Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
adik ketiga


__ADS_3

hawa pembunuh yang di keluarkan orang itu begitu pekat menyerang ke arah Xiao Zhou,


"hawa pembunuh" guman Xiao Zhou pelan, dan mengeluarkan pedang kematian dan menyelipkan di pinggangnya.


"bocah kecil... kemampuan mu tidak berarti di hadapan ku, terimalah kematian mu dengan cepat" ucap orang itu dan mencabut pedang nya.


seorang wanita menggunakan caping bercadar duduk dengan tenang di atas atap salah satu bangunan lantai dua. matanya menatap wajah tenang Xiao Zhou dengan sudut bibir yang melengkung keatas.


"bocah yang menarik" batin wanita itu yang tidak lain adalah Lou Rong.


"tuanku.... biar aku saja, iblis ini lawan cukup menyenangkan untuk ku," ucap suara di punggung Xiao Zhou.


"apa kau yakin?" tanya Xiao Zhou


"iya tuan" ucap Yang Tian dan sesosok bayangan ke luar dari punggung Xiao Zhou dan berubah mendarat di depan nya, dengan kaki di tekuk setengah berlutut, dan dua jari merapat di depan bibirnya.


"baiklah..., biar aku yang meladeni iblis yang di atap itu," ucap Xiao Zhou terbang ke atas atap lantai dua itu.


wanita yang duduk itu hanya tersenyum, di balik caping bercadar nya, jari-jari lentik nya memainkan gagang pedang nya.


"hemmm... anak kecil ini tidak semudah ada di pikiran mu, kami bukanlah manusia, dan kau baru saja datang pada kematian mu, sangat di sayangkan" ucap Lou Rong.


"aku tahu nyonya, tapi aku tidak bisa mendiamkan kalian membunuh para penduduk, yang kebanyakan wanita dan anak-anak" ucap Xiao Zhou.


"hihi.... jiwa pahlawan yang begitu memuakkan," ucap Lou Rong dan mencabut pedang dari pinggang ramping nya.



ilustrasi Lou Rong.


Xiao Zhou juga mencabut pedang panjang nya, yang kali ini terasa lebih mudah baginya karena lengan nya juga bertambah panjang.


Xiao Zhou mengalir energi qi murni ke pedang nya, terlihat huruf-huruf suci kuno yang ada di pedang itu bersinar ke hijauan.


"TIDAK BERMATA, TIDAK BERJIWA, TIDAK BERMAUT, DAN TIDAK TERPIKIRKAN"


"aku bisa membaca huruf kuno sekarang, dan apa yang terjadi dengan mu pedang tua?" batin Xiao Zhou mencoba berbicara dengan pedang nya.


tidak ada jawaban yang terdengar di kepalanya,


"seperti jiwa pedang kematian ku sudah menyatu kembali dengan jiwa mou lu" batin Xiao Zhou lagi.


"pedang yang sangat indah aku menyukai nya" ucap Lou Rong sambil tersenyum indah.


Lou Rong mulai melakukan serangan, dan berubah menjadi asap hitam, dan melesat kearah Xiao Zhou,


traaangggg.....


traannnngggg.....


Xiao Zhou terlihat seperti berhadapan dengan asap hitam saja, karena kecepatan nya membuat tubuh Lou Rong tidak sampai terlihat dengan utuh.


"jurus seribu pedang angin" ucap Lou Rong, dan serangan Lou Rong semakin cepat, dan tubuh nya berubah menjadi banyak, kini serangan Lou Rong dari segala arah dan membuat Xiao Zhou sedikit kesulitan.

__ADS_1


crassshhhh....


sebuah sayatan kecil, mengenai kepala Xiao Zhou, darahpun mengalir dari sisi kiri kening Xiao Zhou,


"pedang bintang?" batin Xiao Zhou.


"tarian kematian" ucap Xiao Zhou dan mulai menahan serangan cepat dari Lou Rong, dan kali ini tidak ada serangan yang melukai tubuh Xiao Zhou, hanya pakaian bagian atas nya saja yang penuh sobekan,


"kau cukup mempesona juga, jika tanpa pakaian" ucap Lou Rong dengan nada mengejek, memancing kemarahan Xiao Zhou.


