Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 062 : Kultivasi


__ADS_3

Lin Chen membangun sebuah bangunan yang dikhususkan untuk menyimpan tubuh kosong tanpa jiwa. Penyimpanan tubuh mereka tergantung pada kedekatannya, dimulai dari keluarganya dan keluarga Yan Xue di lantai teratas.


Bangunannya juga ia lindungi oleh ratusan formasi array agar benar-benar dan tidak ada kehancuran seperti sebelumnya. Kemudian karena ia yang saat ini bisa dikatakan abadi, Ruang Dimensi akan tetap aman apa pun yang terjadi.


Pecahan jiwa semua orang juga akan selalu aman di sini tanpa bisa menghilang.


Cukup memakan waktu untuk menyimpan semua tubuh kosong di dalam peti mati yang terbuat dari kayu berkualitas, yang memungkinkan untuk menjaga keadaan tubuh tetap terjaga meski ratusan ribu tahun berlalu.


Lin Chen yang berdiri di bukit itu memandangi gunung besar yang ia ciptakan. Di tengah-tengah gunung ada bangunan emas yang kuat dan kokoh. "Ayah, Ibu, Bibi, Yue Mu, Xue'er, Yi'er. Aku pergi dulu ..."


***


Alam Bawah


Lin Chen sudah tiba di hamparan rumput yang luas sejauh mata memandang, tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya saat melihat Alam Bawah yang menjadi tanah subur penuh berkah.


Bahkan aura spiritual di sini tidak jauh berbeda dari yang ada di Alam Selestial, dan yang ia bisa dengan bebas mengatur apakah Alam ini bisa dibuka untuk umum atau tidak. Ini seperti Alam Bawah adalah rumahnya sendiri.


Lin Chen mengangkat kedua tangannya di depan dada, dan mulai mendekatkan telapak tangannya hampir menyentuh. Di antara tangannya mulai berkumpul energi spiritual berwarna putih, yang membuat aura di Alam Bawah semakin meningkat pesat. Tapi tetap ia tahan agar tidak melebihi Alam Selestial.


Bang!


Lin Chen menyentuhkan kedua telapak tangannya, meledakkan ruang di depannya dan memperlihatkan Semesta lain yang bukan Semesta Yongheng dan juga bukan Kuxing.


Mata Lin Chen mulai berubah merah, bukan karena perubahan fisik atau penambahan kekuatan, melainkan rasa sakit dan bahkan mulai ada darah yang mengalir.


"Ugh." Lin Chen merintih merasakan sakit di sekujur tubuhnya, mencoba untuk tetap mempertahankan ruang di depannya dan berusaha memperlebar.


Darah lain juga mulai mengalir di sudut bibirnya, tapi ia tetap menahannya meski sudah banyak darah yang mengalir. Itu karena ruang di depannya masih belum cukup lebar untuk dapat dilewati oleh manusia.


Hingga ada energi putih seperti api yang menyelimuti tubuhnya, membuat tubuhnya menjadi lebih bugar lagi dan menyembuhkan semua luka, serta membuka ruang di depannya lebih lebar lagi. Namun, tumbuhan di sekitar mulai layu dan mengering.


Ketika ruang di depannya sudah terbuka setidaknya selebar satu meter, dua klon Lin Chen yang berdiri di kiri kanannya melompat memasuki ruang secara bergantian. Kemudian menutup dan ia berlutut karena kelelahan dengan kedua tangan yang juga menyentuh tanah.

__ADS_1


Napasnya terengah-engah karena kesulitan mempertahankan ruang, banyak keringat yang mengalir dan membasahi pakaiannya. Darah yang mengering juga terlihat jelas di pipi, leher dan bibirnya.


Kemudian ia merebahkan tubuhnya dalam posisi terlentang untuk menenangkan pernapasannya yang masih terlalu cepat dan berat.


Lin Chen menutup matanya perlahan dan mengistirahatkan tubuh serta mental yang masih sangat lelah. Terutama setelah kematian semua orang yang ia bawa bersamanya, ini adalah kejadian yang benar-benar membuatnya terpukul.


Belasan menit berlalu, akhirnya Lin Chen kembali bangun setelah cukup beristirahat. "Memang memakan banyak usaha dan tenaga, tapi setidaknya aku sudah mengirimkan dua klon ke Semesta lain ..."


Lin Chen menekan kedua tangannya di rerumputan, dan menyadari jika tanah tandus karena perbuatannya sudah kembali subur hanya karena ia tertidur.


"Sekarang, aku akan berkultivasi untuk menembus Tongzhi tahap Akhir. Sepertinya, saat aku kehilangan kendali tadi, aku berhasil menembus tahap Menengah." Lin Chen duduk bersila dan kembali menutup matanya lagi.


Bukan hanya Lin Chen yang berada di Alam Bawah saja yang berkultivasi, tapi di Semesta lain yang aura spiritualnya lebih padat juga berkultivasi, namun tidak dengan klon yang ada di Alam Semesta.


