Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pilar langit zhou shilin


__ADS_3

"kenapa kalian begitu berisik hah?" ucap Xiao Zhou mendorong pintu gudang itu hingga hancur, menjadi serpihan kecil-kecil.


"kau? bocah kecil harus nya kau tidak ketempat ini, dan tetap dikamar dengan wanita tadi" ucap bangsawan Cha, sambil mencabut pedang melengkung nya.


"hahaha....kenapa aku harus makan rumput jika disini ada daging yang begitu mengundang selera ku, dan tubuh wanita ini hanya untuk ku" ucap Xiao Zhou menatap tubuh Han Yui yang hanya memakai pakaian dalam saja.


Han Yui hanya tertunduk, hatinya begitu marah tubuh nya di tatap oleh Xiao Zhou.


zrriiiinnnnngggggg......


pedang panjang Xiao Zhou tercabut dan dua orang yang memegang Han Yui mulai terjatuh dengan darah keluar dari tubuhnya.


belum selesai keterkejutan Cha Shin Yoon, kini ujung pedang panjang itu sudah tepat di bawah dagu nya.


"k-kau" hanya itu yang keluar dari bibir Cha Shin Yoon.


"sstttt..... berhati-hatilah bicara, karena sedikit saja kau salah mengerakkan rahang mu maka pedang ini akan menembus lidah mu, dan sekaligus otak kecil mu itu, apa kau paham apa yang aku ucapkan bukan?" ucap Xiao Zhou dengan tatapan dingin, sambil mengangkat jari telunjuk nya di depan bibir nya.


"ten-tu saja tuan muda, ten-tu saja..." ucap Cha Shin Yoon


"baiklah... aku rasa kota ini akan kehilangan penguasa nya" ucap Xiao Zhou dan mendorong pedang nya dengan keras, dan menghancurkan kepala Cha Shin Yoon.


Han Yui terduduk, dan seperti membeku, begitu banyak kejadian membuat nya tidak bisa berpikir apa-apa lagi.


Xiao Zhou membuka jubah nya dan


menyelimuti Han Yui dan menggendong nya keluar dari gudang itu dan melayang kembali kerumahnya.


Xiao Zhou mendarat di depan gerbang rumah nya, dan meninggalkan Han Yui di belakang nya.


"tunggu!!" teriak Han Yui kencang, membuat Xiao Zhou berhenti dan berbalik kearah nya.


"aku sudah tidak tahan lagi dengan semua ini" ucap Han Yui


Xiao Zhou mendekati Han Yui dengan tatapan masih dingin, membuat tubuh Han Yui seperti membeku, karena ketakutan dan menunduk tidak berani menatap Xiao Zhou


Xiao Zhou mengangkat dagu Han Yui wajah keduanya begitu dekat, mata mereka sekarang saling bertatapan, tapi dengan tatapan yang sangat berbeda kali ini.


"maafkan aku sudah memanggil mu dengan nama itu" ucap Xiao Zhou dan mencium lembut bibir Han Yui.


mata Han Yui terpejam, dan air matanya mulai mengalir keluar, dan membiarkan Xiao Zhou mencium lembut bibir nya.


jantung Han Yui bergetar hebat, saat di perlakukan lembut oleh Xiao Zhou, hati nya begitu campur aduk.


perlahan Han Yui mulai membuka bibirnya dan lidah nya mulai keluar dan bermain di bibir Xiao Zhou.


emmmmsss.... kedua saling membelit dan tidak ingin melepaskan satu sama lain.


tangan Xiao Zhou menarik pinggang Han Yui dan menempelkan tubuhnya Han Yui ke tubuh nya. Han Yui sedikit terpekik karena kaget, tetapi seperti tidak peduli, kedua tangan nya masih memegang bawah telinga Xiao Zhou seperti tidak rela jika bibirnya terlepas.


"apa kau mau memaafkan ku?" tanya Xiao Zhou lagi, saat bibir mereka terlepas, mata kedua saling menatap, dan mata Han Yui kembali menatap bibir Xiao Zhou dan seakan begitu menginginkan hal yang mereka lakukan tadi.


"tidak, aku akan memaafkan mu jika kau membawaku ke ranjang mu malam ini" ucap Han Yui dan yang belum puas kembali mencium bibir Xiao Zhou dengan liar.


Xiao Zhou mengimbangi permainan bibir Han Yui, yang terlihat begitu menikmati nya, dan nafas Han Yui mulai berat.


tubuh Han Yui begitu erat menempel dan sedikit bergetar


"aahhhsss... aku sudah tidak tahan" bisik Han Yui pelan nafas nya mulai teratur.

