
ssssstttttt.... ssssstttttt... suara mendesis terdengar, lidah bercabang sesekali keluar dari bibir pria berkerudung hitam itu. kedua bawahan nya hanya membeku tidak ada yang bicara, bahkan nafas keduanya sedikit di tahan.
" sekarang ke lima dewa pemburu sedang mencari ku, mereka sangat terlatih dan bagus di bidang nya... saat ini aku belum bisa mengalahkan mereka berlima" suara pria berkerudung itu seperti berbisik, tapi menggema di udara.
" tanpa wajah... kau segera cari keberadaan dewa suci Qing Tao, saat ini dewa suci itu ada di bumi, hanya dengan menyerap tubuh nya, aku bisa menjadi dewa iblis" ucap pria berkerudung itu yang tidak lain adalah Yun fengyin
" baiklah tuanku" ucap iblis tanpa wajah dan perlahan mundur meninggalkan gubuk itu, meninggalkan iblis wanita, dan Yun fengyin berdua saja
" ssssstttttt.... bukankah kau ingin melayani ku? mendekatlah kepadaku" ucap Yun fengyin
iblis darah terlihat begitu tegang, dan berusaha tersenyum walaupun terlihat kaku, dan melangkah mendekati Yun fengyin.
jari-jari berkulit tipis Yun fengyin menyetuh leher jenjang iblis darah, dan mulai mengelus dada indah nya, dan semakin ke bawah.
" aku rasa kau belum siap untuk itu?" ucap iblis darah, sambil menyingkirkan tangan Yun fengyin, yang ingin bertindak jauh ke bawah perut nya.
"sssstttt... kau benar aku masih terlalu lemah saat ini, kau pergilah dan awasi pergerakan ke lima dewa pemburu, saat ini aku rasa mereka sudah menemukan kulit ku" ucap Yun fengyin
.....
di pinggiran panggung besar di kota huangdong,
" bocah kecil bagaimana kau bisa kalah, dengan semudah itu?" tanya Yun Li Wei
Xiao Zhou hanya mengangguk dan tersenyum hambar,
" seperti nya aku tidak akan mendapatkan hadiah dari mu, apa kau masih menyukai pemuda yang lemah seperti ku?" tanya Xiao Zhou
Yun Li Wei menatap dalam-dalam mata Xiao Zhou, tangan mengelus wajah Xiao Zhou tidak ada kata yang keluar dari bibir, hanya bisa membatin
" andaikan menyukai seseorang semudah itu, tentu saja aku sudah menyukai banyak pria, selama hidup aku sudah bertemu banyak pria kuat, tapi sampai saat ini tidak satupun yang bisa dari mereka meluluhkan hati ku.
aku tahu... kau mengalah hanya ingin melindungi ku, dari pria yang mendekat kearah ku.
bahkan kau rela di permalukan di depan umum, kau sudah mengalahkan rasa egois mu, kau sudah menunjukkan rasa cinta mu padaku, aku sangat bahagia zhou'er... aku sangat bangga padamu, dan kau akan tetap jadi pemenang hatiku satu-satunya" batin Yun Li Wei, dan berusaha menguasai dirinya lagi.
Yun Li Wei menggeleng sambil tersenyum indah,
" kau sudah kalah, tentu saja kau tidak akan mendapatkan hadiah dari ku, itu perjanjian nya. hihi... kau sangat lemah bocah, mungkin nanti malam aku harus melatih mu lagi dengan keras, sangat keras.... bahkan mungkin perlu waktu semalaman. apa kau mampu?" tanya Yun Li Wei dengan tatapan nakal dan jari indah nya menjewer pipi Xiao Zhou.
" tentu saja, aku harap kau desahan mu tidak membangunkan isi istana nanti malam, aku tidak mau mereka terjaga hingga pagi" ucap Xiao Zhou dan tiba-tiba bola mata Xiao Zhou mengarah ke belakang tubuh Yun Li Wei
wajah Yun Li Wei sedikit berubah yang mengetahui pergerakan bola mata Xiao Zhou
" aku rasa orang ini bukan teman mu, apa kau mengenalnya? tanya Yun Li Wei tanpa membalikkan tubuhnya untuk melihat tamu mereka
" iya kau benar Wei'er, aku mengenalnya" ucap Xiao Zhou
pria yang menggunakan caping itu mendekati mereka dan duduk di sebelah Yun Li Wei, dan melepas caping nya
__ADS_1
" lama tidak berjumpa, seperti kau semakin kuat" ucap pria itu
" tuan pembunuh naga, apa yang membawa mu ke tempat ini? apa kau ingin menyelesaikan urusan kita yang tertunda?" tanya Xiao Zhou
pria itu hanya menggeleng, dan tersenyum
" namaku Wu Ming, urusan kita sudah selesai, saat ini kau bukan lawan ku lagi, kau sudah sangat jauh di atas ku, walaupun kultivasi mu di tingkat pendekar suci, tapi pondasi tubuh mu sangat kuat" ucap Wu Ming dan berdiri seolah-olah akan meninggalkan tempat itu
"aku ke tempat ini ingin bertemu guruku, saat ini guruku sedang menuju ke sini, untuk bertemu teman lama nya" ucap Wu Ming
Xiao Zhou tidak menjawab, hanya menyipitkan matanya menatap kepergian Wu Ming,
" ada apa dengan pemuda itu?, seperti dia mengucapkan kata perpisahan" batin Xiao Zhou dan menggelengkan kepalanya.
.......
