Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
kembali nya ingatan Lun Zhing Yue


__ADS_3

Huang Lang dan Lun Zhing Yue memasuki gerbang rumah nya, dan di hadapan nya sudah ada seseorang yang menunggu nya.


"adik Lun masuklah lebih dulu, seperti nya kakek leluhur ada yang ingin di bicarakan dengan ku" ucap Huang Lang.


Lun Zhing Yue hanya mengangguk, dan membungkuk memberi hormat pada pilar langit Huang Fu, dan meninggalkan kedua nya di halaman rumah nya.


pilar langit Huang Fu, melambaikan tangannya, dan kini sebuah kotak perhiasan sudah ada di tangan nya.


beberapa saat pilar langit Huang Fu menatap isi kotak itu, dan meremas kotak itu beserta isinya hingga menjadi debu.


"aku tidak akan terkejut dengan kenyataan ini, karena yang mencuri benda ini dari mu itu sangat berbakat, tapi aku hanya begitu kecewa kepada mu, Lang'er" suara pilar langit Huang Fu terhenti.


"kenapa kau jadi begitu naif, kau bahkan tidak memiliki ambisi apapun kecuali pada wanita itu" ucap pilar Langit Huang Fu.


Huang Lang berlutut,


"maafkan ke bodohan ku kakek leluhur, aku akan mencari pencuri itu" ucap Huang Lang yang baru mengetahui jika isi kotak itu sudah di curi.


"hahahah.... kau jangan membuat ku tertawa, kau bahkan bukan apa-apa di hadapan nya, jika bukan karena hubungan darah, mungkin kau sudah jadi abu saat ini, tapi sudahlah, kau tidak bisa mengharapkan mu lagi" ucap pilar langit Huang Fu.


aku sudah banyak membantu mu, dari dalam kandungan aku sudah memberikan pil pada ibu mu, agar kau menjadi pria yang hebat, dan juga aku memberikan pil pada istri mu, agar tidak bisa mengingat kejadian di malam itu, seharusnya pikiran nya sudah sembuh beberapa tahun yang lalu, karena pusaka Dewi xhuwuan akan menyembuhkan ingatan nya, kau sendiri ada di tebing itu tiga tahun yang lalu, dan kau sudah memperistri wanita yang membela musuh kita, sekarang aku akan mengurus pencuri kecil itu dengan tangan ku sendiri" ucap pilar langit Huang Fu dan menghilang dari hadapan Huang Lang.


seorang wanita cantik mendengar semua pembicaraan kedua orang itu, dan melangkah masuk ke dalam kamar nya, dan mencoba mengingat apa yang terjadi selama ini.


"apa yang terjadi tiga tahun yang lalu" batin wanita itu kepalanya berdenyut hebat dan mulai tidak sadarkan diri.


****


pilar langit Huang Fu sudah berdiri di depan gerbang pulau keseimbangan, dan seorang lelaki besar dengan tubuh seperti batu melesat dari udara dan mendarat di hadapan nya, jembatan itu seperti bergetar dengan berat tubuh dari lelaki besar itu.


"oohhh... kau dewa pemburu, kau tidak bisa menghalangi jalan ku" ucap pilar langit Huang Fu.


"hei... kau datang ke tempat ini dengan hawa pembunuh begitu pekat, sebaiknya kau pergi dari tempat ini" ucap lelaki besar itu yang tidak lain adalah Yang Dong.


"dewa Yang Dong kau adalah dewa, tapi kau memihak pada iblis penguasa pulau ini, apa kau tidak memiliki otak di balik kepala mu yang keras itu" ucap pilar langit Huang Fu.


"apa kau bilang? langkahi mayat ku jika ingin mengacaukan tempat ini" ucap Yang Dong mata nya terbelalak marah.


"dengan senang hati" ucap pilar langit Huang Fu dan tangan kiri nya kini memegang pedang sembilan neraka.


keduanya saling bertarung, tangan kanan pilar langit Huang Fu melambai membuat sebuah segel menjepit tubuh Yang Dong, dan beberapa tebasan mengenai tubuh batu dari Yang Dong


prankkkkk.... segel itu hancur oleh tubuh keras nya itu.


dan Yang Dong melepaskan pukulan keras nya yang mengarah ke wajahnya pilar langit Huang Fu


blarrrrrrrr....

