
Lin Chen kembali ke Ruang Dimensi bukan karena takut dan bersembunyi dari kejaran, melainkan karena ingin mengabari orang terdekat, bahwa ia sudah sampai di Alam Selestial dengan selamat tanpa ada kecelakaan.
Tapi saat tiba, tidak ada satu pun orang yang menyambutnya. Semua orang benar-benar sibuk, dan untuk manusia yang berasal dari Alam Bawah, mereka masih membiasakan diri dengan kehidupan normal ini, mereka masih belajar tata krama. Serta pendidikan lain seperti cara memakan makanan yang benar, belajar menggunakan perlengkapan makan.
Benar-benar seperti bayi kecil yang harus diajarkan dari awal.
Ketika Lin Chen memilih untuk duduk, ada cahaya hijau yang terbang ke arahnya dan membentuk siluet manusia.
Siluet itu adalah Xue Ying yang baru saja datang dari wilayah baru untuk mereka yang berasal dari Alam Bawah. Xue Ying mendarat belasan meter dari Lin Chen, dengan kedua tangan yang membawa minuman dalam kemasan botol.
"Kakak."
Lin Chen tersenyum lembut dan kembali berdiri. "Aku sudah sampai di Alam Selestial, apakah Yi'er Kecil ingin pergi bersamaku?"
Xue Ying terdiam untuk beberapa saat dengan melipat kedua lengan di depan dada dan memiringkan kepalanya. "Apakah di sana ada kota?"
Lin Chen mengangkat kedua bahunya dan merentangkan kedua tangan. Ia sendiri tidak tahu apakah di sana ada kota atau tidak, karena tempat ia mendarat tadi hanya daratan kecil di atas awan. Tapi untuk tempat luas seperti Alam Selestial, pastinya ada kota besar yang menjajakan dagangan.
Bahkan, Alam Bawah saja memiliki kota luas, meski yang mereka jual adalah tubuh manusia.
Xue Ying menggelengkan kepalanya, dan menjawab, "Tidak, Yi'er masih harus membantu manusia dari Alam Bawah. Karena Yi'er yang meminta Kakak untuk menyelamatkan mereka ..."
"Lagi pula, bukankah Kakak harus berlatih." Xue Ying berlari ke arah Lin Chen dan mengecup lembut pipi Kakaknya, dengan memberikan minuman dalam kemasan botol, yang kemudian berbalik dan pergi.
Lin Chen terdiam dengan mulut sedikit terbuka, kemudian mengembuskan napas dan tersenyum hangat melihat Xue Ying yang pergi. "Baiklah, aku juga harus berlatih. Tapi ..."
"Aku harus mengganti pakaianku dulu." Lin Chen mulai mengganti pakaiannya yang terlalu mencolok, mengubahnya dengan warna putih bersih yang indah dan rambut putih berkilau.
Dengan pakaian yang sebelumnya, tentunya ia akan diburu saat itu juga, meski ia bisa menghabisi yang lain dengan mudah, tapi tidak dengan Ziranzhi. Setidaknya harus berhasil menembus Tongzhi dan memahami Esensi Dao, agar menjadi yang terkuat tak terkalahkan.
Lin Chen yang sudah berganti pakaian itu langsung meninggalkan Ruang Dimensi, dan kembali ke dalam lautan awan di mana ia berhenti tadi. Ia sangat penasaran dengan ruang gelap di bawah awan, tapi ada larangan yang tidak memperbolehkan untuk turun ke sana.
Lin Chen keluar dari lautan awan dan menyatu dengan udara. Sekarang ini ia berada di tengah-tengah pasukan yang sepertinya berhenti untuk beristirahat, namun karena ia bergabung dengan udara dan auranya yang sangat tipis, tidak ada yang mengetahui kebenarannya.
Aku akan mengikuti mereka untuk menemukan informasi. Lagi pula, aku tidak tahu geografis di sini, dan sepertinya setiap tempat memiliki formasi array yang berfungsi untuk menghalau orang luar agar tidak masuk, dan orang yang di dalam agar tidak bisa keluar.
"Apakah kalian menemukan penyusup itu?" Shan Xian Di yang merupakan Ketua Divisi bertanya.
Semuanya menggelengkan kepala menandakan bahwa mereka tidak menemukan penyusup yang memasuki Alam Selestial secara paksa.
Shan Xian Di mengigit kuku ibu jarinya dan terlihat keringat dingin yang memasang wajahnya. Ia sangat panik jika Yang Mulia Kaisar Surgawi datang dan menghukumnya. "Tunggu!"
__ADS_1
Shan Xian Di mendongak menatap wanita berambut pirang, kulit putih bersih, bibir merona dan mengenakan jirah putih. "Bagaimana dengan keputusan Yang Mulia Kaisar?"
Wanita itu tertegun dan mendongak menatap Shan Xian Di. "Yang Mulia Kaisar, mengatakan agar semua Prajurit Dewa untuk waspada dan menemukan orang ini secepat mungkin. Yang Mulia Kaisar menduga jika orang ini adalah Long Li Chen." Suaranya terdengar pelan dan bergetar, karena ia takut jika apa yang diduga oleh Yang Mulia Kaisar Surgawi adalah benar.
Shan Xian Di juga terlihat sangat panik, meski ia tidak ikut dalam pengepungan Tiga Alam dan hanya mendengarkan cerita. Kekuatan Long Li Chen sangat membekas di hati Pasukan Dewa yang berhasil selamat.
