
di halaman belakang istana milik Xiao Zhou, Long Fei sedang berbicara dengan Yun Li Wei
" ibu besok kita akan kembali ke istana kita, aku tidak mau ibu terlalu lama pergi, naga emas Utara sudah bicara padaku, dia ingin secepatnya menikahimu ibu, paling tidak tahun depan" ucap Long Fei
wajah Yun Li Wei terkejut dan tersadar, matanya sedikit memerah, hatinya begitu sakit, dan berat untuk berpisah dengan Xiao Zhou
" baiklah anakku, kita akan pulang" ucap Yun Li Wei tatapan nya kosong pikiran nya begitu kacau, tidak tahu bagaimana cara mengatakan kepada anak nya jika dirinya ingin hidup bersama Xiao Zhou
dan terlihat Wang Jia Li mendekat kearah mereka,
" suami... ini adalah akhir musim salju, beberapa hari lagi akan pergantian tahun, apa kita bisa merayakan disini?" tanya Wang Jia Li
Long Fei menggeleng,
"kita akan pulang besok, dan kita akan merayakan akhir tahun di istana kita" ucap Long Fei mantap
Yun Li Wei tersenyum terlintas sebuah ide di kepala nya
" apakah kau sudah mengandung,?" tanya Yun Li Wei
" aku belum tahu ibu mertua" jawab Wang Jia Li sambil menggeleng
"sebaiknya kalian sedikit mencari hiburan, aku dengar perayaan akhir tahun di danau ini sangat meriah, anakku sebaiknya kalian berdua tidak melewatkan kesempatan ini" ucap Yun Li Wei
wajah Wang Jia Li menjadi begitu bersemangat, mendapatkan dukungan dari ibu mertua nya.
Long Fei hanya mendengus kesal,
"baiklah, tapi setelah itu kita akan langsung kembali" ucap Long Fei merasa tidak akan menang berdebat melawan dua wanita itu.
........
dari balkon istana terlihat puluhan gubuk sederhana di lereng bukit di pulau mengambang itu, sesekali terlihat orang-orang sibuk dengan urusan masing-masing.
" paman Zhifu siapa mereka itu? tanya Xiao Zhou sambil menatap gubuk-gubuk sederhana tadi
" mereka adalah suku bulbul tuan muda, mereka ada begitu pulau ini menemukan penguasa nya, jadi mereka ada untuk memenuhi kebutuhan anda" ucap paman Zhifu
Lou fang dan Xiao Zhou saling menatap tidak mengerti, Zhifu menarik nafas dalam-dalam dan mulai menjelaskan.
suku bulbul bekerja sebagai petani, penempa, pengerajin, dayang , juga pemasak dan lain-lain bahkan ada pejabat, hanya untuk keperluan istana ini saja, hidup mereka hanya mengabdi kepada tugas mereka saja, mereka tidak akan bisa keluar dari pekerjaan yang sudah menjadi takdir mereka" ucap Zhifu
Xiao Zhou mengangguk,
"aahh begitu rupanya, baiklah kakek Lou fang kau akan aku jadikan kepala desa di sini, jadi kalau ada tamu yang datang kakek lah yang menyambut dan mengaku sebagai tuan dari pulau ini" ucap Xiao Zhou dan meninggalkan tempat itu
Lou fang melebar matanya,
__ADS_1
" bocah tengik kenapa jabatan ku begitu rendah, kenapa aku tidak menjadi pejabat saja di istana ini" teriak Lou fang sambil mengejar Xiao Zhou
.....
.....
perayaan akhir tahun sangat terasa di kota pinggiran danau biru, terlihat hiasan-hiasan telah di pasang dimana-mana.
banyak orang-orang begitu bersemangat dengan adanya jalan menuju pulau mengambang itu, tidak sedikit dari mereka ingin melihat pulau itu dan sudah mulai naik menelusuri tangga menuju pulau itu.
malam itu Xiao Zhou duduk di ranjang hanya menggunakan handuk di pinggangnya, tampak Li Mei yin begitu teliti, dan berhati-hati mengobati luka di tubuh Xiao Zhou
" pedang itu begitu jahat, tapi untung saja lukamu tidak terlalu dalam" ucap Li Mei yin
" pedang bintang itu sudah kehilangan kemampuan nya, mungkin iblis tua itu sudah memecah inti nya," ucap Xiao Zhou
Li Mei yin membawakan ramuan untuk luka dalam, dan membantu Xiao Zhou meminumkan nya.
" malam ini kita akan tidur berdua saja, Dewi licik mu itu, tidak akan berani mengganggu kita," ucap Li Mei yin
praaannnkkkk....
mata Li Mei yin melebar melihat mangkuk ramuan jatuh dari tangan Xiao Zhou.
tatapan mata Xiao Zhou begitu dalam, Li Mei yin sedikit gugup dengan tatapan itu,
belum selesai kata-kata yang keluar dari bibir Li Mei yin, Xiao Zhou dengan cepat menarik kepala Li Mei yin, dan mencium lembut bibir nya.
mata Li Mei yin melebar karena terkejut dengan tindakan Xiao Zhou, dan perlahan menutup matanya menikmati serta membalas permainan bibir Xiao Zhou, keduanya bergulat diatas ranjang lembut Xiao Zhou
aahhhh.... suara yang keluar saat bibir mereka terlepas.
