Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 194 : Membuka Rumah Makan


__ADS_3

Kota Xandan, Kerajaan Shin


Kelompok Lin Chen bisa masuk lebih mudah ke Kota Xandan karena sudah mendapatkan identitas, tidak ada pemeriksaan yang terlalu lama seperti yang harus mereka lakukan saat di kota sebelumnya, dan saat datang ke sini tidak membawa nama Chenlong Herbal agar tidak menarik terlalu banyak perhatian.


"Cari toko yang berada di jalan utama, coba lihat apakah ada yang menjual bangunannya untuk kita."


Lin Chen diberi tahu oleh Xue Ying jika tidak ada Yegui ataupun rumah kosong yang bisa dibeli di sini, karena itulah ia meminta tolong untuk dicarikan sebuah bangunan yang ingin dijual oleh pemiliknya di jalan utama.


Xue Ying mengendalikan kuda untuk terus bergerak ke tengah-tengah Kota Xandan, kemudian berhenti beberapa mil sebelum sampai di pusat.


Gerbong kereta kuda berhenti di sebuah toko yang berada di kanan dari jalanan utama; toko ini sangat cocok saat pagi hari karena akan disinari oleh sinar matahari. Tapi bangunannya terlihat tidak terawat, pada bagian dinding beton setinggi pinggang orang dewasa, temboknya sangat kusam dan penuh retakan seperti jaring laba-laba maupun petir.


Lin Chen turun dari gerbong kereta dan membantu istri, adik maupun muridnya untuk turun.


Lin Chen berjalan menuju pintu masuk yang cukup besar namun tidak terawat. "Apakah ada orang di dalam?" Ia mengetuk pintu.


Tidak ada balasan dari dalam bangunan meski Lin Chen sudah mengetuk pintu untuk waktu yang cukup lama, tapi ia tidak pergi meninggalkan bangunan karena melihat papan yang menjelaskan jika bangunan yang sedang ia datangi memang ingin dijual.


"Kakak, pemiliknya sedang turun."


"Benarkah?" Lin Chen menoleh ke belakang melihat Xue Ying yang sedang makan cup ramen instan. Kemudian ia kembali mengetuk pintu untuk terakhir kalinya dan menunggu sampai pemiliknya turun.


Kreekk... _.suara pintu terbuka.


Pintu kembar di depannya terbuka salah satunya dan itu pun hanya setengah; terlihat pria tua berambut putih yang sudah bungkuk memakai pakaian merah mewah, membawa tongkat kayu sebagai alat bantu jalan.


Ketika pintu terbuka semakin lebar, terlihat wanita muda yang mengenakan hanfu biru dengan ikat pinggang berwarna merah, rambutnya berwarna hitam berkilau dan matanya berwarna oranye.


"Ada yang bisa dibantu?" tanya wanita muda—ia ingin menutup toko dan membawa Kakeknya kembali naik ke atas untuk beristirahat.


Lin Chen memalingkan wajahnya melihat papan bertuliskan 商店出售, 'Toko Dijual', kemudian kembali melihat wanita muda. "Aku ingin membeli bangunan ini."


"Anak muda, apakah kau benar-benar ingin membelinya? Tempat ini sudah sangat rusak, bahkan jika kau ingin merenovasi, dana yang dihabiskan akan lebih banyak daripada membangunnya dari awal."


Lin Chen menundukkan kepalanya melihat pria tua yang tubuhnya gemetaran, tapi tetap berusaha untuk menjelaskan sekuat tenaga meski suaranya berat. "Tidak masalah, tapi jika boleh tahu, Anda memakai pakaian mewah, namun mengapa tinggal di tempat seperti ini?"


Pria tua menoleh melihat bangunan dan menyentuh retakan yang ada di dinding. "Ini adalah awal dimulainya keluarga kami, dan sekarang aku sudah berkecukupan. Putraku memintaku untuk pergi ke pusat kota, tapi aku ingin tinggal sebentar di sini sampai bangunannya terjual."


Lin Chen memasukkan tangannya ke dalam pakaiannya dan mengambil botol kecil seukuran jari telunjuk; kantong berisikan 500 Tael Emas yang setara dengan 50 Sycee Perak juga ia ambil, kemudian memberikannya pada pria tua.


"Aku akan membelinya, dan botol kecil itu adalah ramuan herbal yang bagus untuk kesehatan Anda."


Pria tua menerimanya dengan tangan gemetar dan memberikan kontrak yang sudah ia tandatangani jauh-jauh hari karena memang berniat untuk menjualnya.


"Apakah tidak masalah Anda langsung menjualnya?" Lin Chen menerima kontrak dan menandatangani dua kontrak; masing-masing menerima kontrak agar tidak ada suatu kesalahpahaman di kemudian hari.


Pria tua itu melambaikan tangannya dan berjalan melewati Lin Chen. "Tidak masalah, aku yakin dengan penglihatan ku."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu memasuki bangunan untuk melihat bagian dalamnya; banyak sarang laba-laba yang berada di pilar maupun sudut-sudut ruangan, meja-meja terlihat lapuk dimakan rayap.

