Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 71


__ADS_3

bagaimana kau akan menghentikan aku?" tanya Xiao Zhou sambil tetap fokus pada kertas di atas mejanya.


"kau berbeda dengan keponakan ku Mou Lu, dia berada di pihak Dewa, jadi itu memudahkan ku untuk mencari lawan untuk nya, tapi kau berdiri di dua sisi, tidak ada iblis atau pun Dewa yang ingin menjadi lawan mu, jadi aku membuat mu menjadi iblis, dengan begitu mungkin kau akan menghancurkan peradaban ini dengan sendirinya, dan karena keabadian mu mungkin hanya kau dan beberapa dewa saja yang akan tetap ada," ucap wanita yang tidur seranjang dengan Putera itu.


"ibu aku ingin cerita," tiba-tiba bocah kecil itu duduk dengan mata setengah terbuka.


wanita itu sedikit terkejut tidak menyangka anak kecil itu akan terbangun, dan menatap ke arah Xiao Zhou seperti meminta bantuan.


"ceritakan saja tentang Dewi Lin, mungkin dia akan suka," ucap Xiao Zhou.


mata wanita itu melebar, dada nya berdebar kencang, dan duduk di samping bocah kecil itu.


bocah itu memeluk wanita bercadar itu dan memejamkan matanya lagi.


wanita itu kembali merebahkan tubuhnya dan juga memeluk tubuh pria mungil itu, sambil memejamkan matanya dalam-dalam,


"baiklah ibu akan cerita, tapi tangan mu tidak boleh masuk ke pakaian ibu lagi, apa kita sepakat?" tanya wanita itu sambil mengelus kepala teman ranjang nya.


bocah itu hanya mengangguk dengan mata yang tetap terpejam.

__ADS_1


"baiklah... ibu akan cerita, Liu Xiang Lin semasih muda di panggil Dewi Lin, dan juga sering di panggil ibu kehidupan, tetapi sebenarnya dia adalah Dewi kematian, dan semakin lama dia melupakan nama nya sendiri, setelah jutaan tahun, namaku kembali aku dengar lagi," ucapan wanita itu terhenti dan bocah itu pun sudah kembali ke alam mimpi nya.


"sejauh mana kau mengetahui tentang diriku?" tanya wanita itu


"tidak banyak, teruslah bercerita," ucap Xiao Zhou yang masih tetap dengan aktivitas nya.


mata wanita itu sedikit melebar lagi, dan mengerutkan kening nya seperti menahan nafas, saat tangan mungil itu kembali hinggap di pucuk gunung nya.


"Dewi Lin menghancurkan peradaban yang sudah tidak layak, dan menciptakan dunia baru, dunia dimana keseimbangan alam begitu terjaga, aku sudah memusnahkan dua kekaisaran langit, dan ini yang ketiga dan aku juga akan memusnahkan nya, tapi kau adalah halangan terbesar ku," ucap Dewi Lin.


"kenapa kau ingin menghacurkan kekaisaran langit saat ini?" tanya Xiao Zhou.


"kau lihat sendiri, berapa banyak binatang iblis, dan binatang suci ada saat ini, manusia sudah begitu serakah, untuk menjadi seorang kultivator kuat mereka membantai binatang-binatang itu, mereka merusak keseimbangan alam, peradaban ini sudah tidak layak lagi," ucap Dewi Lin.


"bagaimana dengan dua jendral mu itu?" tanya Xiao Zhou.


"jendral ku? hemm... jendral Yuan Zhou dia dan beberapa Dewa lain nya adalah sisa-sisa dari peradaban zaman keponakan ku Mou Lu, tapi kau harus berhati-hati dengan nya, tehnik berpedang nya hampir sama dengan dirimu meski tidak seindah dan semematikan dirimu saat mengayunkan pedang, tapi jangan lupa dia adalah pejabat ahli siasat di jaman nya, kau tahu sendiri jika dialah yang menjadi cikal bakal perselisihan pengikut Mou Lu dan Zhen lu,


sedangkan jendral Wang Riu, dia hanya seorang Dewa naif dari zaman pertengahan, aku mencoba membuat nya kuat dan menghancurkan kekaisaran langit nya sendiri di zaman nya, tapi hatinya begitu lemah terhadap wanita nya, hingga pilihan ku berpindah kepada para zhangji itu, dan yang terakhir sang pembunuh Dewa aku hanya membantu nya sedikit, aku pikir dia akan mampu menghancurkan kekaisaran langit, tapi aku tidak pernah memikirkan mu akan menghadang langkah sang pembunuh Dewa, aku pikir kau akan menjadi biksu seluruh alam, sayang nya aku salah perhitungan, jiwa 16 tahun mu menjadi abadi saat menerima kulit berlian Mou Lu," ucap wanita itu.

__ADS_1


"baiklah... sudah cukup aku bercerita, ada satu yang membuat ku begitu penasaran, dan ingin aku tanyakan padamu," ucap Dewi Lin.


"hehe... aku pikir kau tahu semuanya, tapi baiklah.. katakan saja nyonya," ucap Xiao Zhou


"saat di hutan bambu itu pedang mu tidak melambat sama sekali, a-pa kau benar-benar menginginkan leherku?" tanya wanita itu sedikit gugup


Xiao Zhou menghentikan gerakan kuas nya, dan menatap ke arah ranjang di depan nya, remaja itu hanya mengangguk, keningnya sedikit berkerut seperti mengingat kejadian waktu itu.


wanita itu hanya menggeleng, dan perlahan melepaskan tangan putera Xiao Zhou yang sedari awal dirinya bercerita sudah kembali masuk ke pakaian nya, wanita itu duduk serta merapikan pakaian dan ekor burung merak di rambut atas telinganya serta menatap Xiao Zhou dari balik tirai berenda itu.


"aku tidak percaya, aku memiliki anugerah mata yang menggairahkan, sama seperti pedang semesta tidak peduli iblis, dewa, manusia semua akan terbius saat pertama melihat ku, aku mengasingkan diri di alam tengah, dan bahkan menutup wajah ku hanya untuk menghindari pertumpahan darah karena memperebutkan ku, tapi kau... kau sedikit berbeda, kau adalah orang pertama yang tidak terpengaruh, jadi aku berani membuka cadar ku di hadapan mu," ucap wanita itu, sambil memejamkan matanya dalam-dalam.


"seperti nya aku tidak cukup menarik di matanya," batin wanita itu


"baiklah... aku harus pergi, berbincang seharian dengan kalian cukup menyenangkan, biasanya aku akan berbicara seperti ratu dengan para budak penjilat, yang penuh sopan santun, dan itu begitu membosankanku," ucap wanita itu lagi


"wusshhhssss....."


sebuah hembusan angin hangat melewati wajah Xiao Zhou membuat rambut nya bergoyang tersapu angin, dan wanita itupun lenyap, sehelai bulu ekor dari burung merak melayang dan jatuh di atas kertas di hadapan Xiao Zhou.

__ADS_1


remaja itu mengambil bulu itu menatap nya sesaat,


"mata mengairahkan? itu bukan hal penting lagi saat ini, ada hal yang lebih penting daripada itu," ucap Xiao Zhou tanpa kiri nya memegang ujung lengan jubah nya yang lebar dan kembali mencelupkan kuas nya ke mangkuk tinta.


__ADS_2