Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 217 : Meningkatkan Roh Pertempuran


__ADS_3

Lin Chen dan Yan Xue sudah berada di dalam kuil langsung dipersilakan untuk duduk di atas zabuton yang berseberangan dengan Tiga Dewata Murni. Penampilan mereka seperti yang diharapkan oleh Lin Chen, meski terlihat lebih muda dan segar.


"Mengapa kalian bersembunyi di kuil kecil ini?" Lin Chen tidak menyembunyikan niat kedatangannya dan langsung pada intinya, meski ia tahu bahwa itu tidaklah sopan, tapi, ia tidak ingin berputar-putar.


Yuanshi Tianzun membuka matanya perlahan; tiba-tiba ada aura kuat yang menekan Lin Chen untuk sesaat sebelum akhirnya kembali tenang. "Jika kami keluar, Tiga Alam akan mengalami kehancuran karena ketidakseimbangan antara kekuatan. Dan, kami harus selalu membawa Benda Suci ini, jika kami tidak mempertahankannya, yang paling terkena dampak adalah Alam Semesta."


"Bukankah merepotkan? Kalian menciptakan Tiga Alam, tapi kalian tidak ingin mengurusnya?"


Daode Tianzun mengipas wajahnya saat menyikat janggut panjangnya. "Bukankah ada kau, yang bisa mengurus semuanya? Kau bisa dibilang anak, atau pecahan dari kami. Jika sudah ada wakilnya, buat apa kami turun tangan?"


Lin Chen terdiam dan tak lagi berbicara, sangat merepotkan berdebat dengan Tiga Dewata Murni yang menyebalkan. Jika ia bisa membuat Tiga Alam, ia akan melakukan hal yang sama.


Tunggu! Aku sudah bisa menciptakan Alam Semesta, sepertinya, Semesta Shangdi nanti akan aku berikan salinan Bumi, tapi ada sedikit perbedaan seperti kekuatan di sana.


Tentu saja, mereka yang sudah aku panggil ke Bintang Qiang, tidak ada ada di Bumi Nomor Dua di Semesta Shangdi.


Lin Chen menganggukkan kepalanya berkali-kali saat melipat kedua tangannya di depan dada; merasa bahwa rencananya sangatlah luar biasa. Dan, sesekali ia bisa turun ke Bumi untuk mengamatinya langsung. Memikirkannya saja, membuatnya sangat bersemangat.


"Dalam perang nanti, kami bertiga akan mengirimkan klon kami. Mungkin kekuatannya hanya setengah kekuatanmu yang sekarang, kami tidak bisa mengirim terlalu banyak kekuatan. Tapi, setidaknya ini bisa membantu dalam perang." Lingbao Tianzun membuka matanya saat berbicara dan menatap Lin Chen; suaranya terdengar pelan namun menggema dan nampak seperti guntur.


"Mengapa kalian tidak menghancurkan Alam Diyu saja?" Akan lebih mudah jika langsung menghancurkannya, ketimbang berperang yang tentunya akan memakan banyak korban. Tapi, Lin Chen tidak masalah jika harus perang, karena ia menyukai pertempuran.


Yuanshi Tianzun menghela napas berat, kemudian berkata dengan serius, "Ini tidak sesederhana yang kau kira. Jika kita menghancurkan Alam Diyu, lalu bagaimana dengan jiwa orang-orang mati? Mereka akan terkurung di Alam Semesta dan berubah menjadi Jiwa Liar. Jika ini terjadi, Alam Semesta akan mengalami kekacauan yang lebih parah."


"Apakah kepalamu terbentur sesuatu hingga kau melupakan pengetahuan sederhana ini?"


Jika dipikirkan lagi, memang benar jiwa orang-orang mati akan tertahan di Alam Semesta jika Alam Diyu dihancurkan. Kemudian, ia merasa beberapa tahun terakhir, banyak jiwa mati yang berkeliaran, dan karena itulah ia mereinkarnasi mereka secara paksa setelah menghilangkan ingatan maupun penyesalan mereka.


Lingbao Tianzun menganggukkan kepala, kemudian menambahkan, "Kekuasaan kami terhadap Alam Diyu juga terputus, sepertinya ada eksistensi tertinggi di Alam Diyu. Sepertinya orang itu adalah Iblis yang terlahir dari darah Pangu ..."


"Jika eksistensi tertinggi di Sungai Sanzu keluar dan pergi ke Alam Semesta, semua Alam Semesta akan musnah." Lingbao Tianzun menatap serius Lin Chen dengan suaranya yang dalam, seperti menekankan bahwa akan terjadi kehancuran yang tidak dapat ditanggung.


