
Keduanya masih berada di tempat masing-masing tanpa bergerak sama sekali, meski sudah saling melepaskan aura yang sangat kuat sampai menciptakan Badai Spiritual tanpa henti. Untungnya Dimensi Monster Kuno cukup kuat untuk menahan kekuatan mereka berdua, sehingga tidak berdampak pada Alam Semesta.
Hingga tak lama, Kaisar Monster Kuno menyerang terlebih dahulu, bergerak dengan kecepatan penuhnya.
Bang!
Dentuman keras yang mampu meledakkan galaksi itu terjadi saat dua pedang yang saling beradu. Kaisar Monster menekan pedangnya secara vertikal, dengan Lin Chen yang menahan serangan menggunakan pedangnya.
Wush! Wush!
Dua pasang sayap hitam dengan corak merah di ujungnya itu bergerak sangat cepat menyerang tubuh Lin Chen dari kiri dan kanan.
Lin Chen tidak bodoh dan diam saja menerima serangan itu. Ia mengendalikan semua cambuk untuk membentuk sebuah perisai, dan menahan serangan dari sayap yang tajam bagaikan pedang.
Kemudian, Lin Chen mendorong pedangnya ke depan seraya melepaskan pukulan mengarah pada perut Kaisar Monster.
Kaisar Monster Kuno yang sebut saja namanya Yuan Gu itu melesat karena terkena pukulan dari Lin Chen, namun ia bisa dengan cepat kembali mengendalikan tubuhnya. Ia mengepakkan sayapnya, melesatkan ratusan juta serangan bulu hitam seperti pedang.
Lin Chen tetap tenang tanpa ada rasa takut saat melihat banyak serangan yang mengarah padanya. Hanya dengan angkatan tangan, cambuk di belakang punggungnya bergerak sangat cepat ke depan, menangkis semua bulu bagaikan pedang.
Suara keras yang berasal dari benturan cambuk dengan hulu sekuat baja terus terdengar, dengan percikan api yang cukup besar menerangi Domain Dewa dan Monster.
Wosh!
Lin Chen menghilang dari tempatnya seperti angin kencang, dan muncul kembali tepat di belakang Yuan Gu. Tanpa berbasa-basi, ia mengayunkan pedangnya secara vertikal mengarah pada pindah Yuan Gu.
Yuan Gu hanya diam tanpa menoleh, namun cincin merah di atas kepalanya membesar dalam waktu singkat, membuat Lin Chen sedikit terhempas ke belakang karena efeknya.
Walaupun pertarungan mereka berdua terlihat sangat sederhana, namun efek dari gerakan sederhana itu bisa dipastikan mampu menghilangkan ribuan galaksi.
"Apakah hanya segitu aja kemampuan yang kau sombongkan?" Yuan Gu menoleh ke belakang seraya mengayunkan pedangnya secara menyilang, dari kanan bawah ke kiri atas.
Tidak ada efek dari serangan pedangnya, namun tidak lama setelahnya terjadi ledakan di depan Lin Chen.
Lin Chen juga tidak bergerak hanya karena serangan yang tidak berarti untuknya. Terlihat ada asap putih yang menutupi tubuhnya saat ledakan terjadi, namun saat asap itu menghilang, ada ratusan cambuk yang menyilang satu sama lain membentuk perisai.
"Bukankah aku sudah mengatakannya tadi? Aku ingin bermain-main menggunakan pedang, bukan membunuhmu langsung."
Cambuk yang melindungi dari serangan mulai bergerak dan kembali ke tempat semula, memperlihatkan Lin Chen yang berdiri kokoh dengan memegang pedang putih menggunakan kedua tangan, yang pedangnya ia arahkan ke bawah seperti tongkat kayu untuk bertumpu.
__ADS_1
"Jangan sombong!" Yuan Gu muncul tepat di atas depan Lin Chen, dengan mengayunkan pedangnya menggunakan kedua tangan.
