Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
hadiah


__ADS_3

Sepuluh hari telah berlalu kini Xia Xhialun terlihat lebih muda 10 tahun dari sebelum nya.


Zhou'er apa kita bisa ke desa? aku ingin membeli sesuatu," ucap Xia xhialun bersemangat.


"iya nyonya... kita berangkat," ucap Xiao Zhou.


mereka sampai di desa siang hari,


"tidak banyak salju hari ini" ucap Xia Xhialun, senyum nya terus mengembang dari bibirnya.


memasuki pasar Xia Xhialun menutup wajah nya dengan cadar.


"aku ingin membelikan mu sesuatu Zhou'er" ucap Xia Xhialun, dan masuk ke sebuah toko perhiasan.


"apa yang bisa aku bantu nona?" ucap wanita sepuh pemilik toko itu.


"hihi... bibi aku sudah menikah," ucap Xia Xhialun, wajah nya bersemu merah.


"aahhh maafkan wanita tua ini nyonya, aahh baru aku lihat pemuda tampan ini," ucap wanita sepuh sambil menarik tangan Xiao Zhou membawanya masuk toko dan berdiri bersebelahan dengan Xia Xhialun,


"kalian benar-benar yang sempurna nyonya," ucap wanita pemilik toko,


"apa yang kalian ingin beli" ucap wanita pemilik toko itu lagi.


"kau tunggu di luar lah," bisik Xia Xhialun di telinga Xiao Zhou.


"aahhh kalian anak muda memang lagi sedang menikmati cinta, haha..." ucap pemilik toko menggoda Xia Xhialun.


Xiao zhou keluar toko, dan melangkah ke arah toko obat, dan setelah itu menuju ke arah toko daging binatang roh yang menjual daging nya rumah makan di kota kecil atau kota besar.


setelah keluar dari toko Xiao Zhou membeli arak kegemaran nya, dan beberapa peralatan masak.


Xiao Zhou masuk ke toko perhiasan tadi untuk mencari Xia Xhialun, tapi wanita itu sudah meninggalkan toko. Xiao Zhou membelikan sebuah kalung indah untuk Xia Xhialun.


Xiao Zhou menelusuri jalan di pasar dan melihat seorang wanita bercadar sedang di pegang tangan nya oleh seorang pria dan berteriak pada teman teman nya.


"hei kalian, lihat ini wanita bangsawan itu, aku akan mendapatkan banyak hadiah dari tuan Wang Qibo," ucap pemuda itu.


Xia Xhialun dengan tangan bergetar dan mata yang berair mulai berontak,


"lepaskan aku tuan," ucap Xia Xhialun memohon.


Xiao Zhou melesat dengan cepat dan memegang lengan pria yang berteriak tadi


"lepaskan kan tangan mu dari wanita ini," ucap Xiao Zhou dan hampir meremukkan tulang tangan dari pria tadi.


"aahhhhkkkk... iya baiklah tuan," ucap pria itu dan melepaskan tangan dari Xia Xhialun.


hanya dalam sekejap mata, Xiao Zhou dan Xia Xhialun meninggalkan pasar, dan kini mereka sudah di jalan besar desa.


beberapa pedagang makanan di pinggir jalan menyuguhkan makanan panas dan langsung dari pemanggangan mereka.


Xiao Zhou mendekati penjual itu dan membeli beberapa makanan panas, dan memberikan kepada Xia Xhialun.


Awal nya Xia Xhialun yang masih tegang, menolak makanan itu, tapi Xiao Zhou memaksanya, dan dekat dengan Xiao Zhou membuat nya menjadi nyaman, perlahan suasana hatinya berubah senang, dan tersenyum sambil menikmati makanan-makanan itu.


langit mulai gelap dan mereka sudah sampai di depan rumah mereka.

__ADS_1


"nyonya besok kita harus pergi dari tempat ini" ucap Xiao Zhou.


"iya... kau benar tempat ini sudah tidak


aman lagi." ucap Xia Xhialun.


Mereka memasak beberapa daging panggang dan mencelupkan kedalam bumbu yang sudah diolah Xiao Zhou,


"hemm rasanya enak sekali" ucap Xiao Zhou menikmati daging bakar di atas tungku yang tadi di beli di pasar.


Xia Xhialun menengadahkan tangan nya.


"mana?" ucap Xia Xhialun dengan mata melotot, dan mengetahui jika Xiao Zhou sudah memiliki uang lagi.


"ini nyonya" ucap Xiao Zhou memberikan semua sisa uang yang di dapat tadi dengan wajah kesal.


sambil mengeluarkan guci arak nya,


"nyonya malam ini kita nikmati malam terakhir di rumah kita ini, hahaha..." ucap Xiao Zhou, senang.


mereka berdua minum begitu banyak.



ilustrasi Xia Xhialun.


mereka menikmati makan malam di temani arak, halaman di terangi beberapa kristal bewarna di beberapa sudut membuat hamparan salju terlihat indah, dan menjadi penyempurna makan malam mereka.


