
di pulau keseimbangan,
bayangan hitam itu melesat melewati Xiao Zhou dan masuk ke dalam istana kecil yang merupakan gerbang menuju kekaisaran song.
benda milik para pemberontak itu mulai mendekat ke arah milik Puteri Tang Lien, pria kecil itu menatap wajah para pemberontak itu tanpa berkedip, air matanya keluar karena tubuhnya tidak bisa di gerakkan untuk membantu kakak nya.
walaupun usia nya masih dini tapi pria kecil tahu apa yang sedang terjadi di atas ranjang itu, darah nya mendidih penuh amarah, dan sampai seorang membuka pintu itu dan sebuah sinar sekilas terlihat dan berganti dengan bayangan hitam masuk, dan penuh hawa pembunuh begitu pekat.
dalam waktu sekejap mata Tang Lien terbuka, tubuh nya terasa di tutupi sebuah kain dan bayangan hitam membungkus nya dan membawa nya pergi dari ranjang terkutuk itu, dan tanpa di sadari oleh para pemberontak itu, karena kecepatan bayangan hitam itu benar-benar tidak masuk akal.
dan bayangan hitam itu membawa Tang Lien ke pinggir kamar itu dekat dengan pria kecil yang berdiri membeku,
"tenanglah nyonya, aku tidak melihat tubuh mu secara langsung," ucap bayangan hitam itu, dengan mata tertutup.
"nyonya?" tanya Tang Lien
"benar anda adalah istri dari majikan ku, jadi aku harus memanggil mu nyonya" ucap bayangan hitam itu dan kini sudah menjadi sosok yang di kenali oleh Tang Lien.
"kau?" hanya itu kata yang keluar dari bibir Tang Lien
dan semua orang baru menyadari jika Puteri Tang Lien sudah menghilang dari atas ranjang, dan membuat kaget para pemberontak itu,
"siapa kau iblis? kau sudah berani mengganggu kesenangan kami" ucap para pemberontak itu.
pintu kamar terbuka dan Xiao Zhou masuk ke kamar itu di ikuti oleh seorang tinggi besar yang harus membungkukkan badan nya untuk melewati pintu kamar, dan Dewa Yang Dong menutup pintu kamar itu.
bibir Tang Lien terbuka dan bergetar hebat, matanya mulai berkaca-kaca, tidak percaya apa yang di lihat nya, rasa bahagia nya hampir tidak bisa di ucapkan oleh semua kata terindah di dunia ini sekalipun.
"kau tidak apa-apa en-en?" tanya Xiao Zhou dan mendekati tubuh Tang Lien yang masih bergetar.
Tang Lien yang semula duduk di pangkuan Yang Tian karena kakinya begitu lemah, seperti mendapat tenaga baru, dan seketika berdiri dan menatap wajah Xiao Zhou.
__ADS_1
matanya sudah penuh air mata, dan memeluk tubuh Xiao Zhou dan menangis sejadi-jadinya, sambil memukul-mukul dada Xiao Zhou.
"kau sangat terlambat, aku hampir tidak bisa bertemu lagi dengan mu, kau suami yang buruk, aku begitu takut kehilanganmu lagi" ucap Tang Lien
Xiao Zhou memeluk tubuh Tang Lien yang menangis dengan begitu kencang, seperti mengeluarkan semua kemarahan akan ketidakberdayaan nya tadi.
"tenangkan dirimu en-en, kau tidak akan meninggalkan mu lagi" ucap Xiao Zhou.
"benarkah, berjanji lah padaku suami" teriak Tang Lien tidak mempedulikan orang yang ada di sekitar nya
"aku mohon berjanji lah" ucap Tang Lien kakinya menjadi sedikit lemas dan tangisan nya sedikit melemah.
"aku berjanji istriku,a aku tidak akan meninggalkan mu" ucap Xiao Zhou sambil memeluk tubuh erat Tang Lien agar tidak terjatuh.
para pemberontak itu seperti membeku, melihat para tamu tidak terduga mereka, terutama tubuh besar Dewa Yang Dong yang begitu mengintimidasi di ruangan itu.
