
Lin Chen melangkah mundur yang satu langkahnya bisa melewati ratusan Dunia dalam satu barisan. Dia menunduk, melihat Dunia-dunia yang jumlahnya ternyata lebih banyak dari yang diperkirakan, mungkin Dunia-dunia itu adalah Dunia yang diciptakan oleh murid-murid Hun Kun Patriak, mengingat Hun Kun Patriak memiliki ratusan ribu murid di bawahnya.
Jika itu Lin Chen, dia tidak akan menerima terlalu banyak murid. Dari awal sampai sekarang, dia hanya menerima dua murid: Ling Ji Yue dan Yan Lin.
Bagaimanapun, memiliki terlalu banyak murid sangat merepotkan untuk mengatur jadwal, sumber daya, teknik yang sesuai, dari mulai teknik untuk fisik, spiritual, sampai jiwa. Itu semua, sangat merepotkan.
Kesampingkan hal yang tidak perlu, Lin Chen mengamati Dunia-dunia yang berhasil diselamatkannya setiap kali kekuatannya mengalami peningkatan.
Menurut metode yang diberikan, semua hal sangat sederhana. Bahkan, hanya dengan bernapas, dia mampu menciptakan apa pun yang diinginkannya. Hanya saja, Lin Chen masih tidak mengerti mengapa keberadaan kuat seperti itu memilih mengakhiri kehidupannya sendiri.
Lin Chen masih belum terbiasa dengan peningkatan kekuatannya yang sekarang, dan membutuhkan cukup waktu untuk menstabilkan Dimensi Kekacauan.
Dengan mengangkat tangan kanannya; jari telunjuk dan tengah menghadap ke atas, Qi Kekacauan di tubuhnya mulai keluar membentuk gelombang kabut yang ada di pagi hari.
Qi Kekacauan seperti kabut itu menyebar ke segala arah tanpa meninggalkan satu celah, menelan semua Dunia-dunia yang berada di sekitar dalam jarak berbeda. Walaupun tidak ada kewajiban untuk mempertahankan Dunia-dunia yang tidak dikenalnya, tapi entah mengapa alam bawah sadarnya mengatakan untuk menjaga semua Dunia di sini, dan membiarkan mereka hidup sendiri setelah Dunia-dunia kembali stabil.
Tapi, Lin Chen, memiliki wewenang untuk menghancurkan Dunia-dunia yang menurutnya pantas untuk dihilangkan. Hanya dengan sentuhan kecil dari jarinya, dia bisa menghancurkan mereka.
Membawa aura aneh namun menenangkan, Qi Kekacauan berwarna ungu itu terlihat mulai memudar menjadi putih dengan kilauan cahaya yang indah. Itu berkedip-kedip seperti kunang-kunang di malam hari yang membawa nuansa khusus dan ada ketenangan saat melihatnya.
Namun, tiba-tiba terdengar ledakan keras di atas mereka yang bahkan lebih tinggi dari Lin Chen. Tanpa adanya celah seperti sebelum-sebelumnya, tirai cahaya seperti aurora jatuh dari ketinggian seperti kain putih yang tertiup angin.
Tirai itu robek, terbelah menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang berbeda.
"Yin dan Yang; Hitam dan Putih; Jiwa dan Tubuh ..."
Lin Chen mengibaskan tangannya perlahan secara menyilang; dari kiri atas ke kanan bawah. Tirai putih yang telah terbagi menjadi beberapa bagian, terbang ke segala arah menuju Dunia-dunia di sini.
Bukan hanya itu saja, Lin Chen mencubit jarinya; membuat ibu jari dan jari tengah bersentuhan. Kemudian, dengan jentikkan kecil, dentuman keras terdengar yang menggetarkan Dimensi Kekacauan, bersama dengan teratai putih yang terlihat muncul di depannya.
Teratai itu kuncup, tapi hanya dengan kehadirannya, Dimensi Kekacauan yang terlihat hening dan rapuh, mulai mendapatkan kekuatannya kembali untuk mempertahankan semua hal yang ada di sini.
Kehampaan tak terbatas, samar-samar mulai memudar dan digantikan dengan warna putih yang masih redup.
