
Lin Chen sudah mengetahui geografis Bintang Sheng. Memiliki belasan Daratan Kecil dengan satu Daratan Utama yang bernama Meili. Tidak ada kerajaan atau kekaisaran, pemerintah di sini tergabung dalam satu kekuatan bernama Serikat Suci.
Tapi walaupun memiliki satu pemerintahan, kota-kota lain di Serikat Suci sering berperang satu sama lain untuk memperebutkan wilayah.
Kota Abadi, Serikat Suci tidak melarang atau menutup mata dengan keadaan kota-kota yang tidak akur satu sama lain. Kota Abadi membiarkan mereka dan menganggapnya sebagai hiburan tersendiri untuk orang-orang yang memiliki kedudukan.
Sebelumnya, Lin Chen yang menganggap Kota Abadi berbeda dengan kota yang lain, ternyata pemikirannya selama ini salah. Tidak peduli di mana tempatnya berada, hanya yang baik-baik saja yang terlihat di permukaan, dan keburukannya sangat banyak.
Tapi meski sudah mengetahuinya, Lin Chen memilih untuk tetap diam dan tidak terlalu ingin ikut campur dalam pemerintahan Kota Abadi.
Namun lain halnya jika kedatangan mereka ke Kota Abadi dijadikan sebagai taruhan dan permainan, ia tidak akan segan-segan untuk membunuh dan membunuh.
"Hah..." Lin Chen menghembuskan napas panjang dengan embun es yang keluar dari dalam mulutnya.
Hanya karena hembusan napas dan emosinya yang kesal, cuaca di Kota Abadi mulai berubah dengan salju yang mulai turun. Turunnya salju juga mengabaikan Pelindung Techno berwarna biru yang mengelilingi Kota Abadi.
Lin Chen yang duduk di kursi goyang, menghadap ke dinding kaca dan melihat salju yang terus turun. Tidak ada niat untuk mengubah cuaca yang ada, dan membiarkannya terus turun semakin deras seperti hujan.
Luo Yi yang berada di satu ruangan juga tidak menghentikan tindakan Lin Chen yang mengubah cuaca. Ia bahkan juga merasa sangat kesal dengan Kota Abadi, dan berniat untuk membunuh Presiden Serikat Suci.
Xue Ying bangkit dari sofa dan mendatangi Lin Chen. "Kakak, apakah Kakak mau menemani Yi'er pergi?" Ia berlutut dengan kedua lutut menyentuh lantai di samping Lin Chen.
Lin Chen menoleh ke kanan dan mengusap puncak kepala Xue Ying. "Tentu. Kau ingin pergi ke mana?"
"Berpetualang, Yi'er ingin pergi ke Daratan Liyang."
"Daratan Liyang?" Lin Chen mencoba mengingat di mana letak Daratan Liyang. "Bukankah itu berjarak tiga juta mil ke arah timur dari Kota Abadi? Untuk apa kau ingin pergi ke sana?"
"Mencari harta." Xue Ying mengusapkan wajahnya di lengan kanan Lin Chen.
Lin Chen merasa heran melihat Xue Ying yang sangat manja dan terlihat benar-benar ingin pergi bersamanya. Namun, ia tidak bisa menolak dan menyanggupinya. "Baiklah, ayo kita berangkat."
Xue Ying berdiri dan melompat seraya mengangkat kedua tangannya.
Lin Chen hanya bisa terdiam dan tersenyum tipis. Ia pergi bersama Xue Ying setelah meninggalkan klon di sana, apabila Yan Xue datang mencarinya, setelah puas berjalan-jalan bersama Ji Yue Ling dan Guang Li Xiqing.
Sebelum pergi, Lin Chen tidak lupa untuk mengembalikan cuaca seperti semula.
***
1000 Mil ke Arah Timur dari Kota Abadi
__ADS_1
Lin Chen dan Xue Ying sudah berada di luar kota setelah melalui proses panjang untuk dapat keluar dari Kota Abadi.
Kecepatan Lin Chen sudah meningkat pesat dan mencapai 150.000 mil untuk satu jam perjalanan, tapi masih jauh dari Xue Ying yang kecepatannya hampir sepuluh kali dari kecepatan Lin Chen.
Tapi meski dengan kecepatan Xue Ying hanya membutuhkan dua jam saja untuk sampai ke Daratan Liyang, tapi terbangnya menggunakan kecepatan Lin Chen yang membutuhkan waktu 20 jam.
Lin Chen menolak keras tawaran Xue Ying yang ingin terbang menggunakan Profound Ark Kura-kura, karena hanya akan membuatnya terlempar kembali seperti dulu.
"Kakak, apakah tidak masalah meninggalkan Kak Yan di Kota Abadi?"
Lin Chen yang terbang di samping Xue Ying itu menggeleng pelan. "Tidak masalah, lagi pula dia bersama Yue Mu. Jika ada yang mencari masalah dengannya, aku akan membunuhnya ..."
Ia menoleh ke kanan menatap wajah Xue Ying. "Ngomong-ngomong, harta apa yang akan kita ambil di Daratan Liyang?"
Xue Ying memajukan bibir bawahnya seraya mengangkat kedua bahu. "Entahlah, Bibi mengirim Yi'er untuk pergi ke sana bersama Kakak. Mungkin ini ada hubungannya dengan Paman Ho."
"Bukankah Bibi terlalu terpaku pada Paman Ho? Sudah satu bulan lebih Dia di perpustakaan untuk mencari informasi."
Xue Ying hanya diam dan mengangkat kedua bahu.
