Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 158 : Membunuh Leluhur Surgawi


__ADS_3

Leluhur Surgawi terdiam untuk beberapa saat, kemudian tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Lin Chen yang tidak masuk akal. "Jika kau bisa membunuh Dewa Langit, maka aku bisa menghancurkan Semesta Lantian!"


"Lagi pula, dengan adanya Monster Kuno, aku bisa menguasai Semesta Lantian jika Dewa Langit benar-benar terbunuh!" Leluhur Surgawi masih sangat percaya diri dapat mengalahkan Lin Chen, walau sudah mendapatkan pelajaran keras.


"Keras kepala." Lin Chen mengangkat kedua bahunya dengan tangan yang merentang dan menggelengkan kepala.


Leluhur Surgawi mengangkat tangan kanannya, kemudian mengayunkannya ke arah Lin Chen. "Bunuh!"


Belasan Monster Kuno membuka mulutnya lebar-lebar dan meraung keras, menggetarkan bintang-bintang di sekitar, bahkan ada bintang yang meledak menjadi serpihan batu karena tidak mampu menahan getarannya.


Whooooosh!


Cahaya hijau keemasan melintas dari Bintang Shanjin, pergi mendatangi Lin Chen yang tetap tenang melihat 18 Monster Kuno Ranah Earth Realm dan Heavenly Realm.


"Mengapa tidak tinggal di Bintang Shanjin?" Lin Chen tidak tahu alasan mengapa Xue Ying membawa yang lain pergi dari Bintang Shanjin.


Xue Ying memalingkan wajahnya menghindari tatapan dari Lin Chen, seraya menggaruk pipinya. "Anak-anak dan Kak Xue ingin melihatnya langsung, mereka hanya pernah mendengar cerita, tapi tidak tahu bagaimana Kakak bertarung."


"Baiklah—"


"Ayah!" Lin Da Zixuan menunjuk ke arah Monster Kuno.


Lin Chen menjentikkan jarinya, menciptakan pelindung berbentuk bola yang melindungi keluarganya. Ia fokus pada 18 Monster Kuno yang sudah mengumpulkan semua kekuatan menjadi satu, dan siap melepaskannya.


Bang!


Monster Kuno melepaskan gumpalan energi dengan ukuran sebesar Bintang Shanjin, dan karena kemunculannya itu pula sampai membuat retakan-retakan pada angkasa luar.


"Hancurlah!" Leluhur Surgawi sangat berniat untuk menghancurkan Bintang Shanji dengan seisinya.


Lin Chen mengangkat tangan kanannya mengarah pada serangan gabungan dari 18 Monster Kuno. Pada bagian depan tangannya, tiba-tiba ada angin dan cahaya yang berputar searah jarum jam, kemudian tercipta Yin dan Yang dengan ukuran lebih besar dari Bintang Shanjin.


Yin dan Yang mengeluarkan Energi Dewa dan Iblis yang kuat seperti pusaran angin yang mencoba menghisap serangan dari 18 Monster Kuno.


Serangan dari 18 Monster Kuno berhenti bergerak saat mendekati Yin dan Yang, dan malah menyusut dalam sekejap mata hingga sebesar kepalan tangan.


Booom!


Energi sebesar kepalan tangan itu meledak, yang ledakannya dirasa cukup untuk menghancurkan setengah Bintang Shanjin. Ai menyebar dengan cepat di angkasa luar, yang mana seharusnya tidak mungkin api bisa menyala.


"Yi'er, setelah aku mengalahkan mereka, aku akan membawamu masuk ke Dimensi Monster Kuno. Kita akan menyerang tempat mereka langsung."


Xue Ying tertegun dengan mulut sedikit terbuka, kemudian mengangguk kecil dan menjawab, "Baik, Kakak."


Leluhur Surgawi tetap percaya dengan serangan Monster Kuno, karena yang ia lihat hanyalah ledakannya yang terjadi tiba-tiba tanpa ada kemunculan Yin dan Yang. "Hahahaha!" Ia tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Sreek!


Robekan pada angkasa luar muncul, menciptakan celah ruang dengan daya hisap yang cukup kuat, menarik semua api yang terus meledak secara beruntun karena serangan Monster Kuno yang terbagi menjadi serpihan sebelum meledak.


Semuanya terlihat baik-baik saja setelah api besar sudah menghilang, tidak ada sekalipun luka yang berada di tubuh Lin Chen, bahkan pakaiannya pun tetap utuh dan rapi.


Leluhur Surgawi membelalakkan matanya lebar, tidak berharap akan ada yang berhasil selamat dari serangan Monster Kuno. Bahkan, ia yang dikatakan mampu menyamai Dewa Langit, dan itu pun dikatakan langsung oleh Dewa Langit, tidak berani menerima serangan.


"Ka- Kau—"


"Eh?!" Lin Qiao Jianying tersentak saat melihat Ayahnya yang sudah menghilang dari pandangannya.


Lin Chen mencengkeram erat leher Leluhur Surgawi yang nampak tak percaya. Ia mendongak menatap 18 Monster Kuno yang hendak menyerangnya.


Wusshh...


Cambuk Iblis muncul di belakang Lin Chen dengan jumlah yang sama seperti Monster Kuno. Cambuk Iblis itu bergerak seperti angin yang kencang, menembus Monster Kuno.


Gruoahhhh!!!


Raungan keras berasal dari Monster Kuno yang tubuhnya mulai layu dan mengering seperti mayat yang sudah terbunuh lama. Cambuk Iblis memancarkan cahaya merah dengan api yang menyala, Cambuk Iblis itu mengirimkan energi yang telah diserapnya untuk diserahkan pada Lin Chen.


