Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 190 : Membuka Toko Herbal


__ADS_3

Lao Mingxan tersadar saat ada suara orang tengah batuk; ia berjalan menuju meja kerja yang di sana ada tumpukan gulungan kertas. "Apa nama tokomu?"


Lin Chen tersenyum tipis dan terdiam untuk beberapa saat, lalu mengangkat tangannya. "Chenlong."


Walau tidak membuka sekte di Bintang Qiuzan, setidaknya ia harus tetap membawa nama Chenlong; tidak mungkin baginya menggunakan nama lain.


Lao Mingxan menuliskan nama Chenlong di gulungan kertas berwarna merah dan memberi stempel maupun tanda tangan, kemudian memberikan plat sebagai tanda lain bahwa Lin Chen sudah dijamin memiliki kemampuan dalam medis.


Lin Chen menerima Plat Kayu berwarna merah dengan ukiran emas bertuliskan 药品 atau Yaopin yang memiliki arti 'Obat'. "Bagaimana dengan Tabib? Apakah aku bisa mengambil tes di sini?"


Lao Mingxan tertegun dengan mulut sedikit terbuka, seperti mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan dan tidak pernah diharapkannya. Tabib? Itu adalah suatu kemampuan yang lebih sulit dari Ahli Obat, dan biasanya hanya Immortal yang bisa menjadi Tabib karena mampu menggunakan energi spiritual.


"Apakah Anda bisa menggunakan energi spiritual?" tanya Lao Mingxan—nada bicaranya lebih lembut; mencoba untuk sopan karena takut lawan bicaranya adalah Immortal dan ia menyinggungnya.


Lin Chen tertegun dengan mata membulat, lalu tertawa kecil seraya melambaikan tangannya. "Hahaha, mana mungkin aku seorang Immortal. Kalaupun aku seorang Immortal, untuk apa aku datang ke kota dan membuka toko herbal? Bukankah lebih baik bepergian mencari harta dan menantang lawan kuat?"


"Tapi, bagaimana kau ingin mengambil tes Tabib jika tidak memiliki energi spiritual?" Lao Mingxan masih tidak percaya jika Lin Chen hanyalah manusia biasa, di saat berhasil selamat dari Kediaman Gui yang selama ini dihindari.


Lin Chen mulai kesal karena terus mendapatkan pertanyaan, tapi ia mencoba menahannya agar semuanya tidak sia-sia, cukup sulit baginya untuk tetap bersabar selama satu hari ini. "Aku bukanlah Tabib yang bisa menyembuhkan penyakitnya para Immortal seperti Penyumbatan Meridian atau lain sebagainya, aku hanya mampu membantu penyakit yang biasa diderita Mortal."


Lao Mingxan mengamati Lin Chen dalam diam tanpa berkedip sekalipun.


Lin Chen menunggu balasan dari Lao Mingxan yang telah diam untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya ia berpamitan setelah Yan Xue menarik lengan bajunya. "Kalau begitu, aku kembali, aku harus bersiap-siap untuk membuka toko herbal besok."


Lao Mingxan membiarkan Lin Chen keluar tanpa berkata-kata atau menahannya; memang tidak mungkin ada Immortal yang tinggal di Kota Fanren. Dan, untuk masalah Kediaman Gui, mungkin itu hanyalah kebetulan jika Lin Chen pembawa keberuntungan yang mampu menghilangkan hal-hal tak kasat mata yang jahat.


Lin Chen sudah keluar dari Paviliun Obat, mereka langsung kembali ke Kediaman Lin.


"Ada apa?" Lin Chen merasa ada hal yang sangat penting, karena itulah Yan Xue mencoba membawanya untuk pergi.


Yan Xue menggandeng tangan Lin Chen; ingin memperjelas bahwa Lin Chen adalah miliknya; melakukan hal ini karena banyak sekali tatapan yang tertuju pada suaminya.


"Mungkin karena Gege kehilangan kesadaran spiritual, mangkanya Gege tidak mengetahuinya. Untuk mengambil tes Tabib, itu dilakukan di kota lain berjarak lima ratus mil dari sini."


