
Kepalanya tertunduk meski sudah banyak orang-orang penting yang datang dan duduk di tempat masing-masing. Masih ada keraguan pada dirinya sendiri dan mempertanyakan apakah harus memberitahunya sekarang, atau di lain hari saat kekuatan mereka sudah bertambah.
Apalagi mereka baru saja sadar setelah belasan tahun menjadi pecahan jiwa.
Lin Chen mengembuskan napas panjang kemudian mendongak melihat semua orang yang sudah duduk. Ada 64 Penatua maupun Wakil Penatua, 2 Penasihat meski hanya memberikan saran pada para Penatua, dan keturunan langsung mereka.
"Mungkin sebagian besar dari kita ada yang mengetahuinya Ranah tertinggi adalah Tongzhi, tapi sebenarnya di Alam Selestial adalah Ziranzhi ..."
Hanya dengan menyebutkan nama Ziranzhi saja sudah membuat mereka tertegun karena ini adalah informasi baru, apalagi saat Lin Chen memberi tahu ada Ranah lain.
"Tapi, ada Ranah yang lebih tinggi lagi. Earth Realm, Heavenly Realm, dan God Realm."
Lin Chen menjelaskan jika 55 Ranah atau 56 Ranah jika digabungkan dengan Ziranzhi. Ia menjelaskan jika Ranah Ziranzhi yang merupakan tertinggi di Alam Selestial, masih tergabung dalam Tingkat 5 atau Ranah Spirit Realm.
Tentu saja hal ini sangat mengejutkan, dan itu terukir jelas di wajah semua orang yang benar-benar terkejut saat mengetahui informasi ini. Tidak ada yang meragukan informasi dari Lin Chen, terlebih lagi dengan kekuatan yang baru saja ditunjukkan, tentu saja mereka tahu jika Lin Chen tidak berbohong.
"Alam Rendah, menurut orang yang tinggal di Alam Rendah, Alam Immortal adalah yang tertinggi. Alam Immortal, menurut orang di sana, Benua Surga adalah tujuan akhir. Alam Dewa, mereka merasa menjadi orang yang terkuat di sana ...."
"Namun saat berada di Alam Surga, sebagian orang mengetahui kebenarannya. Jika Alam Rendah sampai Alam Surga, sebenarnya hanyalah Gugus Bintang yang saling berhubungan satu sama lain."
Untuk yang satu ini, tidak ada yang terkejut dan ekspresi mereka tetap tenang karena sudah mengetahui sejak lama dari pengetahuan yang diberikan Lin Chen.
"Alam Bawah, Alam Semesta dan Alam Selestial adalah satu kesatuan. Tiga Alam ini pernah menjadi satu, dengan nama Semesta Yongheng ..." Lin Chen terus menjelaskan jika ada 314 Semesta yang tersebar antara Ruang dan Waktu.
Walaupun hal ini sudah dijelaskan, saat itu ia hanya menjelaskan tentang Semesta Yongheng, tidak dengan 313 Semesta lain.
Lin Chen juga menjelaskan tentang Spirit Realm dan Earth Realm. Yang membutuhkan puluhan juta tahun untuk menembusnya, Earth Realm ke Heavenly Realm, membutuhkan waktu yang tidak sedikit, mungkin tiga kali pencapaian dari Spirit Realm ke Earth Realm.
Lalu untuk Heavenly Realm ke God Realm, seperti tidak perlu dijelaskan karena waktunya yang sangat lama.
Informasi ini benar-benar tidak seperti yang mereka harapkan, ternyata selama ini mereka benar-benar sangat lemah. Mungkin hanya sebatas Tingkat 3 atau Tingkat 4, Body Realm atau Blood Realm.
Orang pertama yang berhasil menenangkan diri dari semua informasi ini adalah Long Xia Yun. Ia menoleh ke kanan melihat Lin Chen yang duduk di kursi yang lebih tinggi. "Bibi ingin bertanya, mengapa secara tiba-tiba kami semua mati? Jiwa-jiwa kami juga hancur?"
Penasihat, Penatua dan Wakil Penatua serta yang lain saling memandang satu sama lain, kemudian perhatian mereka tertuju pada Lin Chen seorang.
__ADS_1
"Aku bertemu lawan yang kuat, mungkin dia hampir menembus Heavenly Realm. Serangan sederhananya berhasil membunuhku dan meratakan Alam Selestial dengan seisinya ..."
Lin Chen terdiam sejenak, kemudian melanjutkan perkataannya saat melihat ekspresi penuh tanya semua orang. "Tapi sesaat sebelum aku benar-benar mati, aku berhasil memindahkan Inti Jiwa ke tubuh klon, kemudian kehilangan kendali saat melihat kalian semua yang sudah tergeletak di dalam reruntuhan ..."
"Aku kembali sadar saat mendengar suara kalian, dan memutuskan untuk berlatih."
Semuanya terus mendengarkan penjelasan Lin Chen dan tidak menyangka sudah 12 tahun berlalu, karena mereka hanya merasakan tidur untuk beberapa saat, kemudian tahu-tahu sudah dalam bentuk Inti Jiwa ataupun Api Jiwa.