.........
malam pun tiba, setelah berganti pakaian, Xiao Zhou dan Yun Li Wei memasuki rumah hiburan yang sangat terkenal di kota huangdong.
musik di mainkan oleh beberapa wanita cantik, di atas panggung terlihat beberapa wanita sedang menari, mata para penari itu sesekali menatap ke arah Xiao Zhou.
terlihat para bangsawan yang ingin memenuhi dan menikmati tempat hiburan itu.
Xiao Zhou dan Yun Li Wei duduk di balkon lantai dua, balkon tersebut menghadap ke arah panggung di bawah nya, balkon-balkon itu di pisahkan dengan tirai dan kain transparan berwarna warni.
mereka berdua duduk di bangku panjang lembut, dan di depan mereka tertata meja pendek untuk tempat hidangan, para pelayan menyajikan minuman dan makanan yang sangat menggugah selera.
" apa kau menyukai tempat ini? tanya Yun Li Wei
" iya aku suka mungkin hanya sesekali, aku lebih suka tempat yang tenang" ucap Xiao Zhou
Yun Li Wei mengangguk
" aku juga suka tempat yang tenang itu," ucap nya
"apa kau keberatan jika aku membuka topeng ku? tanya Yun Li Wei dan mengambil guci milik Xiao Zhou dan menuangkan isi nya ke dalam cawan di depan mereka
" aku tidak keberatan, bukalah aku selalu ingin melihat tai lalat di samping mata mu" ucap Xiao Zhou
Yun Li Wei membuka topeng nya
" hemmm... apa kau yakin hanya itu saja yang ingin kau lihat?" Yun Li Wei meneguk isi cawan nya, bibirnya masih terbuka dan begitu menantang bibir remaja tampan itu.
pakaian Yun Li Wei malam itu benar-benar berbeda, warna gelap yang mendominasi, memperlihatkan dirinya di usia yang sudah matang, terdapat belahan nakal di bagian bawah, sehingga sesekali memperlihatkan paha putih halus, saat Yun Li melangkah, dan juga di bagian atas gunung nya sedikit terbuka, membuat semua orang yang melihatnya harus kehilangan pikiran nya yang melayang kemana-mana.
Xiao Zhou juga meneguk isi cawan nya
" apa yang ingin kau perlihatkan lagi padaku?" Xiao Zhou balik bertanya
__ADS_1
Yun Li Wei tersenyum manis,
"tidak ada, kau sudah melihat dan memiliki semua milikku, dan bahkan kau juga sudah mendapatkan hatiku, tidak ada lagi yang tersisa di hatiku, tapi kalau kau sangat menyukai benda ini aku bisa memindahkan nya ke wajah mu" ucap Yun Li Wei
" kau bicara apa Wei'er, apa kau akan meninggalkan aku?" tanya Xiao Zhou menatap bola mata Yun Li Wei
Yun Li Wei tersadar akan perpisahan nya, terlihat sedikit muram, matanya berkaca-kaca
" aku tidak akan pernah meninggalkan mu, tempat ku selalu disini, ini adalah rumah sebenarnya bagi ku" ucap Yun Li Wei menyetuh dada Xiao Zhou
Xiao Zhou mengangguk, dan mengerti situasi yang di hadapi kekasih nya itu,
" baiklah Wei'er, aku mengerti aku juga akan selalu menjaga mu di sini" ucap Xiao Zhou yang juga menyentuh dadanya, dan meremas tangan Yun Li Wei yang masih di dadanya,
air mata Yun Li Wei keluar,
" aku... aku begitu mencintaimu zhou'er" Yun Li Wei mendekatlah wajah nya dan mereka mulai saling berciuman, dan bergulat di atas bangku empuk itu.
kain transparan berwarna warni itu, membuat tidak ada yang bisa melihat apa yang dilakukan kedua insan itu, karena ruangan begitu remang, dan mereka terpisah dengan tirai dari kain,
.....
di pinggiran kota huangdong Wu Ming menghentikan langkah nya, terlihat seseorang di depan nya dan menatap nya dengan dingin.
dada Wu Ming sedikit bergetar,
" apa ini?? hawa orang ini begitu kuat, siapa sebenarnya dia?" batin Wu Ming
" katakan apa yang kau inginkan?" tanya Wu Ming
pria itu melangkah pelan mendekati Wu Ming, tubuh pria itu terlihat seperti logam, dan menggunakan topeng, serta terlihat rambut panjang nya yang di ikat di bagian atas kepala nya.
" melihat struktur tulang, tubuh dan jari-jari mu, terlihat kau seorang pendekar pedang yang hebat, ohhh.... tingkat surgawi rupanya, katakan namamu dan guru mu" ucap pria itu
Wu Ming hanya menggeleng,
" cih... aku tidak pernah membuka identitas ku selama ini, tapi kau boleh memaksaku, jika kau punya kemampuan" ucap Wu Ming dan mencabut pedang nya
sriiiiiinnnnnnnnnggggghh.... suara pedang tercabut
mata Wu Ming terbelalak tiba-tiba saja pria itu sudah di depan nya dan memukul tepat di dada nya.
duaaarrrrrrr.... suara tubuh Wu Ming menabrak dinding kota.
Wu Ming berusaha berdiri, dan melihat pria itu
uhukkkkk... seteguk darah keluar dari bibir Wu Ming
"kecepatan orang ini luar biasa, hanya guruku yang mampu menandingi kecepatan nya" batin Wu Ming
__ADS_1
ilustrasi musuh Wu Ming.