
malam itu Xiao Zhou menyelimuti tubuh indah tanpa busana milik Ratu Alisa yang terlihat begitu lelap dalam mimpi indah nya,
Xiao Zhou keluar dari kamar menuju balkon luas di depan kamar milik nya.
"malam ini terasa berbeda" batin Xiao Zhou dan melangkah ke pinggiran balkon kamarnya yang dibuat sengaja melebar melewati pinggiran pulau itu.
"balkon ini sungguh indah, aku menyukai nya" batin Xiao Zhou lagi dan menatap ke arah istana.
tampak bagian atas istana renovasi sudah mulai selesai, banyak para pekerja dari suku bulbul masih melakukan pekerjaan mereka.
ilustrasi balkon baru milik Xiao Zhou.
Xiao Zhou menatap ke arah luar balkon itu, tampak pemandangan kota huangdong pada malam hari begitu indah, di terangi ribuan lentera dari rumah-rumah penduduk.
mata Xiao Zhou terus mengamati kota itu dan Danau biru di sisi lain nya, air danau yang begitu tenang tampak bayangan bulan penuh menghiasi danau itu, tapi ada yang aneh dari bayangan bulan itu.
"bagaimana bisa ada sembilan bayangan bulan di danau itu" batin Xiao Zhou sambil menyipitkan mata nya, dan beberapa saat menggelengkan kepalanya.
Xiao Zhou mengambil guci kesayangan dan mulai duduk sambil meneguk isi guci tersebut.
"arak dewa suci Qing Tao ini sangat enak," ucap Xiao Zhou yang hanya memakai celana panjang longgar dan jubah tidur yang panjang yang hanya terikat pada pinggang nya saja tanpa alas kaki.
"boleh aku temani" ucap seseorang yang melayang ke tempat nya
"tentu saja adik ipar, tentu saja" ucap Xiao Zhou mempersilahkan Fei yu duduk dan memberikan cawan kepada nya. dan tak lama seseorang sudah menyusul mereka dan bergabung.
"tuanku siapa orang bermata kecil ini" tanya Yang Tian menatap Fei yu
"kau bilang mataku kecil, apa kau tidak pernah bercermin mata mu juga sangat sipit bahkan kau terlihat seperti tidak memiliki alis," ucap Fei yu
"kau..." kata-kata Yang Tian terhenti dan menatap Xiao Zhou
" tuanku pria bermata kecil ini sangat menyebalkan, apa boleh aku membunuh nya" ucap Yang Tian mengeluarkan pedang hitam nya.
"hahaha... tidak bijak mengacungkan senjata di hadapan Dewa kematian, tuan berwajah batu" ucap Fei yu dan hawa pembunuh keluar dari kedua orang itu.
"apa ada yang memanggil ku" ucap seorang yang sudah melompat ke balkon itu dengan suara berat nya dan di ikuti oleh seorang wanita cantik.
"aahhh... Dewa Yang Dong dan Dewi Xiang yu, kalian berdua tepat waktu duduk lah, sebelum dua orang gila ini saling membunuh" ucap Xiao Zhou dan mereka semua mulai duduk, dan menikmati arak dari Xiao Zhou.
Xiang yu duduk di samping Yang Tian dan mereka mulai berbincang, begitu juga Yang Dong yang mulia menyukai syair dari Fei yu.
tidak terasa mereka minum terlalu banyak membuat kepala Xiao Zhou pusing.
"malam ini cukup, aku sudah sangat pusing" ucap Xiao Zhou
tidak ada jawaban dari teman minum nya, yang semua sudah tertidur Xiang yu memeluk lengan kurus Yang Tian, sedang kaki Fei yu berada di wajah Yang Dong.
__ADS_1
"kenapa ada orang tidur berantakan seperti kalian ini" ucap Xiao Zhou, berusaha bangkit dari tempat duduknya.
Xiao Zhou berdiri dan berpegangan di pagar balkon nya, terdengar suara kecapi yang sangat indah dari danau biru itu.
