
Semesta Yunhuang
Xue Ying berdiri tegak dengan kedua tangan yang meneteskan darah, bukan darah miliknya, melainkan darah dari Monster Kuno yang ia kejar. Monster Kuno itu bersembunyi di salah satu bintang, mencoba kabur karena tidak mampu menahan kekuatannya, tapi tidak mungkin ia akan membiarkan Monster Kuno pergi.
Dewi Kuxing berada di belakang Xue Ying. Ia sudah menemani Xue Ying semenjak Master-nya menerobos Lord Realm. Banyak pengalaman yang ia dapatkan, salah satunya adalah kerja sama di mana saat masih menjadi Penguasa Semesta Kuxing, tidak ada yang benar-benar ingin bekerja sama dengannya, mereka hanyalah penjilat yang ingin mendapatkan perlindungan.
Xue Ying menoleh ke belakang melihat punggung Dewi Kuxing. "Kakak Yin, apakah kau masih lama untuk menerobos Spirit Realm tahap Akhir?"
Dewi Kuxing berbalik dengan senyum pahit. Ia menghela napas, kemudian berkata dengan pelan, "Iya, aku masih harus berkultivasi selama beberapa bulan lagi. Tapi, ini terbilang sangat cepat, karena dulu aku menghabiskan puluhan tahun."
Dewi Kuxing menundukkan kepalanya seraya memegang dadanya; ada senyum indah yang tidak dipaksakan terlihat di wajahnya yang cantik. "Aku bersyukur atas apa yang diberikan Master. Bukan hanya bisa kembali hidup, tapi aku diperlakukan seperti adiknya."
Xue Ying menganggukkan kepalanya berkali-kali dan melipat kedua tangannya di depan dada. "Benar, Kakak sangat baik pada semua orang. Tapi, jika orang itu bersikap buruk, dia akan sangat marah. Sungguh beruntung mereka yang mencari masalah saat Kakak mencoba hidup seperti manusia biasa ..."
Xue Ying menghela napas panjang, kemudian menambahkan, "Jika tidak, mereka sudah terbunuh tanpa meninggalkan mayat."
Dewi Kuxing tidak bisa tidak setuju, meski ia hanya tinggal di dalam gua, tapi saat sudah dibebaskan, ia bisa mendengar cerita-cerita tentang kekejaman Lin Chen.
"Haruskah kita kembali ke tempat Master ... ." Dewi Kuxing menghentikan perkataannya saat melihat Xue Ying.
Xue Ying mengerutkan keningnya saat melihat Dewi Kuxing yang sedang menatapnya dengan mata terbuka dan rahang hampir terjatuh. "Ada apa?"
Dewi Kuxing menunduk melihat dada Xue Ying, kemudian mendongak dan berkata dengan suara gemetar, "Ka- Ka- Kau. Apakah kau tidak menyadarinya? Kekuatanmu menerobos tiba-tiba sampai Heavenly Realm tahap Puncak!"
"Belum sampai dua bulan lalu kau baru menerobos Heavenly Realm!" Dewi Kuxing tidak bisa tetap tenang saat merasakan perubahan aura Xue Ying, apalagi ada aura emas yang samar-samar menyelimuti tubuh Xue Ying.
Xue Ying mengerutkan keningnya, kemudian melihat kedua tangannya yang bersinar. Ia bisa merasakan ada aura yang kuat menyelimutinya, dan sebagian besar itu adalah aura Lin Chen.
Apa yang terjadi? Aku tahu System dibuat dari pecahan tubuh Kakak di kehidupan pertama dan jiwaku, tapi, mengapa aku mengalami peningkatan seperti ini? batin Xue Ying.
Xue Ying membuka System dan alangkah terkejutnya saat melihat semua fitur dan Point System di sana, jumlah yang tak terbatas—sehingga bisa melakukan hal yang diinginkan.
Setahuku, tidak ada fitur seperti itu saat Leluhur Maya membuatnya. Create Item? Bukankah ini mengubahku menjadi seperti Dewa Pencipta?
Xue Ying tersentak dengan mata melebar dan mulut yang terbuka saat merasakan sesuatu. Ia menengadahkan kepalanya melihat angkasa luas di atasnya, meski ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia merasa ada peristiwa besar di Semesta Yongheng.
"Kakak, sudah tidak berada di dunia kita lagi, meski dia meninggalkan klon di Bintang Qiang. Tapi, dirinya yang asli berada jauh di suatu tempat di atas."
__ADS_1
Dewi Kuxing mengerutkan keningnya, tidak tahu apa yang dikatakan Xue Ying dan tidak bisa mempercayainya. "Apa yang lebih tinggi dari Ruang Para Dewa? Apakah itu ... ." Ia tidak berani mengatakan apa yang sedang dipikirkannya.
