
Ketika kembali ke Penginapan Jueqi, Lin Chen disambut oleh tiga anaknya yang berlari ke arahnya dengan senyum cerah.
"Kemarilah." Lin Chen membuka kedua tangannya selebar mungkin, menerima anak-anak yang melompat ke arahnya dan memeluknya.
Ada yang melihat kejadian itu, dan mulai mengincar anak-anak yang dipeluk Lin Chen. Mereka yakin Lin Chen akan pergi ke dalam Dimensi Ruang, dan pada saat itu akan mengambil anak-anak sebagai jaminan agar Lin Chen tidak bertindak macam-macam.
Namun, Lin Chen menyadari hal itu dan berencana akan membawa anak-anaknya bersama, dengan Yan Xue yang akan selesai dalam waktu tiga hari.
Lin Chen berjalan membawa masuk anak-anaknya dan menutup pintu Penginapan Jueqi.
"Apakah kau bodoh?" Yuhan Xifai langsung datang menghampiri dan sedikit berteriak sesaat Lin Chen masuk.
"Kenapa?" Lin Chen menaikkan sebelah alisnya, merasa tidak ada yang salah dengan tindakannya. "Apakah karena menghina Pak Tua Qing itu? Ayolah, dia hanya Earth Realm tahap Puncak ..."
Lin Chen berjalan melewati Yuhan Xifai, ia pergi mengarah ke tangga untuk menaiki lantai atas. "Bukankah, Leluhur Yuhan adalah Heavenly Realm, untuk apa kau takut?" Ia menoleh ke belakang.
"Dia sedang dalam kondisi kritis, jauh di bawah Penginapan Jueqi." Lin Chen kembali melangkah dengan menggendong ketiga anaknya secara bersamaan.
Yuhan Xifai tersentak bergetar, tidak ada yang mengetahui tentang Leluhur Yuhan yang sedang bersembunyi untuk memulihkan kondisi tubuhnya jauh di bawah Penginapan Jueqi. Bahkan sampai mampu mengetahui tentang tingkatan kultivasinya, ini mengatakan jika Lin Chen lebih tinggi dari Heavenly Realm tahap Awal.
Yuhan Xifai mengepalkan kedua tangannya dan tubuhnya gemetaran. Ia mendongak melihat punggung Lin Chen, menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan memberanikan diri untuk bertanya, "Ka- Ka- Kau, siapa sebenarnya dirimu?"
"Belum waktunya untuk mengetahui siapa sebenarnya diriku." Lin Chen terus melangkah dan menghilang dari pandangan Yuhan Xifai.
Banyak jawaban yang dipikirkan Yuhan Xifai tentang siapa sebenarnya identitas Lin Chen yang sangat misterius, baru datang selama beberapa jam, sudah membuat kekacauan besar dan menarik perhatian dari Kerajaan Quiran maupun Kekaisaran Qing.
***
Kamar 01, Lantai 9, Penginapan Jueqi
Lin Da Zixuan naik ke atas tempat tidur. "Mengapa Ayah tidak membunuh mereka?"
Lin Chen yang baru saja duduk di kursi samping jendela, menoleh ke kiri menatap Lin Da Zixuan. "Apakah itu yang ingin Xuan'er tanyakan? Bukannya Ayah tidak ingin, tapi tidak menyenangkan jika langsung membunuhnya ..."
"Akan lebih baik membuat mereka merasa sangat kuat, merasa berada di atas angin dan memiliki apa pun di tangannya. Namun, setelah mereka merasa tinggi, barulah jatuhkan sekeras mungkin."
Lin Da Zixuan memiringkan kepalanya menatap heran Ayahnya seraya melipat kedua tangannya di depan dada. "Hum? Zixuan tidak paham."
Lin Chen tersenyum tipis, lalu kembali melihat kota melalui jendela kaca di sebelahnya. Ia ingin melihat bagaimana situasi setelah Gerbang Dimensi muncul, dan terlihat Profound Ark terus berdatangan, dengan pasukan dalam jumlah besar.
Karena banyaknya pasukan yang datang, Kota Yang sampai berubah seperti malam hari karena tidak menerima sinar matahari.
Tapi, ia merasa sebentar lagi semua pasukan akan bergerak untuk mengamankan Gerbang Dimensi setelah semua yang kekuatannya di atas Earth Realm memasuki Dimensi Leluhur Yang.
