Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Topan ilalang


__ADS_3

Masih di atas sebuah tebing yang di tumbuhi rumput ilalang, tidak jauh dari kota huangdong.



ilustrasi Lun Zhing Yue.


"cucuku kenapa kau membunuh pria sembarangan? pria itu bahkan bukan seorang pendekar," ucap Lun Xiang Tien.


aku sudah memperingatkan mereka agar tidak masuk wilayah ku kakek, jadi salah mereka yang memaksa memasuki tempat ku,"


blarrrrr......


Ratusan Pedang energi menghancurkan pemuda itu, tampak pakaian nya berhamburan ke udara.


mata Lun Xiang Tien melebar, saat merasakan tidak ada darah yang menyembur dari tubuh pria itu,


"hentikan cucuku, atau kau akan menyesali perbuatan mu," ucap Lun Xiang Tien, yang mulai mengenali wajah pemuda itu.


"tubuh emas," guman Lun Zhing Yue, tidak peduli dengan ucapan Kakek nya, dan kembali melepaskan pedang energi dan mengurung pria itu.


"darah lebih kental dari air, tapi mereka memiliki sifat dasar yang sama, mengalir ke tempat lebih rendah, tapi darah mu seperti sedikit berbeda anak muda," ucap Lun Xiang Tien dengan suara menggema di udara.


Pemuda itu hanya tersenyum saja, dan masih melangkah pelan.


"kakek kenapa kau hanya bicara saja? bahkan kau tidak membantu ku," ucap Lun Zhing Yue dan masih memainkan kecapinya dan mulai mengetahui jika pemuda itu memiliki darah yang berbeda, meski tidak merasakan tingkat kultivasi nya, tetapi orang ini bukan orang sembarangan.


pemuda itu menghentikan langkahnya tidak jauh dari gubuk itu, dan mengeluarkan guci arak nya, bola matanya yang biru terlihat sedikit kesedihan di sorot matanya.


"kau bukan dewa atau iblis, katakan siapa kau? dan apa tujuan mu datang ke tempat ku?" ucap Lun Zhing Yue, menghentikan jemari lentik nya di atas tali-tali kecapi

__ADS_1


Pemuda itu menghela nafasnya,


"aku? nona Lun aku hanya binatang buas yang hanya sekedar lewat, silahkan di terus kan permainan musik mu itu," ucap pemuda itu yang tidak lain adalah Xiao Zhou.


Dada Lun Zhing Yue berdebar hebat, dan jika ada orang di dekat nya mungkin akan hancur karena pengendalian darah milik nya begitu sensitif, karena begitu terkejut saat mendengar suara dari Xiao Zhou.


"trannnnkkkkk....."


seluruh tali-tali kecapi itu putus, begitu juga pedang energi yang mengurung Xiao Zhou berhamburan ke segala arah, dan bahkan mengarah ke tubuh Lun Zhing Yue sendiri.


beberapa bagian gubuk itu harus terpotong, bahkan jendela kamar tidur Lun Zhing Yue harus hancur oleh pedang energi yang tidak terkendali, Lun Xiang Tien mencoba menolong cucu nya, dan melesat ke arah Lun Zhing Yue, dan tidak mempedulikan tubuh nya terkena beberapa tebasan pedang energi.


Mata Lun Xiang Tien melebar saat melihat Xiao Zhou sudah berada di belakang wanita itu, dan memeluk wanita itu dari belakang dan menghancurkan pedang energi yang mendekat ke arah mereka.


"aku tidak percaya ini, bagaimana pemuda itu lebih cepat dari gerakan ku? aku yang di juluki penguasa Timur, salah satu dari empat penguasa tertinggi kultivator, tidak pernah melihat yang seperti ini, jangan kan melihat, bahkan aku tidak bisa merasakan pergerakan nya, hah.... aku yang begitu bangga akan kemampuan ku selama ini merasa begitu kecil di hadapan nya," batin Lun Xiang Tien, menggelengkan kepalanya, dan melupakan darah sudah mengucur dari luka-luka nya.


Lun Zhing Yue seperti membeku saat Xiao Zhou memeluk tubuh dari belakang melindungi nya dari serangan pedang energi nya sendiri.


"kau?" hanya itu yang dapat keluar dari bibir nya.


"katakan apakah nama mu Xiao Zhou?" tanya Lun Zhing Yue, masih belum bisa percaya jika orang itu adalah seseorang yang begitu di berarti dalam hidupnya.


"benar, aku adalah murid berlatih kecapi mu, guru senang bisa melihat mu lagi," ucap Xiao Zhou.


Lun Zhing Yue mencoba meraih kain penutup mata nya, tetapi mengurung kan niat nya.


"ku mohon lepaskan pelukan mu," ucap Lun Zhing Yue pelan, menyadarkan Xiao Zhou yang belum melepaskan pelukannya.


Xiao Zhou dengan cepat melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Lun Xiang Tien dengan sedikit malu.

__ADS_1


"maafkan aku nona Lun," ucap Xiao Zhou.


"salam tetua Lun, lama kita tidak berjumpa," ucap Xiao Zhou.


"hahaha.... apa kau benar-benar teman kecil ku itu? saat ini kau tampak sangat berbeda, ada apa dengan mata mu? bagaimana kau bisa begitu.... aahhhh lupakan semua pertanyaan ku itu, senang bertemu dengan mu lagi teman kecil ku," ucap Lun Xiang Tien.


Lun Zhing Yue begitu terkejut mendengar ucapan kakek nya,


"ada apa dengan mata mu? katakan jika kau tidak terluka? tanya Lun Zhing Yue yang terlihat begitu khawatir.


"aahh... cucuku kau tidak perlu begitu khawatir, bola mata teman ku ini sedikit berubah warna saja, sebaiknya kau membuka penutup mata mu," ucap Lun Xiang Tien.


Wajah Lun Zhing Yue terlihat kembali lega, dan sedikit menunduk malu, karena di goda oleh kakek nya.


"hahaha.... baiklah, seperti kalian ada yang ingin di bicarakan berdua, aku akan pergi... teman ku Zhou'er, sebaiknya kau membujuk nya agar bersedia kembali ke kediaman ku," ucap Lun Xiang Tien dan berdiri dari tempat duduknya.


"akan aku coba tetua Lun, aku akan membawa nya pulang ke rumah kami," ucap Xiao Zhou


"rumah kami?" guman Lun Zhing Yue, dan Lun Xiang Tien hampir bersamaan pelan.


"apa itu berarti kau berencana menikahi cucuku yang cantik ini?" tanya Lun Xiang Tien mengerutkan sedikit kening nya.


"benar tetua Lun," ucap Xiao Zhou


wajah Lun Zhing Yue sedikit memerah mendengar ucapan Xiao Zhou, yang tiba-tiba saja melamar kepada kakek nya.


"menikah? tunggu!!! siapa yang mau menikah dengan mu," teriak Lun Zhing Yue dan tanpa sadar menarik kain penutup matanya, matanya sedikit melebar ke arah Xiao Zhou.


mata indahnya menyapu wajah Xiao Zhou terlihat bibirnya sedikit terbuka, keduanya saling kini menatap.

__ADS_1


__ADS_2