Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch 24


__ADS_3

"bunuh semua nya, bunuh tanpa ada rasa belas kasihan untuk mereka," ucap Adipati Zhou pelan, menekankan setiap kata demi kata, bahkan beberapa tetes liur nya menyembur di wajah jendral nya karena begitu marah.


para jendral nya dengan cepat meninggalkan ruang tidur nya, dan meninggalkan beberapa pelayan dan bawahan yang terlihat begitu pucat karena ketakutan.


Adipati Zhou menyeret ujung pedang nya di lantai dan melangkah keluar ruangan nya, dan menyaksikan ratusan prajurit yang menjaga ular sumsum berlutut di halaman luas, dan mulai dipenggal.


"cari keseluruhan kota, jangan sampai ada yang terlewatkan, jika ada orang asing dengan pedang melengkung, tangkap saja!! tidak ada yang boleh keluar kota binjong sebelum berhasil menangkap pembunuh peliharaan ku, dan juga panggil semua mata-mata ku yang ada di kota ini," ucap Adipati Zhou yang mengetahui para penjaga yang di bunuh Xiao Zhou memiliki luka dari jenis pedang melengkung, dan sebuah bayangan muncul di belakang nya pria mantan Kasim itu.


"perintah anda tuan?" tanya bayangan itu dan berubah menjadi manusia.


"peliharaan ku mati saat Kaisar Zhang, sedang berkunjung ke perbatasan, orang yang membunuh peliharaan ku, bukanlah orang sembarang, tidak mudah membunuh lima pendekar suci ku dalam satu pertarungan, sebar orang-orang mu, dan awasi ke empat perbatasan," ucap Adipati Zhou.


"apa anda ingin aku membunuh Kaisar Zhang?" tanya pria itu dengan wajah dingin.


"hihihi.... dengarkan aku bocah bodoh, jika membunuh kaisar Zhang semudah ucapan mu mungkin Kaisar wanita itu sudah membusuk saat ini, ingat Kaisar Zhang adalah wanita terkuat di dataran utama, apalagi dengan suami nya penguasa ke 15, bahkan Kaisar zharzantium tidak berani menyinggung wanita itu, satu saja kata bodoh keluar dari bibir mu, mungkin kota binjong akan berhadapan dengan pasukan suku bul-bul, aku tidak ingin kota ku hancur dalam semalam, jangan pernah berurusan dengan Kaisar Zhang, apa kau mengerti?" ucap Adipati Zhou Yun.


"aku pernah mendengar nya tuan, dan aku mengerti," ucap pria itu dan berubah menjadi bayangan lagi dan menghilang.


"orang-orang dari pulau keseimbangan sangat mengerikan, satu saja dari mereka mampu memporak-porandakan satu sekte besar," guman Adipati Zhou Yun yang pernah mendengar kehancuran sekte pilar keadilan, yang lenyap dalam semalam karena menyerang pulau keseimbangan.


***


Tang Bao dan Song Lung Yi melangkah dengan terburu-buru keluar dari keramaian kota binjong.

__ADS_1


"adik Song... ada penghianat di perkumpulan kita, misi kita telah gagal, sebaiknya kita kumpulkan orang kita, dan dua hari lagi kita semua akan keluar dari kota ini," ucap Tang Bao begitu serius.


Song Lung Yi hanya mengangguk, tampak wajah tegang nya juga begitu jelas.


****


di rumah mewah sewaan Tang Bao.


posisi Park Min Ji setengah duduk di atas meja di ruangan nya, Kim bong Goo dengan kedua paha luar nya mencoba melebarkan lutut wanita itu, tubuh wanita berkaki panjang itu miring kebelakang dengan bertumpu pada kedua lengan nya,


"aahh," sedikit suara perlahan dari Park Min Ji saat kedua kaki tidak mampu merapat lagi, dan tubuh Kim bong Goo sekarang sudah hampir menempel di sela paha wanita anggun itu.


"kau bahkan tidak memerlukan minyak wangi nyonya, karena tubuh mu sudah begitu harum alami, keindahan tubuh mu membuat ku gila," puji Kim bong Goo seperti anjing yang sedang mengendus permukaan leher hingga bahu yang terbuka di hadapan nya.


"tolong hentikan...., aku akan membayar mu mahal," ucap Park Min Ji dengan tangan terkepal karena marah.


Kim bong Goo hanya tersenyum penuh kemenangan,


"andai saja orang lain, mungkin aku bersedia menerima uang nyonya, tapi maafkan aku, tubuh indah mu tidak bisa di gantikan uang berapapun, kau seperti berlian hidup bagiku," ucap Kim bong Goo.


Park Min Ji menatap tajam ke arah Kim bong Goo, dengan sorot penuh kebencian.


"haha.... kau bahkan tidak mengeluarkan air mata nyonya, aku sangat menyukai wanita tegar seperti mu, sebaiknya kita tidak membuang waktu, ranjang hangat kita sudah menanti," bisik Kim bong Goo dan tangan kirinya menarik pinggang Park Min Ji sehingga tubuh mereka sudah menempel di pinggiran meja.

__ADS_1


"hakk...." sedikit pekikan saat wanita itu mencoba menahan tarikan di pinggang nya.


"aku sudah mengajari kekasih mu itu tehnik Wales emas, sekarang kau akan belajar dari ahli nya nyonya, hehehe...," ucap Kim bong Goo, mencoba menggendong Park Min Ji menuju ranjang megah milik mantan selir itu.


namun samar-samar terdengar suara langkah kaki mendekat membuat kedua orang itu saling bertatapan sesaat.


"kakak sepupu...., apa kau sudah berkemas?" terdengar suara Park Geun Soo dari luar ruangan Park Min Ji.


Park Geun Soo seperti biasa masuk tanpa permisi karena kebetulan pintu ruangan Park Min Ji tidak tertutup.


Park Min Ji dengan cepat mendorong dada Kim bong Goo sehingga mereka tidak menempel lagi,


"apa yang sedang kalian bicarakan?" ucap Park Geun Soo dan menatap kedua nya yang hampir menempel, dengan kening berkerut.


"kalian berdua tampak mencurigakan?" ucap Park Geun Soo lagi.


Kim bong Goo berhenti dan dengan cepat berbalik menatap Park Geun Soo, dan Park Min Ji juga merapikan gaun nya turun dari meja yang awalnya setengah duduk dan hanya diam di belakang Kim bong Goo.


"aku hanya memberitahu nyonya Park, untuk bersiap karena tiga hari lagi akan berangkat ke puncak gunung hunzu," ucap Kim bong Goo.


Kim bong Goo mendekati Park Min Ji dan berbisik,


"urusan kita belum selesai nyonya, persiapkan dirimu, bercukur lah aku sangat menyukai milik wanita yang bercukur," ucap Kim bong Goo pelan, dan meninggalkan Park Min Ji dengan rahang bergeretak.

__ADS_1


***


__ADS_2