"bicaralah sepuasmu nyonya, lingkaran pedang kematian" ucap Xiao Zhou dan berputar di udara ujung pedang kematian membetuk lingkaran di udara.


"lingkaran pedang kematian? seperti nya tehnik ini tidak asing bagiku" batin Lou Rong.


kini mata Xiao Zhou sudah memerah, dan mulai dengan ganas menyerang Lou Rong, tidak mau kalah Lou Rong pun melakukan hal yang sama.


kedua belum mendapatkan luka, hanya pakaian mereka saja yang robek oleh tebasan lawan mereka, bahkan tubuh Lou Rong terlihat di bagian dada karena pakaian yang dikenakan nya sobek oleh pedang kematian, sehingga memperlihatkan gunung indah milik nya, yang untung nya masih tertutupi pakaian dalam nya, walaupun hanya sebagian kecil saja.


"hihi... bocah apa kau menyukai nya? kau boleh melihat nya sepuas mu jika mau" ucap Lou Rong dengan suara begitu menggoda,


seperti tidak terpengaruh ucapan Lou Rong Xiao Zhou kembali menyerang, dan kali ini beberapa goresan melukai kulit lengan dan paha Lou Rong, darah pun mengalir dari luka-luka itu.


Lou Rong meloncat kebelakang beberapa meter dan mengambil nafas dalam-dalam.


"dasar bocah bodoh, apa kau tidak tahu bahwa kecantikan kulit itu sangat berharga bagi wanita" teriak Lou Rong, marah melihat kulit indahnya banyak terluka.


"lupakan saja, karena sebentar lagi kau tidak akan membutuhkan itu lagi, nyanyian pedang kematian" ucap Xiao Zhou pelan.


hawa kematian begitu menusuk tulang, membuat orang yang terkena hawa ini, akan menjadi begitu ketakutan, dan putus asa, bahkan bunuh diri karena hawa ini, menghisap semangat hidup mereka.


"aku tidak percaya akan mati di tangan manusia muda seperti ini," batin Lou Rong, hawa kematian sudah memenuhi tempat mereka bertarung.


"kau harus mengkhawatirkan teman mu di bawah" ucap Lou Rong mengalihkan perhatian Xiao Zhou


"hahaha... harus nya kau yang khawatir karena teman mu akan segera mati nyonya dan juga dirimu" ucap Xiao Zhou,dan melesat kearah Lou Rong,


"jurus seribu pedang angin, penghancur jiwa" terima Lou Rong dan juga melesat ke arah Xiao Zhou.


kedua nya sebentar lagi akan beradu jurus, tetapi di bawah mereka dua orang sedang bertarung, dan terlihat keduanya sudah terluka cukup serius, Yang Tian mulai merapal mantra nya


"jurus pengikat bayangan, gurita pedang" teriak Yang Tian.


iblis lawan nya itu melesat keudara menghindari sulur gurita pedang dari Yang Tian, dan tampak beberapa kali tubuh iblis itu hampir terhantam sulur dari gurita pedang, yang seperti tidak kenal lelah mengejar iblis itu.


pergerakan iblis itu mulai di tutup oleh jurus milik Yang Tian sehingga kali ini tidak ada celah untuk nya menghidar, delapan sulur pedang itupun bersiap menghantam tubuh iblis itu


"kau akan mati iblis" teriak Yang Tian tanpa ekspresi


iblis itu tidak dapat menghindar lagi, wajah nya menjadi beku, dan menutup mata nya tiba-tiba tubuh nya di hantam oleh delapan sulur gurita pedang, dan bersamaan dengan itu iblis itupun mengeluarkan seluruh kemampuan yang tersisa, dan melempar pedang nya ke tubuh Yang Tian.


blaammmmm....


tubuh iblis itu hancur terkena hantaman sulur pedang dari Yang Tian.