"adik Guo dong apakah kau tidak keberatan?" ucap Xiao Zhou
"walaupun tidak mengerti mengenai wanita, tetapi aku rasa seorang prajurit tidak akan memperlakukan wanita seperti kalian tadi, meskipun kalian sudah memenangkan perang ini, dan kali ini kau akan merasakan bagaimana rasanya putus asa seperti wanita yang tadi kalian hampir rusak" ucap Dewa Yang Dong dan menarik lengan kanan pria itu sampai putus.
aahhhkkkkk...... tolong lepaskan aku Dewa" ucap pria itu, dan beberapa temannya mencabut pedang dan menebaskan tubuh dewa batu itu secara brutal, tapi pedang mereka mulai kehilangan bentuk nya karena tubuh Yang Dong begitu keras.
Yang Dong memegang kepala salah seorang lagi dan meremas nya dengan begitu mudah.
aaahhhh......
dan sisa para pemberontak itu berlutut, dan bersujud di hadapan Dewa Yang Dong yang masih memegang kepala orang yang pertama, dengan lengan putus dan darah yang terus keluar.
Yang Tian mengambil pedang kecil milik putera mahkota itu dan memberikan nya pada pria kecil itu.
"apa kau putera mahkota? mulai saat ini jalan mu akan penuh darah mulailah dengan ini" ucap Yang Tian.
__ADS_1
pria kecil itu memegang pedang nya tadi dan mulai menebaskan kepala para pemberontak itu dan Yang Dong meremas kepala pemberontak yang terakhir hidup di kamar itu, di iringi teriakan begitu menyakitkan.
Yang Tian membuka pintu dan mulai melakukan kegemaran nya membantai para pemberontak yang masih merayakan kemenangan mereka di istana penuh darah itu.
"suami kau datang untuk ku bukan?" tanya Tang Lien
"tentu saja en-en, itupun jika kau masih menginginkan aku menjadi suami mu" ucap Xiao Zhou.
plakkkkk.... sebuah pukulan lembut di kepala Xiao Zhou.
"kau bicara apa, kau lihat ini" ucap Tang Lien sambil membuka jubah milik Yang Tian dan memperhatikan pakaian pengantin nya, walaupun tinggal sedikit, membuat wajah Tang Lien sedikit terkejut dan memerah, dan kembali memakai jubah Yang Tian.
"putera mahkota sebaiknya kau tutup matamu kali ini" ucap Dewa Yang Dong.
"Dewa apakah kau keberatan jika membawa adikku untuk belajar menghadapi musuh, dan memiliki mental kuat seperti tubuh mu itu" ucap Tang Lien sambil merunduk.
"tentu saja Kakak ipar, maafkan aku" ucap Dewa Yang Dong dan membawa putera mahkota kekaisaran song keluar dari kamar itu dan menyisakan Xiao Zhou dan tang Lien saja.
"maafkan aku en-en, aku sedikit terlambat, orang tua mu meninggal karena keterlambatan ku" ucap Xiao Zhou.
"tidak suami, ini bukan salah mu, meskipun aku sedih dengan kepergian orang tuaku, tapi ini adalah resiko menjadi seorang penguasa, dan aku sudah menyiapkan mental ku saat perang ini di mulai" ucap Tang Lien sambil sedikit murung.
" ucap Xiao Zhou.
"suami sebaiknya kita pergi, jumlah mereka begitu banyak bukan sekarang waktunya jika ingin merebut kekaisaran ini lagi" ucap Puteri Tang Lien.
"baiklah.... kita pergi dari sini," ucap Xiao Zhou dan memanggil kedua teman nya.
terlihat wajah Yang Tian masih tanpa ekspresi dan tubuh nya penuh darah dari para pemberontak, dan mereka semua kembali ke pulau keseimbangan bersama putera mahkota kekaisaran song.
Xiao Zhou tidak ikut masuk ke dalam istana ke 15, dan melangkah menuju ke gerbang selanjutnya yaitu gerbang menuju kekaisaran Ming dan di ikuti oleh Yang Tian.
__ADS_1
kedua nya telah berada di rumah makan merak putih milik Yumiko, dan keduanya beristirahat dan tertidur di kamar mereka.