
Lin Chen menyadari bahwa Alam Tiantang benar-benar rusak parah, bahkan Taman dan Kebun Surgawi yang merupakan tanah terberkati tidak menumbuhkan rumput ilalang sekalipun, seperti rumput itu enggan untuk tumbuh di sana.
Lin Chen tidak bisa tidak menghela napas berat penuh beban. "Tanah di sini sangat tandus, bahkan Kota Chen ratusan kali lebih baik."
Wanita muda yang mengenakan pakaian hijau tua seperti daun, rambut panjang maupun matanya berwarna hijau muda. Ia terlahir dari salah satu bunga yang ada di Taman Surgawi dan secara kebetulan berhasil membentuk tubuh manusia.
Dewi Lushi berasal dari Bunga Zinnia, dan bertugas untuk menjaga Taman dan Kebun Surgawi.
Dewi Lushi gemetar dengan keringat dingin mengalir dan memaksakan diri untuk tetap tersenyum. "Ma- Maafkan Hamba, Yang Mulia Kaisar Giok, karena tidak bisa menjalankan tugas dengan baik."
Lin Chen tersenyum tipis dan mengeluarkan Cincin Ruang, kemudian menyerahkannya pada Dewi Lushi seraya berkata, "Gunakan barang-barang di dalamnya untuk mengembalikan Taman dan Kebun Surgawi. Banyak barang-barang berharga, termasuk bibit Persik Datar."
Dewi Lushi menerima Cincin Ruang dengan bentuk naga memakan ekor menggunakan kedua tangannya. Ia mencoba memeriksa isi Cincin Ruang, dan alangkah terkejutnya saat mengetahui isinya.
Ini ... bagaimana!? Yang Mulia Kaisar Giok baru kembali, tapi harta yang dimilikinya bisa menghidupi Alam Tiantang! batin Dewi Lushi.
"Air Surgawi Sembilan Warna, Air Abadi, Air Spiritual. Harusnya kau tahu apa yang harus kau lakukan dengan bahan-bahan itu."
Dewi Lushi tersadar dari pemikirannya, dan dengan tergesa-gesa ia membungkukkan badannya. "Te- Tentu! Hamba berjanji akan mengembalikan Taman dan Kebun Surgawi seperti semula!"
Yan Xue yang berdiri di sebelah Lin Chen, memegang lembaran kertas yang merupakan laporan dari berbagai Istana atau Paviliun milik Dewa maupun Dewi. "Gege, banyak yang harus diperbaiki. Sepertinya, Alam Tiantang kehilangan sumber daya setelah Energi Abadi menipis. Bahkan, sebatang pohon saja cukup langka."
Lin Chen mengangkat tangan kirinya memegang tengkuk Yan Xue, kemudian memberikan Energi Keberuntungan. "Aku tahu Xue'er telah membangkitkan elemen baru, bantu Roh Bumi, Air dan Kayu untuk mengembalikan fondasi dasar Alam Tiantang."
Yan Xue menoleh ke kanan dan sedikit mendongak. Ia tersenyum cerah kemudian berkata dengan suara merdu nan lembut, "Terima kasih, Gege. Xue'er pasti akan melakukannya dengan baik."
Dewi Lushi yang melihat itu, tidak bisa berlama-lama lagi di sana karena melihat kisah cinta Kaisar Giok dan Permaisuri Surga membuatnya tersipu. Ia membungkukkan badannya untuk sekali lagi, kemudian pergi setelah berpamitan dan mendapatkan izin.
Dewi Lushi juga tidak menduga bahwa Kaisar Giok dan Permaisuri Surga akan turun tangan langsung mengecek keadaan Wilayah Tiantang atau Istana Tiantang, Alam Tiantang. Walaupun miliaran tahun lalu ia tahu bahwa Kaisar Giok dan Permaisuri Surga sangat baik, tapi mereka tidak pernah langsung turun tangan, pasti akan menggunakan perwakilan.
Lin Chen dan Yan Xue berpencar ke dua arah yang berbeda, untuk mengembalikan Wilayah Tiantang seperti semula.
Sebelumnya, Alam Tiantang adalah milik Istana Tiantang. Tapi, setelah Kaisar Giok mengorbankan diri untuk mempertahankan Energi Abadi, reputasi Istana Tiantang menurun dan banyak makhluk lain yang mulai menginvasi Alam Tiantang.
Untungnya, hanya Gerbang Langit Selatan saja yang hancur. Jika semua gerbang hancur, makhluk-makhluk yang menginvasi bisa dengan mudah mengambil alih Alam Tiantang secara keseluruhan.
Lin Chen terbang dengan berdiri di atas awan emas, pergi ke setiap bagian Istana Tiantang yang hancur parah dan membutuhkan perbaikan dalam waktu dekat.
