
Di atas ranjang di kamar milik Yumiko.
"baiklah nyonya... maafkan aku, seperti nya hari ini hari keberuntungan ku," bisik Xiao Zhou di telinga Yumiko.
Mendengar bisikan Xiao Zhou, hati Yumiko bersorak bahagia, dan tersenyum dengan wajah merona merah.
"Jangan banyak bicara nikmati saja keberuntungan mu malam ini," ucap Yumiko.
Yumiko yang sudah tidak tahan, mulai menyerang dan memegang kendali, tubuh Xiao Zhou di dorong hingga berbaring, Yumiko mulai merangkak diatas tubuh Xiao Zhou, mata nya begitu sayu, dan sambil menggigit bibir bawahnya, dan melepaskan pakaian bawah Xiao Zhou.
Meskipun pakaian mereka masih tersisa sedikit, tapi tubuh mereka sudah siap untuk bersatu, mata Yumiko terbelalak, dan bibir nya terbuka menatap kearah pusaka Xiao Zhou, dan tersenyum kemudian.
"Seperti nya akan sedikit sulit, ini jauh berkali lipat lebih besar dari punya mendiang suamiku dulu,"bucap Yumiko bergairah.
Suara yumiko tercekat, saat memulai nya, meski sudah begitu basah tetapi masih mengalami kesulitan, dan tidak lama berselang ******* mulai menggema ke seluruh ruangan.
Karena di pengaruhi racun sekte laba-laba, Yumiko seperti sudah tidak perduli lagi, untuk pertama kalinya Yumiko merasakan surga dunia yang, bahkan tidak pernah didapatkan dari pernikahan pertamanya, badan nya bergetar hebat, ******* berubah menjadi teriakan, Yumiko begitu cepat mendapatkan puncak, karena besar benda itu
"eenghhhhhh.....," dan tubuh yumiko melenking, dan berkejut-kejut, nafas nya seperti berhenti sesaat, dan tubuh wanita itu melemah dan tertidur beberapa saat, tapi tidak berlangsung lama, tubuh nya kembali terasa panas dan begitu selanjutnya berulang-ulang.
***
Malam berganti pagi, pagi berganti siang, siang berganti malam, mereka masih bergulat di dalam kamar, Yumiko yang seperti kuda liar dan ingin terus merasakan puncak dunia.
" aku tidak menyangka, kau memiliki benda begitu besar dan perkasa tuan muda, seperti nya efek racun nya sudah hilang," ucap yumiko, kepala nya rebah di atas dada Xiao Zhou, tangan nya memeluk tubuh xiao Zhou dengan lembut, dan terlelap dalam mimpi indah nya.
"sebaik nya kau beristirahat," ucap Xiao Zhou mengelus lembut kepala Yumiko, mereka pun tidur berpelukan, senyum puas di bibir yumiko yang mulai bernafas dengan teratur.
****
Pagi berikut nya mereka terbangun...
"kau masih ingin tidur," tanya Xiao Zhou
"seperti nya aku sudah segar lagi sekarang," guman Yumiko.
"bagaimana jika kita mandi bersama," bisik Xiao Zhou
"he'eh.." yumiko menganggukan kepala nya seperti seorang gadis remaja yang sedang kasmaran, Xiao Zhou mengendong yumiko ke ruangan untuk membersihkan diri dan masuk ke bak terbuat dari kayu, dan menghangatkan air di dalam nya dengan elemen api nya.
"sebaik nya kau jangan memanggilku tuan muda lagi, panggil apa saja terserah kamu saja" ucap Xiao Zhou.
"baiklah" ucap yumiko, tersenyum cerah memperlihatkan gigi gingsul pada bagian taring.
"tapi apakah setiap bercinta wanita bergetar seperti itu dan sangat nikmat?" tanya Yumiko
dan bercerita bahwa selama menikah dirinya tidak pernah merasa nikmat, bahkan kadang hanya terasa perih, dirinya hanya menjalankan tugas nya sebagai istri, dan melahirkan anak untuk suaminya.
