Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch 2


__ADS_3

Xiao Zhou melipat kitab nya pelan dan menatap ke dua istrinya itu, dan masih memainkan janggut panjang nya, dan sedikit menarik nya hingga lepas, sambil menghela nafasnya.


"aku tidak mencampuri urusan kekaisaran seperti itu, aku tanpa kalian minta pun akan membantu kalian jika, jika orang itu secara langsung membahayakan nyawa kalian, berbeda halnya dengan Sang Pembunuh Dewa dia adalah Dewa, dan aku bisa membunuh orang yang tidak di atur oleh kekaisaran langit, tapi aku hidup di alam tengah aku harus mengikuti aturan Kekaisaran langit," ucap Xiao Zhou.


"hahaha... aturan?? sejak kapan iblis patuh pada aturan," ucap Puteri Ming Mei kesal.


"Mei'er... mengerti lah semua yang ada di alam ini ditentukan oleh kekaisaran langit, bencana, karma, takdir dan lain-lain, semua di atur oleh kekaisaran langit, aku adalah orang di luar kekaisaran langit, tidak di benarkah mengganggu nya kecuali dalam hal membela diri, dan mengancam nyawa orang yang ku kenal saja, lagipula kalian tahu aku bukan orang yang suka mencampuri urusan orang lain, akan datang hari dimana Adipati Zhou mendapat ganjaran yang setimpal akan perbuatannya," ucap Xiao Zhou begitu tenang.


"suami cara bicara mu seperti seorang pendeta saja, sebaiknya kau berkumpul dan menghabiskan isi guci mu itu dengan teman pendeta tanpa ekspresi mu itu, " ucap Zhang Rui, dengan tatapan sinis.


"haha.... kalian tidak perlu marah seperti itu padaku, jadi baiklah.... jika kalian memaksa, aku akan melihat nya secara dekat, tapi ingat aku tidak membunuh jika tidak terpaksa, meski aku pembantai tapi aku tidak membunuh orang sembarangan, dan tanpa sebab," ucap Xiao Zhou, yang biasanya membantai dalam peperangan saja.


"benarkah kau mau melakukan nya?" tanya Puteri Ming Mei berdiri dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Xiao Zhou.


tangan nya melepaskan beberapa kancing atas pakaian nya,


"adik Ming malam ini adalah giliran adik Tang Liem, kau jangan melakukan nya," ucap Zhang Rui yang mengerti gelagat nakal dari madu nya itu.


"adik Tang Liem sedang hamil muda kakak Zhang, lagipula kakak Xia sering mencuri bocah ini saat giliran ku, kenapa aku tidak boleh mencuri sesekali," ucap Puteri Ming Mei yang kini sudah mendorong kitab di depan Xiao Zhou dan sekarang wanita cantik menggantikan tempat kitab itu, duduk di atas meja dengan kaki sedikit melebar.


"ehemmm.... baiklah, terserah kau saja adik, tapi jangan terlalu berisik, suami aku juga sedikit panas malam ini, aku menunggu mu di ruang ganti dekat kamar adik Tang, kalian berdua jangan terlalu lama," ucap Zhang Rui dengan mata melebar, dan meninggalkan ruang baca itu.


"nah suami.... tidak ada yang mengganggu kita lagi, kitab mu ini sudah siap untuk kau baca sekarang, jangan katakan kau lupa cara membaca," ucap Puteri Ming Mei dan mencabut kumis palsu Xiao Zhou, serta mengangkat sedikit gaun bawah nya.


Xiao Zhou tersenyum tipis,


****


Setelah jatuhnya kekaisaran Tang, wilayah itu bergabung dengan Kekaisaran zharzantium, dan Zhao Yun adalah orang yang di tunjuk untuk memimpin wilayah itu oleh Kaisar zharzantium, dan mulai menganggap dirinya adalah reinkarnasi Dewa.

__ADS_1


dan kebengisan nya mulai terlihat sejak pertama dirinya menjabat, dan jauh sebelum terjadi peperangan di alam langit.


Adipati Zhou Yun adalah mantan seorang kepala Kasim di kekaisaran Tang, usianya nya lebih dari 150 tahun membuat nya sebagai kepala Kasim yang begitu kuat karena begitu lama berkuasa, hampir semua urusan kekaisaran Tang melewati tangan jahat nya, dan runtuhnya kekaisaran itu tidak lepas dari buah pikiran nya.


Adipati Zhou Yun seorang yang kurus dengan tulang pipi yang menonjol, dan bibir sedikit kedepan menyerupai kera, rambut nya yang sudah memutih terikat rapi di balik penutup kepala khas seorang Kasim, alis yang melengkung ke atas dan senyum yang seperti orang terkekeh menampakkan gigi yang begitu rata, membuat nya terlihat terlihat begitu bengis dengan wajah tanpa sedikitpun kumis ataupun janggut.


Meski jauh dari kata tampan tetapi wajah nya terlihat begitu berkarakter tegas dan keras, penampilan nya selalu rapi dengan pakaian berdasar hitam khas pejabat nya, terlihat garis-garis seperti gelang emas di ujung lengan jubah nya, dan jubah panjang semata kaki yang menutupi sepatu hitam nya, pagi itu Adipati duduk di atas panggung sambil menikmati buah anggur hitam.