__ADS_1


Yang Tian mencoba membuat pagoda bayangan menahan lemparan pedang dari iblis itu,


"pagoda bayangan" teriak Yang Tian, tapi tenaga nya begitu lemah, pedang iblis itu begitu dahsyat, dan menembus perisai pagoda bayangan milik Yang Tian.


mata Yang Tian melebar, dan ini adalah ekspresi pertama di wajah Yang Tian, pedang iblis itu beberapa meter lagi akan menembus jantung Yang Tian.


Yang Tian yang sadar tidak dapat menghindar lagi, melakukan hal yang sama dengan iblis itu, menutup matanya dengan pelan.


praaannnkkkk......


sebuah pedang panjang menghantam pedang yang di lempar oleh iblis itu, membuat pedang itu terbelok, dan tertancap beberapa meter sebelah kanan dari tubuh Yang Tian.


"tuanku?"hanya itu yang keluar dari bibir Yang Tian dan menatap ke udara.


tampak Xiao Zhou tidak bersenjata dan pedang dari Lou Rong mengarah tepat ke jantung nya,


"bocah bodoh, apa yang kau pikirkan, kau melepaskan pedang mu, kau akan mati" ucap Lou Rong sambil memejamkan matanya, pikiran nya begitu kacau,


"apa ini? kenapa aku tidak ingin membunuh bocah ini, apa yang sedang terjadi dengan ku?" batin Lou Rong.


Xiao Zhou bisa saja memanggil pedang kematian nya, tapi posisi tangan dan tubuh begitu terbuka tidak memungkinkan dirinya untuk menghidar dari tusukan Lou Rong di jantung nya, dan sepersekian detik Lou Rong membelokkan pedang nya, dan hanya melukai lengan Xiao Zhou,


mata Xiao Zhou melebar, yang semua berwarna merah kini kembali normal,


"nyonya kau?" ucap Xiao Zhou dan tangan kiri nya meraih tangan Lou Rong yang sedang memegang pedang, dan tangan kanan nya memegang pinggang Lou Rong keduanya berputar di udara dengan tubuh menempel,


mata Lou Rong terbuka, keduanya saling bertatapan dan perlahan tubuh melayang mereka mendarat di depan Yang Tian, yang masih berlutut.


"nyonya kenapa kau tidak melakukan nya?" tanya Xiao Zhou


"aku tidak membunuh orang yang tidak bersenjata" ucap Lou Rong beralasan.


"situasi ini membuat ku bingung nyonya, suatu hari aku akan membalas ini nyonya" ucap Xiao Zhou


tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir Lou Rong mata mereka terus saling menatap, wajah mereka begitu dekat, bibir Lou Rong sedikit membuka,


uhukkkkk... darah menyebur dari bibir Yang Tian, menyadarkan Lou Rong dan Xiao Zhou.


Lou Rong mendorong Xiao Zhou, dan melihat tubuh adik ketiga nya sudah hancur.


"kalian sudah membunuh adik ketiga ku, dan kau memiliki pagoda hitam apa kau seorang pendeta?" ucap Lou Rong dan menatap Xiao Zhou, karena hanya seorang pendeta lah yang bisa menguasai jurus pagoda.


"jadi kalian yang membunuh adik ke empat ku juga" teriak nya lagi


"kalian berdua akan aku balas" ucap Lou Rong terbang ke udara, pikiran nya kacau untuk pertama kalinya dirinya ragu membunuh.


Xiao Zhou, mengambil pedang nya dan pedang yang di gunakan iblis yang sudah mati itu dan mulai mengenali serpihan inti dari pedang bintang terdapat dalam pedang itu, dan memasukkan nya ke dalam cincin nya.


Yang Tian masih berlutut sambil mengatur nafasnya,


"maafkan kebodohan ku tuan, aku akan membalas kebaikan tuan suatu hari kelak" ucap Yang Tian.


"hemm.. baik aku akan menunggu nya" ucap Xiao Zhou dan memikul pedang panjangnya dan melesat keudara, matanya menatap sesosok berdiri di bawah gerbang kota yang sudah hancur.

__ADS_1


petir menyambar memperlihatkan sosok itu dengan jelas, sosok itu adalah sun long yang di juluki si binatang iblis.


__ADS_2