Reinkarnasi Dewa Kematian

Reinkarnasi Dewa Kematian
ch. 32


__ADS_3

Xiao Zhou menghela nafasnya, teringat hari-hari nya saat dirinya terkena racun api saat kecil, dirinya harus menatap kematian nya yang siap datang setiap saat.


"maafkan aku, aku sudah begitu banyak melihat kematian, nyonya sebaiknya istirahat, lagipula nyonya tidak akan mati di sini," ucap Xiao Zhou menatap lembut ke arah Park Min Ji, membuat wanita itu ikut tersenyum.


"tatapan nya begitu menenangkan ku," batin Park Min Ji,


"benarkah aku tidak akan mati di sini? aku akan mempercayai kebohongan yang kau ucapkan tadi, terimakasih Zhou'er, setidaknya aku tidak sendirian di akhir, kau membuat ku sedikit nyaman," ucap Park Min Ji dan memejamkan matanya, dan mulai terlelap dengan nafas teratur dan hanya mengenakan pakaian mandi nya.


Xiao Zhou melepaskan genggaman tangan Park Min Ji dan melepaskan jubah hitam nya, dan tanpa sepengetahuan pria berambut panjang itu Xiao Zhou menuliskan sebuah huruf suci kuno di jubah nya, tampak sesaat jubah itu berlapis cahaya kebiruan.


Xiao Zhou menyelimuti tubuh Park Min Ji dengan jubah nya, dan menutup tirai dari ranjang wanita itu , serta keluar duduk di balai kecil yang berada di halaman depan rumah nya.


Xiao Zhou merebahkan diri di balai yang berada di luar rumah sederhana nya, matanya terpejam sambil menikmati sapuan angin malam.


blarrrrr.....


terdengar suara pintu di buka dengan kasar dan suara kaki melangkah begitu cepat menuju balai milik Xiao Zhou.


pemilik kaki panjang itu dengan cepat naik dan membangunkan Xiao Zhou.


"pelayan bangun lah!!!!!" teriak Park Min Ji seperti seseorang yang begitu ketakutan.


Xiao Zhou membuka matanya dan menatap wanita cantik itu sudah setengah memeluk tubuh nya.


"nyonya aku sudah bangun," ucap Xiao Zhou sambil mencoba melepaskan cengkraman dari Park Min Ji.

__ADS_1


"bocah pelayan jangan pernah berani meninggalkan ku lagi saat tertidur, kau boleh pergi saat aku perintahkan, apa kau mengerti?" ucap Park Min Ji matanya menatap ke seorang pria berambut putih panjang yang duduk tidak jauh dari mereka.


Xiao Zhou menatap tangan Park Min Ji yang sedikit bergetar, jemari panjang yang kurus dan hingga terlihat buku-buku jari nya itu, semakin kencang menggenggam lengan Xiao Zhou.


"nyonya apa kau sudah gila?" ucap Xiao Zhou.


"diam lah bocah!!!! kau tidak tahu apa yang sedang terjadi saat ini," bisik Park Min Ji.


dan tiba-tiba saja pria berambut putih panjang itu melangkah mendekati Park Min Ji,


"kau tidak perlu setakut itu padaku Ji'a, khasiat mutiara api yang kuberikan sudah habis, kematian mu sudah dekat, mungkin ada sedikit masalah saat ini, seharusnya tadi siang kau sudah sekarat, baiklah kita akan cari tahu apa yang terjadi," ucap pria itu dan sesaat menatap Xiao Zhou yang menatap ke arah lain, dan pria itupun lenyap.


Park Min Ji hanya menatap kosong ke arah pemuda yang menghilang itu.


Xiao Zhou memperbaiki letak jubah milik nya yang di kenakan sembarang saja oleh Park Min Ji, dan menatap nya dalam-dalam, dan ada sedikit rasa kasihan dari sorot mata Xiao Zhou melihat wanita yang tampak begitu ketakutan.


Park Min Ji merasakan kehangatan dan nyaman, ketakutan nya perlahan menghilang saat menatap mata Xiao Zhou.


"mata biru nya membuat ku bersemangat lagi," batin Park Min Ji dan masih saling menatap.


"wajah seperti jasad? nyonya bicara apa? nyonya kedinginan gunakan jubah ini baik-baik, apa nyonya sedang kelaparan?" tanya Xiao Zhou.


Park Min Ji sedikit terkejut karena begitu lama mereka bertatapan, dan mengalihkan pandangannya ke empat lain.


"apa lapar? saat seperti ini kau masih menanyakan hal seperti itu?" ucap Park Min Ji sambil menggeleng tidak percaya.

__ADS_1


"krroookkkkk......" suara terdengar dari lambung Park Min Ji.


"itu bukan aku," ucap Park Min Ji yang begitu malu.


"baiklah nyonya, aku akan memanaskan masakan yang sudah aku buat sore tadi," ucap Xiao Zhou, dan berdiri dari balai kecil nya menuju dapur.


"tunggu!!! aku ikut," ucap Park Min Ji dan mengekor pada Xiao Zhou meski bertelanjang kaki, dan memegang pakaian Xiao Zhou dari belakang.


Park Min Ji ikut berputar saat Xiao Zhou sedang mencoba menyiapkan makanan, membuat nya hampir terjatuh,


"nyonya tunggulah di balai itu, kau menyulitkan ku," ucap Xiao Zhou.


"he'eh, tidak... aku akan disini," ucap Park Min Ji sambil menggeleng.


"ini akan menjadi lama nyonya," teriak Xiao Zhou mulai kesal karena wanita itu selalu menghalangi nya bergerak


"sudah aku katakan aku tidak.... aahhhh...." ucapan Park Min Ji terputus saat Xiao Zhou menggendong nya dan membawanya ke arah balai kecil tidak jauh dari dapur.


Park Min Ji hanya terdiam dan menatap wajah Xiao Zhou yang lurus menatap balai kecil itu, ada sedikit getaran di dada nya membuat nya sedikit gugup, dengan wajah memerah.


"pelayan... apa yang kau lakukan?" guman Park Min Ji hampir tidak terdengar, dan terus menatap ke wajah Xiao Zhou.


Xiao Zhou tidak menjawab, dan terus melangkah dan mendudukkan Park Min Ji di balai kecil nya,


"tunggu lah di sini, ini tidak akan lama," ucap Xiao Zhou pelan menatap Park Min Ji dalam-dalam, membuat wanita itu hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2