Keduanya terus terbang tanpa ada pembicaraan lagi yang membahas Ho Liiu Yaoshan. Hingga sudah setengah perjalanan dan masih berada di Daratan Meili, Xue Ying kembali berucap setelah mengingat sesuatu.
Lin Chen mengangguk kecil dan mencoba bereaksi, meski tidak terlalu perlu.
***
Daratan Liyang
Setelah perjalanan yang cukup panjang dan melewati Samudra Yuan, samudra yang memisahkan antara Daratan Utama dan Daratan Kecil yang melingkar. Akhirnya, Lin Chen sudah sampai di Daratan Liyang yang luasnya hanya empat kali Daratan Huaxia, China.
Daratan Liyang sendiri tidak ada Makhluk hidup seperti manusia selain monster-monster yang kekuatannya tidak terkena larangan Bintang Sheng.
Setelah tinggal lebih dari satu bulan di Bintang Sheng, ini adalah permata kalinya ia merasakan keberadaan monster yang selama ini tidak pernah ia temui di Daratan Meili.
Karena di sini ada monster, pastinya di sini ada Batu Roh dan Inti Monster. Namun yang membuat Lin Chen heran, mengapa Money Exchange di Kota Jishu mengatakan tidak ada Batu Roh di Bintang Sheng?
Lin Chen menoleh ke kanan menatap Xue Ying yang baru saja mendarat. "Yi'er, menurutmu bagaimana? Di sini banyak monster, mungkin seratus juta Kaisar Dewa. Dengan banyaknya monster, seharusnya Bintang Sheng tidak kehabisan energi."
Xue Ying menyilangkan kedua lengannya di depan dada seraya memiringkan kepala. "Entahlah, apa mungkin mereka tidak pernah membunuh monster? Mengingat tidak ada Kultivator dan mereka terlalu bergantung pada teknologi, kemudian kapal perang lebih digunakan sebagai permainan."
"Lalu menurut Bibi, semua Daratan Kecil tidak ada penghuninya sana sekali selain monster. Jika ini terus berlanjut, Daratan Meili akan hancur." Xue Ying menoleh ke kanan menatap Lin Chen.
__ADS_1
"Apakah Kakak berencana untuk membunuh semua monster yang ada?" tanya balik Xue Ying.
Lin Chen terdiam sejenak dengan kepala tertunduk. Membunuh semua monster tentu saja pencapaian yang luar biasa karena mendapatkan banyak Point Pengalaman dan System, namun itu hanya akan membuat Daratan Meili nyaman.
"Tidak, aku akan membiarkan mereka membersihkan monsternya sendiri. Tidak baik jika kita terlalu ikut campur, bahkan sampai membersihkan monster karena ulah mereka sendiri."
Xue Ying mengangguk kecil dan berjalan ke arah timur memimpin Lin Chen.
Geografis di sini cukup mengesankan, dan banyak sekali hal-hal yang tidak pernah ada di luaran sana. Jamur berwarna merah muda setinggi tiga meter, pohon setinggi lebih dari 30 meter. Ada juga tanaman semacam herbal sebesar bus, yang seharusnya ukuran normalnya sekepalan tangan.
Lin Chen terus berjalan dan ia merasa jika Xue Ying mengarahkan pada jalan yang benar, menghindari semua monster yang ada agar sampai lebih cepat ke tempat tujuan.
Saat ini ia berada di hutan rimbun yang bahkan sinar matahari tidak bisa menembus padatnya dedaunan, sehingga ia tidak tahu sudah berada di mana dan apa yang sedang dicari. Jika ini berhubungan dengan Paman Ho, seharusnya ia sudah merasakan dingin atau panas.
Hingga puluhan menit kemudian, ia sudah berhasil keluar dari lebatnya hutan dan saat ini berada di hamparan rumput yang sangat luas.
Ketika ia belum mendarat tadi, ia tidak melihat adanya hamparan rumput. Ini seperti Daratan Liyang memiliki formasi array sendiri yang luar biasa, bahkan ia sampai tidak sadar jika ada formasi array.
Lin Chen menoleh ke sana kemari dan berhenti saat menabrak Xue Ying yang berada di depannya. Ia mendongak melihat apa yang dilihat Xue Ying. Alangkah terkejutnya ia saat melihat apa yang berada di depannya, yang mana ia bisa bersumpah tadi tidak ada di sana.
"Ap- Apa itu?" Lin Chen benar-benar tidak menyangka akan melihat pangkalan luar angkasa yang setengahnya tertanam. Retakan-retakan juga terlihat di bagian atas maupun permukaan, dan sepertinya sudah tidak berfungsi lagi.
Xue Ying masih diam saat melihatnya, dan terlihat Xue Ying benar-benar terkejut, seperti tidak menyangka jika benda besar itu berada di sini. "Kapal Angkasa milik Suku Maya Kuno ..."
Lin Chen hanya diam tidak bisa berkata-kata.
"Yi'er harus memberi tahu ini pada Bibi."
Xue Ying menutup matanya perlahan, dan mengirimkan sinyal pada Long Xia Yun yang berada di Kota Abadi.
Xue Ying membuka matanya setelah mengirimkan pesan. "Kakak, Bibi sudah berangkat dan hampir sampai. Kita hanya perlu menunggunya di sini, kemudian masuk ke dalam."
Lin Chen hanya diam dan menganggukkan kepala. Ia benar-benar penasaran isi di dalamnya, tapi benar apa yang dikatakan Xue Ying, ia harus menunggu sampai Long Xia Yun datang.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1