Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
Malam ritual ke dua


__ADS_3

istri Yu Jin tua menyiapkan makanan dan Ratu Xhin Ye membantu nya di dapur, dan menyajikan makanan di balai kecil di halaman depan rumah kecil mereka.


para pelayan terlihat begitu takut, karena untuk pertama kalinya melihat penguasa mereka harus bekerja seperti itu.


"aahhh... ibu mertua ini sangat sulit," ucap Ratu Xhin Ye tersenyum sambil mengusap keringat di dagunya dengan punggung tangan nya.


"maafkan aku penguasa, anda seharusnya duduk saja, hehehe.... " ucap istri Yu Jin tua tertawa.


"ibu mertua, jangan memanggilku penguasa, saat ini aku hanya menantu mu, seharusnya ibu mertua lah yang duduk, apa lagi saat ini ibu sedang itu," ucap Ratu Xhin Ye bola matanya menatap perut besar istri Yu Jin tua.


"hehehe... baiklah menantu, terserah kau saja, tapi jangan terlalu lelah," ucap istri Yu Jin tua.


dan kedua nya sudah selesai memasak, mereka berempat berkumpul di balai kecil di halaman itu. terlihat raut wajah Yu Jin tua begitu bahagia, dan mengantar istri nya masuk ke dalam rumah, saat mereka sudah selesai makan, dan Xiao Zhou sudah berpamitan.


"suami... kelak aku ingin kita seperti mereka, tetap saling mengasihi di usia senja mereka," ucap Ratu Xhin Ye dan jemari nya meremas jemari panjang Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya tersenyum tipis kearah Ratu Xhin Ye, kedua meneguk guci Xiao Zhou secara bergantian.


bulan penuh menyinari sesekali dari balik awan malam itu.


Ratu Xhin Ye duduk berdampingan dengan Xiao Zhou keduanya terlihat begitu kaku, tampak keringat membasahi wajah Ratu Xhin Ye yang malam itu terlihat sangat cantik walaupun tanpa dandanan menghiasi wajah nya.


rambut depan nya di sisir halus kesamping menutupi sedikit bagian kanan dan kiri wajah wanita itu.


keduanya melangkah menuju ranjang yang berada di tengah-tengah sebuah ruangan remang, sumber cahaya paling terang berada di meja yang menempel pada kepala ranjang lebar itu.


jari-jari kurus dan lentik itu terlihat sedikit bergetar, Xiao Zhou mengulurkan telapak tangan nya di samping Ratu Xhin Ye.


jemari bergetar itu dengan cepat menyambar jemari panjang Xiao Zhou, dan meremas nya dengan kencang.


Ratu Xhin Ye menganggukan kepala nya, seperti menguatkan tekad nya, dan memasuki ranjang mereka, kedua duduk di pinggiran ranjang itu, Ratu Xhin Ye tidak berani menatap Xiao Zhou.


"penguasa sudah waktunya melepaskan pakaian," ucap seorang pejabat dan seorang dayang mendekati ranjang bertirai tipis itu, walaupun tidak transparan.


"aku tahu," ucap Ratu Xhin Ye, melebarkan mata indah nya, sebagai isyarat agar Xiao Zhou menutup mata nya.


Ratu Xhin Ye menutup tirai itu serta melepaskan pakaian nya, dan masuk ke dalam selimut, Xiao Zhou juga melakukan hal yang sama.


"Ye'er kita akan melakukan yang seperti waktu bulan lalu, kau tidak perlu takut seperti itu." ucap Xiao Zhou


"apa? tidak... aku tidak takut, sama sekali tidak, dan malam ini kita melakukan nya, maksud ku benar-benar memasukkan nya seperti saat di ranjang mu malam itu," ucap Ratu Xhin Ye, sedikit gugup dan bingung saat menjelaskan kata memasukkan.

