Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
hukuman Xiao Zhou


__ADS_3

maafkan aku, tapi aku tidak berani nona" ucap Xiao Zhou masih dengan posisi menunduk.


lun zhing Yue mengangguk, dan melipat kedua tangannya di bawah gunung nya, membuat gunung itu tambah membusung.


"hemmm... seperti itu rupanya? baiklah sekarang kau siapkan teh, kau seorang pelayan bukan?!!" ucap Lun Zhing yue dan duduk sambil menimpakan kaki kanan nya diatas kaki kirinya, sehingga membuat paha nya sedikit terlihat, di belahan pakaian yang dikenakan nya.


"baiklah nona" ucap Xiao Zhou dan dengan cekatan menyiapkan minuman, walaupun banyak bertanya letak bahan untuk membuat minuman.


mata Lun Zhing yue begitu memperhatikan semua gerakan Xiao Zhou.


"bocah ini begitu terampil, dan seperti sudah sangat terbiasa membuat teh, seperti nya bocah ini berbeda dari orang yang kutemui di danau beberapa waktu lalu, tatapan mata mereka sangat berbeda, tetapi tubuh mereka hampir sama, aahhh dimana orang itu sekarang?" batin Lun Zhing yue termenung, sampai di kaget kan dengan satu nampan teh sudah siap di hadapan nya.


"silahkan nona" ucap Xiao Zhou sambil menuangkan teh kedalam salah satu cawan.


Lun Zhing yue menatap jari-jari panjang dan lentik milik Xiao Zhou, tidak akan ada yang percaya jika jari-jari itu sudah menghabisi puluhan ribu nyawa.


"jari yang indah, hemmm... aku benar-benar sudah salah orang" batin Lun Zhing yue, wajah nya sudah tidak bersemangat seperti sebelumnya.


mereka berdua kembali ke tempat Lun Xiang Tien bermain catur,


"aaahhh... kenapa kalian lama sekali cucuku, hahaha... tapi bisakah kau menyuruh pelayan membelikan kakek kue seperti biasanya" ucap Lun Xiang Tien.


"baik kakek, biar kami saja yang keluar, aku juga ingin membeli sesuatu" ucap Lun Zhing yue sambil menatap Xiao Zhou, dan sudah bersiap keluar dari ruangan itu.


"kau dan pelayan kecil ini? hahaha itu bagus, sangat bagus" ucap Lun Xiang Tien dan menatap Xiao Zhou sambil mengelus jenggotnya.


"biar aku saja yang mengantarkan nona Lun keluar tetua Lun, ini sudah larut butuh seorang yang kuat untuk menjaga seorang wanita" ucap Huang Lang.


Lun Xiang Tien mengangguk,


"baiklah Lang'er kau antar cucuku, dan pelayan kecil apa kau menemaniku sebentar?" tanya Lun Xiang Tien.


"baik tuan besar" ucap Xiao Zhou membungkuk.


Lun Zhing yue terlihat kesal dan keluar ruangan itu bersama Huang Lang.


"duduklah dan kita bermain catur teman kecil" ucap Lun Xiang Tien bersemangat.


Xiao Zhou mengeluarkan guci arak nya dan duduk di hadapan Lun Xiang Tien.

__ADS_1


"apa yang sedang kau rencanakan Zhou'er?" ucap Lun Xiang Tien.


"aku tidak bisa memberitahu mu saat ini tetua Lun," ucap Xiao Zhou dan menawarkan arak nya kepada Lun Xiang Tien.


"aahh... rupanya kau sedang mengikuti Huang lang berhati-hati lah, maafkan aku teman kecil jika ada cucuku aku tidak minum arak, cucuku akan sangat marah jika aku melakukan nya" ucap Lun Xiang Tien.


"bagaimana dengan cucuku, apa kau menyukai nya?" tanya Lun Xiang Tien.


"cucumu sangat baik dan sangat cantik tetua, Huang Lang adalah pilihan yang tepat, walaupun dia sedikit angkuh, tapi pemuda itu adalah pemuda yang baik" ucap Xiao Zhou.


"hahaha.... kau ini, selalu menolakku dengan halus, tidak ada orang yang berani melakukan ini padaku dari dulu, baiklah aku tidak akan memaksa mu lagi teman kecil" ucap Lun Xiang Tien sambil terkekeh.


mereka berdua bermain catur sambil berbincang,


"permainan mu sangat rapi teman kecil, aku bahkan tidak dapat menyerang sama sekali, hemm... bagaimana kau melakukan nya?" ucap Lun Xiang Tien yang terlihat mulai terdesak.


Xiao Zhou hanya menggeleng,


"aku tidak tahu, aku hanya sekedar bermain saja, agar tidak bosan" ucap Xiao Zhou sambil meletakkan bidak catur nya seperti tanpa berpikir.


"apa??? dia bermain begitu cepat, tanpa berpikir lama, tapi permainan sulit aku tebak, dan tidak bisa aku tekan" batin Lun Xiang Tien.