Bukan hal yang aneh, karena memang sangat sulit untuk mengubah kehampaan di Dimensi Kekacauan untuk sepenuhnya bercahaya. Bahkan, di Semesta-semesta saja masih sangat sulit untuk mengubah kehampaan di sana agar dapat dipenuhi oleh cahaya.
__ADS_1
Kain putih yang sebelumnya telah menuju Dunia-dunia, terlihat bergerak memanjang menghampiri teratai yang masih kuncup. Semua kain putih dari segala arah, menuju teratai yang menjadi pusat dari Dimensi Kekacauan. Gerakan kain itu seperti gelombang yang menggulung kehidupan yang dilewatinya.
Kemudian, tangan kiri Lin Chen mengibas ke arah yang berlawanan; energi putih seperti kunang-kunang itu terbang ke arah Dunia-dunia, mengitari mereka seperti cincin di Planet Saturnus.
Ketika munculnya cincin yang terbuat dari kilauan cahaya, dan semakin lama terlihat sama seperti Cincin Dewa, Dunia-dunia tidak lagi bergetar dan retakan-retakan di permukaannya telah mengalami perbaikan yang signifikan. Aura kehidupan di sana pun telah meningkat, yang artinya menyembuhkan banyak orang sekarat dan bahkan membangkitkan mereka dari kematian.
"Teratai adalah kehidupan; keindahan yang mekar dalam lumpur; memberikan pikiran murni saat hati sedang kacau ..."
Lin Chen menarik napas dalam-dalam, kemudian mengembuskannya perlahan dan berkata, "Teratai! Bangkit!"
Dengan ledakan, kelopak teratai terbuka satu demi satu, mengeluarkan aroma harum yang menenangkan jiwa dari kelelahan.
Kemudian, di tengah-tengah teratai yang telah mekar setelah menunggu beberapa menit. Bisa dilihat ada sebuah lantai putih bersih yang dapat memantulkan cahaya. Lantai itu memiliki gerbang dari empat arah, dan masing-masing darinya memiliki patung Hewan Suci yang menjaga.
Ukurannya tidak terlalu besar, hanya empat mil persegi, tapi memberikan perasaan aneh. Seolah-olah mereka yang melihatnya ingin pergi ke sana dan bersujud.
Tiba-tiba... Getaran datang dari lantai yang mulai melayang meninggalkan teratai yang telah mekar; patung besar yang tingginya hanya satu mil berdiri di tengah-tengah Altar Dewa, dengan sebuah istana yang terlihat melayang di antara kedua tangan patung.
Patung itu terlihat seperti Lin Chen yang sedang mengangkat kedua tangan di depan perut. Kemudian mata patung yang tertutup, terlihat bergerak dan membuka matanya, memperlihatkan kilauan mata putih seperti lampu yang mampu menyinari segalanya.
Tiba-tiba garis putih muncul dari segala tempat di Altar Dewa yang sejajar dengan bagian terbawah, itu melesat seperti petir yang menuju Dunia-dunia, dan melilit Cincin Dunia.
Setelah itu, balok kayu dengan panjang satu mil jatuh dari atas, mendarat di benang setipis rambut. Balok-balok itu tidak merusak benang, mereka akan berhenti langsung saat hanya tersisa beberapa inci sebelum menyentuhnya.
Dengan kemunculan Altar Dewa, dan Jembatan Penghubung yang masih dalam proses pembangunan. Dimensi Kekacauan menjadi lebih tenang lagi dengan kehampaan yang berangsur-angsur menghilang, digantikan dengan cahaya emas ungu seperti kabut.
Lin Chen, mengamati proses pembangunan yang terlihat sangat sederhana, tapi ternyata menghabiskan banyak usaha untuk menstabilkan Qi Kekacauan yang besar.
"Altar Dewa dan Jembatan Penghubung. Altar Dewa, Dewa yang menciptakan Dunia-dunia bisa berkumpul di Altar Dewa untuk membahas sesuatu. Jembatan Penghubung, mereka bisa terbang di atasnya agar bisa pergi lebih aman, dan jika melalui jalur lain, kekuatan mereka akan menghilang dan meledak dalam ruang."
