
beberapa hari setelah pilar langit Huang Fu ingin menghancurkan pulau keseimbangan.
seorang pria besar, dengan kulit seperti batu hanya duduk dengan wajah murung, matanya menatap lengan kanannya terputus.
seorang wanita cantik selalu menemani nya, dan berusaha menghibur nya.
"kakak Yang Dong, sudahlah kita akan mencari mutiara batu lagi agar lengan mu lengkap lagi" ucap wanita cantik itu yang tidak lain adalah Xiang yu.
"baik adik Xiang, kita akan mencari nya, walaupun aku rasa tidak ada yang sekeras mutiara batu hitam milikku" ucap Yang Dong dengan suara berat nya.
seseorang remaja mendekati dua orang yang sedang berbincang itu.
"salam penguasa ke 15," ucap kedua orang itu.
"kalian berdua tidak usah sungkan seperti itu, bagaimana keadaan mu, dewa batu? tanya Xiao Zhou.
"tubuh ku sudah sehat, tapi tanpa lengan kanan aku merasa hanya seperti sampah yang menjijikkan" ucap Yang Dong.
"hemmm.... seperti itu rupanya, bagaimana jika aku membantu mu?" tanya Xiao Zhou, dan kini beberapa orang sudah datang ke tempat itu.
"terimakasih penguasa ke 15, tapi aku rasa tidak ada yang kau bisa lakukan untuk ku" ucap Yang Dong, wajah nya terlihat murung.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"ikutlah denganku" ucap Xiao Zhou sambil menatap dewa Yang Dong, dan keduanya melangkah mengikuti aliran sungai kecil yang sangat jernih yang arus nya tidak terlalu deras, mereka memasuki sebuah goa di belakang istana ke 15.
"baiklah, kau sudah membantu ku menjaga pulau ku, sekarang aku akan memaksa untuk membantu mu, walaupun ini akan sedikit menyakitkan" ucap Xiao Zhou dan merapal sebuah mantra.
buuuuggggggg.......
sebuah tungku batu besar muncul di hadapan mereka.
"apa ini Penguasa ke 15?" tanya Dewa Yang Dong dengan suara berat nya.
"cepatlah masuk ke dalam tungku batu itu dewa Yang Dong" teriak Xiao Zhou.
dengan langkah gontai Yang Dong masuk ke dalam tungku itu, dan tungku batu itu pun mulai membesar dan menutupi seluruh tubuh Yang Dong.
tubuh Yang Dong kini di selimuti cairan bening yang keluar dari tungku batu itu, dan cairan itu masuk ke pori-pori kulit keras nya.
__ADS_1
teriakan Yang Dong mulai terdengar dari dalam tungku itu,
Xiao Zhou mulai merapal mantra, huruf-huruf suci kuno keluar dari tubuh Xiao Zhou dan masuk kedalam tungku batu itu.
"bertahan lah Dewa Yang Dong, ini memang sangat menyakitkan" teriak Xiao Zhou, dan membuat segel di bibir goa itu.
sudah lima hari Dewa Yang Dong ada di dalam tungku batu itu, tungku itupun kini terlihat seperti kaca, Dewa Yang Dong bisa melihat Xiao Zhou yang sedang duduk di atas sebuah batu, yang terus merapal mantra, darah segar sesekali keluar dari bibirnya.
hari ke 10 telah berlalu tungku batu itu sudah tidak terlihat lagi, yang hanya menyisakan tubuh besar Dewa Yang Dong yang di selimuti asap putih.
tubuh nya terlihat begitu kekar, bahkan kepala nya lebih kecil dari otot lengan nya, dengan warna keabu-abuan, lengan kanan nya sudah kembali.
"ini begitu indah dan sangat keras" guman Dewa Yang Dong air matanya menetes karena begitu bahagia, dan menatap Xiao Zhou yang sudah selesai merapal mantra, darah segar dan kering bercampur menjadi satu di pakaian nya dan lehernya.
"penguasa ke 15, kau tidak apa-apa?" ucap Dewa Yang Dong mendekati nya.
Xiao Zhou hanya mengangguk, saat seteguk darah segar kembali keluar dari bibirnya, dan Xiao Zhou menutup matanya, di iringi dengan hilangnya segel yang menutupi bibir goa itu.
Dewa Yang Dong keluar dari goa itu, dengan tubuh baru nya, Dewa Yang Dong mengendong tubuh lemas Xiao Zhou dan melangkah cepat menuju istana ke 15.
semua orang yang melihat itu, mendekati nya tidak terkecuali Jung Min Ha yang sudah mulai menangis histeris.