__ADS_1


pukulan keras Yang Dong di tahan oleh pedang sembilan neraka milik pilar langit Huang Fu, membuat tubuh pilar langit Huang Fu mundur beberapa meter.


"huuhhh... pukulan mu masih sangat keras, dan juga tubuh mu itu tidak dapat ku lukai sedikit pun" ucap pilar langit Huang Fu dan memasukkan pedang sembilan neraka nya dan sebuah pedang besar keluar dari cincin penyimpanan nya.


mata Yang Dong sedikit melebar,


"ini tidak bagus, pedang itu begitu terasa mengerikan" batin Yang Dong.


dan keduanya kembali bertarung dan sebuah tebasan keras mengenai lengan besar Yang Dong dan membuat lengan kanannya hancur, dan bersamaan dengan itu sebuah tapak tepat mendarat di dada nya.


bammmm......


aahhhhkkkkkk......


darah menyembur dari bibir Yang Dong, tubuh nya terlempar dan tepat berada di bawah gerbang pulau keseimbangan. dan kini seorang pria mendarat di samping tubuh Yang Dong dengan posisi setengah berlutut.


"dewa Yang Dong, kau beristirahat kini giliran ku" ucap pemuda itu, tanpa berekspresi.


"pendeta, kau jangan menghadapi nya, dia adalah pilar langit Huang Fu" ucap dewa Yang Dong.


"aku tidak peduli dia itu siapa, jika orang tua itu ingin menghancurkan tempat majikan ku, dia harus berhadapan dengan ku, Dewa Yang Dong kau adalah teman ku, dan aku tidak akan membiarkan kau mati sebelum aku" ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Yang Tian.


"ka-u pendeta bodoh," ucap Yang Dong dengan senyum di bibirnya.


dan sebuah bayangan hitam kini berdiri di depan Yang Tian,


"hahaha... ternyata ada tamu, mata sipit.... bawa teman batu mu pergi, orang tua ini biar aku yang menghadapi nya" ucap bayangan hitam itu yang kini menjadi pemuda dengan dua pedang runcing di tangan nya.


"hei kalian, tidak usah bertengkar, kalian akan mati semua di tempat ini" ucap pilar langit Huang Fu, dan mendekati gerbang pulau itu.


"masuklah tuan dewa, aku mohon masuk lah" terdengar suara penuh hawa kematian dari dalam pulau keseimbangan itu, dan semua orang menatap sumber dari suara itu.


dan seorang pria dengan wajah mirip harimau sudah berdiri dengan begitu tenang menatap pilar langit Huang Fu dengan begitu menyeramkan, dan tidak lama Xiao Zhou kini mendarat di samping nya, sudah melangkah mendekati tubuh Yang Dong.


wajah pilar langit Huang Fu terlihat begitu kesal,


"kau bocah pencuri keluar lah dari persembunyian mu ini, aku menantang mu" ucap pilar langit Huang Fu.


" tuan muda kau masih terluka, aku mohon perintahkan aku untuk keluar dari pulau keseimbangan ini, maka aku pastikan dewa sombong ini tidak akan melihat hari esok lagi" ucap tetua Zhifu yang kini sudah ambang gerbang itu wajah nya begitu dekat dengan wajah pilar langit Huang Fu.


"kau penjaga pulau, kau begitu sombong dengan kemampuan mu, jangan menguji kesabaran ku" ucap pilar langit Huang Fu.


"hahaha... jangan banyak bicara omong kosong dewa, jika kau begitu percaya diri akan mampu mengalahkan aku, cobalah melangkah masuk beberapa langkah lagi, dan kau akan mengetahui bahwa aku bukan orang yang sabar" ucap tetua Zhifu dan hawa pembunuh keluar dari tubuh nya,


"hemmm... seperti nya aku melupakan sesuatu, kau penjaga pulau, urusan kita belum selesai, baiklah bocah pencuri... aku tunggu saat luka mu sembuh" ucap pilar langit Huang Fu dan menghilang dari depan gerbang pulau itu.