Lin Chen hanya mendongakkan kepalanya tanpa mengangkat pedang, membuat gerakan pedang Yuan Gu terhenti seperti ada yang menahannya. Perlahan, terlihat cambuk yang melilit pedang Yuan Gu dan ada pusaran hitam yang merupakan tempat asal cambuk itu berasal.
Cambuk yang dimiliki Lin Chen ini sudah seperti tangan tambahan, karena itulah pergerakannya sangat fleksibel dan mudah dikendalikan.
"Aku menyukai pedang yang kau miliki."
Cambuk yang melilit pedang itu bergerak masuk ke dalam pusaran hitam, mencoba menarik pedang Yuan Gu di saat cambuk lain datang menahan pinggang maupun kedua kakinya.
Lin Chen tetap tenang di saat tangan bantuannya bergerak. Ia hanya menatap santai Yuan Gu yang tidak memiliki wajah itu. "Apakah kau tidak terima karena pedangmu diambil? Salahkan pada dirimu sendiri yang lemah."
Provokasi Lin Chen ini menaikkan emosi Yuan Gu, itu terlihat dari aura merah yang mulai menyelimuti tubuhnya dan kekuatannya mulai naik meski tidak terlalu banyak. Wajah datarnya juga mulai terbentuk, walaupun hanya mulut saja tanpa hidung dan mata.
Mulut Yuan Gu terbuka sangat lebar, melebihi ukuran kepalanya sendiri. Terlihat ada energi merah seperti kabut yang mulai berkumpul di tengah-tengah mulutnya, yang semakin besar dengan tekanan yang mengerikan.
Lin Chen tidak bisa hanya diam saat melihat Yuan Gu yang ingin melepaskan serangan tepat di depan matanya. Ia mengulurkan tangan kanannya mengarah pada gumpalan energi merah, setelah ia mengumpulkan kekuatannya di telapak tangannya.
Pertemuan dua energi yang bertolak belakang itu mengakibatkan ledakan yang sangat mengerikan di antara mereka berdua, membuat mereka berdua terhempas ke arah yang berlawanan dengan Yuan Gu yang menderita luka paling parah.
Ketika ledakan terjadi, Domain Dewa dan Monster Kuno berubah untuk beberapa saat, warnanya bukan lagi putih atau hitam, melainkan merah oranye seperti nyala api sejauh mata memandang.
Yuan Gu kehilangan sepasang sayap saat menahan ledakan tadi. Ia berlutut dengan kepala tertunduk, lalu mendongak menatap Lin Chen yang mencoba menguasai Pedang Kuno. "Kau, hanya Monster Kuno saja yang mampu menggunakannya ..."
"Benarkah?" Lin Chen menaikkan sudut bibirnya, mengetahui mengapa Yuan Gu terlihat sangat percaya diri.
Aura merah yang menyelimuti tubuh kiri Lin Chen memang berasal dari Pedang Kuno, namun tidak karena mencoba mengambil tubuhnya, melainkan ia yang mengambil kekuatan dari Pedang Kuno.
Jika Yuan Gu memiliki mata, mungkin saat ini ekspresi wajahnya benar-benar jelek karena tidak tahu harus bereaksi apa, melihat Pedang Kuno yang sudah bersamanya selama miliaran tahun tanpa terlepas dari tangannya meski sedetik, kini sudah diambil oleh Lin Chen.
"Aku bukan orang yang tidak tahu diri. Karena kau sudah memberikan pedangmu, aku sangat berterimakasih."
Yuan Gu terlihat sangat marah, melihat dari aura yang kembali menyelimutinya. Ia berdiri seraya merentangkan tangan kanannya, meraih sayapnya dan menariknya untuk dijadikan senjata.
Tidak ada darah saat Yuan Gu menarik sayap di pinggangnya, yang ada hanyalah aura hitam. Aura hitam itu adalah miasma yang sangat berbahaya, mampu menelan terangnya cahaya. Tapi di balik efek yang luar biasa, tentunya ada efek samping yang mana menurunkan sedikit kekuatannya.
Wush!
Lin Chen yang sudah muncul di depan Yuan Gu itu terlihat mengangkat Pedang Kuno secara menyilang, lalu menebasnya dari kanan atas ke kiri bawah.