__ADS_1


"Yin'er, tolong."


Dewi Kuxing berdiri di depan Lin Chen dan merentangkan kedua tangannya; energi berkumpul berwarna putih transparan yang mulai bergerak menyebar ke segala arah dan mengenai seluruh bagian bangunan dua lantai.


Ketika semua energi Dewi Kuxing sudah memenuhi bangunan, ia mengumpulkan energinya di telapak tangan dan saling mendekatkannya. "Teknik Ruang dan Waktu, Pemutar Ruang."


Perlahan, retakan-retakan maupun debu mulai menghilang dengan binatang-binatang kecil yang terbunuh dalam kekosongan ruang. Yang awalnya tempat ini tidak cocok untuk ditinggali, kini sudah berubah lebih baik dan terlihat kokoh seperti baru, meski masih harus ada beberapa perbaikan di beberapa tempat.


Lin Chen menoleh ke belakang melihat Xue Ying yang baru saja masuk setelah memberi tahu cara penggunaan ramuan tadi. "Yi'er, tolong bongkar dinding di depan dan ganti dengan kaca tebal, kemudian untuk bagian dapur, tolong ubah ke peralatan masak modern ..."


"Untuk tembok depan, aku ingin dindingnya dimundurkan, agar memiliki sedikit ruang di depan dan ditaruh beberapa meja di sana." Lin Chen memberikan gerakan tangan sebagai tanda untuk tidak menggunakan energi spiritual saat menghancurkannya.


Xue Ying mengikuti arahan dari Lin Chen dan mulai memasang kayu besar sebagai pilar penyangga yang dimulai dua meter dari dinding depan. Ia membuat dinding di bagian yang baru di pasang, dan menambahkan kaca setebal 21 cm seperti dinding beton.


Xue Ying membagi tubuhnya untuk mengganti peralatan memasak di dapur, dari yang tradisional menggunakan kayu bakar menjadi Inti Sihir dari Bintang Biru.


"Kakak, memasak yang sederhana saja, jangan terlalu berlebihan karena bisa menarik perhatian sekte-sekte lagi. Jika terus seperti itu, pelatihan Kakak bisa tertunda." Xue Ying menggerutu kesal saat masuk ke ruangan dapur.


Lin Chen mengerutkan kening seraya berjalan mengikuti Xue Ying. "Apakah benar aku berlebihan?"


Xue Ying menoleh ke belakang dengan tatapan tajam, kemudian menghela napas panjang dan tidak menjawabnya.


Yan Xue, Dewi Kuxing dan 4 Hewan Suci juga hanya bisa diam tak menjawab; apa yang dilakukan Lin Chen memang sangat berlebihan karena mengubah aliran energi spiritual di Semesta Lantian. Jika hanya Bintang Qiuzan, mungkin masih bisa dianggap biasa, tapi ini adalah Semesta!


*30 Menit Kemudian


"Bebek!" Lin Chen membeli daging bebek utuh dari System Shop dengan harga 10.000 Poin System.


Lin Chen mulai membersihkan bebek dengan air mengalir dan mengeringkannya menggunakan kain bersih, kemudian memasukkannya ke dalam mangkuk, lalu mencampurnya dengan bermacam-macam bumbu: bubuk kayu manis, bubuk jahe, pala, lada putih dan cengkeh.


"Daun jujube dan jujube yang sudah ditumbuk, masukkan ke dalam bebek."


Lin Chen terlihat sangat bahagia; tidak ada beban sama sekali saat sedang memasak; anak-anak yang berada di tempat lain juga tetap aman, ia hanya perlu membuka System Window untuk melihat keadaan mereka.


"Masukkan daun bawang ke dalam tubuh bebek, campurkan kecap asin ke dalam sisa bumbu, oleskan secara merata, tutup dan diamkan semalaman." Lin Chen menyimpannya ke dalam Inventory, kemudian mengaturnya agar waktu bisa bergerak dalam rasio 1 : 1.440.


Setelah beberapa menit, Lin Chen mengukus bebek selama satu jam. Ia melakukannya sendirian tanpa ada bantuan, karena yang lain sedang merenovasi rumah makan yang rencananya akan dibuka besok atau lusa.


Lin Chen meniriskan bebek yang sudah dikukus selama satu jam, bersamaan dengan memanaskan oven sampai mampu mendidihkan air dalam waktu singkat.


Kemudian panggang selama setengah jam, lalu oleskan dengan Madu Lebah Perak, dan kembali dipanggang sampai benar-benar matang.


"Sekarang, buat sausnya, selai plum, cuka dan gula."


Lin Chen memasak dengan tenang tanpa menyadari bahwa dapurnya sekarang dipenuhi oleh energi spiritual yang sangat berkualitas dan murni, tidak ada bedanya dengan ratusan Pil Ilahi yang dipecahkan dan dibiarkan Esensi-nya menyebar.