Xue Ying menganggukkan kepala, menatap serius Dewi Kuxing. "Iya, Surga! Aku bisa merasakannya karena jiwa kami terhubung, aku mengorbankan diri untuk menciptakan Artefak Dewa dengan menggunakan pecahan tulang Chen Hao Ling sebesar tiga jari telunjuk ..."
"Aku membantu Kakak sampai Ranah Spirit Realm tahap Menengah dan aku sudah sampai tahap Puncak. Tapi, siapa yang menduga bahwa Kakak melampauiku yang merupakan Artefak Dewa yang harusnya membantu. Sekarang dia Lord Realm, dan aku hanyalah Heavenly Realm tahap Puncak."
Xue Ying teringat akan kenangan masa-masa indah, saat di mana ia sering kali mengerjai Lin Chen karena kekuatannya yang lebih tinggi, tapi sekarang ia tidak bisa menyentuhnya bahkan jika itu hanya sehelai rambut. Dan, harusnya kekuatannya lebih tinggi dari Lin Chen, mengingat System telah mencapai Versi Max.
Apakah karena pembuatan System menggunakan tulang Kakak, dan tulang itu lebih kuat dari cara aneh Suku Maya Kuno?
Ayah dan Ibu adalah reinkarnasi dari Chen Haiyang dan Yi Xinran, Hei Li Zhian dan Long Xia Yi, Chen Huangzhi dan Xin Jingmei. Kemudian, Lin Zhian dan Luo Yi. Apakah aku tidak bereinkarnasi seperti mereka?
Xue Ying memiringkan kepalanya, kemudian menghela napas berat, merasa sedih dan kesepian karena tidak bersama dengan mereka sejak dulu.
"Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus pergi ke Alam Surga?" tanya Dewi Kuxing.
Xue Ying tersentak saat mendengar suara Dewi Kuxing; tersadar dari lamunannya yang memikirkan tentang empat kehilangan Ayah, Ibu dan Kakaknya.
Xue Ying menengadahkan kepalanya, kemudian kembali menunduk seraya mengusap dagu. Ia memikirkan alasan mengapa Kakaknya pergi ke Alam Tiantang, dan tidak mungkin akan pergi ke sana tanpa alasan yang jelas, karena ia tahu betul Kakaknya tidak mungkin pergi tanpa tujuan. Jika dulu ia tidak memberi tahu cara kembali ke Bumi, mungkin Kakaknya tidak akan pernah pergi ke Alam Dewa atau Bintang Tianjie.
Xue Ying menggelengkan kepalanya pelan setelah tahu alasannya dan berkata dengan serius, "Tidak, Kakak pergi ke sana pasti ada urusan tertentu. Mungkin, ini berkaitan erat dengan Tiga Alam. Jika tidak, tidak mungkin dia akan pergi ke sana dan meninggalkan anak-anaknya. Bagaimanapun, Kakak sangat mencintai mereka."
Dewi Kuxing menganggukkan kepalanya. "Aku tahu, tapi aku membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi, sebelumnya aku mengambil Dao Pembantaian dan Pembunuhan. Untuk memahaminya, aku perlu membunuh ratusan miliar manusia biasa ..."
Dewi Kuxing terdiam sejenak, kemudian menambahkan dengan suaranya getir, "Ji- Jika aku mengambil ... Dao yang sama, mu- mungkin Master akan membunuhku lagi."
Xue Ying menganggukkan kepalanya. Ia tahu tidak mudah untuk menerobos God Realm, tapi untungnya ia sudah menerima dirinya sendiri dan memahaminya, ia akan mengambil Dao Naga, sesuai dengan identitasnya yang memiliki Darah Murni dari Ras Naga!
Xue Ying tidak seperti Lin Chen yang memiliki tiga campuran darah dan masing terbagi menjadi 50% Darah Naga, 25% Darah Kematian dan 25% Darah Roh.
Xue Ying memiliki 90% Darah Naga dan 10% Darah Roh! Alasan mengapa Naga Hijau kalah dari Naga Emas, karena ada tekanan di dalam lubuk hatinya saat melihat Kakaknya mengorbankan diri untuk melindunginya, dan itu membuatnya menyalahkan dirinya sendiri dan berakibat tidak bisa memanfaatkan seluruh potensinya.
Sekarang, Xue Ying memiliki keyakinan tinggi untuk dapat mengalahkan Lin Chen jika sama-sama menggunakan kekuatan dari Ras Naga dan di Ranah yang sama.
Xue Ying mendongak menatap Dewi Kuxing. "Bukankah kau bisa mencari Dao lain? Jangan mengambil Dao Pembantaian. Jika Kakak tahu kau masih mengambil itu, aku tidak bisa membantu." Ia mengangkat kedua tangannya seperti orang yang menyerah.