"suara indah apa ini?" batin Xiao Zhou yang sudah mabuk dan melompat ke arah danau di bawah balkon nya.
seorang wanita cantik berpakaian seperti seorang istri bangsawan sedang duduk dengan kecapi di depan nya, di sebuah ruangan kecil di tengah danau yang di sewakan oleh rumah makan di tempat itu.
ruangan itu terhubung dengan pusat rumah makan dengan sebuah jembatan, dan dari ruangan itu pengunjung bisa menikmati pemandangan danau dengan bebas, karena ruangan itu tidak berdinding hanya di kelilingi pagar setinggi setengah meter saja.
terlihat Xiao Zhou melayang di atas permukaan danau mengenakan pakaian tidur putih dan mendarat di atas perahu kecil milik nelayan.
matanya yang tidak terlalu fokus karena pengaruh minuman keras, mencari arah suara kecapi itu.
mata lun zhing Yue menatap sosok berpakaian putih itu tanpa berkedip, sebuah belati mulai melayang di samping nya dan siap menyerang tubuh Xiao Zhou yang terlihat mendekati nya dan mendarat di pinggiran, rumah terapung dan duduk di atas pagar kayu di hadapan Lun zhing Yue.
ilustrasi Lun Zhing yue.
"siapa kau dan apa tujuan mu?"tanya Lun Zhing yue tidak mau gegabah karena melihat tehnik meringankan tubuh Xiao Zhou yang begitu tinggi.
"aku hanya binatang liar yang sekedar lewat nyonya, bisakah anda terus memainkan benda itu, aku begitu menyukai nya" ucap Xiao Zhou yang wajah nya tertutup topeng milik Yang Tian, yang hanya memperlihatkan bibir nya saja.
"binatang liar?, hihi sepertinya nama itu saat cocok untuk mu tuan" ucap Lun Zhing yue dan mulai memainkan kecapi nya
"apa kau mau menemani?" tanya Xiao Zhou dan menunjukkan guci nya dan menggoyang-goyangkan nya.
"aku tidak minum, apalagi minuman dari orang asing tuan," ucap Lun Zhing yue dan belati miliknya sudah melesat kearah Xiao Zhou.
Xiao Zhou yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan tidak dapat menghindar.
sreetttt....
jubah tidur nya tertembus belati dan memotong pengikat pakaian tidur nya, dan memperlihatkan dada yang tidak terlalu berotot hingga ke perutnya yang datar, Xiao Zhou menangkap belati itu, mata Lun Zhing yue sedikit melebar dan jantung berdebar kencang karena untuk pertama kalinya melihat tubuh seorang pria dewasa.
"hemmm... seperti kau tidak bersedia menemani ku minum, baiklah nyonya maaf sudah mengganggu malam mu" ucap Xiao Zhou dan mendekati lun zhing Yue, dan bersiap meninggalkan tempat itu.
" tunggu!!! namaku Lun Zhing yue, sekarang kita bukan orang asing lagi, baiklah beberapa cawan seperti nya tidak terlalu buruk" ucap Lun Zhing yue, matanya terpejam tidak percaya apa yang dirinya katakan barusan.
"hemm... beberapa cawan sangat berbahaya nyonya, berhati-hatilah" ucap Xiao Zhou dan menuangkan isi guci nya ke sebuah cawan yang memang sudah tersedia di atas meja Lun Zhing yue.
"aku akan mengambil resiko nya" ucap Lun Zhing yue mata keduanya saling bertatapan, tangan Lun Zhing yue meraih cawan nya dan meneguk minuman dari Xiao Zhou, mata mereka masih saja bertatapan.
"seperti nyonya sedang bergairah malam ini, aku bisa melihat nya di mata anda" ucap Xiao Zhou, membuat wajah Lun Zhing yue memerah, dan sedikit menunduk mungkin jika orang lain bicara seperti itu sudah di hajar oleh Lun Zhing yue, tapi terhadap Xiao Zhou dirinya tidak bisa melakukan, entah apa yang ada di pikiran Lun Zhing yue.
"apa kau penghuni pulau di atas? kau terlihat masih sangat muda, berapa usia mu 17?" tanya Lun Zhing yue, sambil menunjukan cawan nya yang sudah kosong.
"he'eh..." ucap Xiao Zhou mengangguk dan mengisi cawan kosong milik Lun Zhing yue.
__ADS_1
tiba-tiba saja Lun Zhing yue menarik baju Xiao Zhou dan kedua berguling di lantai, saat sebuah anak panah melesat ke arah Xiao Zhou, dan anak panah itu menancap di pagar tempat itu.
