
gadis kecil aku akan membawa mu ke atas" ucap Xiao Zhou dan mengangkat tubuh gadis kecil itu.
gadis kecil itu tidak menjawab hanya menatap Xiao Zhou bibir nya masih bernyanyi pelan, dan Xiao Zhou melesat keudara dan keluar dari sumur itu, sambil tanganya menggendong gadis kecil itu.
terdengar orang-orang mulai ribut melihat para penjaga gerbang itu telah tewas.
"bertahan nona kecil, kita akan pergi dari tempat terkutuk ini" ucap Xiao Zhou dan mengambil ancang-ancang untuk melesat keudara, bibirnya merapal mantra, dan jari tangan bergerak.
terdengar seperti suara retakan, di sekitar hutan itu.
praaannnkkkk..... terdengar seperti suara benda pecah begitu menggelegar, membuat semua orang menjauh dari hutan itu
"segel hutan ini sudah hancur" ucap orang-orang itu tidak percaya
Xiao Zhou terbang keluar dari hutan itu setelah segel hutan itu hancur, keduanya terbang jauh dan mendarat di sebuah dataran luas, penuh rumput seperti ilalang setinggi setengah meter, yang berbunga panjang dan berwarna putih.
beberapa orang sudah menyusul nya, mereka adalah para tetua dari sekte pilar keadilan. beberapa orang itu sudah mengurung Xiao Zhou,
"anak muda, sebelum kau mati katakan siapa dirimu?" ucap salah seorang dari tetua sekte pilar keadilan.
Xiao Zhou membaringkan tubuh gadis kecil itu di atas rumput ilalang itu, dan melindungi dengan segel nya, tapi tangan gadis kecil itu memegang erat pakaian Xiao Zhou, seperti tidak ingin di lepas.
"fufu... jangan tinggalkan kakak" ucap gadis kecil itu lemas
"tenanglah nona kecil, aku tidak akan lama" ucap Xiao Zhou mengelus kepala gadis itu.
tangan gadis itu perlahan merenggang dan melepaskan pakaian Xiao Zhou.
Xiao Zhou mengeluarkankan pedang panjang nya yang melengkung, dan menyelipkan di pinggangnya.
"kalian semua seharusnya tidak menghalangiku, tapi karena kalian sudah repot-repot datang ke tempat ini, aku tidak akan mengecewakan kalian semua" ucap Xiao Zhou dan mulai melangkah menjauh dari gadis kecil itu, langkah nya terhenti dan memejamkan matanya, jari-jari tangan Xiao Zhou mengelus permukaan gagang pedang kematian seperti pedang itu adalah bagian dari tubuh nya.
"kau?? bocah ingusan... walaupun kemampuan mu cukup tinggi, tapi menghadapi kami semua secara bersamaan, kau pasti akan mati" ucap tetua itu lagi.
sudut bibir Xiao Zhou sedikit melengkung keatas, matanya masih terpejam.
"pedang pembuka surga level 5, surga keindahan, guman Xiao Zhou tangan nya sudah memegang erat gagang pedang nya.
"saudaraku semua, bunuh bocah itu" teriak tetua itu, beberapa orang melesat keudara, dan beberapa orang lainnya menyerang Xiao Zhou dari darat.
"selendang pedang" teriak Xiao Zhou membuka mata nya yang sudah menyala kemerahan, dan lima selendang muncul dari punggung Xiao Zhou dan berputar ada yang menyerang dan ada selendang pedang yang mengelilingi tubuh nya.
__ADS_1
traaangggg....
traaangggg....
"saudaraku berhati-hatilah, pemuda ini begitu ahli menggunakan pedang nya" ucap tetua itu, wajahnya tampak pucat tidak menyangka lawan nya kali ini begitu hebat.
terlihat para tetua itu satu persatu menemui ajal nya, dan tergeletak di tanah dengan darah mengucur dari tubuh nya.
"ini jauh dari perkiraan ku," batin tetua itu tubuh nya sudah penuh luka, keringat dingin dan darah mulai membasahi tubuh nya.
Xiao Zhou memasukkan pedang kematian ke dalam sarung pedang nya, dan menatap para tetua itu, para tetua itu terlihat melebar matanya.
"bocah sombong, ini belum berakhir, cepat cabut pedang mu lagi, kami belum selesai" teriak tetua itu dengan sangat marah merasa di remehkan oleh Xiao Zhou.
"tidak tetua, aku sudah selesai dengan kalian, sekarang kalian pergilah, lawan ku yang sebenarnya sudah tiba" ucap Xiao Zhou dan melewati semua tetua yang sudah terluka itu tanpa melihat nya.
"a-apa?" apa maks-ud mu...." suara tetua itu terputus saat mata mereka melihat sesosok pria berjubah panjang berdiri tenang, dan melayang diatas bunga ilalang.
sorot mata sosok itu begitu dingin, rambut putih nya di ikat di atas kepalanya seperti seorang pendeta, kumis dan jenggot tampak melambai tertiup angin.