Lin Chen menganggukkan kepalanya, akhirnya mengetahui mengapa Lao Mingxan terlihat seperti tidak tahu bagaimana harus memberi tahu tentang tes Tabib, malah terus menanyakan pertanyaan tidak perlu.

__ADS_1


Tabib, Lin Chen bisa melakukannya tanpa harus menggunakan energi spiritual untuk menjaga keadaan jarum perak atau membantu aliran energi pasien. Ia bisa menggunakan Teknik Jarum Shendu, caranya adalah menusuk jarum dengan kedalaman tertentu dan setiap titik akupuntur memiliki kedalaman tersendiri.


Memang lebih sulit, karena jika menggunakan energi spiritual, jarum yang ditusuk memiliki kedalaman yang sama. Tapi, dengan pengalamannya yang panjang, ia bisa melakukannya bahkan dengan mata tertutup.


"Kita tidak bisa pergi ke sana, terlalu memakan waktu. Sekarang, lebih baik menjalankan toko, jika ada penyakit yang sulit disembuhkan dengan herbal, barulah aku akan menggunakan jarum perak." Lin Chen merasa sangat merepotkan jika harus pergi ke kota lain berjarak 500 mil.


Jika satu hari mampu menempuh jarak 40 mil, maka mereka akan menghabiskan waktu setidaknya 12 hari hanya untuk perjalanan. Ia hanya menghabiskan waktu perjalanan, tidak cukup untuk memahami arti Kehidupan menurut Mortal.


Yan Xue hanya menganggukkan kepalanya; mengikuti keinginan Lin Chen yang ingin hidup di sini, meski ia bisa membawanya pergi ke sana dalam hitungan detik. Tapi karena ini adalah keinginan dari suaminya, ia akan menurutinya. Namun, jika ada yang mencari masalah dan merusak ketenangan mereka saat ini, ia akan bertindak diam-diam.


Ketika sudah sampai di Kediaman Lin, sudah banyak orang yang berkumpul di jalan utama, entah orang yang pindah rumah di depan Kediaman Lin atau bahkan di sebelahnya.


Lin Chen tersenyum tipis memberikan salam pada semua orang yang menyapa, dan saat sudah di depan gerbang, ia mendorongnya perlahan.


Gerbang terbuka perlahan, memperlihatkan halaman hijau yang segar dengan bunga-bunga indah yang menghiasai halaman; udara segar juga bisa dirasakan beserta aura yang menenangkan, bahkan manusia biasa bisa merasakan perbedaannya.


Jika Kultivator tinggal di sini, mereka akan sangat puas dan tidak ingin pergi ke tempat lain, karena aura spiritual yang sangat kaya. Hal ini juga bisa menjadi masalah jika Kultivator atau yang bisa disebut sebagai Immortal datang ke Kota Fanren.


Lin Chen menutup gerbang perlahan, kemudian ia mencium aroma harum yang berasal dari pohon. Ia berbalik melihat ke kiri belakang, atau saat masuk melewati gerbang dan menoleh ke kanan, sudah bisa melihat pohonnya.


"Jujube? Siapa sangka aku bisa menemukannya di sini, di Bumi memang tidak terlalu langka, tapi di sini sangat sulit menemukannya."



Jujube bisa diolah sebagai manisan atau teh dengan cara mengiris tipis dan menjemurnya sampai kering, barulah siap diseduh, atau bisa juga dimakan langsung.


Lin Chen mengangkat tangannya mencoba meraih jujube, lalu mencoba rasanya. "Enak, mungkin karena aku menyegel kekuatan, aku tidak bisa merasakan hal lain selain enak. Tapi, harusnya ini mengandung energi spiritual yang berlimpah dan murni ..."


"Mungkin, setara dengan Pil Pengumpul Qi tingkat Emas."


Lin Chen memetik lebih banyak lagi dan memberikannya pada Yan Xue, memintanya untuk membuatkan teh, bukan hanya untuk ia konsumsi sendiri, tapi juga akan ia jual.