Ada Legenda Hidup yang memimpin Pasukan Dewa, berhasil selamat setelah bertempur selama 30 hari tanpa henti. Namun kehilangan anggota tubuh dan kekuatannya yang turun, dari Tongzhi Puncak atau Setengah Ziranzhi, menurun secara signifikan sampai Huangdi tahap Awal.
Lin Chen yang mendengar itu terlihat bangga dengan dirinya sendiri. Ternyata tidak ada yang melupakannya setelah mati puluhan juta tahun lalu, namun kebanggaan itu tergantikan dengan kekesalan hanya dalam waktu singkat.
"Benarkah? Tapi Long Li Chen tetap lemah karena dia mati dari Pasukan Dewa." Salah seorang dari Pasukan Dewa berucap.
Pasukan Dewa? Lin Chen hampir tidak bisa menahan tawa saat mendengarnya dan ingin membunuhnya saat itu juga. Tapi ia mencoba untuk menahannya, agar tidak menghancurkan niatnya yang ingin mencari informasi lebih lanjut.
Shan Xian Di menampar salah seorang yang bersikap sombong dan tidak tahu diri. Mengatakan jika Long Li Chen lemah, artinya juga menghina Legenda Hidup yang sampai saat ini masih memikirkan anggota tubuhnya yang menghilang.
Lin Chen tidak menduga arahnya akan menjadi seperti ini, dan pemuda yang tampar Shan Xian Di juga terlihat sangat marah, ada keinginan untuk membunuh yang kuat terpancar dari mata pemuda itu.
"Apa?!" Shan Xian Di kembali menampar wajah pemuda itu di pipi lainnya.
Sepertinya akan menarik.
Pemuda yang mengenakan jirah emas itu mendorong dada Shan Xian Di dan melepaskan serangan tombaknya. "Sialan! Aku sudah membencimu dari lama!"
Shan Xian Di terlambat bereaksi, lebih tepatnya serangan ini adalah serangan yang sangat cepat dan ia tidak bisa menangkap pergerakannya. Akibatnya, perut kirinya tertembus oleh tombak dan melukai organ dalamnya.
"Oh?" Lin Chen menaikkan sebelah alisnya dan tanpa sadar mengeluarkan suara.
"Siapa!?"
Lin Chen menutup mulutnya dengan kedua tangan, kemudian menurunkan tangannya kembali dan menghilangkan persembunyiannya. "Long Li Che—"
"Lari sekarang! Sejauh mungkin!"
Lin Chen tertegun saat mendengar suara Hitam dan Putih yang terdengar sangat panik. Tanpa ragu atau bertanya lebih lanjut, ia berbalik dan melesat menjauh dengan kecepatan tertingginya bagaikan kilatan cahaya.
Ratusan anggota Pasukan Dewa tertegun, kemudian tertawa terbahak-bahak menertawakan Lin Chen yang sangat pengecut karena melarikan diri.
Hingga langit di Alam Selestial mulai retak dan mengeluarkan darah gelap seperti air terjun yang mengalir deras.
Bang!
__ADS_1
Langit pecah dan meledak sangat keras, memperlihatkan miliaran mata berwarna merah yang menatap tajam ke Alam Selestial, dengan satu mata merah yang sangat besar, mungkin sebesar Galaxy Yinhexi? Bahkan lebih!
Mata terbesar itu menggerakkan bola matanya ke sana kemari, seperti sedang mencari target yang harus dibunuh. Hingga perhatiannya tertuju pada Lin Chen yang melarikan diri.
Mata itu bersinar terang dan mengumpulkan kekuatannya di depan mata membentuk gumpalan sebesar bintang. Kemudian menembakkannya seperti cahaya laser mengarah pada Lin Chen.
Wush!
Lin Chen merasakan tekanan yang mengerikan di belakang tengkuknya, sesaat itu juga ia mengingat kembali perkataan Diyu Maozang yang mengatakan bahwa ada organisasi yang lebih kuat dari Alam Selestial.
"Pergi!"
Lin Chen mencoba berpindah tempat dan memasuki Ruang Dimensi. Namun, perpindahannya yang seperkian detik itu masih kalah cepat dari serangan yang mengarah padanya.
Duarr!
Ledakan yang sangat mengerikan tercipta saat laser itu mengenai tubuh Lin Chen dan meledakkannya. Dampak dari ledakan itu menyebar ke segala arah seluas ratusan galaksi, menyapu habis Alam Selestial bersamaan dengan Ziranzhi.
Lautan awan menghilang, memperlihatkan ruang hitam yang sangat gelap, yang kemudian meledak dan berubah warna menjadi putih terang yang sangat menyilaukan mata.
Kejadian ini sangat cepat sekali, seperti mengedipkan mata.
Alam Selestial yang bertahan selama ratusan miliar, meledak hanya karena satu serangan dari makhluk asing.
Kembali lagi pada Lin Chen. Tubuhnya meledak tanpa ada kabut darah, ini seperti serangannya sangat kuat dan ia terbakar oleh api yang sangat-sangat panas. Inti Jiwanya retak, terbelah dua dan meledak.
Bagaimana ...
Mengapa ...
Aku ... datang ke ... Alam Selestial ... untuk ... memahami Esensi ... Dao ... Dewa.
Tapi ... apa ...
Apakah aku ... mati?
...
***
*Bersambung...
__ADS_1