Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch.53


__ADS_3

tangan Park Min Ji yang awalnya hanya meremas pakaian Xiao Zhou kini. semakin naik ke tengkuk Xiao Zhou dan sedikit menarik nya,


"mmmmssss...." keduanya saling bergerak memutar kepala mereka mencari posisi yang lebih tepat, bahkan wanita itu mulai ikut mengeluarkan lidah nya menerobos bibir Xiao Zhou.


tangan Xiao Zhou menarik pinggang Park Min Ji sehingga milik nya kini menempel dengan Milik wanita dewasa itu.


"enngghh...." lenguhan Park Min Ji saat bagian mereka saling menekan, Xiao Zhou mengangkat satu paha dan menariknya, membuat benda mereka begitu menekan, Park Min Ji melipat kakinya seperti ingin agar Xiao Zhou lebih menekan lagi.


Xiao Zhou melepaskan ciumannya dan keduanya terlepas, dan mengatur nafas mereka, wajah Park Min Ji terlihat merona merah, memegang dadanya yang masih berdebar kencang, dan keduanya terlihat canggung.


tidak lama samar-samar terdengar derap langkah kuda mendekati mereka.


Park Min Ji mengatur nafasnya yang tersengal, dada nya terasa sesak, tangan nya masih bergetar, dan hatinya begitu bahagia, dan berbunga-bunga, namun Park Min Ji dengan cepat menguasai keadaan karena ancaman sedang mendekati nya.


"bocah bodoh.... kau berhutang penjelasan tentang ini, sekarang orang-orang itu seperti nya sudah datang, kau tetaplah di belakang ku," ucap Park Min Ji dan menatap ke arah suara derap kuda itu.


puluhan orang menunggangi kuda berhenti di hadapan mereka, dan seorang menggerakkan kuda nya sedikit ke depan seperti seorang pemimpin.


"kami berjanji tidak akan melukai kalian, jika kalian mau berkerjasama, serahkan wanita itu dan tidak ada yang akan terluka," ucap pemimpin pengawal itu.


Park Min Ji menatap tajam ke arah pemimpin pengawal itu,


"dia mungkin pendekar raja, aku tidak bisa mengetahui tingkatan nya karena kemampuan ku jauh di bawah nya," ucap Park Min Ji, dan mengeluarkan pedang indah dari cincin nya.


"demi dewa.... kali ini tolonglah kami, aku tidak akan rela berpisah begitu cepat dengan nya di hari terbahagia ku ini," batin Park Min Ji yang mengetahui jika dirinya tidak akan mampu menghadapi para pengawal itu.


"nyonya menyingkirlah, biarkan aku yang mengurus para pengawal kekasih mu itu," ucap Xiao Zhou, dan maju di depan Park Min Ji dengan pedang sudah di pinggang nya.

__ADS_1


"dengarkan aku, dia bukan kekasih ku lagi, dan kembali kebelakang ku cepatlah!!! kau tidak boleh mati sebelum menjelaskan yang barusan terjadi, " ucap Park Min Ji pelan dengan wajah begitu kesal menatap Xiao Zhou.


Xiao Zhou tidak bergeming dan melewati Park Min Ji begitu saja,


"tinggalkan tempat ini, dan kalian bisa kembali berkumpul dengan keluarga kalian," ucap Xiao Zhou.


pemimpin pengawal itu menyunggingkan senyumnya, turun dari kudanya dan mencabut pedang nya, semua rekan nya pun mengikuti apa yang di lakukan pemimpin mereka.


"hahaha... ini bukan waktu nya berlagak menjadi pahlawan, adik kecil... aku tahu nyonya ini begitu menggai*rahkan darah mudamu, tapi dengarkan aku wanita ini sangat lah jauh dari jangkauan mu, dia adalah wanita istimewa, dan juga hahahaha..... dan juga aahhh... lupakan saja," ucap pemimpin itu menggelengkan kepalanya menahan tawa nya.


"dan juga apa?" tanya Park Min Ji penasaran


"aahhh... nyonya maafkan aku, aku hanya ingin mengatakan jika adik kecil ini tidak akan mampu memuaskan mu di ranjang, hahaha.... sudahlah adik kecil, sebaiknya kau cari wanita yang sebaya dengan mu, dan biarkan wanita ini bersama kami," ucap pemimpin pengawal itu.


"cih.... sampai matipun aku tidak akan ikut bersama kalian," ucap Park Min Ji di belakang Xiao Zhou.


"jika kalian tuli, akan aku katakan sekali lagi, sebaiknya kalian pergi, dan ini adalah peringatan terakhir," ucap Xiao Zhou, dan tangan kanan nya yang hampir tertutup lengan jubah yang begitu lebar mulai menyentuh gagang pedang kematian nya.


pemimpin pengawal itu mengerutkan keningnya yang basah karena air hujan,


"aku bisa melihat sorot matanya yang dingin dari sela-sela rambut nya, suara nya begitu tenang, dan tanpa emosi sedikit pun," batin kepala pengawal itu.


"haha... mendengar ucapan mu seperti kau tidak takut pada kami, aahhh sayang sekali keberanian mu itu salah tempat adik, dan juga kau akan mati dalam usia begitu muda," ucap pemimpin pengawal itu.


Xiao Zhou hanya mengangguk, wajah nya tertutupi rambut depan nya yang basah.


"kalian baru saja mendatangi kematian kalian," guman Xiao Zhou.

__ADS_1


"sriiinnnggggg..."


Xiao Zhou mencabut pedang nya dan hanya dalam satu kedipan mata ujung pedang itu menempelkan di bawah dagu pemimpin pengawal itu, membuat nya terperanjat, karena sebelumnya jarak mereka cukup jauh, dan kini pemuda itu sudah di hadapan nya.


mata pemimpin pengawal itu semakin melebar dan wajah nya menjadi pucat, saat menyadari jika pedang itu sudah berlumuran darah segar.


bruuukkkkk....


brukkkkkk.....


terdengar rekan-rekan nya mulai terjatuh di belakang nya, sudut mata pemimpin pengawal itu melihat sekeliling nya, tampak genangan air hujan sudah menjadi merah.


"a-pa yang sedang terjadi?" ucap pemimpin pengawal itu dengan suara bergetar.


"bagaimana kau melakukan nya? siapa sebenarnya kau?" ucap nya lagi.


pemimpin pengawal itu menatap dalam-dalam ke arah wajah Xiao Zhou yang hanya terlihat setengah karena sebagian rambut basah nya menutupi wajah dingin itu, namun mata Xiao Zhou tertutup.


"kau membunuh dua belas orang ku dengan mata tertutup, bahkan aku tidak berkedip saat itu," ucap pemimpin pengawal itu dan pedang nya mulai terjatuh.


"bukan kah aku sudah memperingatkan mu, anggap saja ini adalah mimpi buruk mu, kau harus mati di tangan bocah yang tidak mampu memuaskan wanita," ucap Xiao Zhou, dan membuka matanya bersamaan dengan lepasnya kepala pemimpin pengawal itu.


Park Min Ji membeku melihat kejadian itu, dan langkah nya mulai mundur saat Xiao Zhou menatap dan mendekati nya.


"dia memenggal kepala orang tanpa berkedip," batin Park Min Ji


"siapa kau sebenarnya? jangan mendekat atau aku akan berteriak!" ucap Park Min Ji, wajah nya tertunduk tidak berani menatap mata Xiao Zhou karena begitu ketakutan, tangan nya gemetar karena tidak pernah melihat pembunuhan secepat itu.

__ADS_1


__ADS_2