__ADS_1


Xiao Zhou berbaring di samping nya lengan telanjang mereka bersentuhan, darah Ratu Xhin Ye mulai berdesir, matanya menatap sentuhan tubuh mereka.


keduanya merubah cara tidur mereka dengan posisi menyamping dan saling berhadapan, Ratu Xhin Ye memegang jemari Xiao Zhou


"suami aku sedikit takut malam ini , saat malam di ranjang mu itu kita sedikit minum, dan juga aku tidak berpikir akan sampai melakukan itu, tapi malam ini aku sudah memikirkan nya dari jauh-jauh hari, itu membuat ku sedikit gugup," ucap Ratu Xhin Ye jujur.


Xiao Zhou mengangguk, dan kembali berbaring menghadap ke atas.


"hemmm... bagaimana jika kita minum sedikit alkohol?" ucap Xiao Zhou.


"apa kau bodoh? apa kau ingin anak kita kelak menjadi pemabuk seperti mu," ucap Ratu Xhin Ye sambil mendelik.


"jadi... apakah aku harus seperti ini," ucap Ratu Xhin Ye lagi, dan mulai berbaring menghadap ke atas seperti di awal.


Xiao Zhou hanya tersenyum, melihat tingkah laku Ratu Xhin Ye.


"hehe..... tidak istri, kau tidak perlu melakukan nya, jika kau merasa tidak nyaman," ucap Xiao Zhou.


Ratu Xhin Ye mengangkat kepalanya dan menatap Xiao Zhou,


"tidak suami... aku harus melakukan nya, aku tahu kau memiliki banyak istri di luar sana, dan aku tidak akan menahan mu selamanya di tempat ini, jadi... jadi izinkan aku memiliki seseorang yang bisa menghilangkan kerinduan yang akan aku alami saat kau pergi, izinkan aku memiliki anak dari mu," ucap Ratu Xhin Ye berbisik matanya berkaca-kaca dan mendekatkan wajahnya ke wajah Xiao Zhou yang masih berbaring.


tangan Xiao Zhou menyentuh leher di bawah telinga kanan Ratu Xhin Ye, dan bibir keduanya saling menempel lembut, air mata Ratu Xhin Ye membasahi pipinya, dan perlahan kedua mulai sedikit panas, lidah Ratu Xhin Ye sudah keluar dan bermain di dalam bibir Xiao Zhou.


aahh, lenguhan Ratu Xhin Ye terdengar saat benda mereka saling bersentuhan.


Xiao Zhou menarik tubuh Ratu Xhin Ye sehingga wajah Ratu Xhin Ye melewati wajah Xiao Zhou, pemuda itu mulai bermain di gundukan Ratu Xhin Ye membuat wanita itu mulai kepanasan,


eengghhh.... terdengar desis dari bibir Ratu Xhin Ye saat menarik nafas nya,


"aahhh.... apa yang di lakukan bocah ini di gunung ku? ini membuatku merinding dan merasa begitu nikmat," batin Ratu Xhin tubuh nya bergetar bulu halus di tubuh nya seperti berdiri, dan tubuh bawah nya terasa hangat dan basah.


jemari Ratu Xhin Ye meremas rambut Xiao Zhou seperti menarik nya, dan lebih merebahkan tubuhnya ke arah Xiao Zhou.


kakinya bergerak-gerak menahan kenikmatan itu, dan tubuh nya sedikit menekan kebawah mencari sesuatu, namun belum menemukan nya.


Ratu Xhin Ye menggerakkan tubuhnya sedikit lebih kebawah sekarang wajah keduanya kembali bertemu, dan tanpa di dahului kini lidah Ratu Xhin Ye sudah menjulur dan masuk ke bibir Xiao Zhou lagi, keduanya begitu menikmati ciuman mereka.


mmmmmmsssss.... suara bibir mereka yang saling *******.


aahhhhsss... saat tubuh nya menemukan yang di cari nya, dan mulai menekan nya sedikit maju mundur, merasakan kenyamanan saat benda mereka saling bergesekan.

__ADS_1


"aahh... suami aku sudah tidak tahan, aku akan berbaring, agar kau bisa melakukan nya," bisik Ratu Xhin Ye suaranya bergetar hebat, nafas nya memburu ingin segera mendapatkan penuntasan.