Lin Chen mengetahui hal itu. Akan membutuhkan banyak kekuatan untuk menahan Lord Sanzu, apalagi untuk membunuhnya sampai benar-benar menghilang. Kemudian, mengeringkan Sungai Sanzu sangat sulit, ini seperti menguras air laut menggunakan gelas.


Keadaan kembali hening dan Tiga Dewata Murni menutup matanya tanpa berbicara, seperti semua hal sudah disampaikan; tidak ada lagi yang ingin dibicarakan. Tapi, aura yang mereka keluarkan lebih kuat terutama Tiga Benda Suci yang dibawa.


Kreekk... _.suara pintu terbuka.

__ADS_1


Lin Chen dan Yan Xue kembali melayang perlahan seperti ada paksaan yang melemparkan mereka berdua untuk keluar. Bahkan bukan hanya keluar dari kuil, tapi keluar dari dimensi lain di Wilayah Tiantang.


Lin Chen dan Yan Xue melihat ruang kosong di depan mereka, kemudian saling memandang dan memutuskan untuk kembali.


Lin Chen berbalik dan meletakkan kedua tangannya di belakang. "Bagaimana dengan pekerjaan Xue'er?"


Yan Xue juga berbalik dan melangkah. "Masih ada beberapa yang belum selesai, tapi untuk urusan tanah dan perairan, semua sudah selesai dan tanaman bisa tumbuh lagi dengan kecepatan tiga kali lebih cepat."


Lin Chen menganggukkan kepalanya. Masih banyak hal yang harus dilakukan untuk persiapan perang, pasukan yang dimiliki terlalu sedikit: 3 Prajurit Surgawi Lord Realm, 1.500 Prajurit Surgawi God Realm, 18.000 Prajurit Surgawi Heavenly Realm; 800 Penjaga Surgawi God Realm; 12.000 Penjaga Surgawi Heavenly Realm, 47.780 Penjaga Surgawi Earth Realm.


Kemudian ada Raja Naga Emas Lord Realm, 700 Naga God Realm, 8.000 Naga Heavenly Realm, 65.108 Naga Earth Realm.


Bahkan, Lord Realm yang dimiliki Wilayah Tiantang hanya 91 Lord Realm, itu sudah termasuk Prajurit Surgawi dan Raja Naga Emas. Kekuatan mereka juga di bawah Lord Realm tahap 10. Jika dibandingkan dengan Aliansi Penjarah Surga, kekuatan Wilayah Tiantang sangat lemah.


Kekuatan dari Binatang Liar yang tergabung dalam Aliansi Penjarah Surga saja memiliki 78 Lord Realm, dan itu pun hanya perwakilan mereka saja yang hadir. Bagaimana jika seluruh Aliansi Penjarah Surga datang sekaligus? Entah kekacauan apa yang akan terjadi.


Lin Chen menghela napas panjang seraya memijat keningnya; memikirkan cara apa yang harus dilakukan agar memiliki pasukan yang lebih kuat. "Apakah ..." Ia berhenti; merasa bahwa rencana itu terlalu berisiko.


Lin Chen berencana untuk menciptakan lebih banyak pasukan melalui Create Item dan menambahkan lebih banyak Point System. Tapi merasa rencananya bisa menjadi pedang bermata dua, mungkin saja pasukan yang ia ciptakan malah melawan balik, meski ia tidak tahu apakah itu benar atau tidak.


Yan Xue mengangkat tangannya ke depan; ada kilauan cahaya yang berkumpul di sana dan terlihat Pedang Cahaya Pemurnian yang ia genggam di tangan kanannya. "Pedang ini sudah menerobos Heavenly Realm tahap Puncak setelah mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya."


"Salam Yang Mulia Kaisar Giok dan Permaisuri Surga." Suara di dalam Pedang Cahaya Pemurnian terdengar seperti wanita berusia dua puluhan tahun.


Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu tiba-tiba fluktuasi energi yang sangat kuat keluar dari tubuhnya, tapi tidak sampai menekan Yan Xue ataupun Pedang Cahaya Pemurnian. Yang keluar dari tubuhnya adalah Pedang Cahaya, Pedang Dewa, Pedang Iblis, Pedang Kuno, Pedang Dewa Iblis, Pedang Dewa Kematian, Tombak Ashura, Pedang Neraka, Chakram Dewa, Syal Dewa, Rantai Dewa, Segel Tiandi, Chakram Iblis, Topeng Iblis, Cambuk Iblis.


"Salam Yang Mulia Kaisar Giok dan Permaisuri Surga." Suaranya tumpang tindih, bercampur antara wanita maupun pria.


Lin Chen menganggukkan kepalanya melihat Senjata dan Artefak Dewa. Awalnya hanya tingkat Ilahi, tapi meningkat setelah tiba di Alam Tiantang, begitu pun dengan Pedang Cahaya Pemurnian milik Yan Xue.