__ADS_1
"Apakah kalian ingin pergi ke Dimensi Leluhur Yang?" Walaupun Lin Chen merasa tidak perlu, tapi ini baik untuk anak-anaknya, meski mereka tidak mungkin bisa membunuh Earth Realm.
"Tentu ..." Lin Qiao Jianying berjalan menghampiri Lin Chen dan berdiri di atas pahanya, ia melihat kota melalui jendela kaca yang sama. "Karena Ayah mengatakan banyak sekali harta, tentunya Jian'er ingin pergi, Jian'er tidak boleh meninggalkan harta berharga!"
Lin Chen memegangi pinggang Lin Qiao Jianying agar tidak terjatuh dari atas pahanya. "Baiklah, kita akan pergi nanti, tunggu Ibu selesai. Lalu, hari sudah mulai gelap, kalian bisa tidur di kamar mana pun yang kalian mau. Ayah sudah menyewa semua ruangan di semua lantai."
Tanpa membuang waktu, Lin Qiao Jianying melompat turun dari atas paha Ayahnya, lalu pergi keluar ruangan untuk tidur di kamar lain. Begitu pun dengan Lin Mein An dan Lin Da Zixuan, keduanya mencari kamar masing-masing yang masih di lantai yang sama.
Ada ketenangan di hatinya saat melihat anak-anaknya yang bahagia dan tersenyum cerah, ini bisa membuatnya lebih bersemangat untuk menciptakan sebuah tempat yang damai untuk mereka, dan lebih bersemangat untuk menyerap aura spiritual melalui kloning.
Lin Chen menoleh ke kiri melihat Yan Xue, meski di ruangan ini sangat berisik dan kota yang kacau karena pertarungan singkat, Yan Xue tetap bermeditasi dengan tenang. Hal ini bisa terjadi karena adanya Energi Dewa yang mengitari, yang membuatnya lebih tenang.
Biasanya, praktisi yang sedang berkultivasi tidak boleh diganggu, sekalipun itu adalah suara bising, karena itulah banyak yang mencari tempat sepi ataupun mengasingkan diri di gunung.
Lin Chen tidak beristirahat, bukan hanya karena untuk menjaga Yan Xue, tapi juga melihat keadaan Kota Yang, yang mulai tegang saat malam hari.
Semuanya orang yang memiliki Ranah Earth Realm sudah mulai memasuki Gerbang Dimensi saat sinar matahari sudah tidak terlihat lagi karena sudah terbenam di ufuk barat tadi. Dan, pada saat itu juga pasukan yang berjaga diperbanyak dan banyak juga yang berkeliaran untuk mencari pembuat onar.
"Penjagaan paling ketat berada di Penginapan Jueqi, sepertinya Qing Yuwen tidak membiarkanku memasuki Dimensi Leluhur Yang ..."
Lin Chen memiringkan kepalanya dengan bertopang dagu, serta sikunya yang bertumpu pada kayu jendela. "Biarlah, setebal apa pun penjagaannya, aku masih bisa menembusnya dengan mudah."
***
3 Hari Kemudian
Fluktuasi energi spiritual di sekitar Yan Xue mulai tenang kembali, tidak seperti sebelumnya yang akan menimbulkan embusan angin meski tidak terlalu kencang.
"Sepertinya dia hampir selesai."
Lin Chen mengalihkan pandangannya pada pintu keluar. "Apakah aku harus memanggil anak-anak?" Ia mengusap dagunya, lalu menggeleng. "Sepertinya tidak perlu."
Yan Xue membuka mulutnya dan mengembuskan napasnya perlahan, terlihat ada molekul cahaya putih yang keluar darinya. Kelopak matanya mulai bergerak-gerak, lalu terbuka perlahan memperlihatkan kilauan.
"Bagaimana?" Lin Chen bertanya untuk berbasa-basi, meski ia tahu bahwa Yan Xue masih belum menembus Tongzhi.
Yan Xue menggelengkan kepalanya, kemudian beranjak turun dari tempat tidur sembari menjawab, "Belum, Xue'er butuh satu bulan lagi untuk menembus Tongzhi."
Lin Chen mengangguk kecil. "Apakah aku harus membantumu? Aku bisa membuatmu langsung menembus Ziranzhi."
Yan Xue tersenyum ringan, kemudian duduk di tempa tidur lain di samping Lin Chen. "Terima kasih, tapi tidak, Xue'er ingin berusaha sendiri."