"apa ini??? binatang liar sepertimu bisa begitu lengah" guman Lun Zhing yue yang sekarang sudah menduduki kebanggaan Xiao Zhou.
nelayan yang melesat anak panah itu sudah pergi,
"apa kau mengenal orang itu?"tanya Xiao Zhou mencoba mengalihkan pikirannya karena tidak nyaman di duduki seorang wanita yang baru di kenal nya.
Lun Zhing yue menggelengkan kepalanya dan melihat anak panah yang berisi surat, kedua tangan nya di dada telanjang.
bibir nya sedikit terbuka, nafasnya mulai memberat.
"seperti nya hanya orang yang mengirim pesan saja" ucap Lun Zhing yue yang baru tersadar dengan posisi mereka dan merasakan benda yang diduduki kini mulai mekar dan menyentuh milik nya yang paling sensitif, walaupun terhalangi pakaian tetapi Lun Zhing yue dapat merasakan benda besar itu tepat melintang di milikinya.
mata nya terpejam, dan tubuh Lun Zhing yue bergerak secara alami menggesekan milik nya mencari rasa yang masih sangat kurang bagi nya..
eemmmmssss.... desahan pelan hampir tidak terdengar keluar begitu saja tanpa bisa di kontrol oleh Lun Zhing yue.
Lun Zhing yue menggigit bibir bawahnya, dan perasaan yang begitu asing menjalar di tubuh nya, dan terasa begitu nikmat.
matanya terbuka dan tersadar akan perbuatannya, dengan sangat cepat berdiri dan memperbaiki pakaian nya, dan duduk di tempat lain.
"apa kau masih ingin mendengar suara musik ku lagi?" tanya Lun Zhing yue, mengalihkan perhatian Xiao Zhou agar tidak mengingat perbuatan nya barusan, dan juga tidak ingin tamu nya cepat-cepat pergi.
Xiao Zhou hanya mengangguk terlihat senyum dari bibir Xiao Zhou yang sedikit membuat Lun Zhing yue semakin bergairah, Xiao Zhou menuangkan kembali isi guci nya ke cawan Lun Zhing yue.
"baiklah aku mulai, setelah ini kau harus membayar ku dengan membuka topeng itu" ucap Lun Zhing yue seperti memaksa agar Xiao Zhou memperlihatkan wajah nya, mata lun zhing Yue terlihat begitu bahagia, bahkan sesekali senyum menghiasi bibir cantik nya yang tidak dapat di sembunyikan nya.
"baik nyonya" ucap Xiao Zhou.
Xiao Zhou merasakan seseorang mendekat ke tempat itu, seseorang dengan kemampuan di ranah pendekar legenda.
"apapun tujuan orang ini, nona lun pasti bisa mengatasi nya" batin Xiao Zhou dan meraih tangan kanan Lun Zhing yue dan memberikan belati milik nya tadi.
"seseorang datang nyonya, berhati-hatilah tidak semua binatang liar bisa lengah seperti ku tadi" ucap Xiao Zhou menatap mata Lun Zhing yue pelan, wajah mereka begitu dekat.
Lun Zhing yue mengangguk mendengar ucapan Xiao Zhou, dadanya berdegup kencang, dirinya begitu terpesona melihat wajah Xiao Zhou walaupun hanya sedikit karena topeng yang di kenakan nya.
dan tanpa sadar tangan nya menggenggam tangan Xiao Zhou, dalam sekejap Xiao Zhou sudah meninggalkan tempat Lun Zhing yue dan melepaskan genggaman tangan mereka.
dan seorang pria tampan sudah ada di ruangan Lun zhing Yue.
"apakah anda nona Yueyu?" tanya pria tampan itu.
"jika tidak ada yang penting aku harap kau pergi dari tempat ku" ucap Lun Zhing yue dingin dan kesal karena hanya kakeknya saja yang boleh memanggil nya dengan nama itu
"hahaha... nona kau tidak tahu bicara dengan siapa, aku ini jenius dari para jenius sekte aliran putih terbesar di kekaisaran Wang ini, aku adalah Huang Lang, putra dari tetua kota ini" ucap pria tampan itu.
"aahhh... kenapa ada orang datang di saat situasi yang begitu menyenangkan seperti tadi, selain kakekku aku membenci semua pria kecuali pemuda tinggi yang mengaku binatang liar itu, dialah pria asing pertama yang tidak aku benci" batin Lun Zhing yue, pikiran masih melayang saat tangan nya dan Xiao Zhou saling menggenggam.
__ADS_1