"hemmm tempat ini indah" ucap Xia Xhialun. sambil tersenyum dan meneguk isi cawan yang di berikan Xiao Zhou.


"aku tidak tahu zhou'er tapi saat di desa


tadi aku masih tidak menyukai pria-pria itu," ucap Xia Xhialun.


"tapi berbeda dengan mu bocah aku selalu merasa sangat nyaman di dekat mu," batin xia xhialun.


"Sebaiknya aku berlatih untuk tidak takut lagi pada laki-laki," guman nya lagi sambil tersenyum ke arah Xiao Zhou seperti mempunyai siasat.


"bagaimana jika kau membantuku, dan menjadi teman berlatih ku?," tanya xia xhialun.


tanpa menunggu jawaban dari Xiao Zhou, Xia Xhialun mendekati Xiao Zhou.


Xiao Zhou melihat Xia xhialun duduk mendekati nya.


"apa kau mulai takut?" tanya Xiao Zhou


"belum" jawab Xia Xhialun dan mendekat lagi.


"apa ini mulai takut?" tanya Xiao Zhou lagi.


Xia Xhialun menggelengkan kepalanya,


"belum" jawab Xia Xhialun lagi dan kini mereka sudah duduk menempel,


mereka duduk di bangku panjang jadi mudah bagi mereka latihan untuk berpindah menjauh dan mendekat.


"apa ini terlalu dekat?" tanya Xiao Zhou

__ADS_1


Xia Xhialun hanya menggeleng.


"aku punya hadiah untuk anda nyonya" ucap sambil mengeluarkan sebuah kalung liontin indah berwarna biru dari tangan nya.


"itu indah sekali" ucap Xia Xhialun sambil tersenyum.


"tolong pakaikan" ucap Xia Xhialun.


Xiao Zhou merubah posisi sehingga sekarang mengangkangi bangku panjang itu dan menghadap ke arah Xia Xhialun, dan memakaikan liontin itu ke leher jenjang Xia Xhialun.


xia xhialun membatu nya dengan menyapukan rambut indah nya kesamping agar xiao zhou dengan mudah memasang liontin itu di tengkuk xia xhialun yang bersih tak tertutup rambut.


glekkkkk... suara ludah tertelan dari bibir xiao zhou, membuat Xia Xhialun hanya tersenyum mendengar nya.


dan tiba-tiba tanpa Xiao Zhou duga Xia Xhialun berdiri dan duduk mengangkangi pangkuan Xiao Zhou, dan duduk di pangkuan Xiao Zhou.


"seperti nya ini posisi yang tepat untuk berlatih" ucap Xia Xhialun, kedua paha agak berisi wanita itu mengapit pinggang Xiao Zhou.


"aku rasa ini sudah terlalu dekat nyonya," ucap Xiao Zhou.


"Tidak Zhou'er... ini tidak terlalu dekat, " bisik Xia Xhialun mendekatkan wajah nya ke arah wajah Xiao Zhou.


"apa aku cantik dengan liontin ini?" tanya Xia Xhialun.


Xiao Zhou hanya menganggukan kepala,


"aku juga punya hadiah untuk mu Zhou'er." ucap Xia Xhialun.


"kemarikan tangan mu!!" perintah Xia Xhialun sambil mengeluarkan cincin, ini untuk mu Zhou'er


,


"terima kasih kau telah menyelamat kan nyawaku, jari mu terlalu panjang Zhou'er hihihi," ucap Xia Xhialun tertawa.


"apa kau menyukai nya?" tanya Xia Xhialun


"aku menyukai nya nyonya" ucap Xiao Zhou.


mata mereka bertemu dan bibir mereka saling mendekat, mata mereka terpejam dan bibir mereka menempel, dan saling *******.


nafas keduanya mulai berat, tubuh Xia Xhialun sedikit bergoyang-goyang.


dengan posisi yang tidak berubah mereka menikmati indah nya malam, dan ******* wanita terdengar di malam itu.


**


Xia Xhialun terbangun dia mendapati dirinya tidur di pelukan pemuda tampan xiao zhou di ranjang Xia Xhialun.


Xia Xhialun cepat berdiri dan berusaha mengingat semua.


"aaahhhh untunglah..." ucap Xia Xhialun.


tangan nya membuka selimut dan menatap milik Xiao Zhou,


"bocah itu memiliki sesuatu yang besar, aku bisa merasa begitu nikmat hanya dengan menduduki nya saja, aahhhh apa aku sudah gila, sebaik nya aku mandi, tolong aku dewaaa... batin Xia Xhialun meninggalkan ranjang indah mereka.


.....

__ADS_1


__ADS_2