__ADS_1


"ini luar biasa " batin Han Yui yang pertama kali nya merasakan ciuman seperti itu.


"baiklah, malam ini aku akan minta maaf padamu sampai pagi padamu, aku harap kau punya cukup tenaga untuk memaafkan ku" ucap Xiao Zhou membuat mata Han Yui sedikit melebar.


"hihi... bocah nakal... kau jangan meremehkan aku" ucap Han Yui


"seperti malam ini akan melelahkan, dan berkeringat" batin Han Yui sambil menggigit bibir bawahnya, dan sedikit tersadar dengan wajah nya yang bengkak


"tidak turun kan aku, aku harus berdandan dulu, wajah ku penuh luka, apa aku terlihat jelek? aku ingin terlihat cantik saat melakukan itu dengan mu" ucap Han Yui.


"kau terlihat sempurna, sejak di gudang bangsawan Cha tadi" ucap Xiao Zhou.


"cihhh... kau iblis mesum... apa kau menyukai nya? " ucap Han Yui tersenyum bahagia dan merebahkan kepalanya di dada Xiao Zhou, dan mulai membayangkan akan menikmati malam ini dengan Xiao Zhou.


Xiao Zhou hanya tersenyum, dan mengendong Han Yui masuk ke gerbang nya.


banyak pelayan yang mendekati nya, wajah Han Yui begitu malu karena masih di gendong Xiao Zhou.


dan Jung Min Ha keluar dan berlari mendekati kedua.


"apa yang terjadi?" tanya Jung Min Ha.


****


malam itu Jung Min Ha begitu memaksa mengobati Han Yui, walaupun Han Yui sudah tidak mau di obati.


Xiao Zhou terlihat begitu kesal dan putus asa, menunggu Han Yui yang sedang di obati oleh Jung Min Ha.


Han Yui hanya sedikit tersenyum melihat tingkah Xiao Zhou yang tidak sabaran, tapi dirinya juga begitu menginginkan Xiao Zhou malam itu.


"aahhhh.... tatapan nya begitu berbeda tadi, bibirnya begitu lembut, bocah itu begitu pintar memperlakukan seorang wanita, aku benar-benar gila di buat nya" batin Han Yui, sambil meraba miliknya yang sudah basah kuyup.


"bibi Yui malam ini aku tidur dengan mu, aku akan merawat bibi" ucap Jung Min Ha


seperti tersambar petir Han Yui mendengar ucapan Jung Min Ha, lenyap sudah mimpi indah Han Yui.


"gadis busuk, kau tidur sendiri saja" ucap Xiao Zhou.


"diam kau iblis kecil, kau juga masih terluka, bahkan kau tidak tahu betapa berbahaya nya jika mengeluarkan energi qi saat ini, sekarang kau masuk ke kamar mu dan tidur" teriak Jung Min Ha,


"aku tidak mau" guman Xiao Zhou dan melangkah ke kamar nya dan tidak keluar-keluar lagi.


mata Han Yui sedikit menyipit dan menatap dalam-dalam Jung Min Ha.


"katakan nona Jung, kenapa setiap perintah dari mu, bocah itu pasti menuruti nya, apa kau menggunakan mantra atau semacam nya?" tanya Han Yui.


"aku juga tidak tahu bibi Yui, iblis kecil itu ucapan nya begitu pedas, aku begitu kesal di buat nya" ucap Jung Min Ha


akhirnya malam itu Han Yui menyerah, karena Jung Min Ha begitu cerewet, dan memaksanya untuk tidur bersama, tetapi hatinya begitu bahagia,


"dan tubuh wanita ini hanya untuk ku" ucapan Xiao Zhou di gudang kediaman bangsawan Cha tadi kembali terngiang di pikiran nya.


"baiklah jika itu keinginan mu, tubuh ku hanya akan ku berikan untuk mu" batin Han Yui dan mulai terlelap dalam mimpi indah nya.


setelah beberapa hari, setelah menelan Beberapa pil Xiao Zhou terlihat lebih segar, penampilan Han Yui juga sudah sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan terkadang hanya memakai pakaian tidur yang sangat tipis dan indah, membuat Xiao Zhou tidak tenang.


tetapi mereka tidak pernah mendapat kesempatan karena Jung Min Ha selalu menempel kedua nya.


dan pagi itu mereka bertiga bersiap untuk meninggalkan kekaisaran Yunha,

__ADS_1


"zhou'er apa kau yakin tidak apa-apa membawa stempel ini bersama kita?" tanya Han Yui


"aku tidak tahu, tapi kita tidak bisa membuangnya sembarangan" ucap Xiao Zhou


dan mereka berteportasi dan keluar di pinggiran kota kecil kekaisaran Ming, tidak jauh dari bukit Junan.


terlihat orang-orang begitu ramai di kota kecil itu, dan mereka tidak seperti penduduk kota kecil itu.