"bocah ini benar, kalian semua sudah selesai sampai disini," terdengar suara di udara dan semua yakin suara itu berasal dari orang yang melayang di atas bunga ilalang itu.
"kake-k le- leluhur"
crassshhhh.... tubuh semua para tetua itu terpotong-potong, dan semua nya memiliki luka yang sama persis.
"serangga tidak berguna" guman orang itu masih melayang dengan tenang.
Xiao Zhou mendekati orang itu dengan senyum di bibirnya, kepala nya sedikit menggeleng.
"kau baru saja membunuh para pengikut setia mu, aku rasa kau adalah si bedebah Huang Fu itu?" ucap Xiao Zhou sambil terkekeh
"hahaha.... aku sangat berani anak muda... sangat berani, setelah mengetahui siapa aku kau masih begitu tenang, bahkan Kaisar Langit begitu gugup berbicara dengan ku, aku sangat menyukai mu, aahhhh andai saja aku mempunyai keturunan seperti mu, aku pasti sangat bangga, hahaha.. dan juga aku tidak menginginkan pengikut lemah seperti itu." suara pilar langit Huang Fu menggema di udara tetapi bibirnya sama sekali tidak bergerak.
"apa bibir mu memang seperti itu? maksud ku tidak bisa seperti ini?" tanya Xiao Zhou sambil menggerak-gerakkan jari nya seperti mulut bebek
"hahaha, lelucon yang buruk di saat akhir hidup mu" ucap pilar langit Huang Fu, tanpa membuka bibirnya.
"hehe... jawabanmu menunjukkan bahwa kau mengalami kerusakan pada bibir mu, baiklah aku akan membantu mu memperbaiki nya dengan pedang ku ini" ucap Xiao Zhou tersenyum lebar dan mulai mencabut pedang panjang nya.
pilar Langit Huang Fu melambaikan tangan kanan nya nya, membuat Xiao Zhou terlempar beberapa meter di udara, dan tangan kiri nya bergerak seperti melemparkan sesuatu.
__ADS_1
ribuan pedang energi melesat keluar dari tangan kiri pilar langit Huang Fu dan melesat kearah Xiao Zhou.
" aahhhkkk.. kekuatan nya sangat jauh di atas ku, aku rasa ini adalah akhir dari hidupku, tapi bagaimana pun juga aku tidak akan menyerah sampai akhir" batin Xiao Zhou, tubuh nya begitu sulit di gerakkan.
"tarian kematian" teriak Xiao Zhou
trangggg....
traaangggg.....
sreettttsssss.....
sreettttsssss......
"apa ini? tarian pedang ku tidak dapat bergerak sesuai keinginan ku," batin Xiao Zhou,
pedang -pedang energi yang di lepaskan dari tangan kiri pilar Langit Huang Fu mulai menembus pakaian Xiao Zhou dan merusak organ dalam nya.
"hemmmm... apa ini kekuatan dari penguasa ke 15? aku benar-benar kecewa" suara pilar langit Huang Fu menggema, dengan nada merendahkan Xiao Zhou.
pilar langit Huang Fu menghentikan serangan, dan sebuah pedang bercahaya muncul di tangan kiri nya.
suasana kembali hening, sinar bulan biru begitu terang menyinari kedua orang yang sedang bertarung itu.
Xiao Zhou mendarat dengan posisi setengah berlutut, dengan nafas terengah-engah,
"ahhhhhkkkk...." darah hitam keluar dari bibir Xiao Zhou.
"kenapa aku tidak bisa bergerak bebas? bagaimana dia melakukan nya" batin Xiao Zhou, mata nya menatap pilar Langit Huang Fu yang melangkah mendekati nya.
"aahhh... mata itu, mata itu membuat ku kesal, harus aku melihat mata ketakutan saat ini, tapi mata bocah itu menunjukkan sebaliknya, mata nya penuh gairah bertarung yang sangat bersemangat, aku harus cepat mengakhiri ini, aku tidak ingin kekuatan ku yang sesungguhnya terlihat" batin pilar langit Huang Fu.
pilar langit melambai tangan kanan nya lagi, membuat Xiao Zhou terlempar ke udara seperti tadi, dan tangan kirinya mulai melakukan serangan kearah Xiao Zhou dengan pedang bercahaya itu.
tubuh Xiao Zhou berputar di udara, matanya terpejam, pikiran nya mulai mengingat semua kenangan bertemu istri-istri nya, dan juga saat indah bermain dengan anak-anak,
"apa ini? aku tidak bisa bergerak bebas lagi, apakah aku akan pergi saat ini? tunggu!!!! aku seperti mengenali perasaan ini" batin Xiao Zhou dan berusaha fokus
"saat nya kau mati bocah pengacau" ucap pilar langit Huang Fu.
tebasan-tebasan pedang bercahaya itu membentuk beberapa ular dan mendekati tubuh Xiao Zhou.
__ADS_1