Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pembersihan benteng tua


__ADS_3

semua hanya terdiam, Xiao Zhou melangkah mendekati pasukan iblis dengan pedang panjang di bahunya, tidak ada yang berani menatap Xiao Zhou, dan hanya menunduk, sampai seorang wanita cantik mendarat di hadapan Xiao Zhou.


"mulai sekarang akulah pemimpin dari pasukan iblis ini" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Lou Rong, dan berbalik menatap semua pasukan iblis.


"dan mulai saat ini kalian akan kembali ke alam kalian," teriak Lou Rong dan pasukan itupun begitu riuh, dan mulai menghentakan kaki mereka membuat tempat itu bergetar, karena jumlah mereka begitu banyak, dan berbalik masuk ke dalam benteng tua yang menjadi markas mereka selama ini.


Xiao Zhou memasukan pedang panjang nya ke sarung pedang nya, dan menatap Lou Rong.


kedua nya hanya saling menatap, terlihat ada kerinduan di mata Lou Rong.


"aku rasa tempat ini akan menjadi sepi, nyonya aku mohon diri" ucap Xiao Zhou dan berbalik meninggalkan Lou Rong dan menuju benteng megah di kota shinjong.


"tunggu!!! bisakah aku mengundang mu ke tempat ku?" tanya Lou Rong sedikit menunduk


Xiao Zhou berbalik menatap ke arah Lou Rong dan mendekati nya.


Xiao Zhou menarik pinggang Lou Rong dan menempelkan nya di tubuhnya, dan mengelus lembut wajah Lou Rong.


Lou Rong sedikit terpekik tangannya menahan dada Xiao Zhou agar gunung nya tidak menempel dengan dada Xiao Zhou, untuk beberapa saat Lou Rong hanya pasrah akan perlakuan Xiao Zhou pada tubuhnya, tapi mata nya melebar saat mendengar gemuruh pasukan dari benteng shinjong menyoraki mereka.


"bocah apa yang kau lakukan, lepaskan!!! disini begitu ramai apa kau tidak punya malu hah?" ucap Lou Rong tapi tidak begitu serius berontak dari pelukan Xiao Zhou, tangannya yang menyentuh dada Xiao Zhou dan tanpa sadar tangan itu sedikit meraba dada Xiao Zhou


"biarkan saja mereka berteriak, aku ingin menunjukkan jika kau adalah wanita ku" ucap Xiao Zhou, dan darah kembali keluar dari sudut bibir Xiao Zhou.


"kau terluka cukup parah? cih... jangan bermimpi, aku tidak mau menjadi wanita mu" ucap Lou Rong wajahnya memerah dan sedikit menunduk tidak berani menatap mata Xiao Zhou.


"lepaskan pahlawan wanita itu, kau penguasa ke 15 harus nya bisa memperlakukan wanita dengan terhormat" ucap seorang pria tampan dan tubuh kekar nya masih terlihat walaupun di balut baju perang yang tebal.


Xiao Zhou melepaskan Lou Rong, dan kini menatap pria besar itu, dan tersenyum tipis.


"dari ucapan mu aku rasa kau memiliki perasaan dengan wanita ini? katakan jika aku salah" ucap Xiao Zhou, membuat pria besar itu sedikit malu.


melihat tingkah pria kekar itu Xiao Zhou mengangguk sambil kembali mendekati Lou Rong, terlihat Lou Rong sedikit kesal.


"hemmm... baiklah aku rasa tebakan ku benar, nyonya maafkan ke kurang ajaran ku, aku lihat kalian sangat serasi, sekali lagi aku mohon diri" ucap Xiao Zhou


Lou Rong hanya mengangguk, dan tidak bisa bicara kepada Xiao Zhou lagi karena pria kekar itu sudah mendekati nya dan berbicara pada nya.

__ADS_1


Lou Rong hanya menatap punggung Xiao Zhou yang meninggalkan nya, dan tampak sesekali berhenti dan seteguk darah terlihat di tanah di tempat Xiao Zhou berhenti tadi.


mata Lou Rong melebar melihat peristiwa itu, dan sudah tidak mendengar ucapan dari pria kekar di samping nya,


"aku sudah tidak tahan melihat ini" guman Lou Rong.


"jendral Yo, maafkan aku, aku masih ada urusan" ucap Lou Rong dan berlari melesat ke arah Xiao Zhou tepat sebelum tubuh Xiao Zhou menyentuh tanah, tanpa menunggu jawaban jendral Yo.


Lou Rong memapah tubuh Xiao Zhou untuk tetap membuat nya berdiri.


"kenapa kau tidak mengizinkan ku membantu mu, katakan kemana kita sekarang" ucap Lou Rong kesal.


Xiao Zhou hanya tersenyum, terlihat bibirnya masih ada noda darah nya.


"bawa aku ke penginapan di kota shinjong, aku ingin bertemu teman wanita ku" ucap Xiao Zhou


"teman wanita?" Lou Rong yang kini mendorong Xiao Zhou dengan keras dan membuat Xiao Zhou berlutut.


"maafkan aku" ucap Lou Rong dan kembali memapah Xiao Zhou, setelah bisa mengendalikan perasaan nya dan terbang ke udara melewati benteng besar di pesisir barat kota shinjong.


semua orang mulai berteriak senang, karena pertempuran sudah berakhir, dan beberapa jendral mulai berkumpul dan meminta pendapat dari biksu suci Guang Tong dan Li Quan Yue.