__ADS_1
Yuan Gu berusaha menahan serangan itu, tapi apa daya kekuatannya yang menurun tidak memungkinkannya untuk menahannya, apalagi kekuatan Lin Chen yang meningkat pesat karena berhasil menyerap dan menyatu dengan Pedang Kuno.
Slash!
Luka dalam menyilang di tubuh Yuan Gu, namun belum cukup untuk membunuhnya.
Lin Chen yang membawa Pedang Dewa di tangan kanannya itu kembali menyerangnya, ia mengayunkan pedangnya secara menyilang dari kanan bawah ke kiri atas.
Slash!
Luka dalam lainnya terlihat di tubuh Yuan Gu membentuk × dan ada aura hitam yang bertambah banyak. Senyum dingin terukir di wajah datar Yuan Gu ketika ada aura yang keluar dari luka-lukanya. "Hahahaha! Bahkan jika aku mati di sini, kau juga akan mati karena tidak ada yang bisa bertahan hidup setelah menghirup miasma!"
Lin Chen hanya diam tidak terlalu peduli, karena memang dari awal kedatangannya kemari tidak bernapas sama sekali. Ia mengangkat kaki kanannya menendang dada Yuan Gu, membuat Yuan Gu terhempas meski tidak terlalu jauh karena ada tangan tambahan yang merupakan cambuk mengikat kaki maupun tangan Yuan Gu, kemudian menariknya ke arah yang berlawanan.
"Seperti yang aku katakan tadi, aku akan menyerap kekuatan yang kau miliki."
Lin Chen mundur selangkah, lalu menancapkan Pedang Kuno di dada Yuan Gu tepat di pertemuan antara dua luka menyilang.
Pedang Kuno itu bersinar merah yang sinarnya bergerak ke lengan kiri Lin Chen, yang kemudian menyelimuti sekujur tubuhnya dan meningkatkan kekuatannya secara signifikan.
"Aarrgghh!" Yuan Gu berteriak keras saat merasakan rasa sakit yang sangat menyiksanya.
Badai Spiritual terus terjadi karena teriakan Yuan Gu bersamaan dengan retakan yang mulai muncul di Dimensi Monster Kuno. Lin Chen menyadari adanya perubahan ini, dan menduga ini semua berhubungan dengan Yuan Gu yang semakin melemah.
"Dimensi Monster Kuno ini memiliki pengaturan yang sedikit menarik. Dimensinya hanya bisa dihancurkan apabila pembuatnya terbunuh."
Lin Chen merasa kecewa dengan aturan Dimensi Monster Kuno, karena ia tidak bisa berlama-lama di sini dan menyiksa Yuan Gu. Ia tidak ingin saat dimensi ini hancur, perubahannya yang besar ini dilihat oleh Lin Da Zixuan yang sangat penasaran dengan hal baru.
"Meskipun pertarungan kita cukup membosankan karena tidak sesuai ekspektasi. Aku menduga kau sangat mahir menggunakan pedang karena terlihat mendominasi dan kuat, terlebih dengan kekuatan Heavenly Realm tahap Puncak. Tapi, semua itu tidak ada artinya."
Lin Chen mengayunkan Pedang Dewa, menebas leher Yuan Gu.
Sesaat setelah Yuan Gu terbunuh, retakan-retakan pada Dimensi Monster Kuno semakin besar memperlihatkan putihnya ruang dan hitamnya angkasa secara bergantian. Hingga tak lama, ledakan keras terjadi sampai bisa didengar oleh semua makhluk di Alam Semesta.
Walaupun ledakannya mampu didengar oleh semua makhluk di Alam Semesta, tapi tidak ada ledakan yang terdengar di Bintang Qiang, karena Lin Chen sudah melindungi Bintang Qiang untuk tidak mendengar ledakan itu, agar tidak terjadi kepanikan di sana.
Ketika Dimensi Monster Kuno meledak, klon Lin Chen di sana ikut menghilang tanpa jejak seperti tidak pernah ada di sana.
...
__ADS_1
***
*Bersambung...