"Ye'er... apa kau pikir kita bisa melakukan dengan posisi itu saja?" tanya Xiao Zhou.


"apa ada cara lain lagi? belum selesai ucapan Ratu Xhin Ye Xiao Zhou sudah melakukan nya, dan perlahan benda itu mulai tertelan,


haakkkk... emmmmhhhhs.... bibir Ratu Xhin Ye sedikit terbuka, dan suaranya tercekat saat Xiao Zhou tiba-tiba memasuki nya ujung nya saja.


keduanya membeku untuk sesaat, bulir-bulir keringat membasahi kening Ratu Xhin Ye, matanya melebar menatap Xiao Zhou seperti tidak percaya jika mereka melakukan nya dalam posisi dirinya di atas.


mata Ratu Xhin Ye mulai terpejam dan menekan tubuh nya perlahan kebawah, dan menaikkan tubuh nya lagi, dan melakukan berulang-ulang, seperti mencari kenikmatan nya sendiri.


Dan dalam keremangan tampak benda besar itu mulai berkilat karena cairan membasahi nya, dan semakin lama tekanan tubuh Ratu Xhin Ye semakin kebawah membuat benda itu sedikit demi sedikit mulai tertelan.


"aa- aarhhh...." suara bergetar dan terputus-putus mulai keluar pelan dari bibir wanita dewasa itu, yang terlihat begitu menikmati getaran-getaran nikmat.


"aahh... terasa panas dan penuh," ucap Ratu Xhin Ye mulai merasakan benda kesayangan nya, dan merasakan gatal ditubuh seperti digaruk dengan kuku yang tajam.


"glekkk...." beberapa suara ludah tertelan terdengar dari para pejabat dan dayang yang tertunduk, dan sudah tidak berani menatap ke ranjang tertutup tirai di hadapan mereka.


Bahkan para pejabat itu samar-samar dapat terlihat kulit mengkilap di lapisi keringat tanpa terlihat selebar kain apapun, sedang mengayuh kenikmatan dengan begitu syahdu dan pelan, Ratu Xhin Ye terus mengerakkan tubuh nya, sesuai dengan keinginan nya, di iringi lenguhan dari bibir nya.


"oouuuhhhh... suamih... a-ku benar-benar menyukai ini, aahh." ucap Ratu Xhin Ye yang sudah mulai melupakan orang-orang di sekitar nya.


Semua suara Ratu Xhin Ye yang keluar dari bibir indah nya, sudah terdengar seperti *******, karena semua kata sudah di akhir dengan desah nya


"aahh... suami in-i sangat nikmat, sedikit la-gih... aku tidak tahan lagi, suami aku kel- luar," jerit Ratu Xhin Ye, suaranya kencang sudah bergetar hebat, gerakan nya sudah semakin kencang seperti ingin menghancurkan tubuh Xiao Zhou yang berada di bawah nya.


cairan semakin banyak merembes keluar, membaluri milik mereka, membuat suara gesekan begitu terdengar dari luar.


eehhhh.... eenghhhh.... tubuh Ratu Xhin Ye, mengejang, dan bergetar hebat di bagian perut kebawah, gerakan maju mundur sesekali terlihat seperti tidak di sadari, paha nya seperti menjepit tubuh Xiao Zhou, bersamaan dengan tubuh Xiao Zhou yang juga bergetar.


Ratu Xhin Ye rebah ke samping tubuh Xiao Zhou terlihat tubuh keduanya bermandikan keringat, dan terlelap dalam tidur indah nya.


para pejabat dan tabib menghela nafas panjang mereka, dan keluar dari ruangan membiarkan ruangan itu menjadi tenang.


*****


di saat bersamaan di tempat lain,


seorang pejabat militer melangkah mendekati kediaman Yu Jin tua, dan berhenti di hadapan beberapa prajurit suku Fiji yang sedang berjaga.

__ADS_1


Prajurit itu menundukkan kepalanya sesaat, memberikan hormat.


__ADS_2