Strongest God System 3

Strongest God System 3
Chapter 066 : Latihan


__ADS_3

Ciptaan? Long Xia Yun tahu arti dari satu kata itu dan di benaknya terbesit identitas asli Lin Chen yang sekarang. "Chen'er. Apakah kau sudah menjadi Dewa?"


Lin Chen tersenyum canggung seraya menggaruk pipinya. Ia berencana untuk menyembunyikan fakta tentangnya yang sudah menerima Pendewaan dan menjadi Dewa, tapi ternyata Bibinya bisa menebak dengan sangat tepat. "Iya, aku sudah menjadi Dewa. Tapi, aku harap Bibi tetap memperlakukan ku seperti biasa."


Long Xia Yun tertegun, kemudian tersenyum hangat. Biasanya orang yang sudah memiliki kekuatan sangat ingin diperlakukan seperti Penguasa Absolute, tapi Lin Chen cukup berbeda. "Tentu, Chen'er."


Luo Yi juga terdiam untuk sementara waktu, kemudian memegangi kedua pipi Lin Chen. "Tidak peduli siapa Chen'er, entah orang terkuat atau Dewa sekalipun. Di mata Ibu, Chen'er adalah bayi kecil Ibu," ucapnya lembut kemudian mengecup kening Lin Chen.


Putih yang merasakan kasih sayang dari Luo Yi nampak bahagia, dan perasaan hangatnya juga tersalurkan pada Lin Chen. Perasaan yang benar-benar nyata seperti kerinduan dan kasih sayang yang mendalam.


Dugaan Lin Chen selama ini sepertinya benar, Lin Zhian dan Luo Yi memiliki suatu hubungan dengannya saat di kehidupan pertama. Hubungan orangtua dan anak, meski saat itu bukan anak kandung.


"Terimakasih, Ibu."


Lin Chen tersenyum cerah, kemudian di menoleh ke kiri menatap Yan Xue. "Berlatihlah di sini, aku juga akan membantumu untuk dapat menembus Ancient God atau Divine God dengan cepat."


Yan Xue menganggukkan kepalanya dan mulai mendarat di dahan pohon, kemudian duduk bersila dengan mata yang menutup secara perlahan. Energi spiritual di langit dan bumi mulai bergerak memasuki Dantiannya, membuat kekuatannya terus bertambah.


Ji Yue Ling juga datang menghampiri Lin Chen dan memeluknya erat. "Chen'er Sayang. Menantu Ibu sangat tampan." Ia mengecup pipi Lin Chen, kemudian pergi ke dahan pohon.


Yang lain juga mulai mengambil posisi masing-masing yang dirasa nyaman, meski semuanya memilih untuk berkultivasi di dahan pohon karena merasa lebih nyaman.


Lin Chen membiarkan yang lain berkultivasi dengan tenang, dengan ia yang mengamati mereka semua. Ia bisa berkultivasi di tempat lain melalui klon yang ia sebarkan, dan bahkan mengambil energi spiritual di sana untuk disebarkan di Alam Bawah.


Kemudian Lin Chen turun perlahan meski tidak benar-benar sampai menyentuh tanah. Ia mengangkat tangannya yang terbuka sejajar dengan dada, terlihat energi mulai berkumpul dan membentuk gumpalannya cahaya yang merupakan pengetahuan tentang kultivasi.


"Menyebar."


Gumpalan cahaya itu menyebar ke segala arah dan terbang memasuki dahi semua binatang yang telah memiliki kesadaran ataupun memiliki bentuk manusia. Gumpalan itu bukan hanya berisi pengetahuan tentang kultivasi, tapi juga teknik yang sesuai dengan keadaan masing-masing.


Kecerdasan binatang yang mendapatkan pengetahuan dari Lin Chen itu mengalami peningkatan, dan yang memiliki wujud manusia mulai bertambah secara signifikan. Yang sudah memiliki bentuk manusia juga mulai mampu untuk mempertahankan wujud mereka lebih lama lagi dari sebelumnya.


Mereka mulai bersujud mengarah pada Lin Chen yang berdiri di tengah-tengah. "Terimakasih, Sang Pencipta."


Lin Chen mengangkat tangannya membalas salam mereka semua. "Baiklah, kalian boleh berdiri dan berlatih dengan giat."


Semuanya bangkit dari posisi bersujud menjadi berlutut dengan menangkupkan kedua tangan. "Baik, Sang Pencipta."

__ADS_1


Mereka semua mulai kembali ke tempat masing-masing dan ada yang tinggal, kemudian mulai memahami teknik yang baru saja diberikan, setelah mereka mendapatkan izin dari Pencipta mereka, Lin Chen.


Lin Chen kembali melayang hingga terbang sampai ke puncak pohon besar dan tinggi itu. Ia merentangkan kedua tangannya ke atas, menciptakan lingkaran array berwarna putih. Dari lingkaran itu mulai keluar energi murni dalam jumlah besar, membantu semua orang untuk menembus tingkat.


Cahaya mulai melonjak satu per satu dari dalam tubuh setiap orang, menandakan bahwa mereka berhasil menembus Ranah. Untungnya tidak ada Kesengsaraan Petir yang dipanggil, hanya cahaya yang melonjak saja.