Kekuatannya yang sekarang masih berada di Tingkat 5 atau Spirit Realm, masih sangat jauh untuk mencapai Tingkat 7 atau Heavenly Realm yang disarankan oleh Putih untuk menghadapi organisasi yang menguasai Alam Selestial.


Dengan 100 Lin Chen di Alam Bawah dan 10.000 Lin Chen di Semesta Xinxing. Lin Chen sangat berharap bisa menembus Heavenly Realm atau paling tidak Earth Realm untuk sedikit banyaknya bisa bergerak bebas di Alam Selestial.


Sebenarnya Lin Chen bisa saja langsung pergi ke Istana Naga dan menyelesaikan urusannya di sana. Namun, ia tidak bisa melupakan kejadian di Alam Selestial. Mungkin ini terdengar sombong dan naif, tapi ia ingin membalas dendam terhadap organisasi di Alam Selestial.


Lin Chen menghirup napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan. Ada cahaya yang memasuki lubang hidungnya, kemudian keluar dari dalam mulutnya. Hal itu terus berulang dengan adanya perubahan pada aura dalam tubuhnya.


Energi spiritual berwarna putih seperti api yang membakar mulai terlihat menyelimuti tubuh Lin Chen, dan entah karena apa, api yang menyelimuti tubuhnya semakin membesar hingga menembus awan di langit.


***


2 Tahun Kemudian


Lin Chen masih saja duduk bermeditasi dengan tenang dan tubuhnya mulai di tutupi oleh sulur tanaman, akar pohon dan lain sebagainya. Dalam waktu dua tahun terakhir, sudah banyak kehidupan yang muncul di Alam Bawah.


Kehidupan itu bukan hanya binatang-binatang kecil seperti kelinci lagi, melainkan rusa dan kuda yang mengelilingi Lin Chen, namun tidak menganggu sama sekali.


Lin Chen juga sudah berhasil menembus Ranah Ziranzhi yang seharusnya tidak mungkin ada di Alam Bawah karena Hukum Langit. Tapi karena Alam Bawah sekarang adalah milik Lin Chen, sudah tidak ada lagi aturan semacam itu.

__ADS_1


Kemudian untuk binatang-binatang liar, mereka sudah mendapatkan kesadarannya masing-masing dan bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Mereka sangat menghormati Lin Chen yang merupakan pencipta dari segala kehidupan yang ada di Alam Bawah.


Kekuatan binatang-binatang liar ini juga sudah mencapai Ranah Dewa Putih hanya dalam kurun waktu dua tahun kultivasi.


"Apakah kau mengetahui mengapa Pencipta kita masih tidak membuka matanya?" Kuda putih mulai bersinar dan berubah menjadi seorang pemuda berambut putih dengan rambut diikat bergaya tunggal.


Kupu-kupu kecil yang berada di daun semak-semak juga berubah menjadi seorang wanita yang jika dilihat dari penampakan, memiliki usia berkisar dua puluhan tahun.


Kupu-kupu yang berubah menjadi wanita itu memiliki rambut ungu panjang sedikit bergelora, dengan pakaian yang selaras.


"Aku tidak tahu, tapi dilihat dari ekspresi wajahnya. Sepertinya Pencipta kita sedang merasakan kehilangan."


Burung merpati putih yang bertengger di pundak Lin Chen mulai mengepakkan sayapnya dan terbang belasan meter ke depan, dan mengubah penampilannya menjadi seorang wanita yang seumuran dengan kupu-kupu.


Wanita burung yang tidak memiliki nama itu kembali melangkah menghampiri Lin Chen, dan mengamati raut wajah Lin Chen yang memang terlihat sedih seperti telah kehilangan hal yang sangat berharga.


"Aku merasa Pencipta kita ingin membalas dendam. Siapa yang bisa membuatnya seperti ini?" Burung kembali berdiri tegak dan berubah menjadi merpati yang terbang ke pohon.


Semua binatang kembali berubah dan mengamati dari jauh agar ada ruang untuk Lin Chen dalam berkultivasi.


Dalam pikiran Lin Chen, ia seperti sedang berada di ruangan putih kosong yang sangat luas. Tidak ada siapa pun dan apa pun di sini kecuali dirinya sendiri, tidak ada angin dan bahkan suara.


Di dalam ruangan itu, Lin Chen tidak melakukan apa pun selain bermeditasi untuk berhasil menembus Earth Realm. Dan karena ia sangat fokus di dalam ruangan putih yang bersih, kecepatan kultivasinya meningkat pesat dan memengaruhi keadaan sekitar.


Tidak seperti sebelumnya yang membuat tumbuhan layu dan mengering, perubahan itu adalah tumbuhnya pepohonan yang sangat cepat hingga dalam beberapa menit saja sudah menjadi hutan lebat.


Aura putih yang menyelimuti tubuhnya juga membesar dan mampu dilihat dari jarak puluhan ribu mil.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2