"pasti sedang terjadi sesuatu, tidak mungkin mereka hanya kebetulan berkumpul di kota kecil ini" batin Xiao Zhou


*****


malam saat Xiao Zhou berubah menjadi iblis.


seorang pria sepuh berdiri di atas jurang terjal, mata nya menatap garis yang beberapa saat lalu di buat nya.


wussshhhhsssss-.......


angin berhembus dingin, tepi jurang itu begitu hening, begitu terbalik dari sebelumnya yang penuh dentuman pertarungan.


mata pria sepuh itu tertuju pada wanita yang sudah tidak bernafas itu.


"tubuh wanita muda itu sudah tidak bernafas, tetapi belum meninggal, hemmm... pengendali darah, walaupun tanpa jantung, tapi masih bisa hidup walaupun hanya sebentar." guman pria sepuh itu.


sebuah cahaya biru dan merah keluar dari anting yang di kenakan Lun Zhing Yue, membentuk burung Phoenix kecil, dan mulai menyelimuti tubuh Lun Zhing Yue, dan menghilang dari tempat itu.


"biru dan merah, aahhh... tentu saja Phoenix abadi, semasih nyawa belum meninggalkan tubuh, pusaka dari burung suci itu sangat mengagumkan, ini sangat menarik, hemm" ucap pria sepuh itu, dan menatap cahaya biru dan merah itu pergi.


krakkkkkkk.....


krakkkkkkk.....


terlihat retakan dari batu yang mengubur pilar langit Huang Fu.


blaaarrrrr.......


batu besar itu hancur, dan pilar langit Huang Fu sudah melayang di hadapan pria sepuh itu.


"kenapa kau berani menantang ku saudara Zhou?" ucap pilar langit Huang Fu.


"hahaha... saudaraku Huang Fu, aku tidak akan berani menantang mu, tadi aku cuma bermain-main, jika aku menantang mu aku tidak akan melempar kerikil itu kearah mu" ucap pria yang dipanggil saudara zhou itu tidak lain adalah pilar langit zhou shilin.


"baiklah... kenapa kau mengganggu urusan ku?" tanya pilar langit Huang Fu


"bukan itu pertanyaan nya, saudara Huang, bukan itu.... tetapi harus nya kau mengucapkan terimakasih padaku, karena malam ini aku telah menyelamatkan leher mu itu" ucap pilar langit Zhou shilin.


"kau orang tua gila, apa maksud mu?" tanya pilar langit Huang Fu.


"apa kau melihat orang yang bermata biru itu?" tanya pilar langit Zhou shilin.


"iya aku melihat nya, dia orang pertama yang mampu menghancurkan segel vertikal ku" ucap pilar langit Huang Fu, yang mulai kesal karena pilar langit Zhou shilin berputar-putar.


"sudahlah saudara Zhou, aku tidak ada waktu untuk mu, aku harus melakukan sesuatu sekarang" ucap pilar langit Huang Fu, yang tidak ingin berurusan dengan pilar langit Zhou shilin, dan menghilang dari pinggiran tebing curam itu.


"sayang sekali saudara Huang harus kau mendengar kan aku" guman pilar langit Zhou shilin


"penguasa ke 15 bukan menghacurkan, lebih tepatnya penguasa ke 15 tidak terpengaruh jurus mu, dan lebih mengerikan nya lagi saat matanya biru penguasa ke 15 tidak memiliki tingkatan kultivasi lagi.


hahaha... jika kau mengetahui ini, mungkin kau tidak akan melakukan hal tidak berguna lagi, hemmm... sungguh sangat di sayangkan kau tidak meluangkan waktu mu mendengar ku" guman pilar langit Zhou shilin.

__ADS_1


...****...


...sorry Genk atas ch kemarin, itu kerangka yang belum jadi, nanti bakal gw revisi lagi, biar ga bingung baca nya, maksi buat dukungan nya semua, mudah-mudahan gw bisa sering up, dan novel RDK ini dapat selesai dengan baik... satu imajinasi... izzyl....


__ADS_2