Saat Lin Chen sedang memasak, orang-orang yang sedang merenovasi bangunan mulai berdiskusi tentang apa yang dilakukan Lin Chen saat ini terlalu berlebihan, karena dari awal berniat untuk hidup tenang, tapi yang dilakukan berbanding terbalik.


Aura ini sangat kuat dan aromanya juga menggugah selera, bahkan manusia biasa bisa merasakannya.

__ADS_1


Lin Chen mengeluarkan bebek yang sudah matang; kulitnya terlihat seperti harta, warnanya merah berkilauan dan saat dipotong, akan mengeluarkan air yang menggugah selera; saat di makan, akan terdengar suara renyah yang sangat enak didengar.


"Aku akan menjualnya dengan harga dua Tael Perak."


Jika Kultivator Sejati mengetahui harga yang dijual, mereka akan membelinya dalam jumlah besar, karena bahan-bahan yang digunakan saja setidaknya menghabiskan 1000 Batu Spiritual kualitas Tinggi, apalagi bebek yang dibeli, mungkin seharga 10 Triliun Batu Spiritual kualitas Tinggi.


Lin Chen yang sudah selesai memasak, tidak langsung membawa hidangannya ke depan, melainkan memilih untuk duduk di bangku dan melipat kedua tangannya di depan dada dengan mata terpejam.


"Setelah aku memasak, aku menyadari satu hal. Kehidupan menurut manusia biasa, adalah makanan. Terkadang, mereka bisa memakan apa saja asalkan bisa bertahan hidup, entah itu rumput atau bahkan kulit pohon."


Lin Chen teringat akan penderitaan yang dialami Dewi Kuxing saat berada di bawah pengawasannya. Ia tidak memberinya makan dengan baik sampai pencernaannya rusak, dan meski ia beri makan mewah yang enak, Dewi Kuxing tidak bisa memakannya karena trauma.


"Apakah aku harus mencoba semua Profesi yang dikerjakan Mortal?" Lin Chen membuka matanya perlahan; setiap ia selesai melakukan perkejaan yang berkaitan, ia seperti mendapat jawaban atas pertanyaannya sendiri.


"Yin'er!" Lin Chen sedikit berteriak memanggil Dewi Kuxing.


"Iya, Master!" Dewi Kuxing berlari memasuki dapur; menghampiri Lin Chen.


Lin Chen berdiri mengambil makanan yang sudah ia masak di atas meja. "Ambil ini dan bawa ke depan." Ia menyerahkannya pada Dewi Kuxing.


"Kemudian, aku minta maaf atas semua yang aku lakukan di kehidupan pertama." Lin Chen sampai membungkukkan badannya untuk meminta maaf pada Dewi Kuxing.


Dewi Kuxing terlihat panik; tidak tahu harus bereaksi seperti apa karena tidak mengharapkan akan mendapatkan permintaan maaf seperti ini. Ia menoleh ke kiri ke arah jendela tanpa kaca untuk melihat Yan Xue, dan saat mendapatkan balasan yang ditandai dengan anggukkan kepala, barulah ia bergerak.


Dewi Kuxing meletakkan nampan di atas meja, lalu membantu Lin Chen untuk kembali berdiri tegak. "Master, aku mohon jangan seperti ini. Aku sudah memanfaatkan Master."


"Benarkah?" Lin Chen masih tidak yakin.


Dewi Kuxing menganggukkan kepalanya, dan memeluk Lin Chen. "Iya, aku sudah memaafkan Master ..."


Lin Chen terdiam dengan mulut terbuka, kemudian mengembuskan napas panjang dan tersenyum tipis; ada rasa lega di dalam hatinya saat Dewi Kuxing memanfaatkannya.


Kumpulan energi yang berada di sekitar mulai terserap masuk ke dalam tubuh Lin Chen, yang membuat Dewi Kuxing mundur untuk mengambil nampan, lalu pergi meninggalkannya seorang diri.


Lin Chen termenung dengan tatapan sedikit terkejut karena Dewi Kuxing mendorongnya; perasaan terguncang ini berefek pada energi yang terhempas keluar.


"Master! Maafkan Yin'er, Yin'er melihat bebek ini hampir dingin, jadi Yin'er bawa ke depan."


"Ah ... sepertinya aku terlalu banyak berpikir," ucap Lin Chen menggaruk belakang kepalanya—ia mengira jika Dewi Kuxing hanya berpura-pura memanfaatkannya, tapi ternyata hanya karena bebek yang mulai dingin.


Energi murni yang berada di sekitarnya kembali masuk ke dalam tubuh dan terus terserap hingga bersih tak bersisa.


Energi yang berada di dalam tubuh Lin Chen sudah berkumpul sangat banyak dan sangat murni; mungkin God Realm akan berlutut saat melihat bagaimana aura yang ia keluarkan sekarang ini.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2