Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch 1


__ADS_3

Jauh sebelum era Mou Lu yang Agung di mulai, para dewa dan iblis bekerjasama menempa sebuah pedang, mereka mengeluarkan semua kemampuan terbaik mereka, dan memasukkan semua unsur yang ada di tiga alam, ribuan tahun dalam penempa'an akhirnya sebuah pedang terkuat pun tercipta, seluruh semesta tunduk pada senjata itu.


namun pedang itu tidak bisa di pindahkan dari alam tengah, karena hawa iblis dan dewa sudah bersatu di dalam nya, dan kini pedang terkuat itupun menginginkan tuan nya, semua dewa manusia dan iblis mulai terpengaruh oleh kekuatan pedang itu, dan pedang itu tertancap di sebuah puncak bukit, yang kini di sebut bukit Junan.


dan peperangan besar dua Kekaisaran tidak dapat dielakkan di alam tengah, kekuatan keduanya begitu seimbang, kedua Kaisar itu bertarung tanpa henti, dan hampir meratakan segala nya di alam tengah.


dan tiba-tiba pertarungan mereka terhenti dan seorang Dewi sudah muncul di hadapan mereka.


"kalian berdua hentikan," ucap Dewi itu dengan wajah datar.


"kakak," ucap kedua Kaisar yang bertarung itu dan berlutut di hadapan Dewi itu.


"kalian berdua bertarung memperebutkan sebuah pedang? lihat sekeliling kalian alam tengah sudah tidak berbentuk lagi akibat ulah kalian," ucap wanita itu.


"maafkan kami kakak, tapi aku tidak bisa membiarkan pedang itu jatuh ke tangan Kaisar penuh kemaksiatan seperti dia," ucap salah satu dari Kaisar itu


"sudah cukup... kalian berdua adalah saudara kembar, kalian menguasai alam atas dan alam bawah, kalian menjalankan tugas yang sama-sama penting, seharusnya kalian saling melengkapi, bukan menghancurkan seperti ini, Kaisar langit apa ini kebijaksanaan mu?" ucap Dewi itu menatap pria yang hampir mirip itu, yang hanya berpakaian berbeda.


"maafkan aku kakak, aku mengakui kesalahan ku," ucap Kaisar langit.


wanita cantik itu pun menggeleng, dan menghela nafasnya,


"ini adalah takdir kekuatan pedang itu tidak dapat di tolak oleh siapapun, kalian berdua tidak akan pernah berhenti berselisih, baiklah.... aku akan menghukum kalian berdua, aku akan memastikan bahwa tidak satupun dari kalian akan mampu memiliki pedang itu, pedang itu hanya akan muncul jika kalian bersatu," ucap Dewi itu dan lenyap dari hadapan kedua Kaisar itu.


kedua Kaisar itu saling menatap, dan mulai memejamkan matanya, dan angin di sekeliling mereka mulai berhembus kencang, keduanya mengeluarkan seluruh energi qi di tubuh mereka, kedua energi qi itu membentuk bulatan dan semakin mendekat.


dan kedua energi itu bertemu dan mulai menghancurkan apapun di dekat mereka, gesekan energi qi mereka semakin hebat, kedua kekaisaran mereka mulai bergetar di alam masing-masing,

__ADS_1


"adik... seperti nya tidak ada yang akan tersisa dari kita," ucap Kaisar Langit.


"hahaha.... kau benar kakak," ucap Kaisar dari alam bawah.


kedua energi itu bertemu dan meledak menghancurkan seisi alam tengah, dan menjadikan kekaisaran mereka puing-puing, dan kedua energi itu pun bersatu dan melayang di angkasa, dan bergerak menjelajahi tiga alam, dan orang menyebutnya hawa semesta, sedangkan pedang itu pun ikut berubah menjadi butiran debu dan lenyap dari puncak bukit Junan.


dan setelah ribuan tahun berlalu, hawa semesta mulai terserap pada sebuah berlian di alam langit, membuat berlian itu terpecah menjadi dua, dan di mulai lah zaman Mou Lu dan Zhen lu.


saat itu Mou Lu berusia ribuan tahun, Mou Lu yang sedang berkultivasi dan memejamkan matanya, namun tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi.


"Mou Lu... aku senang melihat mu dewasa saat ini," ucap wanita cantik itu.


"siapa kau Dewi?" ucap Mou Lu.


wanita berwajah dingin itu hanya tersenyum membuat wajah dingin nya berubah begitu menghangatkan.


"baiklah bibi Dewi, apa yang kau inginkan dari ku?" tanya Mou Lu, yang sedikit canggung dirinya yang sudah begitu tua memanggil wanita muda dengan sebutan bibi.


