Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
pelarian


__ADS_3

Matahari sudah mulai terlihat xiao zhou duduk di pinggir sungai sambil membersihkan muka nya, dan mencoba mencari tahu dimana mereka berada saat ini,


Xia Xhialun merapikan pakaian nya dengan wajah dingin, dan tidak berbicara sepatah kata pun.


"nyonya maafkan aku kalau kau marah aku menggendong mu," belum selesai xiao zhou menjelaskan, Xia Xhialun sudah pergi meniggalkan dirinya.


"ada apa dengan wanita itu? sudah lah bukan urusan ku" batin Xiao Zhou.


Xiao Zhou mendekati Xia Xhialun memberikan sebuah pil,


"minum pil ini nyonya untuk menghilangkan racun di tubuh mu," ucap Xiao Zhou.


"aku tidak butuh bantuan laki-laki," ucap Xia Xhialun.


"ahhhh... wanita ini bisa membuat ku gila saja," batin Xiao Zhou sambil menjambak rambut nya sendiri membuat rambut pendek nya acak-acakan,


Xiao Zhou melanjutkan perjalanan mencari desa terdekat, dan mereka memasuki sebuah desa, penjaga gerbang desa membiarkan mereka masuk begitu saja.


"desa ini aneh " pikir Xiao Zhou, mereka masuk kedai makanan dan memesan makanan, hanya Xiao Zhou yang makan Xia Xhialun sama sekali tidak menyentuh makan atau minuman.


"nyonya sebaik nya anda makan" guman Xiao Zhou, dengan bibir penuh makanan.


"kenapa kau baik padaku?" tanya Xia Xhialun menatap tajam mata Xiao Zhou.


"aahhhh baiklah nyonya... aku sudah muak dengan sikap mu itu," ucap Xiao Zhou.


"tunggu kalian berdua!!! dan kau bocah... berikan padaku wanita bangsawan itu, maka kau kubiarkan hidup,"ucap salah satu dari orang-orang yang berdiri dan berada di luar rumah makan tersebut .


Xiao Zhou yang sudah selesai makan keluar dari kedai itu, di ikuti Xia Xhialun di belakang nya,


"siapa kalian kenapa menginginkan wanita ini?" tanya Xiao Zhou, dengan wajah acuh nya menatap ke arah lain.


"ada imbalan untuk nyonya bangsawan itu, kabar ini telah tersebar di seluruh kekaisaran song," ucap pria itu bersama 20 teman nya.


Tampak wajah Xia Xhialun menjadi pucat, tersirat keputus asaan di matanya, kepala nya sedikit menggeleng, Xiao Zhou melihat reaksi dari Xia Xhialun sedikit kasihan melihat wanita itu begitu tertekan, dan menganggukan kepala nya.


"hemmm... baiklah, sudah lama aku tidak membunuh orang," guman Xiao Zhou sambil mengeluarkan pedang kematian dan menyelipkan di pinggang nya,


para pria menyeramkan itu mencabut pedang mereka masing-masing, terlihat dari pakaian mereka, seperti bukan penduduk biasa, gerakan mereka begitu terlatih dan seperti sudah terbiasa dalam bertarung.


Xiao Zhou melesat ke arah 20 orang itu, dan seperti menari di sela-sela tubuh lawan, dentingan logam beradu begitu nyaring terdengar, dan di selingi suara pakaian dan daging terpotong.


swiiiinnnggggghsssss


zreeeebbbb


slaaaasssss...


dan hanya beberapa tarikan nafas ke 20 orang itu sudah tidak bernyawa, dan pedang kematian itu sudah kembali ke sarung nya di pinggang Xiao Zhou.


"apa ini? bagaimana bisa dengan usia remaja itu mampu membunuh orang dengan wajah seperti tidak berdosa sama sekali, pemuda ini sudah menjadi pembantai dalam usia semuda ini," batin Xia Xhialun.

__ADS_1


Xia Xhialun hanya membeku melihat pembantaian di depan mata nya, dan Xiao Zhou menarik tangan Xia Xhialun meniggalkan desa itu dan mereka terus berjalan ke dalam hutan.


mereka duduk di sebuah gubuk yang di tinggal pemilik nya, tampak semak ilalang memenuhi halaman rumah itu, terlihat beberapa bangunan yang lebih kecil sudah rusak, dan sumur yang bibir nya terbuka dari tumpukan batu yang mulai lepas.


"nyonya kita harus kemana sekarang?" tanya xiao zhou menatap Xia Xhialun.


Xia Xhialun hanya menggelengkan kepalanya.


langit sudah mulai gelap hawa dingin menyusup ke tubuh mereka.


"ini bukan hawa dingin biasa, ini adalah hawa iblis," batin Xiao Zhou.


"Nyonya sebaik nya anda jangan jauh-jauh dari ku sekarang," ucap Xiao Zhou pelan.


Xia Xhialun yang mulai merinding hanya mengikuti perintah Xiao Zhou.


