
sepasang kekasih baru, dan juga baru saja selesai bertengkar sedang melangkah di hamparan luas yang di tumbuhi rumput bunga dandelion yang daun nya mulai menguning, mereka adalah Xiao Zhou dan Park Min Ji, Xiao Zhou mengenakan jubah hitam dengan ujung lengan begitu lebar dengan bermotif Phoenix berwarna emas, di pinggangnya terselip pedang kematian nya, terlihat begitu serasi dengan ikatan rambut menyerupai ekor kuda nya.
jauh di belakang mereka terlihat dengan samar bangunan-bangunan tinggi dan megah kota binjong yang tertutupi kabut tipis,
mata Park Min Ji terlihat masih sembab, wajah nya tampak kesal, namun senyuman nya muncul saat beberapa serpihan bunga itu terbang melayang di udara. wanita itu berlarian di sekitar Xiao Zhou guna memetik bunga dan meniup nya, sehingga serpihan bunga itu berterbangan di sekitar mereka.
"Ji'er... sebaiknya kau tidak berlarian seperti itu, dan berhenti meniup bunga kapas itu," ucap Xiao Zhou yang sedikit kesal karena harus sesekali berhenti karena terhalangi langkah Park Min Ji, yang mondar-mandir memetik bunga awan.
Park Min Ji yang sudah melupakan kekesalan nya tidak bergeming dengan ucapan bocah itu.
"indah bukan? di tempat ku ini di namai bunga awan," ucap Park Min Ji tanpa peduli ucapan Xiao Zhou, sambil menatap serpihan bunga kapas yang melayang.
Xiao Zhou menatap ke arah serpihan bunga kapas itu, dan tersenyum tipis, jiwa usia 16 tahun nya mulai keluar,
Xiao Zhou melambaikan tangan kanan nya di depan wajahnya.
"wusshhhssss......"
dan jutaan serpihan bunga awan itu mulai melayang di udara membuat tempat itu seperti dalam hujan salju yang hangat.
bibir Park Min Ji terbuka Sambil tersenyum, terlihat gigi rapi dan indah menghiasi senyum menawan itu, kedua tangan nya terbuka sesekali jemari kurus nya menyentuh serpihan putih bunga itu.
"waaahhhhh.... bagaimana kau melakukan? ini begitu indah," ucap Park Min Ji dan memeluk Xiao Zhou.
"diam lah bocah, aku ingin menyimpan kenangan indah ini jauh di dalam ingatan terdalam ku," ucap Park Min Ji menatap serpihan itu dengan kepala bersandar di tubuh Xiao Zhou, dan memejamkan matanya dengan pelan.
tidak jauh di depan mereka jemari lentik seorang wanita sedang mengelus daun bambu, dan daun bambu itu mulai bersinar serta bergetar hebat, bahkan tanah di sekitar pohon bambu kecil itu pun ikut bergetar.
"brusss....."
puluhan ribu pohon bambu yang sudah tua muncul dari bawah tanah.
"katakan berapa usia mu?" tanya Park Min Ji, yang tidak merasa tanah tidak begitu jauh dari mereka bergetar.
__ADS_1
"kau akan sedikit kesulitan memikirkan nya," ucap Xiao Zhou.
"cobalah... biar akan ku pikirkan," ucap Park Min Ji.
Xiao Zhou mengangguk,
"aku terlahir sekitar 28 tahun yang lalu, tapi sayangnya jiwaku dan tubuh ku terperangkap dalam usia 16 tahun, jadi jalan pikiran ku, dan tubuh ku masih seperti bocah, apa itu bisa di cerna oleh pikiran mu?" tanya Xiao Zhou.
Park Min Ji mengerutkan keningnya dan mengangguk,
"ada banyak hal di dunia ini hal yang sulit di percaya, sampai kau melihat nya sendiri, seperti benda ini," ucap Park Min Ji sambil menyentuh sesaat milik Xiao Zhou seperti tidak sengaja.
"hemmm... jadi apa kau benar-benar seorang pelayan?" tanya Park Min Ji, Xiao Zhou hanya melangkah tanpa menjawab.
"hihihi... maafkan aku, seperti nya itu pertanyaan yang sensitif, baiklah... katakan seberapa miskin dirimu?" tanya Park Min Ji lagi, mengeluarkan pertanyaan yang lebih memukul perasaan.
Xiao Zhou hanya tersenyum,
"kenapa kau menanyakan itu? apa kau keberatan memiliki kekasih miskin seperti ku?" tanya Xiao Zhou.