"apakah semalam pertama kalinya kau merasakan itu?" tanya Xiao Zhou
yumiko hanya mengangguk wajah nya memerah karena malu, tubuh nya merasakan panas lagi di bagian itu.
"semalam sangat nikmat, maaf semalam aku pipis di atas mu, aku sudah tidak tahan," ucap Yumiko mata nya tidak berani menatap Xiao Zhou karena malu.
xiao Zhou hanya tersenyum....
__ADS_1
mereka saling menggosok membersihkan tubuh satu sama lain.
"apa efek racun nya kambuh lagi tanya?" tanya Xiao Zhou
"seperti nya begitu," bisik Yumiko berbohong, dengan tersipu malu karena ia juga sudah sangat menginginkan nya lagi, dan mereka melakukan lagi.
*****
Raijuta membersihkan tubuh Shiek Hai yang berantakan di lantai tiga
"seperti nya semalam ada binatang buas yang sedang menghancurkan tubuh seorang pria di lantai tiga," ucap Raijuta.
Xiao Zhou tidak menjawab hanya mengangguk,
"paman Raijuta sekarang aku punya perintah untuk paman" ucap Xiao Zhou.
"paman akan menjaga bibi Yumiko saat aku di di sekte," ucap Xiao Zhou lagi.
"baiklah zhou'er" ucap Raijuta
"oh ya paman... tolong cari informasi tentang Wei Xiang dan katakan padanya bahwa teman nya Shiek Hai sedang menunggu nya di neraka," ucap Xiao Zhou dengan tatapan penuh hawa pembunuh.
"baiklah... aku mengerti, anggap saja orang yang bernama Wei Xiang itu sudah selesai," ucap Raijuta mantap, menyelinap pedang saljunya dan melangkah meninggalkan kediaman Yumiko.
****
Di sekte Giok Biru.
beberapa hari ini Xiao Zhou disibukan banyak latihan dari akademi alchemis, dan dalam dua hari ini, Xiao Zhou di berikan misi dari sekte untuk meneliti penyakit di suatu desa di perbatasan dengan kekaisaran Song, Xiao Zhou bahkan tidak dapat pulang ke kediaman Yumiko, seperti yang biasa di lakukan nya.
terlihat hari itu wanita yang di panggil puteri Ming Mei juga sedang duduk dengan kekasih nya tak jauh dari tempat Xiao Zhou duduk, mereka terlihat tersenyum dan sangat mesra, keduanya seperti menunjukkan kemesraan di hadapan Xiao Zhou.
'cih....," guman Xiao Zhou pelan dan memejamkan mata sambil menikmati guci nya lagi
"berapa lama lagi dirinya akan tinggal di sekte ini?" batin Xiao Zhou.
setidak nya dirinya mencapai alchemis tingkat menengah baru bisa mengeluarkan pil untuk bisa di jual kepada umum.
" hemmmm... seperti nya bakal butuh waktu lebih lama" guman xiao Zhou lagi.
sekarang xiao zhou baru mencapai alchemis tingkat awal di tingkat 4
tingkatan seorang alchemis
tingkat awal : ( ada 5 tingkatan)
tingkat menengah : ( ada 5 tingkatan)
tingkat akhir (5 tingkatan)
tingkat bumi( 5 tingkatan)
tingkat langit ( tidak ada tingkatan) biasa nya menjabat tabib agung suatu kekaisaran..
"sebaik nya aku menyiapkan keperluan untuk besok" batin Xiao Zhou dan melangkah keluar sekte dengan langkah acuh, menuju kediaman Yumiko.
__ADS_1
saat akan keluar sekte Xiao Zhou berpapasan dengan Puteri Ming Mei dan kekasih nya tangan puteri bergelut pada lengan kekar kekasih nya membuat kesombongan laki-laki yang di panggil Wei Jilli itu semakin menjadi,
Xiao Zhou memberi jalan dan membungkuk kepada pasangan itu.
"hormat tuan muda Wei" ucap Xiao zhou dengan wajah datar.
