Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
mimpi terburuk naga emas Utara


__ADS_3

di istana iblis.


"kenapa mempelai wanita belum keluar juga, wanita memang selalu terlambat, mereka tidak akan keluar jika belum berdandan sempurna, hahaha" ucap Chen Yuan membuat lelucon yang sama sekali tidak lucu, tapi semua orang tertawa walaupun sedikit di paksakan.


meja-meja bundar dan dikelilingi tempat duduk, di atur sedemikian rupa, membuat aula itu tampak indah, dan para undangan sudah lama menunggu sambil menikmati hidangan di atas meja mereka masing-masing.


panggung besar di buat di depan meja para undangan, dan sebuah jalan berlapis karpet merah membelah aula itu menjadi dua bagian. dan jalan itu menghubungkan panggung mewah itu dengan sebuah pintu besar, para tamu masuk melalui pintu lain nya yang terletak di samping-samping aula itu.


di atas panggung di penuhi rangkaian bunga, dan ornamen indah khas pernikahan, tampak naga emas Utara duduk dengan mengenakan pakaian merah, dengan wajah terlihat sedikit tegang, dan di temani beberapa tokoh penting lainnya.


dan tiba-tiba beberapa orang masuk dan berbisik kepada naga emas Utara dan juga Chen Yuan yang ada di dekatnya,


"apa yang kau katakan, pernikahan ini di batalkan" teriak Chen Yuan dan mencekik salah satu orang yang memberi pesan itu, dan melemparnya ke arah jalan yang membelah aula tadi.


wajah naga emas Utara begitu terkejut, dan hanya duduk seperti tidak percaya apa yang terjadi, tangan nya mengepal dan hawa pembunuh memenuhi ruangan itu,


"siapa yang berani membatalkan pernikahan ini" teriak Chen Yuan dengan kencang membuat semua tamu undangan menjadi sedikit panik, karena naga api memang terkenal karena tempramen nya yang keras.


"katakan siapa yang berani membatalkan pernikahan ini" teriak Chen Yuan lagi


"aku"


sreeeggggg..... pintu besar itu terbuka tampak seorang pria tampan berusia sekitar 40 tahun, memasuki aula yang di penuhi ratusan tamu undangan.


wajahnya begitu tenang, melangkah di atas jalan berkarpet merah, pria tampan itu tidak lain adalah Long Fei.


"aku yang membatalkan nya" ucap Long Fei


"apa??? kau??? bajingan... kau akan menyesal karena sudah mempermalukan ku seperti ini, kau tahu? kau baru saja menggali kuburan mu sendiri" ucap naga emas Utara.

__ADS_1


"anggap saja seperti itu," ucap Long Fei dan menatap mata naga emas Utara seperti menantang.


"kalian semua yang tidak ingin terlibat keluar lah dengan tenang, kami ada urusan keluarga di sini" ucap Long Fei masih dengan tenang.


tanpa bertanya lagi semua tamu undangan keluar dari tempat itu dengan terburu-buru, hanya menyisakan beberapa orang, yang memiliki kepentingan saja.


"saudara Long Fei apa kau butuh bantuan ku? aku akan senang membantai anjing-anjing kecil ini, aku dan ibumu adalah teman lama, bahkan ibumu selalu memberi makan saat aku kecil" ucap Lun Xiang Tien.


"tidak, saudara Lun, aku sendiri akan memakan orang yang berpura-pura menjadi pengikut ku," ucap Long Fei dengan bibir bergetar karena geram.


"baiklah saudara Long Fei, jika itu keinginan mu, aku akan tetap di sini, dan memastikan ulat api itu tidak bermain curang" ucap Lun Xiang Tien sedikit menyingkir dari aula itu.


"saudara Lun Xiang Tien, kita sudah lama berteman, tapi kenapa kau menghinaku sekarang? kali ini sayang sekali kau salah memihak, jika kau memihak kami kau akan mendapatkan bagian dari harta yang kita rampas dari istana ini," ucap naga api, mencoba menarik Lun Xiang Tien ke pihak nya.


"haha... saudara ulat api, tidak usah banyak bicara sebaiknya kita bertarung di luar, sangat di sayangkan jika kalian menang, akan hanya mendapatkan puing-puing dari istana ini" ucap Lun Xiang Tien, membuat naga api dan naga emas sadar bahwa ucapan Lun Xiang Tien benar.


"kau benar ucap naga api" dan menerobos sebuah jendela dari kaca besar, dan di ikuti oleh naga emas, long Fei dan Lun Xiang Tien juga melakukan hal yang sama, kini mereka sudah berada di sebuah tanah lapang dengan rumput yang sudah di cukur begitu rapi, di belakang istana itu.


pangeran biarkan kami yang membunuh penghianat ini, ucap salah satu jendral kembar yang merupakan jendral muda dari istana iblis.