****

__ADS_1


beberapa hari kemudian,


malam itu Lun Zhing Yue terbangun dan duduk di atas ranjang nya.


air mata nya keluar tidak berhenti, dan bola matanya berubah menjadi merah, seiring air matanya juga berubah menjadi darah.


Lun Zhing Yue mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan melangkah keluar dari rumah nya.


tampak Huang Lang sedang duduk di halaman depan rumah nya sedang menatap danau biru malam itu.


adik Lun kau sudah sadar, kau tertidur tiga ha-ri" suara Huang Lang terhenti menatap mata istri nya yang merah seperti darah.


"apa yang terjadi istriku?" tanya Huang Lang lagi.


"kau Huang Lang, kau bukan suamiku lagi" ucap Lun Zhing Yue dan melempar beberapa pil ke arah Huang Lang, dan mengancungkan pedang nya ke arah Huang Lang.


"apa maksud mu adik Lun? aku begitu mencintaimu" ucap Huang Lang, mencoba meluluhkan hati Lun Zhing Yue.


"jika kau benar-benar mencintai ku, kau tidak akan melakukan ini, kau dan kakek leluhur mu sudah memberikan aku pil pelupa ingatan" ucap Lun Zhing Yue


"apa? jadi kau mendengar pembicaraan ku malam itu?" tanya Huang Lang,


Lun Zhing Yue hanya mengangguk,


"itu sudah tidak penting lagi sekarang" ucap Lun Zhing Yue, dan melangkah meninggalkan Huang Lang. tetapi Huang Lang mengejar Lun Zhing Yue, dan wanita itu menghindari nya, Huang Lang hanya mampu memegang ujung jubah Lun Zhing Yue


Lun Zhing Yue berhenti saat jubah nya di pegang Huang Lang, dan membelakangi Huang Lang.


"jangan mendekat, pernikahan kita tidak sah, mulai malam ini kita tidak ada hubungan apapun" ucap Lun Zhing Yue, dan memotong jubah nya


sreettttsssss.....


dan jubah itupun terpotong.


"tidak adik Lun, kau tetap masih istriku, kita menikah di hadapan begitu banyak orang bagaimana kau bisa katakan tidak sah, dan aku tidak bisa hidup tanpa mu" ucap Huang Lang.


"bagaimana aku bisa menikah dengan mu, jika saat kita menikah statusku adalah istri orang," ucap Lun Zhing Yue, mata kembali mengeluarkan darah.


"apa maksud mu?" tanya Huang Lang.


"kau sudah tahu apa maksud ku, karena di tepi jurang itu aku sudah menikah dengan pemuda yang sangat aku cintai melebihi hidup ku sendiri, aku Lun Zhing Yue adalah istri dari penguasa ke 15 Xiao Zhou, dan kau Huang Lang dengan memanfaatkan ingatanku yang hilang, kau telah merampas satu-satunya kebahagiaan kumiliki, itu alasan yang lebih dari cukup untukku membunuh mu" ucap Lun Zhing Yue dan menghilang dalam kegelapan malam.


"ingatan nya telah kembali, ku mohon istriku, kau jangan pergi" guman Huang Lang dan kini telah berlutut seorang diri, sambil menatap potongan jubah Lun Zhing Yue.


"tidakkkkkkkk......" teriak Huang Lang dengan membentangkan kedua tangan nya, dan menatap langit.


"Xiao Zhou suamiku, maafkan istrimu ini... aku sudah tidak bisa menjaga tubuh ku, aku tidak bisa memperlihatkan wajahku lagi di hadapan mu, aku akan menghilang dari hidup mu selamanya, selamat tinggal suamiku, bahkan aku tidak bisa mengucapkan langsung di depan mu" ucap Lun Zhing Yue, air matanya darah nya terus mengalir, beberapa bagian rambut nya tampak memutih, dan menjauh dari pulau keseimbangan.

__ADS_1



ilustrasi Lun Zhing Yue.


__ADS_2