Bangunan untuk membuka toko belum dibangun, tapi sepertinya Lin Chen akan menggunakan ruang depan dari rumahnya. Tidak mungkin ia membangun rumah dalam waktu satu hari, meski bisa melakukannya dalam hitungan detik, hanya saja ia tidak ingin terlalu menarik perhatian.


***

__ADS_1


Keesokan Harinya


Hari ini adalah hari pembukaan Chenlong Herbal yang sudah dinanti-nantikan; kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Lin Chen yang akhirnya memiliki tokonya sendiri. Ini termasuk dalam salah satu daftar impiannya jika masih di Bumi dan tidak menjadi Developer.


Bai Hu, Xuanwu Jianqi, Zhu Que dan Qing Long tidak tahu lagi harus bereaksi apa saat melihat Tuan mereka yang sangat kuat maupun mendominasi, memilih hidup seperti manusia biasa di kota kecil seperti ini. Akan lebih nyaman jika Tuan mereka tetap tinggal di Kota Chen, Bintang Qiang, karena semuanya bisa didapatkan tanpa harus bersusah-payah.


Keempat Hewan Suci itu sendiri dibawa oleh Xue Ying melalui Ruang Dimensi, dan bertugas sebagai penjaga maupun pekerja di Chenlong Herbal.


Lin Chen menyusun meja yang memiliki pembatas dan meletakkan herbal maupun rempah-rempah dalam kelompoknya, dan untuk herbal yang berada di dalam toples, itu adalah herbal yang sudah diolah atau yang rentan terhadap udara.


Xuanwu Jianqi mendatangi Yan Xue yang berada di pintu masuk sedang bersiap-siap memasang hiasan. "Nyonya, apakah Tuan harus seperti ini? Tuan tidak pantas menjalani hidup seperti manusia biasa."


Yan Xue menghela napas; memikirkan hal yang sama tentang apa yang dipikirkan Xuanwu Jianqi. "Aku juga merasa Gege tidak perlu melakukan hal ini, tapi seberapa keras kami berusaha mencegahnya, dia tetap tidak mendengarkan dan ingin menjalani kehidupan manusia biasa."


Zhu Que mendatangi dan berdiri di samping Xuanwu di, ia mendengus dingin dengan rasa kesal karena harus berdiri bersebalahan. "Nyonya, kalau boleh tahu, mengapa Tuan melakukan ini?"


Xuanwu Jianqi merasakan hal yang sama; kesal karena berdiri di samping Zhu Que, tapi ia tidak pergi karena penasaran.


Yan Xue memalingkan wajahnya melihat Lin Chen. "Gege sedang memahami makna Kehidupan dari sudut pandang Mortal, dia melakukannya karena sedang berusaha menerobos Lord Realm."


"Menerobos Lord Realm memiliki cara yang berbeda-beda, dan Gege memilih mencoba cara ini dengan harap bisa menerobos." Yan Xue juga berharap jika semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah sama sekali.


Xuanwu Jianqi dan Zhu Que menganggukkan kepala mencoba mengerti, meski masih tidak terlalu paham karena mereka yang sekarang baru sampai Huangdi.


"Kakak, Yi'er sudah selesai memasang Plang Nama di depan." Xue Ying sedikit berteriak seraya melambai-lambaikan tangannya.


Lin Chen juga sudah selesai menyusun semua herbal sesuai dengan kelompoknya masing-masing: herbal kering, segar, olahan, tahan lama, mudah rusak dan lain sebagainya.


"Baiklah, semuanya sudah selesai, sekarang z saatnya membuka Chenlong Herbal."


Lin Chen berjalan keluar dari rumah menghampiri gerbang yang sudah ditutup lagi oleh Xue Ying. Ketika sudah sampai, ia berhenti sebentar dan memegang gagang pintu, kemudian membukanya.


Banyak orang yang sudah berkumpul di depan, entah karena ingin membeli herbal atau hanya karena ingin melihat Kediaman Gui yang sudah berganti nama menjadi Lin. Bahkan ada beberapa orang penting di Kota Fanren yang datang dengan cara menyamar agar identitas mereka tidak diketahui.


...

__ADS_1


***


*Bersambung...


__ADS_2