Dewi Kuxing gemetaran saat memeluk tubuhnya sendiri. "Sepertinya, kita harus kembali ke Pohon Dewa. Aku ingin membaca buku-buku di sana."
__ADS_1
Xue Ying menganggukkan kepalanya dan tersenyum, lalu mengangkat tangannya ke kanan; celah ruang terbuka dengan kekacauan di dalamnya yang mampu melukai tubuh, tapi ia bisa menahannya. Celah ruang itu terhubung dengan Semesta Yongheng.
Tanpa membuang waktu, Xue Ying membawa Dewi Kuxing masuk setelah memberikannya perlindungan.
Xue Ying ingin pergi ke Alam Tiantang untuk membantu Lin Chen, bertarung bersama lagi seperti dulu dan mendapatkan pujian ataupun elusan tangan di kepala.
...***...
Alam Tiantang
Alam Tiantang sedikit hidup karena obrolan dari semua makhluk, entah yang berada dalam Wilayah Tiantang atau di luarnya. Obrolan itu membahas tentang suara dentangan lonceng yang merupakan Lonceng Langit. Banyak yang bahagia maupun sebaliknya.
Bahagia karena Wilayah Tiantang akan kembali memimpin Alam Tiantang, dan takut karena yang mengacau Alam Tiantang akan dibersihkan.
Makhluk-makhluk yang menguasai salah satu pulau di luar Gerbang Langit Barat, sudah membeku semuanya dan terbunuh hanya karena tatapan matanya yang tajam dan dingin sampai menusuk ke tulang.
"Fiuh..." Lin Chen mengembuskan napas seraya menurunkan tangannya yang menyentuh dahi di antara alis.
"Sungai Sanzu. Aku hanya bisa menyegelnya, aku tidak menduga akan ada dua makhluk mitologi secara langsung. Yuanshi Tianzun dan Pangu."
Ada yang mengatakan Pangu adalah Yuanshi Tianzun. Legenda tentang Pangu terdapat banyak versi, tetapi secara umum memiliki persamaan anggapan bahwa Pangu adalah tokoh pembuka langit dan bumi.
Pada mulanya langit dan bumi kacau tanpa bentuk, Pangu lahir pada langit dan bumi kacau tanpa bentuk tersebut. Setelah 18.000 tahun, Pangu memakai sebuah kapak membelah langit dan bumi. Yang ringan dan terang naik ke atas menjadi langit; yang berat dan suram turun ke bawah menjadi bumi.
Pangu takut langit dan bumi akan bergabung kembali, maka ia berdiri menahan langit dan bumi. Langit setiap hari naik 10 mistar, Pangu juga setiap hari bertambah tinggi 10 mistar. Setelah 18.000 tahun kemudian, Pangu meninggal dan organ tubuhnya menjadi berbagai barang di alam semesta ini.
Lin Chen mengerutkan keningnya dan memijatnya, mencoba mengingat artikel yang pernah ia baca saat ingin menciptakan Game Sword Fantasy. "Badannya berubah menjadi pegunungan, darahnya mengalir membentuk sungai, ototnya berubah menjadi tanah yang subur, sumsum tulangnya berubah menjadi mineral, giginya berubah menjadi batu permata, kulit dan bulu badannya berubah menjadi berbagai tanaman... ."
"Pangu adalah Dewa Iblis, dan Yuanshi Tianzun adalah Tiga Dewata Murni. Tidak mungkin mereka adalah orang yang sama. Tapi, menurut artikel, harusnya Pangu bukanlah pencipta Tiga Alam, Pangu hanyalah Dewa Iblis yang memisahkan antara bumi dan langit."
Ketika sedang berpikir, tiba-tiba ada energi yang mulai memasuki tubuhnya dan menambah kekuatannya. Setelah beberapa kali merasakannya, akhirnya Lin Chen mengetahui bahwa kekuatannya bergantung pada Wilayah Tiantang. Jika Wilayah Tiantang kembali makmur, kekuatannya akan meningkat. Sebaliknya, jika Wilayah Tiantang rusak, kekuatannya akan berada di tempat atau bahkan turun.
"Pembangunan Wilayah Tiantang harus dipercepat, dan kami harus merekrut Dewa dan Dewi yang berada di Alam Tiantang, yang memiliki satu pemikiran yang sama yaitu menghilangkan bencana dari Alam Diyu."
Lin Chen terbang ke pusat dari Wilayah Tiantang yang merupakan Istana Tiantang. "Tidak boleh menunda-nunda pekerjaan!"
...
__ADS_1
***
*Bersambung...