" ramuan luka dalam mu masih saja terlalu pedas, maafkan aku" ucap Xiao Zhou
mata Li Mei yin masih melebar menatap dalam-dalam mata Xiao Zhou, tidak mengerti maksud ucapan Xiao Zhou
" maaf??, bukan nya aku yang harus nya meminta maaf karena ramuanku terlalu pedas? tanya Li Mei yin dan sedikit mengangkat kepalanya, karena posisi tubuh nya sekarang diatas tubuh Xiao Zhou yang terbaring.
tangan Xiao Zhou mengelus lembut kepala Li Mei yin, sambil menggeleng dan tersenyum
" bukan ramuannya, maafkan aku karena terlalu lama tidak mengenali mu Nimui" ucap Xiao Zhou
mata Li Mei yin memerah, air matanya sudah tidak dapat ditahan lagi, dan menenggelamkan kepalanya ke dada Xiao Zhou
" maafkan aku zhou'er, aku mohon maafkan aku," ucap Li Mei yin tangisan nya pecah di dada Xiao Zhou
" aku sangat merindukan mu, sangat," ucap Li Mei yin lagi, dan mulai mendekatan bibir nya lagi, keduanya melepas kerinduan mereka
__ADS_1
Xiao Zhou juga begitu merindukan Li Mei yin dan tidak peduli dengan rasa asin bibir Li Mei yin yang bekas air mata.
pakaian Li Mei yin sudah tidak ada lagi, mata Xiao Zhou begitu terkagum-kagum melihat keindahan tubuh seorang Dewi,
" sayang tubuh mu begitu indah" ucap Xiao Zhou
wajah Li Mei yin sedikit memerah, dan malu tubuh nya ditatap begitu lama oleh Xiao Zhou, terlihat sedikit kebanggaan di mata nya karena pujian dari Xiao Zhou
" kau jangan menatapku seperti itu, aku sangat malu" ucap Li Mei yin menundukkan wajah nya dan tidak berani menatap mata Xiao Zhou.
mereka kembali saling bergulat, kulit putih bersih Li Mei yin terlihat sedikit kemerahan, dan terasa begitu sensitif, matanya terlihat semakin sendu, tampak bulir-bulir keringat di wajah indah nya.
" kenapa kau lama sekali adik kecil, ambil miliku yang paling suci ini, cepat lakukanlah aku sudah sangat siap!!! bisik Li Mei yin di telinga Xiao Zhou yang melihat sudah tidak tahan lagi.
dan tidak lama terdengar seperti jeritan yang tertahan keluar dari bibir Li Mei yin, dan perlahan menjadi desahan indah.
....
Yun Li Wei melangkah menuju kamar Xiao Zhou hatinya begitu gundah,
" untuk pertama kalinya aku tidak bisa mengambil keputusan" batin Yun Li Wei
Yun Li Wei melihat para dayang Xiao Zhou dan dayang Li Mei yin sedang berdiri di luar kamar Xiao Zhou.
" ini sudah saatnya tidur kenapa kalian masih di sini?" tanya Yun Li Wei
maafkan kami Ratu Yun, tapi Ratu Li sedang mengobati luka tuan muda, kami hanya menunggu perintah jika sewaktu-waktu di perlukan" ucap salah satu dayang Li Mei yin.
Yun Li Wei mendekati pintu Xiao Zhou, dan mendengar desahan yang sangat dirinya kenal.
"ehemmm... kalian semua boleh pergi biar aku yang membantu Ratu Li" ucap Yun Li Wei
semua dayang memberi hormat dan meninggalkan tempat itu
" mereka berdua sedang itu, aku ingin mengerjai mereka, dasar bocah mesum " batin Yun Li Wei, sedikit senyum nakal di wajah Yun Li Wei
"bocah nakal dan Dewi kecil keluarlah ada yang ingin aku bicarakan" ucap Yun Li Wei sambil tersenyum.
desahan masih terus terdengar dan terdengar semakin meninggi, Yun Li Wei menggigit bibir bawahnya, tubuh nya terasa sedikit menghangat, teringat kejadian indahnya beberapa hari yang lalu.
sssstttt... hanya suara itu yang keluar dari bibir Yun Li Wei tanpa dirinya sadari.
" kalian keluar atau pintu ini aku hancurkan" teriak Yun Li Wei
Li Mei yin yang sedang dipuncak indah dunia, sedikit kesal di ganggu oleh Yun Li Wei
" bibi Yun jika kau berpikir aku akan berhenti sekarang, bibi salah besar, aahhhh... hancurkan saja, .... saja.... pintu,, pintu... itu,,," suara Li Mei yin terdengar serak, terputus-putus dan berteriak kencang sesaat kemudian.
__ADS_1
Yun Li Wei hanya tersenyum, dan meninggalkan tempat itu.