"Kalian harusnya tahu, kita akan berperang melawan Alam Diyu. Karena itu, aku akan memberikan kalian Energi Abadi dan Keberuntungan untuk meningkatkan kekuatan kalian ..." Lin Chen berkata dengan bersungguh-sungguh. Kemudian ia menoleh ke kiri menatap Yan Xue. "Xue'er, keluarkan Sayap Perlindungan, Cincin Cahaya Dewa dan Hairpin Mawar Putih yang kau simpan."


Yan Xue mengeluarkan Cincin Cahaya Dewa yang didapatnya setelah menerobos God Realm, termasuk Sayap Perlindungan. Untuk Hairpin Mawar Putih, itu adalah hairpin yang didapatnya saat hadiah pernikahan, tapi tidak pernah dipakai karena tidak ingin kotor.


Hairpin Mawar Putih bisa digunakan untuk menyerang dengan mengeluarkan tanaman rambat yang mengeluarkan mawar berwarna putih. Ini adalah Artefak Ilahi tingkat Tinggi yang sudah menjadi Artefak Dewa. Hairpin Mawar Putih mengeluarkan duri-duri tajam yang bisa menetralisir racun dan sangat ampuh untuk melawan Ras Iblis.


Kekuatannya bukan hanya itu saja, masih banyak lagi kekuatan yang tersimpan.

__ADS_1


Lin Chen menciptakan ruang terpisah sehingga luapan Energi Keberuntungan tidak menyebar—menyebabkan kebisingan yang bisa bertambah sangat kacau.


Ketika semua persiapan sudah selesai, Artefak dan Senjata Dewa yang sudah mendapatkan Kesadaran Spiritual-nya itu berdiri di depan Lin Chen dan Yan Xue.


"Apakah Xue'er ingin menambah senjata lain? Aku bisa membuatkannya khusus untukmu." Lin Chen merasa Roh Pertempuran milik Yan Xue terlalu sedikit, meski kekuatannya tidak boleh diremehkan.


"Tidak ..." Yan Xue menggelengkan kepala di saat bibirnya terangkat membentuk senyum indah. "Terima kasih, Xue'er sudah cukup hanya dengan mereka."


"Baiklah." Lin Chen menganggukkan kepalanya, lalu mengarahkan tangannya pada semua Roh Pertempuran di depannya. Dua gumpalan cahaya muncul di tangannya yang berkumpul menjadi satu, kemudian meledak menerangi semua Roh Pertempuran di depannya.


Semua Roh Pertempuran bergetar dengan suara dengungan yang kuat ketika dibasuh dengan Energi Abadi dan Keberuntungan. Kekuatan mereka mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan ada yang sudah menerobos God Realm, dan Roh Pertempuran tidak perlu memahami Dao untuk menerobosnya.


Bang! Bang! Bang!


Kekuatan mereka meledak saat cahaya berbeda warna yang melonjak naik ke langit, kemudian meledak di ketinggian tertentu. Permukaan Roh Pertempuran juga terlihat lebih cerah maupun legam, dan retakan-retakan di permukaannya terlihat pulih dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang.


Samar-samar, sudah ada yang mendapatkan bentuk manusianya.


Lin Chen terus memberikan Energi Abadi yang tiada habisnya sampai semuanya melewati God Realm; Yan Xue juga mendapatkan Energi Abadi dan Keberuntungan agar mampu mengendalikan Roh Pertempuran.


Hingga tidak terasa sudah tiga jam terlewati, Lin Chen menghentikan aliran energi setelah semuanya sudah menerobos God Realm tahap Awal, bahkan ada yang hampir menerobos tahap Menengah.


Awalnya Lin Chen ingin meningkatkan mereka sampai Lord Realm, tapi ia bisa mendengar suara yang tidak ingin didengarnya. Ada salah satu Roh Pertempuran yang retak karena tidak mampu menahan kekuatannya, sehingga ia menghentikannya dan membiarkan mereka meningkat secara perlahan-lahan.


Bentuk yang diambil Roh Pertempuran Yan Xue adalah wanita berusia dua puluhan tahun. Roh Pertempuran Lin Chen ada yang pria maupun wanita berbagai usia, ini menandakan bahwa Roh Pertempuran miliknya lebih tua daripada milik Yan Xue.


"Kembali."


"Baik, Yang Mulia Kaisar Giok dan Permaisuri Surga." Semua Roh Pertempuran menangkupkan kedua tangan, kemudian mereka semua kembali berubah menjadi Artefak dan Senjata Dewa, yang melesat ke dalam tubuh Lin Chen dan Yan Xue dalam bentuk cahaya.


Lin Chen menghilangkan pemisah ruang setelah semuanya selesai, kemudian mereka kembali ke Istana Tiantang.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2