"Baiklah." Lin Chen merangkul bahu Yan Xue, lalu mengecup pelipisnya. "Anak-anak meminta agar kita menemani mereka masuk ke Dimensi Ruang, meski syaratnya adalah Earth Realm, tapi aku bisa melindunginya."
__ADS_1
Yan Xue hanya menganggukkan kepalanya tanpa suara, ia akan menuruti kehendak Lin Chen yang akan pergi memasuki Dimensi Ruang. Ia juga yakin semuanya akan baik-baik saja dengan adanya Lin Chen.
Lin Chen dan Yan Xue berdiri, lalu berjalan menuruni tangga kayu untuk pergi ke lantai dasar, menghampiri anak-anak yang sedang makan bersama di sana.
Ketika sudah sampai di lantai dasar, ia bisa melihat anak-anak yang sedang duduk bersama Yuhan Xifai, mereka bermain permainan kartu yang dimainkan empat orang.
"Anak-anak, kita akan pergi sekarang." Lin Chen datang menghampiri Lin Da Zixuan dari belakang.
"Ayah?" Lin Da Zixuan menoleh ke belakang melihat Ayahnya, kemudian membuka matanya lebar. "Ibu!"
Yan Xue tersenyum lembut seraya membawa Lin Da Zixuan dan menggendongnya. Ia menatap Yuhan Xifai. "Terima kasih karena telah menjaga anak-anak kami, sekarang, kami akan pergi memasuki Dimensi Leluhur Yang."
Yuhan Xifai berdiri dan mengangkat tangannya. "Tunggu! Apakah kalian yakin? Di sana sangat berbahaya, bahkan, ada penjagaan ketat di sekitar sini, kalian tidak bisa keluar dari Penginapan Jueqi."
Lin Chen mendengkus dingin, tidak ada yang bisa menghentikan keinginannya untuk pergi.
"Karena kau telah menemani anak-anak selama tiga hari ini ..." Lin Chen mengangkat tangan kanannya, dan terlihat ada gumpalan energi putih yang penuh dengan Esensi Kehidupan. "Aku akan memberikanmu hadiah."
Lin Chen membalikkan tangannya, menjatuhkan gumpalan energi itu ke lantai. Energi itu bergerak tanpa halangan dan menembus lantai, terus turun ratusan mil ke tanah, menembus formasi array dan mengenai pria tua yang bermeditasi di sana.
Fluktuasi energi yang sangat kuat terasa jauh di kedalaman tanah, membuat Penginapan Jueqi mulai bergetar. Hingga tak lama, ada cahaya hijau yang melonjak naik dari kedalaman tanah, melesat ke langit hingga meledakkan Penginapan Jueqi.
Yuhan Xifai melangkah mundur dan tertunduk lemah seperti otot-ototnya yang tidak mampu menahan berat tubuhnya. Ia menengadahkan kepalanya, melihat cahaya dengan tatapan tak percaya.
Akhirnya, setelah menunggu puluhan ribu tahun, Leluhur Yang kembali dalam kondisi prima dan bahkan lebih kuat lagi.
"Tangkap." Lin Chen melemparkan botol giok ke arah Yuhan Xifai. "Di sana ada pil yang bisa membantu ayah dan ibumu memulihkan kekuatan ataupun penyakit, bahkan membantu menembus Earth Realm."
Yuhan Xifai menangkap botol giok, botol giok yang berbeda karena mampu menampung banyak pil secara bersamaan. Ketika ia membukanya, aura kuat menyebar menutupi ruangan dan menekan tubuhnya.
"Pi- Pil Ilahi Terbaik!"
"Jangan melakukan hal macam-macam! Cepat keluar atau kami akan menghancurkan formasi array kalian!"
Ada teriakan yang terdengar marah dari luar Penginapan Jueqi, mungkin ini semua karena cahaya yang melonjak naik.
Lin Chen berjalan membawa keluarganya ke arah pintu keluar. "Kami akan pergi sekarang." Ia membuka pintunya perlahan.
Yuhan Xifai berdiri seraya menyimpan botol giok, lalu berbalik melihat punggung Lin Chen. "Si- Siapa sebenarnya kalian?" Ia tidak bisa melupakan penolong atau tidak mengetahui identitas aslinya.
Tanpa menoleh dan tetap membuka pintu, Lin Chen menjawabnya, "Orang yang membunuh Dewa Langit."
...
__ADS_1
***
*Bersambung...