Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.79


__ADS_3

"apa maksud nya itu? tolong jelaskan pada kami," ucap Zhang Rui yang juga mulai terlihat begitu khawatir.


"saat cermin langit di tahap ke empat, pria itu tidak dapat diserang, semua luka di tubuhnya akan kembali ke penyerang nya, jadi suami tidak dapat menghentikan waktu dan membunuh Dewa Wang Riu sedari awal tadi, seperti menghentikan waktu saat menghadapi sang pembunuh Dewa," ucap Ratu Xhin Ye.


"dan saat cermin langit di tahap delapan, dan saat huruf-huruf suci mengurung mereka, semua kemampuan suami akan terbaca oleh cermin langit," ucap Ratu Xhin Ye lagi.


semua mata yang awalnya menatap Ratu Xhin Ye kini beralih ke arah dua pria yang masih saling menatap itu.


"tatap lah suami kalian kali ini, karena ini mungkin... mungkin saja untuk yang terakhir kalinya, tatap lah dia kumohon," ucap Ratu Xhin Ye terus menatap ke arah suaminya, jemari kurus nya mencoba menahan bibirnya yang bergetar.


semua wanita itu melakukan apa yang diucapkan oleh Ratu Xhin Ye, semua mata menatap Xiao Zhou diiringi air mata mereka,


"suami kau sudah berjanji untuk kembali pada kami, dan... da-n kau harus menepati nya," ucap Park Min Ji dengan suara yang juga bergetar sambil mengelus perutnya.


Xiao Zhou mencabut pedang kematian, dan melesat ke arah Wang Riu dan menjadi bayangan seekor burung Phoenix hitam,


"traankkkk...."


"trannnnkkkkk...."


"sreeessstttt...."


Dewa Wang Riu membiarkan saja beberapa tebasan ke tubuh nya, dan menahan hanya sekenanya saja,


"hukkkk...." seteguk darah menyembur dari sela-sela topeng Xiao Zhou, pakaian nya sudah tersayat benda tajam,

__ADS_1


"hahaha.... kau benar-benar iblis, kau tidak mampu berpikir dengan jernih, bagaimana kau menyerang ku? setiap luka yang kau berikan akan kembali pada mu," ucap Dewa Wang Riu.


*****


di sisi lain Dewa Wang er-lang, sudah terluka serius, roda-roda milik tidak mampu menahan tebasan pedang api purba, udara begitu panas, tornado api sudah bermunculan dimana-mana, bahkan para manusia yang menyerang pulau keseimbangan mulai ikut terbunuh oleh panas nya pedang itu.


semakin lama udara semakin panas dan halaman pulau keseimbangan berwarna merah, pohon-pohon sudah kehilangan daun nya, dan menghitam, wajah jendral Yuan Zhou juga semakin panik, kini tidak hanya lengan kanannya saja yang menghitam, tapi dada dan leher mendekati rahangnya juga di penuhi urat kemerahan.


melihat Dewa Wang er-lang sedang bersila mengatur energi qi nya, jendral Yuan Zhou melesat ke arah gubuk Jung Min Ha, tampak siluman laba-laba yang sudah mulai pulih, dan duduk di ruangan tidur nya yang kecil, dan uap hitam menerobos ruang yang di tempati siluman laba-laba, uap hitam menyelimuti tubuh mengairahkan wanita itu, membawa ke udara, dan perlahan uap itu menjadi sosok jendral Yuan Zhou, tangan kiri jendral Yuan Zhou sudah mencekik wanita itu di langit-langit ruang tidur nya.


"nyonya... sebenarnya aku tidak ada dendam padamu, tapi kau harus mati di tangan ku karena aku membutuhkan hawa Yin semesta milik mu ini," ucap jendral Yuan Zhou.


siluman laba-laba sedikit bingung dengan ucapan jendral Yuan Zhou, dan mulai mengerti jika dirinya dikira iblis langit oleh pria yang mencekik nya itu,


"kau Dewa pengecut... kau tidak akan mampu menghadapi suami ku, apapun yang kau lakukan, jadi bunuh lah aku," ucap siluman laba-laba.


Shinobi itu terlempar begitu jauh dan menghacurkan kebun tanaman obat, dengan luka di wajah,


"kakak... " teriak Shinobi itu namun tidak dapat mengerakkan tubuh nya, hanya menatap dari lubang besar di dinding gubuk itu.


siluman laba-laba menggelengkan kepalanya sebagai isyarat agar Shinobi itu tidak menyerang lagi.


jendral Yuan Zhou membuat energi pelindung di sekitar nya, dan mulai menghisap jiwa dari siluman laba-laba itu, Shinobi berambut putih itu mengeluarkan semua energi nya, namun tidak mampu memasuki bulatan energi pelindung dari jendral Yuan Zhou.


"tidakkk.... lepaskan kakak ku...." teriak Zhan Ji dan menebaskan pedang pendek nya ke arah bulatan energi itu.

__ADS_1


mata jendral Yuan Zhou melebar, dengan sorot penuh kemarahan, nafas jendral itu mulai tersengal,


"jiwa mu begitu beracun, kau bukan iblis langit, katakan siapa kau wanita siluman," teriak jendral Yuan Zhou begitu marah.


jendral Yuan Zhou melemparkan tubuh siluman laba-laba, dan Shinobi itu menangkap tubuh wanita itu dan mendapat sambil memeluk wanita itu, tubuh keduanya menembus dinding lain di gubuk itu.


"kakak.... sadarlah," ucap Zhan Ji, sambil memegang wajah siluman laba-laba, namun wanita itu hanya memebeku mata terbuka namun sorot matanya kosong.


"aahhkkk.... aahhkkk.... " teriakan jendral Yuan Zhou menggelegar di seluruh ruangan kecil gubuk Jung Min Ha.


tubuh nya mulai seperti bergerak sendiri, beberapa cula panjang berwarna merah, muncul di tubuh nya, dari siku, dada, kaki nya, dan di beberapa bagian tubuh lainnya.


dan puluhan roda besar bergerigi tajam melesat dari udara dan


bommm......


puluhan roda besar itu menghantam tanpa ampun gubuk itu membuat nya menjadi serpihan kecil-kecil, dan diselimuti debu yang begitu tebal.


Dewa dengan penutup kepala berbentuk setengah kerucut melayang di udara, menatap ke arah Shinobi itu.


"adik ke tujuh, bawa kakak mu pergi, aku masih bisa merasakan setengah jiwa nya," ucap Dewa Wang er-lang.


jendral Yuan Zhou yang berhasil lolos dari serangan Dewa Wang er-lang, sudah berada jauh dari bekas gubuk Jung min Min Ha, pria itu melangkah gontai, otak nya yang sudah keracunan mulai menyerang sembarangan dan menggila.


pria itu sudah tidak membedakan lawan ataupun kawan, tebasan energi pedang api purba itu membakar apapun di sekeliling, rumah-rumah mulai terbakar, bebatuan pun meleleh dan terlihat seperti lava pijar, pulau keseimbangan mulai membara.

__ADS_1


****


__ADS_2