
Bertahun-tahun berlalu dan Lin Chen masih tidak meninggalkan tempatnya duduk, bahkan ia juga tidak membuka matanya karena terlalu fokus dalam kultivasi. Tubuhnya yang sebelumnya terikat oleh sulur tanaman, kini setengah tubuhnya sudah bergabung dengan pohon dan hanya terlihat lutut maupun wajahnya saja.
Ranah yang ia capai selalu mengalami peningkatan setiap tahun, ini benar-benar luar biasa dan tidak masuk akal, yang mana orang lain membutuhkan waktu sekiranya belasan hingga ratusan juta tahun untuk berhasil menembus Ziranzhi, namun ia hanya dua tahun saja.
Binatang yang menghampiri Lin Chen tiap harinya semakin bertambah, tapi tidak ada yang mengacau dan memilih untuk menjaga.
Penjagaan dari binatang-binatang yang sudah mendapatkan kesadarannya ini berlangsung selama 24 jam setiap hari tanpa henti, mereka melakukan tugasnya secara bergantian agar tidak ada satu detik pun menghilang dari sana.
Mereka ingin memberi hormat saat Lin Chen membuka matanya, karena itulah tidak pernah tidak menjaga dan mengamati.
Dalam kultivasi Lin Chen kali ini, yang mana setelah dua tahun berkultivasi, Hitam dan Putih membantunya dalam mengumpulkan aura spiritual melalui puluhan ribu klon yang tersebar di Semesta Xinxing. Untungnya, kedatangannya ke sana tidak disadari oleh Dewa yang menguasai Semesta Xinxing.
Karena bantuan dari Hitam dan Putih, kecepatan kultivasinya meningkat ratusan kali lipat. Jika ini adalah saat ia masih Ranah Pembentukan Tubuh, mungkin hanya membutuhkan waktu belasan detik saja untuk menembus Ranah Saint.
Walaupun sudah mengalami peningkatan yang sangat baik dalam kekuatannya, Lin Chen masih belum puas dan terus menyerap energi spiritual tanpa henti. Earth Realm! Itu adalah targetnya selama ini, yang artinya adalah Ranah baru setelah Ziranzhi tahap Puncak!
***
10 Tahun Kemudian
Lin Chen masih saja berkultivasi dan sudah mencapai Ranah Ziranzhi tahap Akhir dalam kultivasinya selama 12 tahun terakhir ini. Tempatnya duduk bukan lagi hamparan rumput, dan ia juga sudah benar-benar menghilang dari pandangan karena tertelan oleh pohon besar seukuran gunung.
Dahan pohonnya benar-benar sangat besar dan menutupi daratan dalam radius tiga ratusan ribu mil. Banyak binatang yang menyembah pohon ini, atau orang yang berada di dalamnya.
Binatang itu setidaknya akan bersujud setiap harinya selama beberapa jam sekali, kemudian berlatih atau menjaga pohon sebesar gunung itu.
Kekuatan mereka sudah mencapai Ranah Immortal God, dengan yang terendah adalah Jenderal Dewa. Kecepatan yang luar biasa hanya dalam 12 tahun, dari binatang yang tidak bisa berpikir, akhirnya mendapatkan kesadaran dan berkultivasi.
Cara kultivasi binatang sangat berbeda dengan para manusia. Jika manusia harus mempraktikkan teknik tertentu, maka binatang hanya perlu melakukan pernapasan yang berbeda dari pernapasan normal.
Ketika para binatang sedang bersujud, menjaga atau kultivasi. Tiba-tiba pohon yang sangat besar itu mulai bersinar terang dengan warna putih yang indah.
Fluktuasi energi spiritual yang bukan seperti energi spiritual juga berkumpul di langit di atas pohon. Hingga tak lama, dari energi yang kuat itu mulai berubah menjadi lingkaran putih yang sangat besar, menutupi wilayah pohon yang seperti gunung itu.
Pada bagian lingkaran, banyak sekali pola-pola aneh atau huruf kuno dengan warna emas. Kemudian dari tengah-tengah lingkaran, ada sinar putih keemasan seperti sinar matahari yang masuk ke dalam ruangan melalui jendela kaca.
__ADS_1
Sinar itu turun perlahan dan memandikan pohon besar, atau lebih tepatnya memandikan Lin Chen yang berada di dalam pohon.
Lin Chen yang berada di dalam pohon mulai menerima sinar putih dan emas yang memasuki tubuhnya. Ada pola-pola tambahan yang tercetak permanen di bagian tengah-tengah dada sampai perut, pola ini berwarna putih, berbeda dari sebelumnya yang berwarna merah di bagian dada dan lengan kanan.
Karena kemunculan pola ini, penyerapan Lin Chen semakin cepat dan ia seperti bisa merasakan gerakan-gerakan kecil yang ada di Alam Bawah dan Alam Semesta. Ia biasa merasakan kesenangan orang-orang dari Istana Naga, dan mereka senang karena berita tentang kematiannya sampai ke sana.
"Hah..." Lin Chen membuka mulutnya dan mengembuskan napas panjang.
Bang!
Lin Chen membuka matanya secara tiba-tiba, membuat cahaya putih melonjak dari dalam tubuhnya, naik ribuan bahkan puluhan ribu mil ke langit. Kemudian meledak membentuk cincin putih yang menyebar luas ke seluruh penjuru Alam Bawah.