"Aku akan membangkitkan Semut Emas dan Lebah Perak. Tapi sepertinya nanti dulu, aku akan menjaga semua orang."


Entah akan membutuhkan berapa lama untuk menunggu semuanya selesai berkultivasi, tapi ia akan tetap membantu yang lain agar ia memiliki banyak Yuzhao, Huangdi atau bahkan Tongzhi.


Ketika banyak yang memiliki Ranah tinggi, ia bisa pergi ke Semesta lain dengan tenang tanpa beban pikiran yang mengganggunya.


Lin Chen kembali turun setelah menambah aura spiritual di Alam Bawah dan duduk bersila di depan Yan Xue. Ia menatap wajah halus istrinya yang hangat itu, benar-benar membuat hatinya tenang.


"Aku akan membantumu." Lin Chen mengarahkan kedua telapak tangannya pada Dantian Yan Xue.


Lin Chen membantu Yan Xue untuk mengalirkan energi spiritual agar memasuki Dantiannya lebih cepat lagi. Tapi ia juga menjaga agar tidak terlalu berlebihan, sehingga tubuh Yan Xue mampu menahan energi spiritual yang berlebih.


Tubuh Yan Xue mulai mengalami perubahan, yang terlihat jelas adalah pada bagian rambutnya yang berubah warna menjadi putih. Basis kultivasinya juga mengalami peningkatan yang sangat pesat, dari Heavenly Immortal mulai naik hingga menembus Ancient God.


***


90 Hari Kemudian


Lin Lin masih membantu yang lain dalam menerima energi murni agar lebih cepat diterima dan terserap masuk ke dalam Dantian.


Lin Zhian, Luo Yi, Xue Ying sudah menembus Ranah Tongzhi tahap Akhir, dengan Long Xia Yun yang masih berusaha untuk mencapai Ziranzhi tahap Awal.


Dengan kekuatan seperti ini, seharusnya sudah lebih dari cukup jika hanya untuk mengalahkan Istana Naga. Tapi musuh kali ini bukan hanya Istana Naga, melainkan organisasi kuat di Alam Selestial dan banyak lagi di Semesta lain.


Walaupun membantu yang lain berkultivasi, ia tidak bermalas-malasan dan tetap menjalani pelatihan. Saat ini Lin Chen sudah menembus Earth Realm tahap Menengah, hanya perlu menembus tahap Akhir dan Puncak, kemudian menembus Heavenly Realm.


Lin Chen tidak tahu apakah organisasi yang menguasai Alam Selestial tetap ditingkat Earth Realm tahap Puncak, atau bahkan sudah menembus Heavenly Realm. Jika benar-benar sudah menembus, maka untuk membalas dendam akan membutuhkan waktu lama.


Tapi demi membalas dendam dan semua tujuan tercapai, seberapa banyak waktu yang dibutuhkan, ia akan membalasnya.


Kelopak mata Yan Xue mulai bergerak-gerak, kemudian membuka matanya perlahan bersamaan dengan aura tubuhnya yang kembali tenang.

__ADS_1


"Selamat datang."


Yan Xue tertegun melihat Lin Chen yang duduk di depannya, kemudian ia tersenyum hangat dan memeluk Lin Chen. "Gege ..."


Lin Chen mengusap lembut tengkuk Yan Xue. "Selamat karena sudah menembus Divine God."


Heavenly Immortal God ke Divine God dalam waktu 90 hari? Mengapa tidak? Dengan bakat Yan Xue yang baik, itu bukanlah hal aneh.


Lin Chen berdiri masih dengan memeluk erat pinggang Yan Xue, kemudian ia terbang melesat ke atas pohon besar untuk melihat indahnya pemandangan dari atas sana. "Bagaimana?"


"Xue'er menyukainya."


Banyak bunga-bunga indah bermekaran di hamparan rumput yang cukup jauh.


Yan Xue memalingkan wajahnya dan menatap Lin Chen. "Apakah yang lain masih berkultivasi?"


"Iya." Lin Chen menganggukkan kepalanya. "Apakah kau ingin berkultivasi lagi? Tapi bisakah nanti saja? Kau tahu, kita berdua sudah jarang bermesraan."


Yan Xue tersentak ringan dan menyandarkannya kepalanya di dada Lin Chen. "Gege, setelah semuanya berakhir, Xue'er ingin memiliki putra dan putri bersama Gege."


"Tentu." Lin Chen mengecup kening Yan Xue seraya mengusap pinggang dan tengkuk istrinya yang cantik itu.


Jika ia tidak mengetahui identitasnya yang merupakan Dewa dan Iblis, Lin Chen sudah berencana untuk hidup bahagia bersama Yan Xue di Bintang Zhuyao dan memiliki banyak anak.


Tapi karena sudah seperti ini, ia harus menunda rencananya dan menyelesaikan semuanya.


Lin Chen mendekatkan bibirnya ke telinga Yan Xue, kemudian berkata dengan pelan, "Xue'er, aku menginginkannya saat ini juga. Haruskah kita kembali ke Ruang Dimensi?"


Yan Xue hanya diam tanpa menjawab, namun menganggukkan kepalanya pelan.


Semangat Lin Chen menggebu-gebu disaat melihat respon Yan Xue, kemudian ia membawanya kembali masuk ke dalam Ruang Dimensi untuk melalukan pertarungan bersama.


...


***


*Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2