Lin Chen menoleh ke belakang di mana Yan Xue berada dengan jarak belasan ribu mil darinya. Kemudian tersenyum hangat melihat Yan Xue yang bekerja sama dengan penduduk Istana Tiantang. "Wilayah Tiantang hanya sebesar empat kali dari Kota Chen, tapi Alam Tiantang seperti setengah dari Semesta Yongheng. Butuh waktu lama untuk mengambil alih semuanya, apalagi Wilayah Tiantang yang mengalami kerugian seperti ini."
Lin Chen menghela napas panjang untuk mengasihani dirinya sendiri, pekerjaannya bertambah banyak karena Dewa dan Dewi yang harusnya membantu, telah kehabisan banyak sumber daya setelah kematiannya.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus memberkati mereka dengan Energi Keberuntungan."
Lin Chen mengangkat tangan kanannya seperti menopang langit, ada gumpalan cahaya emas yang kilauan cahayanya lebih terang dari energi murni miliknya, bahkan di sekitar gumpalan cahaya emas itu ada titik-titik cahaya sembilan warna.
Gumpalan cahaya di tangannya melesat naik ke langit, kemudian meledak dan berubah menjadi ratusan jarum-jarum kecil yang menyebar ke segala arah.
Ketika jarum memasuki tubuh Dewa dan Dewi, jarum itu melesak dan menyelimuti tubuh mereka dengan Energi Keberuntungan. Cukup banyak Energi Keberuntungan yang diberikan, meski tidak sampai setengahnya dari Juling Shen.
Dewa dan Dewi yang sedang bekerja di tempat masing-masing, berhenti bergerak untuk memberikan hormat maupun rasa syukur atas pemberian Energi Keberuntungan.
Lin Chen tersenyum tipis saat merasakan banyak tatapan yang melihatnya, kemudian ia kembali fokus pada Gerbang Langit Selatan. Perhatiannya keluar dari Wilayah Tiantang, melihat pulau-pulau terbang seperti tebing yang keadaan di sana tidak sebaik Wilayah Tiantang.
Ashura? Taoist Nyamuk? Bukankah, mereka yang terlahir di Styx River? Sungai penghubung antara Alam Diyu dan Semesta. Kekuatan mereka hampir mendekati Lord Realm.
Lin Chen bisa melihat di luar Wilayah Tiantang melalui Gerbang Langit Selatan, yang jaraknya miliaran mil, ada Ashura dengan kulit merah sedang berdiri di atas tebing dan di sebelahnya ada pria dengan jubah hitam yang memiliki kuku panjang.
Kuku pria itu terlihat seperti mulut nyamuk yang tajam dan mampu menghisap darah, bahkan di bagian belakang Taoist Nyamuk, banyak binatang-binatang yang tergeletak dengan tubuh mengering.
Aku juga merasa kekuatan Dewa dan Dewi di sini, yang terendah adalah God Realm tahap Akhir. Kemudian ada beberapa Lord Realm. Aku tidak tahu apakah ada perbedaan antara Lord Realm-ku dan mereka.
Lin Chen memutar tubuhnya dan melihat keadaan sekitar dengan jarak yang sama, banyak makhluk-makhluk dari Alam Diyu mengambil pulau-pulau di Alam Tiantang dan bahkan membangun markas di sana.
Dengan tatapan tajam ke arah Gerbang Langit Barat, Lin Chen mengangkat tangannya ke arah Gerbang Langit Selatan. "Tidak ada yang boleh memasuki kawasan Alam Tiantang yang dipimpin oleh Istana Tiantang." Ia mengepalkan tangannya.
Lin Chen menyentuh dahi di antata alisnya dengan dua jari. Ia mengaktifkan Segel Tiandi untuk menyegel Styx River di Alam Diyu untuk sementara waktu.
***
Alam Diyu
Pada salah satu bagian dari Alam Diyu atau Dunia Bawah, ada sungai darah deras dan sangat kacau. Banyak kerangka tulang manusia maupun jiwa yang mencoba keluar dari sana, tapi kembali ditarik secara paksa agar tidak bisa keluar untuk pergi ke Sungai Kuning—mengurung jiwa-jiwa itu untuk menjadi makanan Sungai Styx!
Ular-ular merah juga terlihat sedang menarik kerangka tulang untuk masuk, dan ada raksasa merah yang hanya mengenakan bawahan putih. Raksasa itu mengangkat tangannya untuk meraih mayat atau jiwa yang baru tiba di Alam Diyu untuk jatuh ke dalam Sungai Styx.
Bahkan ada pula yang sudah berhasil menyeberangi jembatan batu, berhasil ditangkap oleh raksasa dan tubuhnya dipatahkan sampai tidak bisa bergerak, kemudian dilemparkan ke dalam Sungai Styx.
Booom!
Sungai Styx atau Sungai Sanzu meledak cukup keras dan melepaskan darah yang menyebar sampai mengenai tanah hitam di kiri kanannya, mengubah tanah itu menjadi lebih tandus dan beracun, bahkan siapa saja yang menyentuhnya akan mencair karena korosif.