Puluhan orang berpakaian kotor sedang berlutut di tanah, dengan kedua tangan terikat di belakang punggung, dan kondisi tubuh begitu memprihatinkan serta rambut acak-acakan, para petani itu terlihat sudah melewati penyiksaan yang cukup lama.


Ratusan prajurit sedang berdiri di belakang para petani itu dengan pedang yang sudah terhunus, dan siap memisahkan kepala para petani malang itu.


seorang pejabat militer terlihat berdiri di hadapan Adipati Zhou dan menatap para petani itu, dengan kedua tangan di lipat di belakang punggung nya.


"kalian sudah berani membangkang, lihat lah ini hasil dari perbuatan kalian, prajurit bunuh mereka semua," teriak pejabat militer itu dengan lantang.


"tunggu!!!! ucap Adipati Zhou Yun sambil memakan buah anggur nya, terlihat beberapa cipratan buah anggur itu membasahi sudut bibir yang berwarna merah tua, sangat kontras dengan wajah nya yang pucat karena mengenakan bedak pemutih, ciri khas para Kasim.


"hihihi..... aku memaafkan mereka? tidak akan pernah, ini adalah pembelajaran bagi siapapun yang berani menentang peraturan yang aku buat, dan sekarang bunuh mereka satu persatu, agar teman mereka dapat melihat dengan jelas rasa ketakutan yang akan mereka rasakan... hihihi," ucap Adipati Zhou Yun dengan tawa terkekeh nya.


Para penduduk yang begitu ramai menonton terlihat begitu ketakutan, wajah mereka terlihat putus asa karena saat ini mereka sedang di pimpin oleh seorang yang begitu kejam.


sreeessstttt......


Suara pedang dan daging terpotong mulai terdengar, tampak beberapa petani begitu ketakutan dengan kepala bergetar.


Adipati Zhou Yun kembali menggigit anggur hitam nya dengan mata nya yang tidak berkedip menatap satu persatu tubuh kehilangan kepala mereka, dan terlihat wajah yang begitu gemas dan seperti ingin melakukan nya dengan tangan nya sendiri.


beberapa penduduk muntah melihat kejadian keji itu, darah terlihat berceceran di seluruh tempat,

__ADS_1


"pagi yang menyenangkan," ucap Adipati Zhou Yun berdiri dan mengangkat tangan sebagai isyarat untuk menghentikan pembantaian itu, yang hanya menyisakan dua wanita saja,


"lepaskan mereka," ucap Adipati Zhou Yun.


prajurit yang mendengar ucapan Adipati Zhou Yun dengan cepat memotong tali petani wanita itu dan menyuruh nya cepat pergi karena sedikit kasihan melihat kejadian itu.


petani wanita itu terlihat bingung dengan bibir bergetar hebat karena takut, mulai melangkah pelan karena siksaan beberapa hari sudah membuat nya susah berjalan, semua orang menyingkirkan dan memberi jalan kepada kedua wanita malang itu, air mata nya sudah tidak terlihat di wajah nya yang penuh noda darah dan lumpur.


keduanya melangkah pelan menuju gerbang kota itu, dan Adipati Zhou Yun dengan pelan mengambil busur dari seorang prajurit di dekat nya, dan menarik tali busur itu.


Dua anak panah sudah terpasang di tali itu, satu mata Adipati Zhou Yun menyipit seperti seorang yang sedang membidik, dan melepaskan jari nya dari tali busur itu


"wusshhhssss....."


dua anak panah yang sudah di aliri energi qi itu melesat tanpa ampun ke arah dua wanita yang berjalan gontai itu.


Sresstttt......


Anak panah itu menembus kepala dari masing-masing wanita itu, dan kedua anak panah itu menancap di tiang penopang gerbang kota, tampak beberapa daging isi kepala menyelimuti anak panah itu, di sertai darah kental yang menetes pelan.


"selamat tuan tenaga dalam ada semakin meningkat," ucap pejabat militer itu sambil setengah berlutut di hadapan Adipati Zhou Yun.


"hihihi.... aku sedikit lelah berurusan dengan wanita tua itu, remukan tulang merupakan dan bawa ke tempat biasa, tidak ada makam untuk seorang pemberontak," ucap Adipati Zhou Yun dan melemparkan busur itu ke prajurit di dekat nya.


dan melesat melayang ke arah prajurit yang memotong tali petani wanita itu, dan memukul pelan ubun-ubun nya, dan menendang lutut prajurit itu dari belakang, membuat nya berlutut.


"aku bilang lepaskan, tanpa rasa kasihan, tapi wajah mu menunjukkan rasa kasihan, dan itu artinya kau tidak menyukai perbuatan ku pada para pemberontak itu, suatu saat kau juga akan memberontak padaku," ucap Adipati Zhou Yun dan perlahan telapak tangan nya menghentak kebawah dan membuat prajurit berlutut itu menyemburkan darah segar dari bibir dan seluruh tubuh nya.


Setiap hari sejak kepemimpinan nya ada saja pembantaian yang di lakukan oleh Adipati Zhou Yun, dan kesadisannya semakin menjadi, selalu ada saja cara membunuh yang kejam, dan selalu diakhiri dengan meremukkan tulang dan membawa jasad mereka ke suatu tempat, membuat tidak ada satupun orang yang berani menentang atau menatap nya.

__ADS_1


****


__ADS_2