"penguasa ke 15 menjadi begitu berbeda saat bertarung, kelak dia akan menjadi pemimpin yang di segani" ucap biksu suci Guang Tong, setelah pertemuan kecil itu selesai.


"hemmm.... seperti kau benar saudara Guang" ucap Li Quan Tien.


"tapi kau akan menarik kata-kata mu jika mengetahui bocah itu selalu menjadi bulan-bulanan para istri-istrinya" batin Li Quan Yue sambil tersenyum jahat, dan mengelus wajah nya teringat ramuan yang di berikan oleh istri Xiao Zhou yang membuat nya gatal di sekujur tubuh.


****


Xiao Zhou dan Lou Rong memasuki penginapan, terlihat wajah Lou Rong begitu kesal dan tidak bicara sedikit pun juga.


Xiao Zhou masuk ke kamar di ikuti Lou Rong dan Jung Min Ha sedang menunggu nya, Xiao Zhou memperkenalkan Jung Min Ha pada Lou Rong, wajah Lou Rong berubah seketika menjadi senang, saat mengetahui teman gadis Xiao Zhou adalah gadis berusia 10 tahun.


malam itu mereka bertiga menginap di benteng tua, bekas markas para iblis.


wajah Xiao Zhou terlihat begitu pucat, dan darah keluar dari hidung nya.

__ADS_1


Lou Rong dan Jung Min Ha melihat itu dan membawa Xiao Zhou ke pembaringan dan Jung Min Ha membuat kan ramuan yang biasa di buat oleh nya waktu di dalam goa.


"apa yang terjadi pada iblis kecil?" tanya Jung Min Ha yang tidak mengetahui jika Xiao Zhou sudah bertarung dengan Sun Long.


"dia terluka saat bertarung siang tadi" ucap Lou Rong.


"luka dari penguasa gerbang ke tujuh kembali terbuka, dan ini sangat buruk" ucap Jung Min Ha


"luka dari penguasa gerbang ke tujuh? apa maksud mu nona kecil?" tanya Lou Rong.


"tadi siang iblis kecil itu hanya terluka ringan, tapi ini luka lama nya saat bertarung di alam Qing Sui kini kembali terbuka, dulu iblis kecil ini memerlukan waktu selama sembilan bulan di dalam gua untuk menyembuhkan dirinya, aku harap iblis kecil itu cepat sembuh" ucap Jung Min Ha.


keesokan harinya biksu suci Guang Tong dan para jendral masuk ke benteng tua, yang menjadi markas para iblis, di sambut oleh Lou Rong, tampak benteng tua itu sudah kosong, hanya ratusan iblis rendahan yang membersihkan tempat itu terlihat, tidak ada iblis petarung ataupun Bangsa Moin zhu dan mou Gul terlihat lagi.


mereka hanya memastikan jika sudah tidak ada iblis lagi di tempat itu, mereka pun meminta izin untuk meninggalkan tempat itu, kecuali jendral Yo dan puluhan prajurit nya


aku akan membantu mu membersihkan tempat ini nona Lou," ucap jendral Yo.


itu tidak perlu, para bawahan ku bisa melakukan nya" ucap Lou Rong.


"jangan menolak permintaan ku nona Lou, apalagi setelah mengetahui penguasa ke 15 ada di tempat ini, aku khawatir jika pemuda itu bertindak kurang ajar lagi pada mu, biarkan aku mengawasi nya" ucap jendral Yo.


Lou Rong tidak bisa menolak permintaan Jendral Yo, dan pergi tanpa bicara apapun.


sudah beberapa hari Xiao Zhou terbangun hanya untuk meminum ramuan buatan Jung Min Ha, dan tidur kembali


"nona Jung Min Ha beristirahat, biar aku yang menjaganya malam ini" ucap Lou Rong


Jung Min Ha hanya mengangguk, dan mencium kening Xiao Zhou kemudian meninggalkan nya.


wajah Xiao Zhou sudah terlihat sudah tidak pucat lagi, bibirnya terlihat memerah, Lou Rong memegang tangan Xiao Zhou dan duduk di bangku yang ada di samping ranjang Xiao Zhou yang juga merupakan ranjang milik Lou Rong.


"bocah kecil cepatlah sembuh, kau tahu? aku begitu merindukan mu selama ini, aku tahu kau sudah memiliki banyak istri, dan setelah kau memberikan kehidupan baru untuk ku, dan dengan nyawa baruku, aku akan selalu ada si samping mu, sebagai istri atau pengikut, bahkan aku tidak akan menolak jika kau menjadikanku pelayan mu" ucap Lou Rong, dan perlahan mendekat kan wajah nya ke wajah Xiao Zhou dan mencium lembut bibir Xiao Zhou.


bibir mereka menempel lembut, dan mata Lou Rong menatap mata Xiao Zhou dengan bibir masih menempel, dan begitu menikmati nya.


tiba-tiba tangan Xiao Zhou sudah merangkul tubuh Lou Rong, membuat nya terkejut dan mata mereka saling bertatapan dengan bibir masih menyatu.

__ADS_1


Lou Rong mencoba berontak, tapi Xiao Zhou sudah menarik dan kini Lou Rong sudah di atas tubuh Xiao Zhou, mereka terlihat seperti sedang melakukan itu, di atas ranjang nya karena gerakan Lou Rong yang ingin terlepas dari dekapan Xiao Zhou, akhirnya tubuh Lou Rong berhenti bergerak saat Xiao Zhou mulai bicara.


__ADS_2