"cepatlah sembunyikan guci mu, atau cucuku akan menghancurkan nya, dan juga permainan mu tidak cocok untuk seorang pelayan" ucap Lun Xiang Tien yang menyadari kedatangan cucunya.


"apa kalian sedang bermain catur? aku rasa seorang pelayan tidak akan bisa bermain catur" ucap Lun Zhing yue menatap bidak-bidak catur milik Xiao Zhou dan mendekati nya.


"aahhh... cucuku, kakek baru saja mengajarinya sedikit-sedikit cara-cara bermain catur" ucap Lun Xiang Tien


hidung Lun Zhing yue mendengus, dan mendekati wajah kakek nya, mata Lun Xiang Tien terpejam, begitu juga dengan Xiao Zhou yang mengetahui kebodohan nya minum arak.


Xiao Zhou bangkit dan berdiri menjauh dari meja itu sambil sedikit membungkuk, tangan nya berusaha menyembunyikan guci arak nya.


"aku mencium bau arak" ucap lun zhing Yue, dan mendekati Huang Lang, dan kemudian mendekati Xiao Zhou yang sedang membungkuk tanpa berani menatap Lun Zhing yue.


"pelayan kecil apa bau arak ini berasal dari mu?" ucap Lun Zhing yue dan hidung nya mendekati wajah Xiao Zhou yang merunduk.


hidung nya semakin mendekat ke bibir Xiao Zhou, mata nya menatap bibir Xiao Zhou begitu dalam, dan pelan-pelan mata Lun Zhing yue kearah mata Xiao Zhou.


kedua nya saling menatap beberapa saat,

__ADS_1


"mata itu lagi" batin Lun Zhing yue bibirnya sedikit terbuka.


tangan kanan nya dengan cepat masuk ke pakaian Xiao Zhou dan meraih guci kesayangan Xiao Zhou.


"akhirnya aku mendapat kan kau penjahat kecil, bagaimana kau menjelaskan ini hah?" tanya Lun Zhing yue sambil menunjukan guci kehadapan semua orang.


"aahhh... cucuku kau jangan terlalu keras pada pelayan kecil itu, biarkan dia bersenang-senang sedikit di usia muda nya" ucap Lun Zhing yue sedikit serak.


"nona Lun, tolong maafkan kesalahan pelayan ku ini, aku berjanji akan menghukum nya sampai di sekte kami" ucap Huang Lang.


"baiklah, kali ini kau selamat bocah, tapi guci ini tetap di sini, aku akan mengembalikan nya jika waktu nya tiba" ucap Lun Zhing yue dan meninggalkan ruangan itu


Xiao Zhou sedikit gemetar karena kesal, guci yang begitu di sayangi dan menemani nya selama ini harus pergi dari nya.


"tunggu saja... gadis kecil kau tidak tahu berurusan dengan siapa?" batin Xiao Zhou.


***


di sekte pilar keadilan.


"penjaga... ikat tangan pelayan ini, dan suruh berlutut sambil pagi di halaman aula." ucap Huang Lang.


"aku harap kau menyesali kesalahan mu kali ini bocah kecil" ucap Huang Lang meninggalkan Xiao Zhou di gerbang masuk ke sekte nya.


penjaga itu mengikat kedua pergelangan tangan Xiao Zhou di belakang punggung nya dan membawa nya ke halaman aula utama.


"pelayan berlutut lah, atau aku akan memotong kedua kaki mu" ucap penjaga itu sambil tertawa senang, dan duduk beberapa meter dari tempat Xiao Zhou berlutut.


"dasar wanita kurang ajar" batin Xiao Zhou mengingat dirinya sekarang harus berlutut sampai pagi di halaman luas itu, karena ulah dari Lun Zhing yue.


"di sini begitu ramai penjaga, aku tidak bisa menggunakan energi qi ku" batin Xiao Zhou dan mulai berlutut, sampai seorang wanita mendekat.


penjaga itu berdiri dan memberi hormat kepada wanita itu, dan mulai berbicara tentang hukuman Xiao Zhou.


"baiklah penjaga, kali ini biar aku yang mengurus pelayan ini" ucap wanita cantik itu dan berjongkok di hadapan Xiao Zhou sambil menatap mata Xiao Zhou dengan tatapan begitu merendahkan.


"tapi nyonya besar, pelayan kecil ini adalah pelayan tuan muda Huang" ucap penjaga itu.


"aku tahu penjaga," ucap wanita itu dengan wajah penuh misteri.

__ADS_1


"baik nyonya besar" ucap penjaga itu dan meninggalkan mereka berdua.


"cek cek cek... apa kau menyukai pertunjukan ku malam itu pelayan kecil? adalah mati hukumannya jika kau ketahuan memata-matai ku, sekarang sebelum mati sebaiknya kau ikut dengan ku, ada yang ingin ku bicarakan dengan mu, aku sangat suka membunuh pecundang seperti mu ini" ucap wanita dewasa itu, dan berdiri dan diikuti oleh Xiao Zhou dengan kedua tangan masih terikat.


__ADS_2