Untuk Lin Chen yang sudah benar-benar menjadi Dewa, ia tidak memberi tahu hal itu pada yang lain, agar jarak mereka tidak terlalu jauh. Ia tidak ingin karena statusnya yang merupakan Dewa malah membuat hubungannya dengan yang lain menjadi renggang.
Lin Chen sendiri juga tidak mengeri mengapa sudah bisa melakukan Penyempurnaan, mendapatkan Pencerahan dan Pendewaan di saat menembus Earth Realm. Yang mana seharusnya Pendewaan hanya bisa dilakukan setelah menembus God Realm.
"Setelah kau berhasil menembus Heavenly Immortal. Kami akan bergabung denganmu agar kekuatanmu meningkat, dan mampu menerima semua informasi." Hitam dan Putih berucap bersamaan di saat Lin Chen bingung.
"Lalu untuk kau yang menerima Pendewaan, itu adalah pencapaian yang luar biasa. Aku juga tidak akan memaksamu untuk bersikap berbeda, kau bisa bersikap seperti biasa pada keluarga, tapi pastikan selalu ingat dirimu yang merupakan Dewa."
Lin Chen tersenyum ringan saat mendengar suara Putih yang benar-benar menenangkan hatinya. Mungkin sikapnya sudah berubah, tidak terlalu kekanak-kanakan atau melakukan tindakan random, tapi tetap saja ia tidak ingin berubah saat bersama keluarga tercinta.
Yan Xue yang masih duduk di pangkuan Lin Chen itu terdiam, dan mengerutkan keningnya menatap wajah suaminya. "Apakah Gege akan pergi dari Semesta Yongheng?"
"Apakah Chen Gege akan membawa orang lain?"
Lin Chen hanya diam tanpa menjawabnya sama sekali, membawa semua orang memang bisa dilakukan melalui klon yang sudah berada di Semesta Xinxing. Jika ada bahaya, maka tinggal memindahkan mereka semua melalui Ruang Dimensi.
Tapi, Lin Chen tidak ingin mengambil terlalu banyak risiko.
"Mungkin aku hanya akan membawa Xue'er." Lin Chen mengirimkan transmisi suara untuk menenangkan Yan Xue.
Namun sepertinya ia juga akan membawa Xue Ying, atau rekan-rekannya yang pernah berpetualang bersama di Alam Surga.
Untuk yang lain, biarkan tinggal di Semesta Yongheng setelah semua bahaya menghilang, dan ia akan meninggalkan ratusan ribu klon di berbagai bintang yang berbeda.
Yan Xue tersenyum hangat dan menghela napas lega saat mendengarnya. Ia ingin selalu bersama Lin Chen untuk mendukung secara mental, apabila ada keadaan di mana Lin Chen kehilangan kendali atau sedih.
Lin Chen mendongak menatap semua orang. "Itu masih lama, aku harus menghilangkan organisasi di Alam Selestial, dan menyelesaikan beberapa urusan di sini ..."
__ADS_1
Lin Chen berdiri seraya menurunkan Yan Xue dengan pelan. "Untuk sekarang, ayo kembali berlatih. Aku ada tempat berlatih yang cocok, aura di sana sangat murni."
Long Xia Yun dan Xue Ying mengerutkan keningnya, tempat apa yang bisa memiliki aura spiritual lebih besar dari Ruang Dimensi dengan System?
Lin Chen berjalan menuruni tangga menghampiri pintu emas yang besar dan berat itu. Pintu mulai terbuka perlahan ke arah luar saat ia hampir sampai, kemudian ia terus melangkahkan kaki di awan tebal.
"Aku akan membawa kalian semua ke tempat yang nyaman untuk berlatih, sangat mudah bagi kalian untuk menembus Ranah di tempat itu."
Lin Chen mengibaskan tangannya pelan, membuat semua orang menghilang bersamaan dengan dirinya yang juga pergi.
***
Alam Bawah
Lin Chen melayang di bawah dahan pohon yang sangat besar dan cukup luas untuk dibangun sebuah desa kecil di dahannya. Ketika ia kembali, sambutan yang meriah kembali terjadi, semua pohon dan tumbuhan membungkuk, kecuali pohon besar tempatnya berkultivasi.
Binatang-binatang kecil yang belum atau sudah mendapatkan bentuk manusia juga memberikan salam padanya.
Pemandangan ini benar-benar luar biasa, membuat semua orang yang baru saja dibangkitkan terpana.
"Kakak, ini di mana?" Xue Ying menghampiri Lin Chen saat merasa sedikit akrab, tapi tidak tahu tempat apa ini.
"Alam Bawah." Lin Chen menjawabnya santai dan sangat singkat.
Xue Ying tertegun, yang ia tahu Alam Bawah adalah tanah tandus yang beracun dan sangat tidak cocok untuk manusia tinggal, namun ini sangat jauh berbeda, bahkan udaranya lebih segar dari tempat-tempat yang pernah dikunjunginya.
"Sudah, tidak perlu terlalu banyak berpikir. Cepat berlatih, tapi sebelum itu, semua makhluk hidup di sini jangan dibunuh, entah itu serangga atau semut."
Yan Xue memiringkan kepalanya menatap Lin Chen.
"Semuanya adalah hasil ciptaan ku."
...
***
__ADS_1
*Bersambung...