Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 072 : Qing Long


__ADS_3

Walaupun ia sangat kuat dan merupakan Dewa yang bisa membangkitkan manusia atau menciptakan makhluk hidup, di hadapan Luo Yi ia tetaplah bayi kecil yang ingin merasakan kasih sayang.


Seperti halnya saat ini, ia memeluk pinggang Luo Yi di saat sedang tertidur di pangkuannya.


Luo Yi juga tidak mungkin bisa menolak permintaan dari bayi kecilnya yang sangat ia sayangi. Ia menundukkan kepala melihat Lin Chen seraya mengusap kepala putranya itu. "Apakah terjadi sesuatu yang membuatnya seperti ini?"


Long Xia Yun menggeleng pelan dan menjawabnya, "Entahlah, aku juga sudah tidak bisa membaca isi pikirannya lagi semenjak kita meninggalkan Bintang Dongjie."


Xue Ying berjalan merangkak mendekati Lin Chen, kemudian ia mengambil spidol permanen dan mencoret-coretnya di wajah Kakaknya itu. "Hehehehe..."


Luo Yi hanya menggeleng pelan dan tersenyum ringan tanpa menghentikan Xue Ying.


"Ibu ..." Lin Chen memeluk pinggang Luo Yi lebih erat lagi dan mengigau.


Walaupun tidak tahu mengapa, Luo Yi merasa sedikit sedih melihat Lin Chen yang seperti ini. "Ibu ada di sini, Ibu tidak akan pergi ke mana-mana."


Luo Yi membiarkan putranya untuk tidur tanpa membangunkannya sama sekali, dan di sekitarnya juga tidak terlalu banyak orang, sehingga tidak terlalu menganggu. Ia ingin membiarkan Lin Chen beristirahat, karena ia tahu putranya telah melakukan pertarungan yang berat.


Hingga puluhan menit berlalu dengan cepat, Lin Chen terbangun dari tidurnya, namun ia tidak beranjak dan tetap memeluk erat pinggang Luo Yi. "Alam Selestial sudah hancur, marabahaya di sana sudah tidak ada dan aku berhasil menembus Heavenly Realm ..."


"Sekarang, haruskah kita pergi ke Istana Naga saat ini juga?" tanya Lin Chen masih terus memeluk pinggang Luo Yi.


Tidak ada jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan Lin Chen pada semua orang yang tidak terlalu jauh darinya. Hingga ada usapan lembut yang menenangkan emosi Lin Chen.


"Beristirahatlah sebentar lagi, Ibu tahu Chen'er sangat kuat setelah menjadi Dewa, dan Istana Naga bukan lagi lawan Chen'er. Tapi, Ibu tidak ingin melihat Chen'er yang terlalu bekerja berlebihan."


"Baiklah." Lin Chen tersenyum hangat dan kembali menutup matanya untuk beristirahat. Walaupun dirinya yang lain masih berkeliaran di Alam Semesta untuk mendapatkan Telur Seiryu.


Sesaat setelah membunuh Monster Kuno, ia mendapatkan tempat di mana Telur Seiryu berada, hanya saja tidak sempat untuk mengambilnya dan menghilang. Tapi tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkannya kembali, mungkin tidak sampai satu jam dari sekarang.


***


7 Hari Kemudian

__ADS_1


Walaupun Lin Chen sudah mendapatkan Telur Seiryu yang tidak terlalu jauh dari Galaxy Zhongyang. Ia belum mengatakan apa-apa pada Zhu Que, karena Zhu Que sendiri masih terus berlatih agar tidak tertinggal dengan rivalnya dalam segi kekuatan.


Akhirnya, Lin Chen memutuskan untuk menetaskan Telur Seiryu seorang diri tanpa ada Zhu Que yang menemani.


Karena Seiryu adalah Naga Air yang tinggal di laut dalam dan memiliki Element Kayu, maka ia menegaskannya di sungai yang memang berhubungan dengan laut, yang kebetulan sungai ini membelah hutan rimbun.


Lin Chen meletakkan telur berwarna biru langit di tepi sungai di atas rumput hijau. Ada motif seperti retakan berwarna biru tua di permukaannya, dan ada ada karang yang menempel karena telur ini ditemukan menyatu di terumbu karang.


Kali ini ia tidak terlalu melalukan banyak persiapan seperti menetaskan tiga telur lainnya, karena ia bisa dengan mudah mengendalikan aliran energi, mengendalikan kehidupan dan lain sebagainya.


Lin Chen mengulurkan tangannya ke depan mengarah pada Telur Seiryu, kemudian mengalirkan sedikit kekuatannya untuk menghilangkan kotoran di sekitar.


Telur itu mulai memancarkan sinar putih yang kemudian berubah menjadi biru langit, menghilangkan semua karang yang menempel di permukaannya.


Air di sungai mulai bergolak seperti air yang mendidih dalam kuali. Pohon-pohon juga mulai menumbuhkan sulur tanaman yang mulai melilit Telur Seiryu, yang kemudian layu dan mengering setelah Esensi dari Element Kayu terserap habis.