"kekasih? kau terlalu percaya diri, aku belum menerima mu sebagai kekasih, malam itu hanya terjadi sedikit kesalahan, milik mu hanya sedikit terpeleset saat aku mengukurnya," ucap Park Min Ji sambil tersenyum menggoda.
"tetapi jika kau miskin aku memiliki simpanan harta yang cukup banyak, kita bisa memulai usaha agar kau berhenti menjadi pelayan," ucap Park Min Ji.
Xiao Zhou hanya mengangguk,
"bagaimana dengan istri-istri mu?" tanya Park Min Ji.
"kenapa kau menanyakan itu?" tanya Xiao Zhou lagi.
"bagaimanapun juga aku akan bertemu dengan mereka, dan kami akan bicara sesama wanita, aahhh... kau tahu? dulu aku tidak peduli dengan istri dari mendiang suamiku, jika mereka keberatan, aku dengan senang hati akan meninggalkan Kaisar, tapi Kaisar menekan semua pihak hingga aku mulus masuk istana, dan kali ini berbeda, aku sangat berharap agar para istri mu bersedia menerima ku, mungkin aku akan memohon pada mereka, ini sangat berbalik dengan kehidupan ku dahulu," ucap Park Min Ji tersenyum masam.
Park Min Ji masih saja mengejar-ngejar serpihan bunga itu dan,
__ADS_1
"brukkkkkk....."
tubuh nya menabrak seorang pria berpakaian serba hitam, wajah pria itu begitu tampan meski terlihat dingin dengan mata sipitnya.
langkah Park Min Ji sedikit mundur, saat melihat dua pedang di belakang punggung orang itu, dan tidak jauh di depan mereka tampak rombongan prajurit dan kereta kekaisaran menuju arah yang sama dengan mereka.
"maafkan aku tuan, aku tidak melihat anda," ucap Park Min Ji.
pria itu mengangguk wajah nya terlihat tidak berekspresi,
"berhati-hatilah nyonya," ucap pria itu dan mengalihkan tatapannya ke arah Xiao Zhou dengan gagang pedang panjang di pinggang nya.
Park Min Ji sedikit tegang, dan berlari ke arah Xiao Zhou dan memegang pakaian belakang remaja itu.
"tenang lah Ji'er... dia adik ipar ku Li Fei Yu, dan bukan dia yang ancaman kita kali ini," ucap Xiao Zhou.
tampak wajah pria berpakaian hitam itu sedikit kesal dan melangkah mendahului Xiao Zhou tanpa bicara.
Park Min Ji menyipitkan matanya mendengar pengakuan Xiao Zhou, dan sedikit menggeleng
"benarkah dia adik ipar mu? tapi dia terlihat seperti berusia 40 tahun, tapi sudahlah... otakku terlalu lelah memikirkan orang-orang di sekitar mu," ucap Park Min Ji sambil menatap prajurit kekaisaran di depan nya.
"mereka terlihat menyeramkan, aku mengenali pakaian para prajurit itu, mereka prajurit elit pengawal Kaisar Zhang, aku dengar mereka begitu ganas," ucap Park Min Ji dengan bibir di majukan.
seratus meter di depan kereta kuda kekaisaran itu, sekitar 50 puluh prajurit penyapu jebakan mulai bersiap memasuki hutan bambu, mata mereka begitu siaga dan seperti sudah terlatih, memperhatikan hutan itu dengan seksama, dan memacu kuda mereka untuk memasuki hutan itu.
Xiao Zhou hanya menggeleng, karena tidak mungkin menghentikan mereka, meski dirinya mencoba menahan namun mereka tidak akan bergeming, mereka akan menerobos apapun untuk keselamatan majikan mereka.
Xiao Zhou berjalan beriringan, dan memasuki hutan bambu, bahkan para prajurit itu seperti membiarkan kedua orang itu mendekati kereta kuda yang begitu mewah itu.
"kretttttt..... kretttttt.... krieeeetttt...." terdengar suara pohon bambu bergesekan saling bersahutan, kabut mulai semakin tebal dan membuat suasana menjadi sedikit gelap.
"wusshhhssss...." hembusan angin lembut menyapu rambut depan Xiao Zhou yang tidak cukup panjang untuk terikat di belakang kepala nya, Xiao Zhou memejamkan matanya dalam-dalam menikmati hembusan angin sejuk itu, dan suara kecapi mulai di dengar oleh telinga remaja itu.
__ADS_1
jendela kereta mewah itu terbuka dan seorang wanita cantik menatap ke arah Park Min Ji yang menggandeng lengan panjang Xiao Zhou,
"nyonya Park tidak ku sangka aku akan bertemu dengan mu di tempat seperti ini," ucap Kaisar Zhang.