"ada iblis di gubuk ini nyonya," ucap Xiao Zhou


"Bocah sebaik nya aku jangan menakuti aku," ucap Xia Xhialun memegang erat pakaian Xiao Zhou.


"kalian akan jadi makanan kami" ucap suara seperti berbisik dan menggema di udara,


"sudah sangat lama kami tidak memakan daging manusia hihihi..." suara itu lagi terdengar,


tiba-tiba dari dalam sumur dekat gubuk itu keluar tangan pucat dan kepala wanita rambut panjang wajah nya begitu mengerikan tidak jelas bentuk mata dan hidung, tetapi bibir nya lebar melewati pipi dan memperlihatkan gigi runcing.


Xiao Zhou mengeluarkan pedang kematian nya.


terlihat sungging di sudut kanan bibir Xiao Zhou.


"kalian tidak pernah tahu apa itu iblis, akan aku tunjukkan bagaimana iblis itu yang sebenarnya," ucap Xiao Zhou.


Xia Xhialun gemetar karena takut, dan menyembunyikan wajahnya di punggung pemuda tanggung itu.


xiao zhou memejamkan mata nya dan fokus pikiran nya, dan mulai membuka matanya dan pedang kematian sekarang sudah berlapis warna gelap keunguan, iblis itupun menyerang Xiao Zhou.


Xiao Zhou menghindar sambil memeluk tubuh Xia Xhialun,


zreeerrrtttt....


Xiao Zhou mengayunkan pedang nya, iblis itu pun terbelah menjadi dua, dan berubah menjadi cairan kental hitam, dan berbau amis.


"semua mahluk bisa di bunuh oleh pedang kematian ini termasuk dewa sekalipun," ucap Xiao Zhou.


"pedang itu begitu mengerikan, kalian manusia telah membunuh saudara kami, lain kali kau akan menerima balasan dari kami," ucap iblis yang lainnya.


dan merekapun berlari kembali bersembunyi ke dalam sumur.


"aku bisa saja menyegel kalian di sumur itu tapi aku harus pergi sekarang," ucap Xiao Zhou dan meniggalkan gubuk itu.


Xia Xhialun menggigil ketakutan dan tidak bersuara mengikuti langkah Xiao Zhou

__ADS_1


"bocah tidak bisakah kita terbang seperti kemarin aku takut iblis itu mengejar ku," ucap Xia Xhialun, dengan suara bergetar.


" baiklah asal nyonya berjanji menjawab semua pertanyaan ku," ucap Xiao Zhou.


"baiklah" ucap Xia Xhialun menjawab dengan cepat, tanpa berpikir, dan ingin secepatnya meninggalkan tempat itu.


Xiao Zhou mengendong Xia Xhialun dan meloncat dari pohon ke pohon yang lain,


wanita itu tampak terlihat lebih lega di gendongan pemuda itu, sambil memegang erat dan memejamkan mata nya, dan tidak sadar dan tertidur.


Xiao Zhou yang menyadari bahwa Xia Xhialun tidur, berhenti di sebuah batu besar dan ikut tertidur.


pagi pun datang Xia Xhialun bangun dari tidur nya.


"hemmmm nyenyak sekali tidurku," batin Xia Xhialun, merasa begitu segar.


"sudah berapa tahun aku tidak pernah tidur senyaman ini" batin nya lagi.


xia xhialun mendapati kesadaran nya dirinya tidur di pelukan Xiao Zhou,


"pemuda ini pasti sangat kelelahan menggendong ku semalaman," guman Xia Xhialun, menatap dalam-dalam wajah indah Xiao Zhou,


dan tiba-tiba mata xiao Zhou terbuka, mata mereka bertatapan dan cepat-cepat saling memalingkan wajah dan merapikan diri masing masing.


pagi itu xiao zhou menangkap ayam hutan dan memanggang nya, mereka menyantap nya walaupun terasa hambar.


"baiklah nyonya sesuai janji anda, sekarang jawab pertanyaaan ku, katakan sekarang tujuan kita kemana?" tanya Xiao Zhou.


"tidak tahu" jawab Xia Xhialun, dengan wajah datar nya.


"Apa kau tahu sekarang kita ada dimana?" tanya Xiao Zhou lagi


"tidak tahu" jawab Xia Xhialun.


"Apa kau punya rencana nyonya?" tanya Xiao Zhou lagi


"tidak" jawab Xia Xhialun


"heeemmmm... itu sangat melegakan" guman Xiao Zhou kesal, sambil mengusap wajah nya dengan kedua tangan.


***


mereka pun berjalan dan menemukan rumah di pinggir sungai, yang sudah di tinggalkan tapi masih layak untuk di tempati,


"baiklah sementara kita akan tinggal di sini,, kita akan menyusun rencana," ucap Xiao Zhou.


"Coba kau perhatikan apakah rumah ini aman dari iblis? tanya Xia Xhialun yang teringat dengan iblis mengerikan tadi malam.


Xiao Zhou memejamkan mata nya dan memfokuskan pikiran nya,


"disini aman nyonya" ucap Xiao Zhou.

__ADS_1


__ADS_2