"aku tidak menginginkan apapun dari mu, hanya saja melihat mu dan adik mu, mengingat kan aku pada adik kembar ku, dan aku harus memberitahu mu jika hawa semesta memiliki sebuah senjata pusaka, yang bernama pedang semesta, dan pedang itu hanya bisa di kendalikan oleh orang yang memiliki hawa semesta secara utuh, kau dan adik mu Zhen lu hanya memiliki sebagian hawa itu, pedang itu akan muncul jika kalian bersatu," ucap Dewi kehidupan.


Semenjak saat itu pedang semesta menjadi pembicaraan setiap Dewa, namun jutaan tahun berlalu pedang itu tidak pernah muncul, hingga seorang remaja menyatukan kedua jiwa dari hawa semesta.


remaja itu adalah Xiao Zhou, pemuda 17 tahun yang terpilih pemegang takdir pedang semesta, seorang reinkarnasi pembantai berdarah dingin, dengan sikap urakan, tidak memiliki jiwa pahlawan, dan tidak mempedulikan aturan, membuat para Dewa begitu kesal dengan nya, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan, karena takdir Xiao Zhou sudah di luar kekuasaan kekaisaran mereka.


****


beberapa bulan setelah pernikahan, perbatasan Kekaisaran Wang kekaisaran Ming dan Kekaisaran zharzantium mulai memanas, Kaisar Zhang Rui dan Puteri Ming Mei sedang duduk, keduanya terlihat begitu serius, dan beberapa pejabat militer dari dua kekaisaran ikut dalam pertemuan itu.

__ADS_1


di sudut ruangan itu seorang pria sedang mengelus janggut panjang nya, dan membaca sebuah kitab, sesekali mata biru nya menatap kedua Kaisar wanita itu yang masih serius berbincang, dan kembali memperhatikan janggut nya seperti begitu menyukai rambut yang tumbuh di ujung dagu nya itu.


"adik Ming kita tidak bisa menyerang mereka secara terang-terangan, jika kita melakukan nya, Perang besar akan terjadi karena kekaisaran zharzantium adalah dalang di balik semua ini, Adipati Zhou hanya boneka mereka, dan yang terpenting kekuasaan nya berapa di wilayah kekaisaran zharzantium, tidak ada yang bisa kita lakukan, menyerang nya sama saja menyatakan perang," ucap Kaisar Zhang Rui.


"aku sudah mengirim utusan berkali-kali terkait kejahatan Adipati Zhou, tapi Kaisar zharzantium tidak pernah mendengar nya," ucap Puteri Ming Mei dengan tangan terkepal.


"Adipati Zhou mulai menggerogoti wilayah perbatasan secara sembunyi-sembunyi, dan mengeluarkan pil terlarang, akhirnya banyak kultivator berbakat menjadi sampah, dan juga mereka mencuri kekayaan dari wilayah kita, ini benar-benar tidak bisa di biarkan," guman Puteri Ming Mei lagi, yang masih menjabat sebagai penjaga tahta kekaisaran Ming.


pertemuan itu akhirnya selesai, para pejabat militer itu meninggalkan ruang baca di istana keseimbangan, dan kembali kekaisaran mereka masing-masing melewati gerbang yang ada di istana itu.


Zhang Rui mengusap wajah nya dengan kedua telapak tangan nya, sambil menghela nafasnya, dan menatap kearah Xiao Zhou yang terlihat masih sibuk dengan kitab di depan nya.


"suami kenapa kau diam saja, dengan kemampuan yang kau miliki sangat mudah menyingkirkan tua bangka Zhou itu," ucap Zhang Rui seperti putus asa.


"kakak Zhang benar suami," ucap Puteri Ming Mei menimpali.


Xiao Zhou tidak bergeming mata nya masih menatap ujung-ujung janggut nya.


"bocah... cepat lepaskan janggut palsu mu itu, aku benar-benar kesal melihat nya," ucap Puteri Ming Mei, dengan mata melebar kearah Xiao Zhou.


"bukan kah ini bagus? baiklah..." ucap Xiao Zhou.


Xiao Zhou melipat kitab nya pelan dan menatap ke dua istrinya itu, dan masih memainkan janggut panjang nya, dan sedikit menarik nya hingga lepas, sambil menghela nafasnya.


***


halo Genk... mungkin banyak yang bingung kok muncul lagi eps novel RDK, padahal udah tamat, jawab nya emang RDK udah tamat geng, eps ini ada cuma ngejar bonus buat gw, cerita nya mungkin udah ngawur, buat yang nyari alur bagus, ato cerita menarik jelas bukan di sini tempatnya, ini cuma corat-coret sembarang agar menuhin 500k doank, tapi bagi yang punya waktu senggang buat baca silahkan aja, moga aja bisa terhibur, dan juga up nya ga pasti, karena pekerjaan gw yang menguras tenaga sangat,, cukup bacot gw!! satu imajinasi izzyl....

__ADS_1


__ADS_2