Jika melihat bagian dalam Sungai Sanzu, ada sebuah kuil berwarna merah yang di dalamnya terdapat Ashura dan Taoist Nyamuk sedang duduk bersebelahan di atas zabuton.
Ashura dan Taoist Nyamuk memuntahkan darah segar bersamaan dengan wajah mereka yang pucat. Sebagian kekuatan mereka menghilang sampai kembali ke God Realm tahap Awal.
__ADS_1
Ashura menyeka darah di sudut bibirnya dan berkata dengan suara besar, "Sialan! Siapa yang berhasil membunuh kloning yang berada di Alam Tiantang!? Jika tidak ada Sungai Sanzu, mungkin aku akan terbunuh tanpa jejak."
Taoist Nyamuk mencoba untuk tenang dan mulai menelan darah dari dalam botol giok kecil. Botol giok itu berwarna merah, dan di dalamnya mampu menampung ratusan juta liter darah manusia maupun binatang.
Taoist Nyamuk menenggak darah sampai wajahnya kembali segar, meski tidak mengembalikan kekuatannya.
"Apakah kita harus memanggil Lord Sanzu? Bagaimanapun, Lord Sanzu adalah Dewa yang menciptakan kita, dan dia terlahir karena darah Dewa Pangu."
Ashura menoleh ke belakang melihat pintu merah setinggi gunung, banyak pola-pola yang memberikan perasaan takut saat melihatnya. Dengan cepat, ia mengalihkan pandangannya lagi dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, hanya semut dari Alam Tiantang! Tidak perlu Lord Sanzu turun tangan langsung. Kita bisa mengirim orang lain—"
Bang!
Sungai Sanzu kembali meledak lebih keras dari sebelumnya, dan pada bagian langit merah di atas Sungai Sanzu, tiba-tiba terdapat tirai emas yang mampu menutupi seluruh bagian dari Sungai Sanzu.
Tirai emas turun perlahan seperti tertiup angin, kemudian menutup seluruh bagian Sungai Sanzu. Tiba-tiba, Sungai Sanzu langsung tenang tanpa ada riak di permukaannya, aura kuat yang menekan juga menenangkan semua makhluk di dalamnya.
"Ini ... ini ..." Ashura tidak bisa berkata-kata lagi saat ada tekanan kuat bagaikan jutaan Gunung Suci di atasnya, bahkan ia sampai hampir bersujud meski sudah menahannya dengan enam tangan.
Taoist Nyamuk yang terparah, ia tidak bisa bergerak di atas lantai dan tubuhnya mulai mengeluarkan darah. Ia tidak berbeda jauh seperti nyamuk yang ditepuk oleh telapak tangan.
"Sungai Sanzu, disegel?" Ashura tidak bisa mempercayai apa yang ia katakan sendiri. Ia menoleh ke belakang, melihat pintu kembar merah yang mengerikan dan berkata dengan gemetar, "Ki- Kita harus ... memanggil Lord Sanzu ... kekuatannya, tidak jauh berbeda ... dengan Kaisar Giok."
Ashura mulai merangkak dan berusaha untuk menggapai pintu kembar yang jaraknya belasan mil darinya. Entah butuh berapa lama untuk sampai dengan kecepatan yang bahkan lebih lambat dari iring-iringan siput. Tapi, ia tidak peduli bahkan jika harus menghabiskan ratusan ribu tahun untuk menggapainya.
Taoist Nyamuk menoleh ke kanan secara paksa, kemudian tubuhnya berubah menjadi kabut hitam yang kecepatannya lebih cepat dari Ashura. Ia ingin cepat-cepat memanggil Lord Sanzu agar menghancurkan kekuatan yang menyegel Sungai Sanzu.
Taoist Nyamuk bahkan sampai membakar darahnya untuk bisa mendapatkan sedikit kekuatan yang mampu meningkatkan kecepatannya. Namun saat baru satu meter, dari atas kepalanya ada Lonceng Langit yang jatuh menghantam tubuhnya hingga hancur.
Ashura membelalakkan matanya lebar dengan tatapan ngeri saat melihat Lonceng Langit berwarna emas.
"Ka- Ka- Kaisar Giok!?" Ashura tahu bahwa Kaisar Giok telah kembali ke Alam Tiantang setelah belasan miliar tahun menghilang, tapi tidak menduga kekuatannya akan kembali sebanyak ini.
Butuh banyak usaha untuk memanggil Lonceng Langit di Alam Tiantang, apalagi untuk jatuh tepat di atas Taoist Nyamuk yang sedang bersembunyi di Kuil San, Sungai Sanzu.
"Tch! Taoist Nyamuk telah disegel! Hanya aku ... yang bisa memanggil ... Lord Sanzu." Ashura sangat percaya diri bahwa Lord Sanzu mampu mengalahkan Kaisar Giok, apalagi setelah berkultivasi dengan menyerap darah Pangu.
Ashura merasa bahwa Lord Sanzu lebih kuat dari Kaisar Giok, bahkan dari Tiga Dewata Murni itu sendiri!
...
***
*Bersambung...
__ADS_1