"Aku tahu kau ingin mengatakan apa, karena aku sudah sering melihat orang yang merendahkan ku, kemudian mereka terdiam tidak bisa berkata-kata ..."


Lin Chen teringat akan pertarungannya melawan Qui Zhalian, yang mana saat itu ia benar-benar dipermalukan di depan umum.


Leluhur Surgawi meronta-ronta mencoba lepas dari cengkeraman Lin Chen, tapi sayangnya ia tidak bisa menggerakkan tangan maupun kaki, bahkan energinya terasa menghilang.


"Aku bisa membantu orang meningkatkan kekuatan, aku juga bisa mengambil kekuatan mereka." Lin Chen menatap tajam Leluhur Surgawi, kemudian ia memberikan energinya pada Leluhur Surgawi.


Leluhur Surgawi terselimuti oleh energi emas dengan bentuk seperti api yang menyala, merasakan hangat pada sekujur tubuh dan Dantiannya.


Bang!


Ledakan yang teredam bisa terdengar berasal dari dalam tubuh Leluhur Surgawi, menandakan bahwa telah berhasil menembus tahap Menengah dari Heavenly Realm. Tapi, energi yang diterimanya bukanlah energi murni, melainkan Energi Iblis.


Lin Chen melemparkan Leluhur Surgawi dengan kekuatan penuhnya, menimbulkan suara keras yang mana berasal dari tekanan dari kekuatan lemparan Lin Chen.


Whooooosh! Boom!


Leluhur Surgawi melesat bagikan kilatan cahaya merah, mengarah pada saah satu bintang yang jaraknya miliaran mil dari Bintang Shanjin. Kemudian Leluhur Surgawi menghantam bintang dan menghancurkannya.


Lin Chen bergerak sangat cepat, mengejar Leluhur Surgawi dan sudah tiba di atasnya m Dengan kedua tangan, ia mengayunkan tangannya mengarah pada Leluhur Surgawi.


Leluhur Surgawi kembali terhempas dan akibat pukulan Lin Chen, gelombang udara menyebar ke segala arah, menghancurkan asteroid yang melayang di angkasa luar.

__ADS_1


Lin Chen mengarahkan tangannya pada Leluhur Surgawi. "Terbuka."


Celah ruang terbuka secara tiba-tiba, menelan Leluhur Surgawi yang melesat jatuh.


Lin Chen mengirimkan Leluhur Surgawi ke Semesta Shangdi untuk beberapa waktu, kemudian ketika ia mengangkat tangan kanannya, celah ruang kembali terbuka di atas Lin Chen.


Celah ruang memuntahkan Leluhur Surgawi yang sekujur tubuhnya telah terluka parah terkena sayatan, sayatan itu berasal dari badai angin di Semesta Shangdi.


Lin Chen mengepalkan tangan kanannya di depan dada, kemudian mengibaskan tangannya ke kanan dengan kekuatan penuhnya.


Crack! Craang!


Angkasa luar di sebelah Lin Chen mulai retak, yang kemudian pecah seperti kaca yang jatuh dari tempat yang tinggi. Dan, secara kebetulan, Leluhur Surgawi sudah muncul di sana entah dari kapan, dengan tubuh yang juga pecah seperti kaca.


Tidak berhenti, Lin Chen memukulkan tinjunya ke depan, yang mana tidak ada apa pun di sana. Namun, saat tangannya hampir lurus, tiba-tiba Leluhur Surgawi yang sudah menyatu kembali muncul di depannya.


Bam! Duarr!


Leluhur Surgawi terkena pukulan Lin Chen dengan telak, yang kemudian meledakkan tubuh fisiknya dan hanya meninggalkan Inti Jiwa.


Inti Jiwa berwarna ungu bergetar dan terdengar suara darinya. "Ka- Kau, kau tidak bisa membunuhku, Dewa Langit akan membalaskannya."


Lin Chen menghela napas panjang, tidak kuat lagi dengan kebodohan Leluhur Surgawi. "Aku sudah mengatakannya berkali-kali, Dewa Langit sudah aku bunuh, bersama dengan tiga puluh sembilan Dewa maupun Dewi lainnya, dan setiap waktunya aku juga terus membunuh Dewa ..."


Walaupun secara diam-diam agar tidak disadari Dewi Kuxing.


Lin Chen mengulurkan tangannya dengan menahan jari tengah menggunakan ibu jari, kemudian melepaskan sentilan kecil pada Inti Jiwa Leluhur Surgawi.


Crack! Duarr!


Inti Jiwa sedikit retak, yang kemudian langsung meledak dengan kekuatan yang luar biasa, menghancurkan ratusan bintang yang berada di sekitar, meretakkan angkasa luar dan gelombang udara yang menggetarkan bintang-bintang yang berada cukup jauh dari pusat ledakan.


Anak-anak yang tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi tadi, dan saat melihat ledakan yang muncul sangat besar, ketiganya menjerit keras karena khawatir dengan keselamatan Lin Chen.


"Ayah di sini." Lin Chen datang dari belakang, mengusap lembut kepala ketiganya secara bergantian.


Ketiganya berbalik, kemudian memeluk Lin Chen sembari berteriak, "Ayah!"


Lin Chen tersenyum lembut membelai kepala mereka semua. Kemudian mendongak menatap Xue Ying yang berdiri di kiri depannya, ia memberikan tanda bahwa sebentar lagi akan membawa ke Dimensi Monster Kuno.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2