Wei Jilli memandang Xiao Zhou dengan sangat marah karena wajah xiao zhou yang datar tidak memperlihatkan ketakutan bertemu diri nya.
"kau cepat pergi dari hadapan ku bocah sialan" umpat Wei Jilli.
"baik tuan muda," ucap Xiao Zhou segera meninggalkan mereka dengan cepat di ikuti pandangan kesal dari Puteri Ming Mei.
Xiao Zhou tidak mengerti mengapa Puteri Ming Mei memandang dirinya seperti itu, tapi dirinya juga tidak peduli dan segera mencari toko herbal untuk persiapan misi dari sekte.
****
mereka 10 orang dari akademi alchemis dari berbagai tingkat,
5 orang satu tingkat dengan xiao zhou, dan 5 lain nya dari tingkat menengah sampai tinggi, dan satu orang tetua dalam bidang alchemis.
"sebaik nya kita segera berangkat" ucap tetua itu, dan meninggalkan sekte giok biru, di ikuti oleh kesepuluh orang itu termasuk Xiao Zhou.
di depan mereka juga sudah berangkat lebih awal, 10 para kultivator muda dari sekte Giok Biru ketempat yang sama dengan Xiao Zhou, tetapi berbeda misi, salah satu di antara mereka Puteri Ming Mei dan kekasih nya Wei Jilli,
butuh tujuh hari bagi mereka untuk mencapai desa tujuan mereka, rombongan Xiao Zhou hampir bersamaan dengan rombongan Wei Jilli, tiba di Desa itu.
para tetua dari dua kelompok itu menemui kepala desa dari desa itu, adalah Desa Bambu Hijau nama dari desa tersebut.
Xiao Zhou mengamati sekeliling desa tersebut, penduduk desa tersebut terlihat sangat murung, dari penuturan kepala desa, awal mula nya salah satu warga nya di serang binatang sejenis serigala, dan setelah orang terserang serigala itu sakit karena terdapat racun dari gigitan serigala tersebut dan menular pada beberapa warga sekitar, sehingga warga tidak ada yang berani keluar rumah takut tertular penyakit.
Para rombongan sekte Giok Biru di berikan tempat kediaman, sebuah bangun yang cukup besar untuk beristirahat, karena lelah perjalanan rombongan sekte Giok Biru pun tertidur untuk memulihkan tenaga.
keesokan harinya...
para alchemis di berikan tugas untuk memeriksa para warga yang terkena racun serigala tersebut termasuk Xiao Zhou, dan membuat laporan masing-masing.
Dan semua laporan sudah selesai, semua para alchemis menyimpulkan bahwa, mereka terkena racun serigala bertanduk yang merupakan binatang iblis yang banyak berkeliaran di hutan itu.
tetapi berbeda dengan laporan Xiao Zhou, karena kalah suara maka akhir nya laporan yang terbanyak dipakai pedoman, untuk membuat obat penawar racun serigala bertanduk yang sudah di ketahui kebanyakan alchemis.
Xiao Zhou pun tidak peduli, Xiao Zhou selalu berusaha agar dirinya tidak menjadi pusat perhatian.
.....
Para alchemis muda di beri kesempatan membuat pil untuk penawar racun serigala bertanduk termasuk xiao zhou, tiga jam akhir nya mereka selesai membuat pil penawar.
Xiao Zhou membuat poin tertinggi, berhasil membuat 4 pil dengan kualitas kemurnian 70 persen, (sebenar nya xiao zhou bisa membuat pil seperti ini, 100 butir dan tingkat kemurnian 90 persen dalam waktu kurang dari 2 jam)
sedangkan yang lain cuma mampu membuat 3 sampai 6 pil, dan mencapai kemurnian 40 sampai 50 persen saja.
.....
sedangkan misi dari kultivator muda dari sekte Giok Biru adalah memberantas serigala bertanduk yang meresahkan warga Desa Bambu Hijau.
.....
__ADS_1
"ini tidak beres mereka mengikuti sampai di tempat ini," guman Xiao Zhou, dan melangkah menuju kamar nya, untuk bersiap-siap bergerak nanti malam.