
para jendral dan seluruh pasukan serta pengikut Xiao Zhou kembali ke istana, dan Tang Bao berencana kembali besok ke istana baru nya.
Tang Bao bersama istrinya dan Xiao Zhou bersama paman Song, mereka berempat menuju rumah sederhana milik Xiao Zhou, mereka ingin melepas lelah di kediaman itu.
****
di kota binjong di rumah mewah sewaan pangeran ke empat, sore itu selepas beristirahat Park Min Ji dan adik sepupunya Park Geun Soo sedang menikmati teh, di halaman belakang.
halaman itu cukup luas, dan di kelilingi tembok tinggi, tanaman-tanaman hias dengan pot indah mengisi setiap sudut dari halaman itu.
"teh ini rasanya sedikit lain, adik apa kau tidak minum?" tanya Park Min Ji.
"aku tidak haus kak Min Ji, dan aku ada sedikit keperluan," ucap Park Geun Soo dan dengan cepat keluar dari ruangan cukup luas itu.
Kim bong Goo dan pangeran ke empat juga sedang menikmati isi guci mereka, sambil berbincang di sebuah balai beratap tidak jauh dari Park Min Ji duduk.
Park Min Ji sudah mengenakan pakaian baru yang begitu mewah, jubah putih dengan motif bunga emas, anting panjang dan kalung bermata mungil menghiasi leher jenjang nya, beberapa cincin melingkar di telunjuk, dan jari lainnya, serta gelang-gelang tipis membuat kulit Park min Ji semakin bercahaya, dan semua perhiasan membuat nya terlihat seperti wanita begitu berkelas.
__ADS_1
wanita itu lebih sering melamun, pikiran nya selalu teringat dengan Xiao Zhou, dan perlahan mengeluarkan kantung uang milik Xiao Zhou.
Park Min Ji dengan begitu berhati-hati mengeluarkan sebuah bungkusan kain dan mengeluarkan isi nya, kue manis yang sudah begitu keras dan kering, dengan warna yang sudah menghitam.
dada nya kembali bergetar, dan dengan seperti cara mengambil kue itu, wanita itu memasukkan kembali semua dan menyimpan nya dalam cincin penyimpanan.
"jika kau tidak menyukai ku, kenapa kau begitu baik padaku?" guman Park Min Ji.
"aahhh... seharusnya aku mengungkapkan semua perasaan ku padanya, dan aku juga harus nya mengetahui bagaimana perasaan nya padaku, meski dia menolak ku setidaknya aku tidak mati penasaran," batin Park Min Ji dan mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.
"mulai saat ini kau tidak akan rusak kue mahal ku," guman Park Min Ji tersenyum menatap cincin penyimpanan nya, dan tidak menyadari jika Pangeran ke empat sudah duduk di samping nya.
"begitu juga dengan ku pangeran, aku sudah mendengar jika kalian menjadi kekasih, dan mulai saat ini kita tidak ada hubungan apapun lagi," ucap Park Min Ji, seperti begitu lega berpisah dengan kekasih nya.
"tunggu... biarkan aku menjelaskan nya," ucap pangeran ke empat.
"tidak pangeran... aku tidak ingin mendengar penjelasan mu, aku bukan wanita yang akan bertengkar dengan wanita lain hanya karena seorang pria," ucap Park Min Ji
__ADS_1
Kim bong Goo tersenyum hanya di salah satu sudut bibir nya, mendekati pasangan yang sedang bertengkar itu,
"nyonya Park apa kau bersedia berlatih dengan ku," ucap Kim bong Goo sambil mengulurkan tangannya.
Park Min Ji menatap pangeran ke empat,
"lupakan tentang kita mulai saat ini, dan tuan Kim dengan senang hati aku bersedia," ucap Park Min Ji dan menerima uluran tangan Kim bong Goo.
Kim bong Goo yang berwajah masam dan jauh dari kata tampan itu, dengan hidung pesek dan bibir hitam tebal itu, tampak begitu senang dan memberikan pedang pada Park Min Ji dan keduanya mulai berlatih, Kim bong Goo dengan tubuh kekarnya sesekali memeluk Park Min Ji dari belakang, gerakan kedua begitu serasi dan sesekali Kim bong Goo harus menggendong tubuh tinggi Park Min Ji, membuat pangeran ke empat menggeretakan gigi nya karena begitu marah.
"dengan begini pangeran ke empat akan mengerti jika aku tidak pernah menaruh hati padanya, dan aku akan pergi dari semua pria, aku sudah begitu terluka saat ini, dan seperti luka ini sulit aku sembuhkan," batin Park Min Ji, dan membiarkan saja tubuhnya sedikit di peluk secara buas oleh Kim bong Goo, namun perlahan tubuh nya mulai panas, dan terasa mulai gatal di bagian-bagian sensitif nya.
"aahhhhss... " lenguhan pelan Park Min Ji saat ujung gunung nya yang sudah begitu keras bersentuhan dengan punggung Kim bong Goo,
"aahh... apa ini kenapa ujung gunung ku mengeras, dan bagian ini terasa basah dan sedikit gatal," batin Park Min Ji, wajah nya mulai tampak memerah.
Park Min Ji menatap teko teh nya,
__ADS_1
"adik Geun Soo kau? ini jebakan," ucap Park Min Ji yang baru menyadari jika minuman bermasalah, namun tubuh nya sudah di begitu panas, dan terlambat untuk mencari celah melarikan diri.