"tidak orang ini, memiliki kemampuan diatas kalian, biar aku saja yang membunuhnya, kalian semua menyingkir lah" ucap Long Fei datar.


wajah naga emas Utara sedikit pucat, dan terlihat senyum yang di paksakan di wajah nya,


"akhirnya kau tahu juga, ya aku hanya berpura-pura saja menjadi pengikut mu, hahaha... kau begitu bodoh, kau sama sekali tidak pantas menjadi majikan ku" ucap naga emas Utara.


"mari kita selesaikan sekarang" ucap Long Fei dan mengeluarkan pedang takdir, membuat tempat itu sedikit menjadi redup, awan gelap mendadak menutupi daerah sekitar istana iblis.


banyak orang yang menyaksikan dari jauh pertarungan dari empat orang terkuat di kekaisaran Wang itu, seorang pemuda begitu senang atas batal nya pernikahan ini, dan menyelinap masuk ke istana iblis mencari ruangan Yun Li Wei, pemuda itu tidak lain adalah Hua Ming.

__ADS_1


Hua Ming mulai melemparkan jarum beracun nya dan seketika para penjaga yang menjaga ruang tidur Yun Li Wei.


para penjaga itupun roboh dan menjadi biru keunguan serta tidak bernafas selama nya.


Yun Li Wei yang tidak boleh mengeluarkan energi qi nya hanya mendengar keributan di luar pintu nya, dan membuka untuk melihat nya, tampak Hua Ming sudah berdiri di depan pintu itu dengan tatapan liar, kearah tubuh indah Yun Li Wei yang terbalut pakaian pernikahan yang indah, dan melepaskan topeng nya.


"kau wanita tercantik yang pernah ku lihat nyonya, dan kau terlihat anggun menggoda terlepas pakaian apapun yang kau kenakan," ucap Hua Ming sambil membasahi bibirnya dengan lidahnya.


"hemm... aku sudah menduga kau akan mendatangi ruang tidur ku tuan Hua, kebetulan sekali, aku baru saja ingin mengundang mu ke tempat ini" ucap Yun Li Wei dengan senyum sedikit nakal ke arah orang di belakang nya.


"apa? ternyata kau bisa bicara begitu nakal nyonya, aku sudah tidak tahan lagi kali ini aku akan memuaskan mu" ucap Hua Ming dan melepaskan mantel nya dan masuk ke dalam ruang tidur Yun Li Wei serta menutup pintu ruangan itu.


"hihi... aku mengundang mu bukan untuk menghangatkan ranjang ku, tuan Hua tapi kekasih ku ingin bertemu dengan mu, aku dengar kau juga ingin menodai adik madu ku Dewi Li" ucap Yun Li Wei yang sekarang sudah memeluk Xiao Zhou.


mata Hua Ming tidak berkedip, begitu kecewa, dan malu, wajah nya begitu pucat melihat pemuda yang sangat di bencinya merupakan kekasih dari wanita yang begitu menggoda hasrat lelaki nya.


"a-pa pemuda ini yang kau maksud kekasih mu nyonya? bagaimana bisa terjadi? nyonya apakah kau tahu siapa pemuda ini, dia pasti telah menipu Anda nyonya, penipu ini sudah memiliki begitu banyak istri, sebaiknya kau menjauhi nya" ucap Hua Ming, menatap Yun Li Wei.


"kau terlambat memberi tahuku tuan Hua, bocah kecil ini sudah menaklukkan aku sepenuh nya, sekarang aku sudah menjadi milik nya, bahkan bayi di dalam perut ku ini adalah ulah nya," ucap Yun Li Wei.


bibir Hua Ming terbuka mendengar ucapan Yun Li Wei tentang kehamilan nya,


"jadi mereka sudah sering melakukan hal itu" batin Hua Ming begitu kecewa dan cemburu mendengar kenyataan bahwa pemuda yang di bencinya, memiliki semua wanita yang begitu di inginkan nya.


"kau penipu murahan, aku akan menghabisi mu kali ini, aku sangat menunggu kesempatan seperti ini, aku akan mengambil semua wanita mu, dan akan kujadikan budak nafsuku, hahaha..." teriak Hua Ming dan mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya.


Xiao Zhou melangkah mendekat ke arah Hua Ming,


"menjauh lah sedikit istriku, pemuda ini sudah gila, ini tidak akan lama" ucap Xiao Zhou dan mengeluarkan pedang panjang, yang mulia bersinar merah kehitaman, huruf kuno di pedang itu pun mengeluarkan sinar yang sama.

__ADS_1


"aku pastikan kau tidak akan lepas kali ini" ucap Xiao Zhou lagi, bola mata nya memerah, dan senyum tipis mulai terlihat.


"lingkaran pedang kematian" ucap Xiao Zhou dan membuat garis setelah lingkaran dari ujung pedang nya di lantai kamar tidur milik Yun Li Wei.


__ADS_2