Walaupun Lin Chen berbicara dengan suara cukup keras, tapi tidak ada yang mendengarnya. Ini seperti, tidak ada yang boleh mengetahui apa yang sedang dibangun Lin Chen.
"Dunia-dunia, aku berharap tidak ada pertumpahan darah lagi seperti terbunuhnya Pan Gu dan Kaisar Dewa-Iblis."
Lin Chen merasa tidak akan ada lagi Kesengsaraan Besar, tapi tidak semana mestinya Pencipta Dunia-dunia bisa dengan bebasnya menyerang Dunia satu sama lain untuk mendapatkan Dao Surgawi.
__ADS_1
[Tuan. Xiao Xiao telah mengatur semuanya, Tuan bisa mencari waktu yang tepat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi]
[Xiao Xiao tahu Tuan memiliki banyak pertanyaan. Termasuk, apakah sistem benar-benar buatan Suku Maya Kuno atau sebagainya]
Lin Chen mengerutkan keningnya. "Kau sudah memanggil namamu sendiri? Aku sudah melihat wujud kecilmu, apakah kau masih dalam wujud seperti itu?"
[Xiao Xiao bisa berubah menjadi apa pun yang Tuan mau. Tapi, sepertinya Tuan lebih menyukai wanita cantik berdada besar]
Lin Chen terdiam dengan wajah gelap; tidak ingin lagi berbicara dengan Xiao Xiao untuk sementara waktu, meskipun, memang dia menyukai wanita cantik berada besar. Dan, Yan Xue sangat cantik, dengan dada yang terus tumbuh.
Meskipun berniat demikian, tapi pertanyaan langsung datang di pikirannya. "Apakah aku masih bisa tinggal di Tiga Alam? Apakah aku masih bisa membuat keturunan?"
[Tuan bisa tinggal di mana pun Tuan mau. Tapi, untuk keturunan, dengan kekuatan Tuan yang sangat tinggi sekarang, sepertinya sedikit sulit bagi Nyonya untuk menanggungnya. Tapi, bukan berarti tidak mungkin, Nyonya hanya perlu meningkatkan kekuatannya sampai tidak terlalu jauh jaraknya dengan Anda]
Mendengar itu, Lin Chen menghela napas lega karena masih bisa memiliki keturunan. Setelah selesai membangun Altar Dewa dan Jembatan Penghubung, dia berniat melakukannya setiap hari untuk memiliki lebih banyak keturunan.
Ngung, ngung...
Ketika sedang memikirkan hal itu, dengungan keras terdengar dari Altar Dewa yang memancarkan sinar dengan cahaya putih. Cahaya itu menembus semua kabut emas ungu di sekitar Jembatan Penghubung, kemudian petir-petir emas terlihat menyambar di dalam kabut dengan kekuatan luar biasa, seolah-olah ingin menghancurkan siapa saja yang memasukinya.
Penghalang Dunia-dunia pun mengalami perubahan, semuanya sudah ditingkatkan lebih tinggi agar mampu menahan sistem pertahanan di Dimensi Kekacauan yang diciptakan oleh Altar Dewa.
Melihat itu, Chuangshi Yuanling dan semuanya terdiam; kehilangan kata-kata.
Lin Chen melihatnya dengan tenang tanpa emosi. "Siapa pun yang ingin keluar dari Dunia, harus membuka Lima Ratus Jalur Abadi. Mereka yang berada Sembilan Ratus Jalur Abadi, akan langsung dihancurkan saat memasuki kabut ..."
Dia terdiam, kemudian membuka mulutnya kembali untuk melanjutkan, tapi tidak jadi dan menarik kembali niatnya. Menurutnya, terlalu banyak informasi yang diberikan apabila langsung mengatakan semuanya sekaligus. Bahkan, mungkin bisa membuat mereka semua kehilangan akal.
Tapi, wajar saja, hal ini memang mengejutkan. Dari Lin Chen yang memiliki pasokan berlimpah Qi Kekacauan, membunuh Kaisar Dewa-Iblis dengan mudahnya, menstabilkan Dimensi Kekacauan, meningkatkan kepadatan dan kualitas Qi Kekacauan dan lain sebagainya.
...
***
*Bersambung...
__ADS_1