"tidak.... iblis kecil apa yang telah kau lakukan, aku sudah memperingatkan mu" teriak nya dan berlari memeluk tubuh Xiao Zhou.
mereka semua berkumpul di aula keluarga
"katakan nona Min Ha apa yang terjadi pada suami kami" ucap Li Mei yin menatap ke arah Jung Min Ha yang duduk dengan memeluk kedua kaki nya di tekuk.
matanya menatap kosong ke arah kamar Xiao Zhou.
"iblis kecil terkena jurus yang hampir mirip dengan nyanyian kematian milik nya, jurus itu adalah milik penguasa gerbang ke tujuh, setiap orang yang terkena jurus itu akan mati" ucap Jung Min Ha mata nya menerawang jauh.
"apa? bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Zhang Rui air matanya kini sudah menetes.
"dantian dari iblis kecil sudah retak, dia tidak bisa menggunakan energi qi berlebihan lagi, jika tidak ada pedang semesta di dalam tubuhnya, iblis kecil pasti sudah mati" ucap Jung Min Ha dan mulai terisak.
"penguasa ke 15, sudah mengetahui ini tetapi masih ingin menolong ku, aku benar-benar merasa bersalah" ucap Dewa Yang Dong.
"sudahlah kakak Yang Dong penguasa ke 15, pasti memiliki alasan yang kuat melakukan kebaikan ini untuk mu" ucap Dewi Xiang yu.
__ADS_1
"kau benar, sekarang aku akan menjadi pelindung nya, penguasa ke 15 tidak boleh mengeluarkan energi qi nya lagi, aku Dewa Yang Dong bersumpah akan melayani Penguasa ke 15 sampai nafas terakhir yang ku miliki" ucap Dewa Yang Dong dengan suara menggelegar, dan sebuah huruf dewa keluar dari tubuh nya.
"ini adalah sumpah setia ku, dan aku akan mati jika melanggar nya" ucap Dewa Yang Dong.
****
di sebuah istana di bawah lautan,
seorang wanita yang memiliki kecantikan langit, dengan kulit halus dan seputih salju, keluar dari sebuah pagoda emas,
"selamat Puteri kau sudah menyelesaikan pelajaran mu di dalam pagoda pendewasaan, kau sudah belajar tiga tahun, tetapi dalam pagoda itu kau sudah belajar lebih dari lima ribu tahun, semoga kau menjadi lebih bijaksana" ucap seorang pria sepuh dengan kewibawaan yang begitu jelas terlihat.
wanita cantik itu membungkuk ke arah pria sepuh itu.
"terimakasih dewa lautan, aku mohon diri" ucap wanita itu
"pergilah Puteri, dan sampai kan salam ku pada Yang Mulia Kaisar" ucap pria sepuh yang di panggil dewa lautan itu.
****
di istana langit, aula Kaisar di penuhi oleh pejabat yang semua tampak begitu serius, mendengar ucapan dari pria yang duduk di atas singgasana di tempat itu.
"Dewa Lou yi majulah, dan terima perintah ku" ucap pria yang duduk di singgasana itu, yang tidak lain adalah Kaisar Langit.
Dewa Lou yi melangkah ke tengah aula itu dan membungkuk memberi hormat.
"hamba Dewa formasi Lou yi, menerima perintah Yang Mulia." ucap Dewa Lou yi.
Kaisar Langit mengangguk,
"kau memiliki sejarah yang panjang dengan penguasa ke 15, sekarang kau temui lah penguasa ke 15 dan bicarakan dengan baik-baik masalah pembatalan perjodohan diplomatik ini, hadiahkan pusaka yang setimpal pada penguasa ke 15, karena pemuda ini sudah begitu membantu kekaisaran langit dalam kekacauan beberapa tahun terakhir ini" ucap Kaisar Langit.
"hamba mengerti Yang Mulia, dan akan melaksanakan perintah ini dengan sebaik-baiknya" ucap Dewa Lou yi sambil membungkuk kembali.
dan tiba-tiba seorang wanita cantik memasuki aula itu, dan membungkuk di hadapan Kaisar Langit.
"Puteri ku, apa ada yang ingin kau bicarakan?" tanya Kaisar Langit.
"Yang Mulia, izinkan aku ikut menemui penguasa ke 15, pembatalan perjodohan ini karena keegoisan hamba, dan hamba akan meminta maaf pada penguasa ke 15" ucap Puteri Yun Qixuan.
__ADS_1
"hemmm... itu bagus, kau seperti sudah dewasa setelah belajar di pagoda pendewasaan, baiklah kau boleh pergi Puteri ku" ucap Kaisar Langit sambil mengelus jenggotnya.
"Xiao Zhou aku akan menghajar mu, kau sudah membuat ku menghabiskan waktu terkurung di pagoda itu selama ribuan tahun, dan kau harus membayar semua ini" batin Yun Qixuan saat meninggalkan aula kaisar langit.