, dan tahan," ucap pangeran ke empat dan berusaha mencari kesempatan memeluk dan memegang tubuh wanita itu, seperti memberi petunjuk
mata Park Min Ji sudah tidak fokus lagi dengan sasaran nya dan lebih memperhatikan tangan pangeran ke empat, sesekali sudut matanya menatap ke seorang pelayan remaja yang berdiri dan sibuk berbincang tidak jauh dari Tang Bao.
"pelayan itu bahkan tidak menatap ke arah ku, dia sama sekali tidak merasa bersalah padaku, setelah apa yang di ucapkan dan memelukku kemarin," batin Park Min Ji, yang kali ini sudah menatap Xiao Zhou dengan tatapan kesal.
"Ji'a... berkonsentrasi lah, bidik dan lepaskan!!!!" ucap pangeran ke empat, membuat Park Min Ji tersadar dan menatap ke arah papan sasaran.
kali ini anak panah Park Min Ji tepat mengenai sasaran nya.
"hihihi... kau benar pangeran, terimakasih," ucap Park Min Ji dan sudut matanya sesekali menatap Xiao Zhou yang sudah melangkah meninggalkan Tang Bao.
"sebaiknya kau tidak belajar memanah Ji'a, kau bisa mempercayakan keselamatan mu padaku," ucap pangeran ke empat.
karena merasa di acuh kan oleh Xiao Zhou kemarahan Park Min Ji sudah tidak terkendali dan dengan cepat mengambil anak panah dan mulai membidik ke papan sasaran.
"aku percaya padamu pangeran, tapi aku ingin menghabisi orang-orang yang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan nya sendiri," ucap Park Min Ji, suara nya begitu kencang bahkan Xiao Zhou yang berada cukup jauh bisa mendengar nya.
matanya menyipit dan hanya sedetik tangan nya merubah arah bidikan nya dan melepaskan tali busur nya.
"wusshhhssss...." dan sebuah anak panah merobek lengan pakaian Xiao Zhou dan menancap di pohon yang ada di hadapan Xiao Zhou.
__ADS_1
Xiao Zhou berhenti sesaat, hanya menatap anak panah itu dan menggeleng,
"aku tidak ada waktu untuk ini," ucap Xiao Zhou dan melangkah lagi dengan acuh.
Tang Bao terlihat begitu marah dan mendekati Park Min Ji.
"apa maksud semua ini? nyonya Park kau hampir saja membunuh orang ku," ucap Tang Bao.
"benar... dari awal aku sudah tidak menyukai nya," ucap Park Min Ji dengan mata melebar.
"Ji'a.... sudah lah, tuan muda Liu aku rasa jangan di terus kan," ucap pangeran ke empat.
"kau? aku tidak bisa membiarkan ini," ucap Tang Bao menatap marah ke arah Selir Park.
pangeran ke empat menarik Tang Bao dan sedikit menjauh,
"tuan Liu? apa benar itu nama mu?" tanya pangeran ke empat dengan senyum yang di buat-buat.
"apa maksud mu pangeran?" tanya Tang Bao.
"sebaiknya kita lupakan masalah ini, lagipula anak panah itu tidak akan dengan mudah membunuh penguasa ke 15, jadi tidak ada yang perlu di panjangkan," ucap pangeran ke empat dengan senyum licik nya.
"bagaimana???"
"sudah cukup kau tidak perlu mengetahui bagaimana aku bisa tahu, jadi kau urus teman mu itu, dan aku mengurus kekasih ku," ucap pangeran ke empat, dan meninggalkan tempat itu sambil berusaha menenangkan Park Min Ji.
****
semakin hari kekesalan Park Min Ji terhadap Xiao Zhou semakin menjadi, dan selalu ingin mencari gara-gara kepada pemuda itu, namun Xiao Zhou selalu menghindar, dan tidak mempedulikan ucapan wanita itu, dan itu membuat Park Min Ji semakin kesal.
Park Min Ji yang mengetahui Tang Bao selalu makan bersama Xiao Zhou meminta untuk pangeran ke empat makan malam bersama mereka.
malam itu Xiao Zhou mengenakan pakaian putih dan di balut dengan jubah panjang hitam bermotif daun bambu, masuk ke ruang makan Tang Bao, dan mendapati ke empat tamu Tang Bao, dan juga nona Song Lung Yi mendampingi Tang Bao makan malam itu.
langkah nya terhenti dan semua mata menatap nya ke semua orang, kepala Park Min Ji sedikit miring, dan bibir Park Geun Soo sedikit terbuka menatap Xiao Zhou yang begitu berbeda jika mengenakan pakaian bangsawan dan melepas penutup kepala pelayan nya.
__ADS_1
Park Geun Soo melambaikan tangan nya ke arah Xiao Zhou tanpa mempedulikan orang yang berada di samping nya.
Xiao Zhou yang sudah terlanjur masuk, hanya menggeleng dan mendekati Tang Bao.
"tuan muda.... aku minta izin, aku ingin bertemu teman mancing ku, mereka mengadakan pesta karena mendapatkan ikan besar," ucap Xiao Zhou berbohong, berusaha cepat-cepat pergi dari tempat itu.
"baiklah Zhou'er.... pergilah, tapi apa kau tidak ingin makan dulu?" tanya Tang Bao.
"tidak... tuan muda, silahkan di lanjutkan saja, nyonya dan tuan, silahkan di nikmati hidangan nya," ucap Xiao Zhou membungkuk sopan dan melangkah ke arah pintu tempat nya masuk tadi.
"tunggu.... apa teman mancing mu lebih penting dari perintah majikan mu?" ucap Park Min Ji sinis.
"cepatlah duduk... kami tidak ingin menunggu hanya karena seorang pelayan," ucap Park Min Ji semakin marah.
Xiao Zhou yang sudah membelakangi mereka, hanya memejamkan matanya sesaat, dan menahan kesabaran nya,
"baiklah.... nyonya," ucap Xiao Zhou dan berbalik ke arah mereka.
"hihihi... itu bagus," ucap Park Geun Soo dan menepuk sebuah bangku yang kosong di samping nya.
Xiao Zhou hanya tersenyum tipis ke arah Park Geun Soo dan duduk si samping nya, membuat Kim bong Goo begitu kesal,
"aku kehilangan selera makan ku," ucap Kim bong Goo dan meninggalkan tempat itu.
Park Geun Soo seperti tidak peduli dan mulai berbincang dengan Xiao Zhou.
"makanlah yang banyak Zhou'er, agar tubuh mu berisi, kau lihat lengan mu ini begitu kurus, bahkan milik ku lebih besar dari punya mu," ucap Park Geun Soo dan menyumpit daging dan meletakkan nya di mangkuk Xiao Zhou.
"ehemmm.... adik sepupu jaga sikap mu, ingat dia hanya pelayan rendahan," ucap Park Min Ji.
"nyonya Park.... sebaiknya jaga bicara anda," ucap Tang Bao.
"itu adalah kenyataan, baiklah... maafkan aku tuan muda Liu," ucap Park Min Ji yang berusaha mengontrol kemarahannya.
pangeran ke empat meletakkan daging di mangkuk Park Min Ji dan tersenyum,
__ADS_1
"kebetulan kau ada di sini pelayan, aku ingin mendengar pendapat seorang pelayan, aku dengar penguasa ke 15 memiliki istri yang begitu cantik-cantik, bagaimana menurut mu calon istri ku ini?" ucap pangeran ke empat.
Tang Bao sedikit mengerutkan keningnya mendengar nama penguasa ke 15 di sebut di tempat itu.