
pangeran ke empat mengebrak meja di hadapan nya, saat sedang minum bersama teman pria nya tadi
"tenanglah Woon' a... wanita mereka kadang keras kepala dan sulit untuk di taklukkan, bagaimana jika aku yang bergerak?" ucap pria yang terlihat gagah dengan aroma tubuh yang tercium harum.
"tidak kakak Kim... wanita bertubuh tinggi itu adalah milik ku, sama seperti Selir Park, kau tidak boleh menyentuh nya, dan aku sudah meminta mu untuk mendekati sepupu Selir Park tapi sampai saat ini kau belum bisa memisahkan mereka berdua," ucap pangeran ke empat kesal.
"hahaha.... tenangkan dirimu adik Woon'a, aku Kim bong Goo tidak pernah gagal dalam urusan ranjang, aku sudah menghabiskan seumur hidup ku untuk kemampuan benda ku ini, sebentar lagi Park Geun Soo, akan menjadi budak ku, kita akan bersenang-senang bersama, kau dengan kekasih mu Selir Park, dan aku dengan sepupu nya, tinggal selangkah lagi, kau bisa menaklukkan Kaisar bertubuh indah itu, setelah kita mengantar kedua wanita ini kembali ke Kekaisaran Yunha, bersabarlah," ucap Kim bong Goo dan meneguk isi cawan nya.
"kau benar kakak Kim... aku akan menceraikan ke sepuluh istri ku, dan menikahi Selir Park, dan setelah itu aku akan kembali ke pulau itu, dan menghacurkan kehidupan bocah sombong itu," ucap pangeran ke empat.
****
Di tempat lain, dua orang pemuda sedang memasuki perbatasan kota binjong, kota terbesar yang dulunya adalah ibukota Kekaisaran Tang, kota itu di kuasai oleh orang-orang dari rumah judi keluarga Go, mereka hanya takut kepada keluarga dari Adipati Zhou Yun.
tampak kota itu sangat ramai, ketimpangan sosial yang begitu terlihat di kota ini, di satu sisi penduduk asli terlihat begitu miskin, dan para pendatang yang begitu kaya, para pendatang itu adalah para bangsawan yang ingin bersenang-senang di rumah judi keluarga Go yang begitu terkenal.
"kakak ipar... akhirnya aku pulang," ucap seorang pemuda yang terlihat begitu berkharisma dan tubuh nya yang kekar, janggut nya yang pendek membuat nya terlihat begitu jantan.
__ADS_1
"kau benar adik ipar... tapi ingat lah kau adalah putera mahkota negeri ini, jadi berhati-hatilah jangan pernah menyebut nama mu yang sebenarnya, karena belum saat nya," ucap Xiao Zhou yang menggunakan penutup kepala seperti seorang pelayan dengan tubuh sedikit membungkuk.
"tapi kakak ipar kenapa kau berpakaian seperti pelayan, kau bisa menyamar sebagai adikku saja," ucap Tang Bao.
"pelayan lebih mudah bergerak, mereka kadang melupakan keberadaan nya, jadi pikirkan saja apa rencana mu, kau adalah penerus Kaisar Tang, kau harus menaklukkan daerah mu dengan tangan mu sendiri, dan aku hanya memastikan kau tetap hidup," ucap Xiao Zhou.
"baiklah kakak ipar... apa yang harus ku lakukan?" ucap Tang Bao.
"hehe... kau jangan terlalu tertekan, lakukan apapun yang kau senangi, kau tuan muda kau lebih tahu dari ku kebiasaan dari teman-teman mu, itu akan memudahkan mu untuk menyusun rencana, jangan selalu bertanya padaku karena kemampuanku saat ini tidak lebih dari manusia biasa, sama seperti mu," ucap Xiao Zhou.
Tang Bao hanya mengangguk, dan melangkah memasuki sebuah rumah hiburan yang mewah.
"tuan muda silahkan, kami memiliki banyak wanita cantik untuk menghibur anda di dalam," ucap wanita setengah baya itu.
Tang Bao terlihat sedikit canggung, dan mulai menggaruk kepalanya karena baru pertama ke tempat seperti itu,
"bibi... siapkan meja dengan hidangan mewah dan tujuh wanita terbaik mu," ucap Xiao Zhou sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
wanita setengah baya itu sedikit terkejut mendengar permintaan Xiao Zhou dan menatap dalam-dalam Xiao Zhou
"ahhh... maafkan aku melihat pakaian mu, apa kau seorang pelayan dari tuan muda ini?" tanya wanita setengah baya itu sedikit ragu.
"bu-kan...." ucapan Tang Bao, namun Xiao Zhou dengan cepat memotong ucapan Tang Bao.
"benar bibi... aku pelayan nya, asal bibi tahu dia seorang kerabat Kaisar Wang, lihat wajah bersinar nya," ucap Xiao Zhou sambil menyerahkan sekantong kecil uang emas.
Pemilik rumah hiburan itu dengan cepat membuka sedikit kantong itu, matanya melebar, dan bibirnya sedikit terbuka.
"demi Dewa arak.... apakah benar tuan muda ini kerabat Kaisar Zhang? aku benar-benar buta, maafkan ketidaksopanan ku, pelayan!!!! siapkan meja dengan hidangan terbaik dan termahal," teriak pemilik rumah hiburan itu.
"bibi sebaiknya bibi merahasiakan identitas tuan muda ku ini," ucap Xiao Zhou.
"hihi.... kau pelayan yang begitu cekatan, tidak salah jika tuan muda memilih mu, bocah pintar kau juga akan mendapat satu wanita penghibur tenanglah," ucap pemilik rumah hiburan itu dan mengantar kedua pemuda itu ke sebuah ruangan, yang di kelilingi tirai, dan hiasan manik-manik.
"sebentar lagi adik ipar akan begitu terkenal, semakin di rahasiakan maka orang akan makin senang membicarakan nya," batin Xiao Zhou
__ADS_1
dari tempat mereka dapat di lihat beberapa orang yang sedang minum di temani oleh beberapa wanita penghibur.
"adik ipar sasaran mu pria gemuk itu, atau orang di sudut itu, orang dengan pakaian pejabat itu, dia terlihat menggunakan pil terlarang, usahakan berteman dengan salah satu dari mereka," bisik Xiao Zhou, menatap orang-orang yang duduk di berbagai tempat.