Dari ledakan ini, bukan hanya tidak menghancurkan tumbuhan di sana, tapi juga tidak membuat retakan-retakan pada langit. Ledakan sinar putih itu menambah kepadatan aura spiritual dan menguatkan pertahanan pada Alam Bawah sehingga sangat tidak mungkin untuk dimasuki oleh orang lain.
Wush!
Lin Chen melesat naik dari dalam pohon yang ada di dasar, dan belum sampai satu kedipan mata, ia sudah melayang di atas pohon dengan indah dan kuat.
Penampilannya sendiri sudah sangat berubah, elemen yang ia kuasai sebelumnya hanya Element Api, Petir, Es, Gelap, Ruang dan Waktu. Namun kali ini ia menguasai banyak sekali elemen.
Lin Chen yang melayang di langit itu memiliki rambut putih panjang yang tertiup angin, alis dan bulu mata yang juga putih, serta mata cokelat berkilau. Pakaian yang ia kenakan berlapis-lapis dengan warna yang sama, dan ada banyak cincin putih di belakang punggungnya yang saling berhubungan.
Raut wajahnya terlihat dingin, namun sebenarnya itu adalah ekspresi kesedihan yang selama ini ia tahan.
Lin Chen sudah menerima jati diri, jiwa, kelemahan, tubuh, dan lain sebagainya. Ia yang sekarang juga bisa menyembuhkan lukanya seperti tidak ada hal spesial, selama itu di sekitarnya memiliki esensi dari 11 Element, ia akan selalu hidup.
"Datang memberi hormat pada Pencipta."
"Datang memberi hormat pada Pencipta."
"Datang memberi hormat pada Pencipta."
Lin Chen menundukkan kepalanya, melihat banyak binatang yang sedang bersujud sesuai dengan fisik masing-masing. Entah merpati yang menyentuhkan kepalanya di dahan pohon, atau kuda yang menekuk kaki depan dan menyentuhkan kepalanya di tanah.
"Berdiri, kalian jaga tempat ini." Dalam ucapan Lin Chen, ia melepaskan sebagian kekuatannya.
__ADS_1
Secuil kekuatan Lin Chen ini membuat semua binatang mendapatkan bentuk manusianya dan meningkatkan kekuatan mereka tanpa terkecuali. Aura spiritual di Alam Bawah memang tidak sepadat Alam Selestial, tapi setidaknya di sini benar-benar murni tanpa ada kotoran dan sangat mudah untuk diserap.
Setelah memberikan sedikit kekuatannya, Lin Chen menghilang karena berpindah ke dalam Ruang Dimensi.
***
Ruang Dimensi
Lin Chen yang sudah berada di tempat biasanya langsung terbang ke langit yang tinggi di atas kota. Ia mengangkat kedua tangannya di depan dada untuk memadatkan energi spiritual di antara kedua telapak tangannya.
Gerakan sederhana ini juga menimbulkan perubahan pada sekitar, banyak tanaman herbal yang tumbuh dengan cepat dan mulai matang, yang seharusnya membutuhkan puluhan bahkan ratusan ribu tahun, namun kali ini matang dalam sekejap.
Bahkan Pohon Dao juga mulai berbuah, tidak satu atau dua, melainkan ratusan buah.
Lin Chen menyentuhkan kedua telapak tangannya, membuat angin bertiup dengan kecepatan yang stabil, tidak terlalu kencang ataupun pelan. Dari tiupan angin ini terlihat ada molekul kecil yang mulai berkumpul di satu titik dan membentuk gumpalan-gumpalan.
Molekul lain juga terus berdatangan di depan Lin Chen dengan jumlah miliaran.
Dengan kekuatannya yang sekarang, Earth Realm. Ia bisa dengan mudah untuk mengumpulkan semua miliaran pecahan jiwa dan menyatukannya. Kekuatannya yang sekarang memang belum menembus Heavenly Realm, tapi setidaknya tidak jauh berbeda dengan kekuatan di Alam Selestial.
"Dao Dewa. Kehidupan, Penyatuan Jiwa."
Molekul cahaya berbeda warna semakin banyak yang terlihat, entah dari dalam tanah, pohon, daun atau bahkan muncul di kekosongan udara yang sangat bersih.
Hingga belasan menit berlalu, di depan Lin Chen sudah banyak sekali gumpalan-gumpalan berbeda warna yang merupakan Inti Jiwa, api membakar seukuran kepalan tangan yang merupakan Api Jiwa, serta gumpalan energi transparan yang merupakan Jiwa Kecil.
Jika saja ini bukan Ruang Dimensi milik Lin Chen, mungkin jiwa-jiwa mereka yang belum menembus Ranah Dewa akan menghilang dan tidak mungkin disatukan kembali.
Lin Chen menurunkan kedua tangannya, dan pandangannya tertuju pada Inti Jiwa Putih bersih di depannya. Itu adalah Inti Jiwa milik Yan Xue yang selama ini ia rindukan dalam kultivasinya selama 12 tahun.
Lin Chen berbalik melihat bangunan emas yang dilindungi oleh gunung besar dan ratusan formasi array. "Aku, akan membangkitkan kalian semua."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...