Sinar yang terpancar dari permukaan terlur semakin terang dan memengaruhi keadaan sekitarnya, meski tidak terlalu berbahaya karena Lin Chen menahannya agar tidak menimbulkan bencana.


Hingga belasan detik berlalu, saat di rasa energi yang dialirkan ke dalam telur telah mencukupi kebutuhannya, mulai ada suara retakan kecil yang berasal dari telur di depan Lin Chen.


Retakan pada permukaannya terus melebar dan bertambah banyak. Hingga belasan detik lainnya berlalu, telur itu benar-benar pecah dan memancarkan sinar biru yang benar-benar terang.


Kemunculan sinar ini kembali memengaruhi aliran sungai yang berhenti mengalir dan bergolak lagi dengan kekuatan yang lebih besar, serta pepohonan yang mulai tumbuh dengan kecepatan tinggi.


Ketika cahaya itu meredup dan menghilang, terlihat ada naga kecil yang sekitarnya memiliki panjang setengah meter dan wajahnya sangat kecil seperti kucing.


Lin Chen tersenyum tipis kemudian melukai jarinya sendiri, yang ia teteskan pada kepala Naga Biru yang merupakan Seiryu.


Dari kepala Seiryu terlihat lambang naga berwarna yang sama bergerak sangat cepat ke arah punggung tangan kiri Lin Chen, dan kemudian menghilang secara signifikan.


Kekuatan Seiryu yang ditetaskan Lin Chen sendiri lebih kuat dari yang lain, yang mana sudah langsung mencapai Ranah Holy Venerable.


"Seiryu, Element Kayu dan mampu mengendalikan hujan. Melambangkan kekuasaan, kemewahan, kekuatan, kreativitas, dan keganasan. Serta merupakan Pemimpin dari Keempat Binatang Penjaga."

__ADS_1


Lin Chen mengusap lembut kepala Seiryu. "Aku akan memberimu nama, Qing Long."


Qing Long menundukkan kepalanya sampai menyentuh rumput, kemudian bergerak seperti ular melalui lengan kiri Lin Chen hingga setengah melingkar di leher Lin Chen.


Lin Chen berdiri dari tempat duduknya di permukaan rumput seraya menepuk-nepuk pakaian putihnya yang kotor akan rumput dan daun. Ia menoleh ke belakang atau timur, melihat pohon besar yang mampu dilihat dari mana pun.


"Istrimu sangat merindukanmu."


Lin Chen melayang perlahan dan bergerak sangat cepat, hanya dalam kedipan mata saja sudah membuatnya tiba di pohon besar dengan nama Pohon Dewa.


Saat tiba, ia memilih mendarat di dahan pohon yang terdapat Zhu Que tengah duduk bersila dengan mata terpejam. Lin Chen mengalirkan sedikit kekuatannya untuk menyelimuti Zhu Que, agar tidak ada arus balik energi spiritual saat ia membangunkannya paksa.


"Zhu Que. Aku sudah membawa suamimu."


Kelopak mata Zhu Que mulai bergerak-gerak saat mendengar suara Lin Chen yang membangunkannya, hingga saat ia membuka matanya, pandangannya tertuju pada naga kecil yang berada di pundak kanan Tuannya.


Air mata mulai terbendung di kelopak matanya saat melihat Qing Long yang selama ini ia rindukan, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk air matanya benar-benar pecah dan mengalir membasahi wajahnya.


Qing Long terbang perlahan dan datang ke arah Zhu Que.


Zhu Que menangkap Qing Long dan memeluk, meski tidak terlalu erat karena bisa mencelakai suaminya yang bertubuh kecil, terlebih lagi kekuatannya saat ini hanya sebatas Holy Venerable.


Zhu Que mendongak menatap Lin Chen dengan air mata yang masih mengalir. "Te- Terimakasih, Yang Mulia Kaisar."


Lin Chen hanya diam dan menganggukkan kepalaku seraya tersenyum ringan. Kemudian ia menghilang, kembali duduk di langit untuk mengamati peningkatan semua orang. Tidak ada lagi yang dibawah Raja Dewa, kecuali manusia yang berasal dari Alam Bawah karena baru belajar berkultivasi.


Dengan kekuatan Long Xia Yun yang sudah mencapai Zhiranzhi, ia tidak perlu turun tangan untuk menghukum Istana Naga dan 10 Ras Utama. Ia hanya akan melihat dari atas, melihat semua pasukannya bertarung.


Jika ia turun tangan hanya untuk membereskan semua musuh yang sangat lemah, bukan hanya harga dirinya yang tercoreng, tapi bawahannya akan tetap diam di tempat tanpa ada kemajuan sama sekali dalam pengalaman bertarung.


Lin Chen mengembuskan napas panjang, kemudian menutup matanya perlahan. "Seminggu lagi, aku akan membawa semua orang kembali ke Alam Semesta untuk melakukan pembalasan."


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2